HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Perangkat komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata memiliki jaringan yang rumit dan juga kompleks. Sebab, hingga saat ini penggunaan jaringan komputer itu sendiri merupakan fungsi daripada komputer yang paling banyak dipakai dan diaplikasikan, baik secara lokal maupun secara luas, seperti halnya penggunaan internet.

Pada dasarnya, jaringan komputer merupakan kondisi dimana terdapat dua atau lebih perangkat komputer yang saling terhubung dalam suatu jaringan tertentu. Yang secara otomatis, setiap komputer akan saling berbagi satu sama lainnya, seperti untuk melakukan proses transfer data informasi hingga saling berbagi sumber daya menggunakan satu jaringan saja.

Dalam suatu jaringan komputer terdapat IP Address yang mempunyai 32 bit, yang terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian bagian network : Net ID dan bagian host : Host ID. Keduanya memiliki peranan yang sangat penting.

Yang mana, baik peran, kegunaan maupun fungsi dari keduanya akan dijabarkan secara tuntas dalam sajian artikel kali ini.

HOST ID dan NETWORK ID | Manfaat Kegunaannya

Prinsip kerja dari jaringan komputer adalah berfokus untuk menghubungkan semua komputer dari berbagai tempat ke dalam sebuah jaringan.

Oleh karena itu, kita bisa memanfaatkan keberadaan jaringan komputer untuk menyimpan data dan menyelesaikan semua pekerjaan menjadi lebih mudah. Yang mana, ada banyak manfaat ketika Anda memutuskan untuk menggunakannya. Adapun manfaat kegunaannya, meliputi.

  • Berguna untuk mempercepat arus informasi.
  • Berguna untuk mempermudah jalinan komunikasi jarak jauh antar individu.
  • Berguna untuk mempercepat proses pengiriman data-data dan sumber daya.
  • Berguna untuk mengkoneksikan kantor / perusahaan cabang yang berada dalam kawasan wilayah yang berbeda.

Sebenarnya, masih banyak lagi manfaat kegunaan jaringan komputer, sehingga tidak akan menjadi sia-sia apabila Anda memutuskan untuk mempelajarinya. Pasalnya, semakin banyak yang Anda pelajari, maka ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki pun akan semakin bertambah.

HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Dalam mempelajari jaringan komputer, Anda wajib mengetahui komponen-komponen terpenting yang ada di dalamnya. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa suatu jaringan komputer terdiri dari IP Address yang memiliki 32 bit dan dibagi menjadi dua bagian, yakni : bagian host (Host ID) dan bagian network (Net ID).

Pengertian Host ID dan Network ID

Host dan Network ID akan dibedakan oleh subnet mask. ID Host adalah identitas dari host (interface router, workstation, dan device) yang terhubung ke jaringan. Sedangkan NETWORK ID adalah identitas sebuah jalur dalam jaringan.

Dalam hal ini Net ID berperan untuk mengidentifikasi suatu jaringan jaringan dari jaringan lain. Sementara Host ID berperan untuk melakukan identifikasi host dalam suatu jaringan. Dengan kata lain, seluruh host yang ada akan tersambung dalam jaringan yang sama, yakni jaringan yang memiliki Net ID yang sama.

Di sini, garis pemisah antara network dan host tidak tetap, karena tergantung pada kelas network masing-masing, yakni IP Address yang terbagi menjadi lima kelas, yakni dari kelas A hingga kelas E.

Pembagian Kelas IP Address

Tujuan utama dari pembagian kelas-kelas tersebut adalah untuk mempermudah adanya alokasi IP Address, baik untuk host (jaringan) tertentu maupun untuk keperluan tertentu dalam pembagian IP Address. Tiap kelas dibedakan berdasarkan ukuran IP Address dan juga jumlahnya.

Contoh Pembagian Kelas

Contohnya, kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan jumlahnya sangat besar. Kemudian untuk kelas D dan E tidak digunakan secara umum, karena kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E hanya digunakan untuk keperluan eksperimental. Dalam hal ini perangkat lunak Internet Protocol menjadi penentu pembagian jenis kelas, yakni dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address.

Contoh Penentuan Kelas

Agar tidak kebingungan, di sini akan diinformasikan tentang penentuan kelas IP, yakni dengan cara di bawah ini.

IP Address untuk Kelas A

Bit pertama IP address kelas A dimulai dari 0, dengan panjang ID net sekitar 8 bit dan panjang ID host sekitar 24 bit. Jadi disimpulkan bahwa, byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127 bit. Jadi pada kelas A terdapat jumlah total 127 network dengan tiap-tiap network yang dapat menampung sekitar 16 juta host (255×255×255).

IP Address untuk Kelas B

Dua bit IP address kelas B selalu diset dari 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128 -191 bit. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host, sehingga jika terdapat komputer mempunyai IP address 168.206.27.162, ID network = 168.206 dan ID host = 27.162.

Dengan demikian, terdapat IP Address kelas B yang memiliki rentang IP dari 128.0.xxx.xxx hingga 191.155.xxx.xxx, yakni dalam jumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

IP Address untuk Kelas C

IP address kelas C biasa digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset dengan angka 111. ID Network nya terdiri dari 24 bit dan ID host 8 bit sisanya, sehingga akan terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

IP Address untuk Kelas D

IP Address kelas D biasa digunakan untuk keperluan multicasting. Terdapat 4 bit awal di IP Address kelas B yang selalu diatur dengan angka 1110, dengan demikian byte pertama berkisar kira-kira 224-247, sedangkan byte berikutnya diatur sesuai kepentingan pengguna IP tersebut pada multicast grup. Namun, di dalam multicasting tidak dikenal istilah ID network maupun ID host.

IP Address untuk Kelas E

Dalam penggunaan IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. Sebab, 4 bit pertama IP address kelas ini diset dengan angka 1111, sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.

Baik pengertian dan juga contohnya, semuanya sudah dijabarkan dengan jelas. Nah, dari sini apakah Anda sudah bisa memahaminya?

Pada dasarnya, pembagian dari kelas-kelas IP Address tersebut ditentukan mutlak oleh dua hal, yakni host ID dan network ID. Pasalnya, ID Network merupakan bagian dari IP Address yang memberikan informasi tentang di jaringan mana komputer tersebut berada. Sedangkan, ID Host berperan untuk memberikan informasi tentang server, router, workstation dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut.

Agar semakin paham, berikut juga akan dijelaskan tentang contoh pengalokasian IP Address.

Contoh Pengalokasian IP Address

Semisal, jika Anda hendak membuat sebuah jaringan yang akan digunakan untuk menghubungkan tiga buah perangkat komputer sekaligus, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah, menentukan ID host dan ID network-nya. Sebab, ID network tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjukkan host TCP/IP yang terletak pada jaringan yang sama. Sementara semua host yang berada pada satu jaringan harus mempunyai ID network yang sama.

Dengan demikian, contoh pemberian ID network untuk jaringan komputer tersebut adalah 191.167.1.xxx. Kemudian, ID Host akan difungsikan untuk menunjukkan suatu host dalam jaringan. Yang mana, dalam setiap antarmuka jaringan diharuskan memiliki ID Host yang unik, seperti : 191.167.1.1, 191.167.1.2, dan 191.167.1.3

Apakah dari sini, Anda sudah memahami setiap penjelasan yang telah diberikan? Jika sudah, maka kita bisa beralih ke pembahasan informasi berikutnya.

HOST ID dan NETWORK ID | Pemecahan Jaringan

Membahas mengenai pemecahan jaringan, itu artinya yang akan dibahas adalah hal-hal seputar Subnetting. Apa itu subnetting?

Subnetting merupakan pemecahan jaringan yang telah teridentifikasi oleh IP Address menjadi sebuah jaringan dalam ukuran yang lebih kecil, yakni yang biasa disebut sebagai subnet. Yang mana, subnet sendiri merupakan sebuah jaringan lokal berukuran kecil yang terdapat pada jaringan lokal awal (sebelum proses pemecahan jaringan).

Sebenarnya ada beberapa alasan yang membuat sebuah organisasi jaringan membutuhkan lebih dari satu jaringan. Alasannya adalah, karena adanya perbedaan teknologi dalam setiap komputer atau alat yang digunakan, dikarenakan akibat adanya keterbatasan teknologi pada beberapa terminal, keamanan data dan juga pada hubungan point-to-point.

Nah setelah mengenal subnetting dan subnet, maka Anda juga harus mengetahui tentang subnet mask, yakni angka biner 32 bit yang digunakan dalam membedakan network ID dan host ID, sekaligus digunakan untuk menunjukkan letak suatu host, apakah berada di dalam jaringan lokal (subnet tersebut) atau justru berada jaringan di luar (subnet tersebut).

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca tabel di bawah ini.

KELAS IP IP ADDRESS SUBNET MASK ID NET HOST ID
KELAS A Range antara 0 – 127 255.0.0.0 8 bit 24 bit
KELAS B Range antara 128 -191 255.255.0.0 16 bit 16 bit
KELAS C 1 Range antara 92 – 255 255.255.255.0 24 bit 8 bit

NB: Untuk kelas D dan E memang sengaja tidak disebutkan, karena penggunaan keduanya tidak dilakukan secara umum. Hal ini disebabkan karena kelas D hanya digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E hanya digunakan untuk keperluan eksperimental.

HOST ID dan NETWORK ID | Cara Menentukan HOST ID

Untuk bisa menentukan ID Host beserta jumlahnya, maka Anda bisa melakukannya dengan langkah-langkah di bawah ini.

  • Pertama-tama, Anda harus mengetahui dari kelas mana IP Address yang hendak Anda cari host-nya. Hal ini berguna agar Anda bisa mengetahui jumlah bit ID Network maupun jumlah ID Host-nya.
  • Untuk mengetahui jumlah bit subnet, Anda bisa menentukannya dengan menggunakan rumus ini : 2n = Subnet. n adalah banyaknya bit Subnet.
  • Sesudah Anda mengetahui banyaknya jumlah bit yang akan digunakan oleh subnet, maka Anda harus mencari lebih banyak bit yang nantinya akan digunakan untuk menghitung jumlah ID Host, yakni dengan dikurangi jumlah bit Subnet-nya : B = a – n.
  • Sementara untuk mencari jumlah ID Host nya, Anda bisa memakai rumus : Id = 2b – 2.

Nah, setelah mengetahui langkah-langkah yang bisa dipakai untuk mencari dan menghitung jumlah Host, maka sekarang kita akan mencari jawabannya bersama-sama.

Contoh Soal

IP Address : 193.167.1.0 terdapat 4 Subnet dan berasal dari kelas C

Diketahui :

  • Berasal dari kelas C
  • Jumlah Bit Host : 8 bit
  • Jumlah Bit Subnet : 2n  = 4, n = 2 bit
  • Jumlah Bit Sisa : 8-2 = 6, maka b=6

Cara Penyelesaiaan Pertama

Dikarenakan diketahui : n = 4 maka akan ada 4 kemungkinan, yakni :

default => xx000001 – xx111111

–          00 =>  00000001 – 00111111

–           01 =>  01000001 – 01111111

–          10 =>  10000001 – 10111111

–          11 =>  11000001 – 11111111

Apabila sudah diketahui jumlahnya, maka kemungkinan ID Host, maka Anda harus mengubah biner tersebut menjadi bilangan angka : => 193.167.1.xxx – 193.167.1.xxx.

Isi bagian x di atas dengan kemungkinan yang sudah Anda konversikan sebelumnya menjadi angka.

Maka hasilnya adalah :

Host ID :

=> 193.167.1.1 – 193.167.1.62

=> 193.167.1.65 – 193.167.1.126

=> 193.167.1.129 – 193.167.1.190

=> 193.167.1.193 – 193.167.1.254

Jumlah ID Host dan hasilnya, adalah :

2b – 2

= 26 – 2

= 64-2

= 62

Cara Penyelesaian Kedua

Untuk cara penyelesaian kedua, caranya bisa lebih sederhana. Pada saat Anda sudah dapat memperkirakan kemungkinan ID Hostnya, maka kemungkinan angka yang muncul adalah.

Maka pembagian Hostnya adalah sebagai berikut.

Kemungkinan Host ID yang muncul :

=> 193.1671.1 – 193.1671.62

=> 193.167.1.65 – 193.167.1.126

=> 193.167.1.129 – 193.167.1.190

=> 193.167.1.193 – 193.167.1.254

Jumlah Host ID :

2b – 2

= 26 – 2

= 64-2

= 62

Semoga langkah-langkah beserta contoh penyelesaian soal di atas dapat membantu Anda untuk mencari jumlah Host ID yang ada pada jaringan komputer yang digunakan saat ini.

Jadi bagaimana? Apakah semua sajian informasi kali ini dapat dijadikan sebagai solusi sekaligus bisa memecahkan masalah Anda? Diharapkan dengan sajian informasi ini yang terbilang singkat ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Sebab, sejatinya jaringan komputer yang dianggap paling rumit dan kompleks sekalipun masih dapat dipahami serta dipelajari, apabila Anda memiliki keinginan yang kuat dalam melakukannya. Dengan demikian, nantinya Anda tidak merasa kebingungan lagi jika suatu saat diminta untuk menentukan IP Address, mencari kelas IP hingga mencari jumlah ID Host dari jaringan komputer yang biasa Anda gunakan.

Menariknya lagi, apabila Anda sudah benar-benar mampu dan menguasai tentang sistem jaringan komputer, maka tidak akan sulit bagi Anda untuk membangun serta menciptakan jaringan komputer sendiri yang dapat dihubungkan dengan lebih dari dua perangkat komputer sekaligus.

Itulah manfaatnya belajar tentang memanfaatkan IT, dengan demikian Anda tidak perlu direpotkan membayar jasa profesional hanya untuk memasangkan jaringan komputer di rumah maupun perusahaan Anda. Terlebih lagi, jika terdapat kendala terhadap konektivitas jaringan komputer Anda, maka memungkinan bagi Anda untuk bisa memperbaikinya sendiri dengan begitu mudah.

Dari ulasan artikel kali ini, Anda dapat memahami banyak hal, mulai dari pengertian serta contoh Host ID dan Network ID hingga mengetahui langkah-langkah untuk menemukan jumlah host yang ada pada jaringan komputer.

Semoga dengan disajikannya informasi di atas, dapat membantu Anda dalam banyak hal, terutama dalam hal menambah pengetahuan dan kemampuan seputar pemakaian jaringan komputer, khususnya dalam pemakaian ID Host dan juga Network ID. Untuk itu, terima kasih banyak atas kunjungan Anda.

Apakah Anda memiliki masalah dalam menjalankan bisnis online? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol