Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran Marketing strategy Carousel Adalah : Cara Membuat Carousel di Instagram Bisnis

Carousel Adalah : Cara Membuat Carousel di Instagram Bisnis

-

Carousel adalah tampilan terbaik untuk memamerkan foto-foto olshop Anda di Instagram Feed. Pasalnya, Carousel mampu memperlihatkan keunggulan dan variasi produk dengan lebih detil untuk menarik perhatian konsumen.

Apa itu format Carousel Instagram serta manfaatnya? Bagaimana juga cara membuat Carousel di Instagram? Anda beruntung karena semuanya telah kami bahas lengkap pada artikel kali ini. Yuk langsung disimak!

Pengertian Carousel Adalah

carousel-adalah

Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata “Carousel”? Sebagian besar orang pasti akan langsung terbayang dengan permainan komidi putar. Namun dalam dunia bisnis, Carousel punya makna yang cukup berbeda.

Carousel adalah format tampilan “slideshow” di sosial media, khususnya untuk postingan feed atau timeline. Dengan format Carousel Instagram, Anda bisa menampilkan banyak foto dan video sekaligus dalam satu postingan.

Format Carousel Instagram cukup mudah dan sering kita temukan sehari-hari. Mungkin Anda pernah menemukan postingan feed IG yang foto dan videonya bisa digeser (scroll) ke arah kiri maupun kanan. Nah, itulah postingan dengan format Carousel Instagram!

Fitur Carousel membuat postingan IG Anda lebih menarik dan interaktif ketimbang post feed biasa. Soalnya, postingan Carousel bisa digerakkan atau diperbesar untuk menampilkan detil foto produk dengan jelas. Sedangkan postingan feed biasa tidak.

Saking suksesnya, kini format Carousel Instagram sudah diadaptasi oleh beberapa sosmed lain. Contohnya Pinterest dan Facebook.

5 Manfaat Carousel Adalah

Format Carousel mempunyai banyak sekali manfaat untuk mengoptimalkan olshop Anda. Selengkapnya, manfaat Carousel adalah sebagai berikut:

1. Promosi Anti Spam

Manfaat pertama Carousel adalah membantu mempromosikan produk sedetil mungkin dari berbagai sisi atau varian tanpa perlu khawatir menjadikannya sebagai spam.

Pada postingan feed biasa, kita hanya bisa mengupload 1 foto atau 1 video saja per post. Akibatnya, kita tidak bisa menampilkan beragam variasi produk ataupun info-info detil produk dari berbagai sisi dengan baik.

Di sisi lain, kita juga tidak mungkin memposting foto/video produk yang sama—tapi diambil dari sudut atau punya varian berbeda—berkali-kali ke timeline karena akan dianggap sebagai spam. Jadi, Carousel bisa menjadi alternatif solusi terbaik dengan menggabungkan banyak foto dan video dalam satu post.

2. Efektif Mempromosikan Testi

Punya kumpulan testimonial pembeli yang bagus untuk dipromosikan? Anda kini bisa mengiklankan testimonial tersebut dengan mudah dan efisien memakai format Carousel Instagram.

Kumpulkan testi-testi konsumen terbaik Anda jadi satu, edit seperlunya, dan unggah sebagai Carousel. Menampilkan berbagai testimoni positif dalam satu wadah seperti ini bisa memperkuat bukti sosial usaha Anda juga lho.

Dijamin, konsumen yang membaca postingan Carousel testi Anda akan langsung tahu betapa baiknya reputasi olshop dan tertarik untuk berbelanja.

3. Memancing Interaksi Followers (Engagement)

Postingan feed IG Anda masih sepi interaksi dari followers? Kabar baik! Studi terbaru menunjukkan bahwa tampilan Carousel mampu menambah interaksi followers dengan konten Anda sebesar 1,92%.

Ini dikarenakan fitur Carousel yang interaktif serta mampu menampilkan keunikan produk dengan maksimal. Akibatnya para pemirsa konten lebih tertarik untuk berinteraksi dengan postingan memberi komentar, likes, atau me-repost/share ulang postingan.

4. Menarik Rasa Penasaran dengan “Before-After”

Pancing rasa penasaran konsumen Anda dengan konsep postingan “Before-After” (Sebelum dan Sesudah pemakaian produk). Semisal Anda menjual produk skincare anti jerawat organik. Maka posting foto kondisi wajah konsumen sebelum memakai produk dan sesudah sebagai perbandingan.

Trik “Before-After” ini terbukti selalu ampuh digunakan dalam promosi sosial media. Apalagi jika konsep tersebut diunggah dengan format Carousel.

Konsumen bisa dibuat terpukau atau kaget sendiri ketika men-scroll melihat foto “After”. Pada akhirnya ia pun bisa tertarik untuk mencoba produk.

5. Menampilkan Produk dengan Detil

Kelemahan utama belanja online adalah konsumen tidak bisa melihat langsung produk yang dijual secara utuh. Itulah mengapa banyak calon pembeli menginginkan tampilan foto produk yang lengkap, mendetil, diambil dari berbagai sisi.

Kini Anda tidak perlu cemas atau bingung bagaimana cara terbaik memperlihatkan produk dari semua sisi. Cukup gunakan Carousel untuk memposting foto produk dari berbagai sudut misalnya dari sisi atas, kiri, kanan dan bawah. Nantinya konsumen bisa mengecek sendiri detil dari produk Anda.

2 Jenis Format Carousel Instagram

Sebelum beranjak ke cara membuat Carousel di Instagram, kita wajib tahu apa saja jenis-jenis Carousel itu sendiri.

Khusus untuk Instagram, ada dua jenis konten Carousel yakni Post Carousel dan Ads Carousel (iklan). Perbedaan masing-masing Carousel adalah:

1. Post Carousel

Post Carousel adalah format slideshow yang ditampilkan pada postingan timeline biasa. Post Carousel bisa Anda temukan pada halaman feed IG Anda.

Dalam Post Carousel IG, Anda hanya bisa menambahkan sampai maksimal 10 foto dan video. Namun Anda bebas menentukan hal-hal ini:

  • Urutan gambar yang tampil pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai terakhir.
  • Bentuk slide: horizontal, vertikal atau persegi.
  • Kombinasi Carousel: entah itu foto saja, video saja, atau mix foto dan video.

Beberapa spesifikasi lainnya yang wajib diperhatikan untuk memaksimalkan Post Carousel adalah:

  • Foto pertama: foto/video pertama akan menentukan apakah audiens tertarik men-scroll ke bagian selanjutnya. Jadi, usahakan memilih foto/video terbaik untuk posisi Carousel pertama, ya!
  • Tipe foto: JPG atau PNG, tidak ada batas maksimal resolusi dan ukuran.
  • Tipe video: MOV atau MP4, maksimal durasi 1 menit dan batas ukuran 4 GB.

Artikel terkait  Apa itu Proforma Invoice? Dan Perbedaanya Dengan Invoice

2. Ads Carousel

Instagram terbaru memungkinkan kita untuk mengiklankan postingan Carousel, lho. Namun secara sepintas nyaris tak ada perbedaan khusus antara Post Carousel biasa dengan Ads Carousel. Sering kali orang-orang terkecoh menyimak iklan Carousel yang dikira postingan biasa.

Bedanya, Ads Carousel memuat label kecil bertuliskan “Sponsored” di bawah nama akun IG pemilik postingan. Selain itu biasanya ada tombol CTA (Call To Action) yang terselip otomatis di bawah gambar/video, atau caption per slide.

Tombol CTA ini bisa bermacam-macam bentuk dan fungsinya. Misalnya:

  • Shop Now
  • Follow Sekarang
  • Kunjungi Akun
  • Lihat Lebih Banyak, dan lain-lain.

Keunikan lain dari Ads Carousel Instagram adalah:

  • Bisa direpost ke IG Stories
  • Format rasio tampilan Ads Carousel ke IG Stories adalah 16:9.
  • Durasi video IG Stories Carousel: 15 sampai 120 detik.
  • Ada tombol khusus untuk menonton Stories Carousel selengkapnya (otomatis aktif ketika video yang ditampilkan lebih dari 15 detik).

7 Cara Membuat Carousel di Instagram dengan PPT

Sekarang tibalah kita di bagian paling dinanti-nantikan: cara membuat Carousel di Instagram. Apakah diperlukan aplikasi Carousel Instagram khusus untuk membuat postingan satu ini?

Jawabannya ternyata “tidak”. Instagram tidak pernah merilis aplikasi Carousel Instagram khusus, karena semua post Carousel sudah bisa disimak secara langsung di IG.

Tapi, ada sejumlah aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat postingan Carousel. Misalnya Photoshop, Canva, PicsArt, hingga Microsoft Office Power Point!

Di bawah ini kami sajikan lengkap cara membuat Carousel di Instagram simpel dengan Power Point (PPT):

1. Step 1: Instal Power Point

Kita akan menggunakan Microsof Office Power Point (PPT) sebagai aplikasi Carousel Instagram kreator. Jadi pertama-tama, pastikan perangkat Anda sudah mempunyai Power Point.

Aplikasi PPT umumnya sudah menjadi bawaan otomatis di laptop. Bahkan sejumlah smartphone android keluaran terbaru pun juga ada yang dilengkapi app PPT. Alternatif lain, Anda bisa menginstal aplikasi PPT gratis di Google Play Store.

2. Step 2: Atur Kanvas

Kanvas adalah areal putih kosong yang akan diedit. Buka aplikasi PPT yang sudah terinstal, buat dokumen baru, lalu mulailah mengatur kanvasnya.

Caranya:

  1. Pilih menu “Design”.
  2. Pilih “Slide Size” > “Custom Slide Size”.
  3. Masukkan “1080px” untuk width dan height (lebar dan panjang).
  4. Klik maximize.

3. Step 3: Sesuaikan Warna Latar

Lanjutkan dengan menyesuaikan warna latar belakang (background) dari foto yang ingin Anda posting. Penyesuaian warna ini dilakukan agar setiap postingan memiliki tema yang senada dan tampak lebih aesthetic.

Caranya:

  1. Klik kanan pada salah satu slide.
  2. Klik “Format Background”.
  3. Pilih warna yang ingin digunakan.
  4. Klik “Apply”.

4. Step 4: Input Foto/Gambar Produk

Setelah warna latar belakang, kini Anda bisa memasukkan gambar atau foto produk ke slide. Anda bisa mengedit foto produk terlebih dahulu dengan menghapus backgroundnya – jadi foto produk akan tampil dengan background khusus di kanvas.

Jangan lupa atur ukuran dan posisi foto supaya tampak pas proporsional. Lakukan crop secukupnya agar tidak ada bagian foto yang “melewati” garis pinggir kanvas.

5. Step 5: Buat Efek Transisi

Kalau ingin foto tampak “nyambung” saat digeser di Carousel, letakkan foto pertama agak ke samping kanan, dan potong sebagian. Tidak perlu khawatir. Sisa bagian yang terpotong di slide pertama akan kita tampilkan di slide kedua supaya tampak nyambung.

Caranya:

  1. Copy/duplikat slide pertama.
  2. Di slide kedua, crop bagian yang tadinya kita hilangkan pada slide pertama. Sesuaikan agar pas.
  3. Supaya benar-benar yakin bahwa potongan telah pas, Anda bisa mengecek dengan memberi efek transisi “Push” > opsi efek > “from right”.
  4. Klik “play”.

6. Step 6: Input Teks (Opsional)

Tidak ada keharusan apakah Anda harus mengisi teks pada postingan Carousel. Jika dirasa perlu, Anda bisa langsung mengisi teks pada kanva dan sesuaikan ukuran, font, posisi serta warnanya.

Artikel terkait  Mudah Gali Insight Bisnis dengan Strategic Dashboard

7. Step 7: Alternatif Penyisipan Foto Produk

Nah, kalau Anda tidak ingin membuat rangkaian foto produk yang tampak saling sambung-menyambung, Anda boleh melewati tahap 4-5. Cukup duplikat kanvas sesuai kebutuhan lalu masukkan foto produk per slide saja. Semuanya bebas disesuaikan dengan kreativitas Anda!

Bonus! Strategi Memaksimalkan Post IG Carousel

Inilah beberapa strategi jitu memaksimalkan performa post Instagram Carousel Anda agar diklik followers:

Gunakan Foto/Video Menarik Terbaik di Awal

Konsumen hanya akan tertarik men-scroll Carousel Anda jika mereka tertarik dengan foto atau video yang dicantumkan di awal. Jadi, gunakanlah foto atau video yang benar-benar mampu memancing rasa penasaran pemirsa di posisi pertama.

Baru selanjutnya Anda menyertakan info-info pendukung atau gambar yang menjadi inti postingan. Menggunakan gambar yang bersifat “clickbait” pun tak masalah semasih sifatnya proporsional.

Buat Sasaran Target

Carousel memang bisa meningkatkan jumlah interaksi followers dengan postingan. Tapi hal itu hanya mungkin terjadi jika Anda memasarkan postingan ke kelompok audiens yang tepat.

Sederhananya seperti ini: bayangkan Anda mempromosikan klinik binatang peliharaan pada kelompok masyarakat yang menggemari K-POP. Sudah pasti iklan dan postingan Anda akan diabaikan.

Oleh sebab itu, pastikan postingan Carousel Anda menyasar grup masyarakat yang tepat. Jika Anda berbisnis di bidang A, maka carilah calon konsumen yang sekiranya cocok atau membutuhkan bidang A. Tips ini sejatinya berlaku untuk semua jenis postingan iklan atau promosi.

Sertakan CTA

Jangan lupa masukkan tombol CTA yang sesuai dengan postingan Carousel. Jika iklan Anda mengajak penonton untuk membeli produk yang ditampilkan, maka tombol CTA Anda sebaiknya memuat link ke ecommerce atau cara memesan produk agar “nyambung” dengan ajakan.

Copywriting di Foto

Jarang sekali orang-orang membaca caption saat menyimak konten Carousel. Mereka lebih sering langsung membaca apa yang tercantum di dalam gambar atau video. Jadi ada baiknya untuk menambahkan strategi copywriting Anda ke gambar selain pada caption saja.

Artikel terkait  Mau Jadi “Beauty Vlogger” yang Sukses Dapat Banyak Endorse? Coba 6 Cara Simpel Ini Yuk!

Tidak Perlu Pakai Semua Slot

Walaupun Carousel IG menyediakan 10 slot, apakah Anda harus menggunakan semuanya? Tidak juga. Jika informasi yang Anda cantumkan bisa dibahas dalam 3 slide atau 5 slide, maka segitu saja sudah cukup.

Tidak ada aturan baku terkait berapa slide yang perlu Anda gunakan di Carousel. Lebih baik gunakan seperlunya demi menjaga efisiensi.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini tentang cara membuat Carousel di Instagram. Semoga tips di atas bisa menambah wawasan dan selamat mencoba, ya!

Ikuti terus website MARKEY di https://markey.id/ supaya tak ketinggalan info bermanfaat seputar dunia bisnis online! Anda juga bisa mendownload aplikasi MARKEY di Google Play atau Apple Store untuk pengalaman membaca yang lebih praktis.

Sampai bertemu lagi di pembahasan selanjutnya!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing


Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

7 Dasar Belajar Komputer dengan Cepat Untuk Pemula

Apakah Anda ingin belajar komputer? Rasanya agak ketinggalan jika kita belum menguasai komputer di era modern yang serba digital...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya