IoT Adalah? Pengertian, Cara Kerja dan Penerapannya

Pernah mendengar konsep Artificial Intelligence (AI)? Konsep ini di masa sekarang banyak digandrungi oleh beberapa orang. Sebagai contoh, lighting automation, yaitu sistem lighting secara otomatis yang menggunakan teknologi sensor, yaitu sensor thermal atau suhu dan sensor cahaya.

Saat pemilik rumah atau orang lain masuk ke dalam suatu ruangan, sensor thermal akan mendeteksi suhu tubuh manusia kemudian menghubungkannya ke sensor cahaya, dengan menggunakan konsep lighting minimum intensity. Jika intensitas pencahayaan dalam suatu ruangan tersebut minimum, maka lampu akan menyala.

Artifical Intelligence menjadi unsur pembentuk Internet of Thing (IoT). Perkembangan teknologi yang semakin maju, menghasilkan konsep yang bermanfaat, yaitu mengubah peralatan elektronik, yang awalnya ‘pasif’ menjadi lebih aktif lagi dengan tujuan untuk memudahkan kehidupan manusia. Karena itu tidak semua teknologi yang canggih, dapat digolongkan sebagai Internet of Thing (IoT) yang memiliki inti berupa Artificial Intelligence.

Konsep sederhananya adalah perbedaan dalam hal fungsi kulkas yang dulu dengan sekarang. Sebuah kulkas yang berfungsi untuk mendinginkan makanan dan membuat makanan bertahan lebih lama, akan berbeda dengan sebuah kulkas yang sudah dipasangkan teknologi Internet of Thing dan Artificial Intelligence dalam hal fungsi.

Sebagai contoh, Kulkas Family Hub yang dirilis pada tahun 2018 oleh brand Samsung, tidak hanya menyediakan fungsi ‘tradisional’ dari sebuah kulkas tetapi juga dapat diajak bicara dan diberi perintah dengan menggunakan suara. Semua berkat teknologi Bixby yang berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI).

Bukan hanya itu saja, kulkas tersebut juga dapat digunakan untuk menyalakan lampu, mengecek stok dan tanggal kadaluarsa makanan hingga merancang menu makanan yang dapat dimasak dengan menggunakan stok dan makanan yang tersedia di dalam kulkas. Lalu, apakah yang dimaksud dengan Internet of Thing (IoT)?

Pengertian Internet of Thing (IoT)

IoT adalah sebuah konsep teknologi dimana suatu objek atau peralatan dapat mentrasfer data ke objek yang lain dengan menggunakan jaringan internet sehingga tidak membutuhkan interaksi antar manusia atau manusia ke perangkat.

Jika dipahami secara mendalam tentulah berbeda, saat seseorang mengetik dengan menggunakan laptop atau komputer yang berarti interaksi langsung antara manusia ke perangkat, dengan seseorang yang menggunakan suara untuk menyalakan lampu, mengecek stok dan tanggal kadaluarsa makanan pada sebuah kulkas, dimana sebuah sensor digunakan untuk mendeteksi suara untuk menjalankan perintah.

Konsep ‘a thing’ dalam IoT adalah objek, misalnya saja seseorang yang dipasang alat pacu jantung atau biasa disebut pacemaker, yang berfungsi untuk mengelola fungsi jantung yang sudah tidak dapat berfungsi dengan baik seperti sebelumnya. Alatnya sangat kecil, seukuran korek api dan ditanamkan di bawah kulit dada yang berfungsi sebagai pengontrol detak jantung.

Meskipun berukuran sangat kecil namun memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu mengukur pola denyut, detak jantung, aktivitas listrik, hingga temperature darah yang dipompa oleh jantung manusia. Dapat dibayangkan alat yang seukuran korek api tapi dapat melakukan fungsi-fungsi yang sangat vital dan ditanamkan didalam tubuh manusia, sebagai objek atas teknologi yang bermanfaat.

Namun, sejauh ini teknologi IoT adalah teknologi yang masih terus dikembangkan dan dieksplorasi hingga sekarang. Erat kaitannya dengan konsep komunikasi M2M, yaitu machine-to-machine atau biasa disebut sistem cerdas atau “smart”.

Contoh sederhana adalah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), semua transaksi yang terjadi akan dikirimkan ke pusat data dengan menggunakan sarana telekomunikasi, seperti line telpon, Vsat dan radio. Hal ini membuat sebuah ATM dapat dimonitor statusnya, apakah sedang mengalami kerusakan atau kehabisan uang.

Sebenarnya, IoT adalah konsep yang sudah diperkenalkan sejak lama. Misalnya, sejak internet mulai berkembang pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1990, John Romkey memperkenalkan perangkat pemanggang roti yang bisa dinyalakan dan dimatikan dengan menggunakan internet. Tahun 1997, Paul Saffo menjelaskan konsep teknologi sensor dan kontribusi positifnya untuk masa depan.

Terakhir, tahun 1999, Kevin Asthon, Direktur Auto IDCentre dari Massachuset Institute Technologi (MIT) menciptakan konsep Internet of Thing. Di tahun yang sama ditemukan sistem dengan basis Radio Frequency Identification (RFID). Semua penemuan-penemuan ini menjadi cikal bakal terbentuknya unsur-unsur Internet of Thing.

 

Jasa Pembuatan Aplikasi

Unsur-Unsur Internet of Thing

Unsur-unsur IoT adalah komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membentuk sistem Internet of Thing, terdiri dari Artificial Intelligent (AI), Konektivitas, Sensor, Keterlibatan Aktif (Active Enggagement), dan terakhir perangkat-perangkat berukuran kecil.

Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang diciptakan lalu dimasukkan ke dalam suatu sistem atau mesin dengan tujuan untuk menafsirkan dan mempelajari data eksternal kemudian menggunakan hasilnya untuk mencapai tujuan tertentu. Kecerdasan yang dimiliki manusia disetarakan dalam bentuk sistem informatika, seperti transformasi persamaan dan penyelesaian persamaan integral.

Tujuan dari Artificial Intelligence (AI) adalah pembuatan program komputer atau mesin untuk membuat tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas dapat diotomatiskan, seperti perencanaan, pengendalian, penjadwalan, hingga tugas untuk menjawab pertanyaan pelanggan.

Hingga saat ini, Artificial Intelligence (AI) sudah merambah ke berbagai bidang, mulai dari sains, ekonomi, obat-obatan hingga teknologi militer. Karena itulah, Artifical Intelligence (AI) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Internet of Thing.

Konektivitas

Konektivitas atau Perpetual Connectivity, secara sederhana adalah continous connectivity yang menghubungkan antara suatu perangkat dengan internet, sehingga IoT adalah teknologi yang tidak pernah lepas dari kemajuan teknologi internet. Perangkat-perangkat Internet of Thing yang selalu terhubung satu sama lain dengan menggunakan jaringan internet akan memberikan tiga manfaat, yaitu Monitor, Maintain dan Motivate.

Sensor

Sensor adalah teknologi yang menjadi pembeda antara teknologi standar dan pasif dalam sebuah perangkat menjadi sistem yang aktif sehingga dapat diaplikasikan ke dalam dunia nyata. Sensor ini fungsinya adalah untuk mendeteksi sumber-sumber yang sifatnya alami, seperti cahaya, getaran, suhu, sinyal radio, cahaya, hingga sumber yang bisa dihasilkan oleh alat elektronik.

Sumber-sumber ini dalam dunia Internet of Thing disebut Big Analog Data. Sebagai contoh, kulkas dengan fungsi ‘tradisional’ dengan kulkas yang sudah diintegrasikan dengan teknologi Bixby, yang telah dipaparkan dalam penjelasan sebelumnya.

Keterlibatan Aktif (Active Engagement)

Konsep dari IoT adalah memperkenal teknologi baru yang bersifat lebih ‘aktif’ baik untuk sebuah produk hingga keterlibatan pelanggan.

Perangkat dengan Ukuran Kecil

Seiring dengan berjalannya waktu, perangkat teknologi semakin kecil tetapi tetap murah dan berkualitas. Contoh yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah komputer. Berdasarkan sejarahnya, komputer dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu komputer generasi pertama, kedua, ketiga, hingga komputer generasi ke lima.

Komputer generasi pertama adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator) dan salah satu jenis yang digunakan untuk kepentingan umum. Dirancang pada tahun 1942, mulai dikerjakan setahun kemudian hingga akhirnya selesai pada tahun 1946. Program komputer ini sangat besar, penempatannya saja membutuhkan ruang hingga 500 m2.

Dalam pengoperasiannya membutuhkan daya listrik hingga 140 kilowatt dengan berat mesin mencapai lebih dari tiga puluh ton. Namun, seiring berjalannya waktu, perangkat komputer berubah menjadi lebih kecil dan ringan, bahkan penemuan laptop menambahkan fungsi fleksibilitas didalamnya.

Cara Kerja Internet of Thing

Seiring berjalannya waktu, Internet of Thing semakin berkembang dari tahun ke tahun, menyebabkan perangkat Internet of Thing dengan harga yang murah namun tetap canggih saling berkompetisi satu sama lain. Dalam salah satu report milik Vision Mobile hingga akhir tahun 2015 terdapat 4,5 juta developer aktif yang terus mengembangkan berbagai perangkat Internet of Thing.

Dalam dunia Internet of Things dikenal istilah IOT Arduino. Sebuah istilah untuk proyek atau eksperimen yang menggunakan teknologi Arduino. Bagi para developer di bidang IOT Arduino, perangkat IOT Arduino bersama dengan sensor yang dimiliki berguna sebagai perangkat yang mengirimkan data sensor dari manapun hingga ke cloud.

Serta memiliki potensi untuk mengendalikan seluruh perangkat, mulai dari lampu, pintu dan produk otomatis lainnya. Dengan menggunakan papan sirkuit IOT Arduino, diharapkan seorang developer dapat membuat produk IOT Arduino sendiri.

Lalu bagaimana cara kerja teknologi Internet of Thing?

Berdasarkan pemaparan mengenai unsur-unsur Internet of Thing, teknologi ini memanfaatkan bahasa pemrograman dimana setiap argumen-argumen pemrograman menghasilkan interaksi antar perangkat yang tidak terbatas dalam hal jarak maupun waktu, sebab salah satu prinsip IoT adalah real time. Contoh sederhana adalah aplikasi Google Assistant, aplikasi ini disebut-sebut dibekali dengan Artificial Intelligence dan dapat langsung terlihat dari bagaimana cara aplikasi ini bekerja.

Google Assistant dapat dikatakan sebagai layanan asisten virtual canggih yang tidak hanya mendukung aktivitas penggunanya tetapi juga memberikan pengalaman yang seru. Aplikasi smartphone ini tidak hanya dapat melakukan input perintah melalui suara, tetapi juga dapat melakukan obrolan suara.

Selain itu, aplikasi ini mampu berkomunikasi juga dengan pengguna aplikasi dengan menggunakan suara alami, yang berarti melibatkan sensor suara. Karena sifatnya yang sebagai asisten, Google Assistant dapat digunakan untuk pencarian internet, pengaturan smartphone, mengirim pesan WhatsApp hingga untuk pembayaran otomatis.

Karena peran Google Assistant tersebut, sesuai dengan tujuan Artificial Intelligence (AI) dalam Internet of Thing yaitu pembuatan program komputer atau mesin untuk membuat tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas dapat diotomatiskan, seperti perencanaan, pengendalian, penjadwalan juga peran-peran lainnya.

Serta tentu saja, aplikasi ini memenuhi unsur-unsur lain seperti konektivitas internet, memiliki perangkat yang difungsikan mulai dari layar smartphone hingga keypad, dan terakhir adalah unsur active engagement.

 

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi

Penerapan Internet of Thing


Contoh penerapan Internet of Thing yang dapat langsung dikenali adalah otomatisasi rumah seperti konsep lighting automation, mesin penyiram taman otomatis, hingga kulkas dengan menggunakan sensor suara. Semua hal-hal tersebut apabila diintegrasikan satu sama lain dapat membentuk konsep smart house concept atau sistem rumah pintar. Namun, sebenarnya masih terdapat penerapan Internet of Thing yang sudah digunakan dalam kegiatan sehari-hari, baik itu dalam bidang pertanian, energi, dan sebagainya.

Colokan Listrik Pintar (Smart Plug)

D-Link Wi-Fi Smart Plug adalah produk pertama untuk fitur Connected Home yang diproduksi oleh D-Link Smart Plug ini termasuk proyek Internet of Think yang pertama. Konsepnya adalah smart plug ini dikoneksikan dengan Wi-Fi kemudian disambungkan dengan berbagai macam barang-barang elektronik.

Bentuk otomatisasinya adalah sebagai contoh, untuk pengaturan televisi agar menyala di waktu-waktu tertentu saja kemudian dapat padam secara otomatis. Selain itu, ketika bepergian dan lupa untuk mematikan alat-alat elektronik, hanya perlu membuka ponsel kemudian memadamkan koneksi listriknya dalam jarak jauh.

Smart Garage Door

Fungsi dari produk ini adalah sebagai monitoring bagaimana keadaan pintu garasi dimanapun pemiliki garasi berada, membuka dan menutupnya melalui sebuah aplikasi di iOS atau Android smartphone. Untuk beberapa device, sidik jari dari pemilik garasi dapat digunakan untuk membuka juga menutup pintu garasi tersebut.

Neuroteknologi atau Sensor Otak

Teknologi ini digunakan sebagai pemantauan aktivitas otak dengan menggunakan rangsangan listrik, berfungsi untuk memahami sistem saraf sekaligus mengendalikannya. Selain itu dapat digunakan untuk memperbaiki fungsi otak.

Bentuk alatnya seperti sebuah headset yang dilengkapi dengan perangkat lunak, sistem neuroimaging dan sensor elektroensefalografi yang berfungsi untuk melacak otak kemudian mengirim sinyal ke perangkat pintar yang sudah disiapkan.

Sistem Autonomous Organic Farm Monitoring and Control Nutrition

Teknologi di bidang pertanian ini adalah bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap suhu sekaligus pengontrolan dalam hal pemberian nutrisi pada tanaman. Sensor-sensor yang digunakan dalam teknologi ini pun banyak, seperti sensor DHT11 yang berfungsi untuk pemantauan perubahan suhu dan kelembaban udara. Modul RTC yang berfungsi untuk pengaturan jadwal untuk pemberian nutrisi tanaman, dan masih banyak lagi sensor-sensor yang dipasang untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Demikian informasi-informasi menarik seputar Internet of Thing yang sudah diintegrasikan dengan berbagai penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi yang terus berkembang seiring berjalan waktunya, terus memunculkan berbagai macam inovasi baru dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk memudahkan berbagai aktivitas manusia.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol