Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran Dasar Pemasaran Mengenal Supply Chain Management, Faktor Sukses Suatu Bisnis

Mengenal Supply Chain Management, Faktor Sukses Suatu Bisnis

-

Last Updated on July 29, 2023 by Dika Appkey

Pernahkah Anda mendengar istilah Supply Chain Management (SCM)? Dalam dunia ekonomi dan bisnis, istilah satu ini merupakan hal yang sering terdengar. Istilah ini memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian kita, khususnya di bagian pendistribusian barang ke masyarakat.

Lebih jauh, SCM juga merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan dari beragam bentuk bisnis, seperti ritel, manufaktur dan grosir. Mengapa bisa?

Yuk cari tahu lebih dalam seputar Supply Chain Management dalam artikel edisi kali ini! Berikut kami sudah sajikan ulasan lengkap mulai dari pengertian, komponen dan sistem kerja, hingga contoh-contohnya dalam bisnis. Selamat membaca!

Pengertian Supply Chain Management (SCM)

supply chain management, supply chain management adalah

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa pengoperasian setiap bisnis dibangun oleh rangkaian sistem distribusi yang cukup kompleks? Tentunya setiap toko yang Anda pernah sambangi untuk membeli kebutuhan tidak akan mendapatkan produk dagangan mereka secara ajaib. Toko-toko pengecer tersebut pastilah membeli barang dagangan terlebih dahulu di agen grosir atau bahkan produsen produk secara langsung.

Sistem penyaluran barang dari produsen hingga ke toko pengecer ini umumnya dikenal dengan nama distribusi. Rantai distribusi yang dimiliki dan diimplementasikan oleh setiap toko atau bisnis berbeda-beda satu sama lain, tergantung pada ukuran dari perusahaan itu sendiri. Dalam sistem distribusi ini, terdapat rangkaian aktivitas pengelolaan arus produk yang dikenal dengan istilah Supply Chain Management.

Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal dengan nama manajemen rantai pasokan. Lebih lengkapnya, pengertian Supply Chain Management adalah serangkaian aktivitas untuk membuat rencana, mengatur hingga menjalankan arus produk. Ada pula yang merumuskan pengertian dari istilah satu ini adalah sistematika kerja yang menghubungkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan produk mulai dari bahan baku.

Supply Chain Management adalah aktivitas yang kompleks dan luas karena SCM melibatkan banyak pihak; mulai dari pemasok bahan baku, produsen, distributor, hingga pengecer dan konsumen. Kegiatan SCM pun tak hanya berfokus pada distribusi saja, tetapi juga mencakup cara-cara memperoleh bahan baku, sistem produksi, hingga distribusi menggunakan strategi yang paling efektif dan efisien. SCM juga meliputi logistik, administrasi harian dan operasi.

Konsep dan ilmu SCM muncul di tahun 1990-an, sebagai buah kesadaran masyarakat saat itu terhadap produk-produk yang berkualitas, murah serta didistribusikan dengan cepat. Jauh sebelumnya, para pebisnis seringkali mengalami kendala dalam proses distribusi seperti perkiraan jumlah produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Hal ini dikarenakan pola pikir yang keliru dari perusahaan dan industri yang bekerja secara sendiri-sendiri.

Lalu untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan dan pihak industri mulai bekerjasama dengan agen supplier, distributor, pengecer, hingga konsumen. Di sinilah pihak produsen menyadari betapa pentingnya rantai distribusi untuk memasarkan produk secara lebih baik. Mereka mulai menggagas sebuah sistem kerjasama distribusi yang lebih terstruktur, cepat, dan menguntungkan. Sistem ini pun dikenal dengan nama Supply Chain Management.

Komponen Penting SCM untuk Bisnis Anda

supply chain management, supply chain management adalah

Terdapat 3 komponen penting dalam Supply Chain Management. Berikut ketiga komponen penting tersebut yang harus Anda ketahui..

Internal SCM

Komponen SCM pertama adalah Internal SCM. Internal SCM adalah proses perubahan bahan baku menjadi produk jadi oleh produsen.

Downstream SCM

Selanjutnya adalah komponen Downstream SCM. Begitu produk selesai dibuat di Internal SCM, produk akan didistribusikan ke toko-toko pengecer serta konsumen. Proses inilah yang dikenal dengan Downstream SCM. Distribusi ini dilakukan oleh distributor eksternal.

Upstream SCM

Komponen ketiga adalah Upstream SCM. Upstream adalah proses pencarian dan perolehan bahan baku untuk membuat produk. Umumnya perusahaan akan mencari supplier khusus untuk mendapatkan bahan baku.

Artikel terkait  Olshop Anda Sepi? Segera Manfaatkan Aplikasi Komunitas Bisnis Online untuk Perluas Pasar

Sistem Kerja SCM

Bagaimana cara kerja Supply Chain Management sebenarnya? Sistem kerja SCM terdiri dari proses persiapan produk sampai akhirnya pendistribusian ke tangan konsumen. Tentunya, mata rantai ini melibatkan banyak aktivitas. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan sistem kerja SCM berikut ini.

Pembuatan Produk (Perencanaan dan Produksi)

Tahapan pertama dari SCM adalah pembuatan produk. Pembuatan produk terdiri dari perencanaan, produksi, dan pengelolaan gudang. Perencanaan dilakukan sebelum proses produksi. Di sini Anda menganalisis jumlah permintaan dan kebutuhan konsumen atas produk, dan mempersiapkan segala kebutuhan lainnya untuk produksi seperti tenaga kerja, bahan baku, dan anggaran.

Begitu segala kebutuhan produksi siap, selanjutnya adalah memulai produksi. Produksi adalah pengolahan bahan baku menjadi produk jadi menggunakan mesin dan tenaga manusia.

Penyimpanan (Pengelolaan Gudang)

Produk-produk hasil produksi tadi harus disimpan dalam gudang. Proses ini dikenal dengan nama pengelolaan gudang.

Sebelum dikirim oleh distributor, produk harus melewati tahapan pengelolaan gudang. Tahapan-tahapan pengelolaan gudang antara lain inbound (memasukkan), outbound (mengeluarkan), pengepakan, cross-docking, serta opname stok. Mengikuti tahapan-tahapan ini penting agar tidak terjadi kekeliruan jumlah barang yang didistribusikan dari pabrik.

Pengiriman Produk

Barang yang telah diambil dari gudang serta dikemas akan mulai dikirimkan ke toko-toko pengecer serta konsumen. Proses pengiriman biasanya dilakukan oleh kurir. Perusahaan biasanya selalu melacak proses pengiriman produk. Tujuannya tidak lain untuk memastikan pesanan sampai tepat waktu.

Dalam aktivitas ini juga terdapat kemungkinan proses pengembalian produk. Proses pengembalian produk terjadi jika konsumen mendapati barang yang diterimanya rusak, keliru, atau terlambat tiba. Alhasil, konsumen pun mengajukan pengembalian barang agar bisa mendapatkan kembali uang mereka (refunding).

Manfaat Supply Chain Management bagi Bisnis

Tak hanya berfungsi sebagai sistem distribusi produk, Supply Chain Management (SCM) memiliki banyak manfaat bagi bisnis. Inilah alasan mengapa banyak perusahaan besar hingga UMKM menerapkan SCM. Apa saja manfaat yang ditawarkan?

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan SCM, perusahaan dapat mengoptimalkan proses operasional, mulai dari pembelian bahan baku hingga distribusi produk. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas.

Memperpendek Waktu Produksi

Perencanaan yang matang dalam SCM memungkinkan proses produksi berjalan lebih cepat karena ketersediaan bahan baku dan koordinasi yang baik antara departemen.

Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Dengan distribusi yang tepat waktu dan kualitas produk yang terjaga, kepuasan pelanggan akan meningkat. Hal tersebut tentunya akan berdampak baik pada loyalitas dari pelanggan.

Mengurangi Biaya Persediaan

Dengan manajemen rantai pasokan yang efektif, perusahaan dapat mengurangi biaya yang terkait dengan persediaan, seperti biaya penyimpanan, kerugian karena produk kadaluarsa, dan lainnya.

Mengurangi Risiko

Dengan adanya SCM, perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh rantai pasokan mereka, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko lebih awal.

Optimasi Penggunaan Sumber Daya

Dengan perencanaan yang baik, sumber daya perusahaan seperti tenaga kerja, mesin, dan bahan baku dapat dioptimalkan penggunaannya.

Peningkatan Daya Saing

Dalam pasar yang kompetitif, memiliki rantai pasokan yang efisien dapat menjadi keunggulan kompetitif yang dapat membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya.

Contoh Supply Chain Management

supply chain management, supply chain management adalah

Anda telah mempelajari pengertian, komponen dan sistem kerja dari SCM. Rasanya tidak lengkap jika Anda belum memahami contoh-contoh Supply Chain Management. Seperti apa contoh-contoh aktivitas nyata SCM di masyarakat?

Terdapat 5 bentuk mata rantai contoh proses kerja SCM yang dapat dijumpai di masyarakat. Pembahasan kelimanya adalah sebagai berikut:

Mata Rantai 1 (Suppliers)

Suppliers atau penyedia bahan baku produk adalah mata rantai 1 alias pertama dalam proses distribusi SCM. Suppliers menyediakan material mentah, bahan baku, suku cadang, dan lainnya kepada pabrik industri (produsen).

Mata Rantai 1-2 (Suppliers-Produsen)

Mata rantai kedua adalah produsen. Produsen dapat berupa pabrik industri, perusahaan produsen, manufacturer, dan lainnya. Produsen bertugas mengolah bahan baku dari mata rantai 1 (supplier) menjadi produk jadi. Di sini, mata rantai 1 digabung dengan mata rantai 2, menjadikan bentuk susunannya yakni: suppliers-produsen.

Artikel terkait  Inilah Cara Membuat Storytelling Branding yang Memikat untuk Brand Bisnis

Mata Rantai 1-2-3 (Suppliers-Produsen-Distributor)

Mata rantai ketiga adalah distributor atau agen penyalur. Agen penyalur juga dapat berupa perusahaan khusus distribusi, usaha perorangan, hingga agen-agen grosir. Jika dihubungkan dari mata rantai 1 sampai 3, hubungannya menjadi: suppliers-produsen-distributor. Di tahap ini, produk buatan produsen dikirimkan ke masyarakat melalui distributor.

Mata Rantai 1-2-3-4 (Suppliers-Produsen-Distributor-Pengecer)

Selanjutnya pada mata rantai 4 adalah pengecer. Pengecer melakukan distribusi dengan menjual produk dari agen distributor ke masyarakat. Biasanya produk dijual secara satuan oleh pengecer. Jika digabungkan seluruhnya, maka susunan mata rantai 1 sampai 4 adalah: suppliers-produsen-distributor-pengecer.

Mata Rantai 1-2-3-4-5 (Suppliers-Produsen-Distributor-Pengecer-Konsumen)

Mata rantai terakhir adalah konsumen, sebab produk berhenti penyebarannya pada mereka. Konsumen membeli barang untuk dikonsumsi secara pribadi atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka tidak menjual barang kepada pihak lainnya. Susunan mata rantai distribusi 1 sampai 5 adalah yang paling lengkap, sebab dimulai dari supply bahan baku untuk produksi, dan berakhir di penggunaan produk oleh konsumen.

Kesuksesan Dalam Mengimplementasikan SCM

Memahami konsep dan komponen SCM memang penting, namun keberhasilan penerapannya di dunia nyata adalah faktor kunci yang menentukan apakah suatu perusahaan mampu mendominasi pasarnya. Ada beberapa faktor kunci yang mempengaruhi kesuksesan penerapan SCM:

Teknologi Informasi 

Kemajuan teknologi informasi memainkan peran penting dalam kesuksesan SCM. Dengan adanya teknologi seperti sistem manajemen gudang, perangkat pelacakan pengiriman real-time, dan analisis data konsumen, perusahaan dapat memonitor dan mengoptimalkan operasi mereka dengan lebih efisien.

Kolaborasi antara Pihak 

Semua anggota rantai pasokan harus bekerja sama dengan baik. Kerjasama yang baik antara pemasok, produsen, distributor, dan pengecer memastikan operasi berjalan lancar dan konsumen mendapatkan produk tepat waktu.

Pengelolaan Risiko 

Mengidentifikasi potensi risiko dalam rantai pasokan dan memiliki rencana untuk mengatasi gangguan adalah kunci untuk mencegah kehilangan keuntungan atau reputasi perusahaan.

Pendidikan dan Pelatihan 

Memastikan semua pihak yang terlibat dalam rantai pasokan memahami proses dan tujuannya adalah esensial. Pelatihan reguler dan pembaruan pengetahuan tentang praktik terbaik dalam industri membantu memastikan operasi berjalan lancar.

Kualitas Produk 

Fokus pada kualitas produk di setiap tahap rantai pasokan memastikan kepuasan konsumen. Pengecekan kualitas harus dilakukan sejak tahap produksi awal hingga distribusi akhir.

Keuntungan Mengimplementasikan SCM

Ketika SCM diimplementasikan dengan benar, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh oleh perusahaan:

  • Efisiensi Biaya: Perusahaan dapat mengurangi biaya produksi dan distribusi dengan mengoptimalkan operasi dan meminimalkan pemborosan.
  • Peningkatan Layanan Pelanggan: Dengan memastikan produk tersedia dan tepat waktu, kepuasan pelanggan meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas merek.
  • Keunggulan Bersaing: Perusahaan yang mampu mengoptimalkan rantai pasokannya seringkali memiliki keunggulan kompetitif di pasar karena mampu menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
  • Adaptasi Pasar: Perusahaan dengan SCM yang efektif mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar, tren baru, atau gangguan dalam pasokan.

Menarik sekali bukan? Demikianlah pembahasan kali ini terkait konsep Supply Chain Management  alias rantai manajemen produk. Terima kasih sudah membaca.Jangan lupa untuk menambah wawasan Anda terkait dunia manajemen bisnis dengan membaca artikel menarik lainnya dari kami, ya!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Paket Aplikasi Android dan iOS

Pasang iklan


- Advertisement -

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Startup repair adalah salah satu jenis problem yang sering ditemukan pada PC, hal ini menyebabkan PC sering gagal booting. Saat...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

11 Aplikasi Desain Jersey Android Terbaik yang bisa Anda coba!

Anda sedang mencari inspirasi bisnis? Mengapa tidak mencoba merintis bisnis jersey tim sepak bola kenamaan saja? Mari mencobanya dengan...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Seperti apa contoh-contoh iklan penawaran yang menarik konsumen? Buat Anda yang sering bingung menyusun kata-kata iklan penawaran, jangan lewatkan...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi Android dan IOS

Hal yang membedakan standar biaya pembuatan aplikasi Appkey adalah perangkat yang dibutuhkan dan support aplikasi untuk keperluan development. Seperti...

Pemasaran Internasional Adalah ? | Fungsi, Tujuan & Contoh

  Salah satu topik bahasan wajib dalam dunia bisnis dan ekonomi adalah pemasaran. Kita memang tidak akan pernah terlepas dari...

HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Perangkat komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata memiliki jaringan yang rumit dan juga kompleks. Sebab, hingga saat ini...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya