Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran Dasar Pemasaran Apa itu Supply Chain Management? Berikut Tujuan, Fungsi dan...

Apa itu Supply Chain Management? Berikut Tujuan, Fungsi dan Prosesnya

-

Pernahkah Anda mendengar istilah Supply Chain Management (SCM)? Dalam dunia ekonomi dan bisnis, istilah Supply Chain Management merupakan hal yang sering terdengar. Istilah ini memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian kita, khususnya di bagian pendistribusian barang ke masyarakat.

Lebih jauh, SCM juga merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan dari beragam bentuk bisnis, seperti ritel, manufaktur dan grosir. Mengapa bisa?

Yuk cari tahu lebih dalam seputar Supply Chain Management dalam artikel edisi kali ini! Berikut kami sudah sajikan ulasan lengkap mulai dari pengertian, komponen dan sistem kerja, hingga contoh-contoh Supply Chain Management. Selamat membaca!

Pengertian Supply Chain Management (SCM)

supply chain management

Pernahkah Anda memerhatikan bahwa pengoperasian setiap bisnis dibangun oleh rangkaian sistem distribusi yang cukup kompleks? Tentunya setiap toko yang Anda pernah sambangi untuk membeli kebutuhan tidak akan mendapatkan produk dagangan mereka secara ajaib. Toko-toko pengecer tersebut pastilah membeli barang dagangan terlebih dahulu di agen grosir atau bahkan produsen produk secara langsung.

Sistem penyaluran barang dari produsen hingga ke toko pengecer ini umumnya dikenal dengan nama distribusi. Rantai distribusi yang dimiliki oleh setiap toko atau bisnis berbeda-beda, tergantung pada besar kecilnya perusahaan itu sendiri. Di dalam sistem distribusi inilah, terdapat aktivitas pengelolaan arus produk yang dikenal dengan nama Supply Chain Management.

Dalam bahasa Indonesia, Supply Chain Management dikenal dengan nama manajemen rantai pasokan. Lebih lengkapnya, pengertian Supply Chain Management adalah serangkaian aktivitas untuk membuat rencana, mengatur hingga menjalankan arus produk. Ada pula yang merumuskan pengertian Supply Chain Management adalah sistematika kerja yang menghubungkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan produk mulai dari bahan baku.

Supply Chain Management adalah aktivitas yang kompleks dan luas karena SCM melibatkan banyak pihak; mulai dari pemasok bahan baku, produsen, distributor, hingga pengecer dan konsumen. Kegiatan SCM pun tak hanya berfokus pada distribusi saja, tetapi juga mencakup cara-cara memperoleh bahan baku, sistem produksi, hingga distribusi menggunakan strategi yang paling efektif dan efisien. SCM juga meliputi logistik, administrasi harian dan operasi.

Konsep dan ilmu SCM muncul di tahun 1990-an, sebagai buah kesadaran masyarakat saat itu terhadap produk-produk yang berkualitas, murah serta didistribusikan dengan cepat. Jauh sebelumnya, para pebisnis seringkali mengalami kendala dalam proses distribusi seperti perkiraan jumlah produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Hal ini dikarenakan pola pikir yang keliru dari perusahaan dan industri yang bekerja secara sendiri-sendiri.

Lalu untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan dan pihak industri mulai bekerjasama dengan agen supplier, distributor, pengecer, hingga konsumen. Di sinilah pihak produsen menyadari betapa pentingnya rantai distribusi untuk memasarkan produk secara lebih baik. Mereka mulai mengagas sebuah sistem kerjasama distribusi yang lebih terstruktur, cepat, dan menguntungkan. Sistem ini pun dikenal dengan nama Supply Chain Management.

Komponen Penting SCM untuk Bisnis Anda

supply chain management

Terdapat 3 komponen penting dalam Supply Chain Management. Ketiga komponen tersebut adalah Internal Supply Chain, Downstream Supply Chain, dan Upstream Supply Chain.

Internal SCM

Komponen SCM pertama adalah Internal SCM. Internal SCM adalah proses perubahan bahan baku menjadi produk jadi oleh produsen.

Downstream SCM

Selanjutnya adalah komponen Downstream SCM. Begitu produk selesai dibuat di Internal SCM, produk akan didistribusikan ke toko-toko pengecer serta konsumen. Proses inilah yang dikenal dengan Downstream SCM. Distribusi ini dilakukan oleh distributor eksternal.

Upstream SCM

Komponen ketiga adalah Upstream SCM. Upstream adalah proses pencarian dan perolehan bahan baku untuk membuat produk. Umumnya perusahaan akan mencari supplier khusus untuk mendapatkan bahan baku.

Artikel terkait  5 Strategi Pemasaran Yang Efektif Untuk Bisnis Anda

Sistem Kerja SCM

Bagaimana cara kerja Supply Chain Management sebenarnya? Sistem kerja SCM terdiri dari proses persiapan produk sampai akhirnya pendistribusian ke tangan konsumen. Tentunya, mata rantai ini melibatkan banyak aktivitas. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan sistem kerja SCM berikut ini.

Pembuatan Produk (Perencanaan dan Produksi)

Tahapan pertama dari SCM adalah pembuatan produk. Pembuatan produk terdiri dari perencanaan, produksi, dan pengelolaan gudang. Perencanaan dilakukan sebelum proses produksi. Di sini Anda menganalisis jumlah permintaan dan kebutuhan konsumen atas produk, dan mempersiapkan segala kebutuhan lainnya untuk produksi seperti tenaga kerja, bahan baku, dan anggaran.

Begitu segala kebutuhan produksi siap, selanjutnya adalah memulai produksi. Produksi adalah pengolahan bahan baku menjadi produk jadi menggunakan mesin dan tenaga manusia.

Penyimpanan (Pengelolaan Gudang)

Produk-produk hasil produksi tadi harus disimpan dalam gudang. Proses ini dikenal dengan nama pengelolaan gudang.

Sebelum dikirim oleh distributor, produk harus melewati tahapan pengelolaan gudang. Tahapan-tahapan pengelolaan gudang antara lain inbound (memasukkan), outbound (mengeluarkan), pengepakan, cross-docking, serta opname stok. Mengikuti tahapan-tahapan ini penting agar tidak terjadi kekeliruan jumlah barang yang didistribusikan dari pabrik.

Pengiriman Produk

Barang yang telah diambil dari gudang serta dikemas akan mulai dikirimkan ke toko-toko pengecer serta konsumen. Proses pengiriman biasanya dilakukan oleh kurir. Perusahaan biasanya selalu melacak proses pengiriman produk. Tujuannya tak lain untuk memastikan pesanan sampai tepat waktu.

Dalam aktivitas ini juga terdapat kemungkinan proses pengembalian produk. Proses pengembalian produk terjadi jika konsumen mendapati barang yang diterimanya rusak, keliru, atau terlambat tiba. Alhasil, konsumen pun mengajukan pengembalian barang agar bisa mendapatkan kembali uang mereka (refunding).

Contoh Supply Chain Management

supply chain management

Anda telah mempelajari pengertian, komponen dan sistem kerja dari SCM. Rasanya tidak lengkap jika Anda belum memahami contoh-contoh Supply Chain Management. Seperti apa contoh-contoh aktivitas nyata SCM di masyarakat?

Terdapat 5 bentuk mata rantai contoh proses kerja SCM yang dapat dijumpai di masyarakat. Pembahasan kelimanya adalah sebagai berikut:

Mata Rantai 1 (Suppliers)

Suppliers atau penyedia bahan baku produk adalah mata rantai 1 alias pertama dalam proses distribusi SCM. Suppliers menyediakan material mentah, bahan baku, suku cadang, dan lainnya kepada pabrik industri (produsen).

Mata Rantai 1-2 (Suppliers-Produsen)

Mata rantai kedua adalah produsen. Produsen dapat berupa pabrik industri, perusahaan produsen, manufacturer, dan lainnya. Produsen bertugas mengolah bahan baku dari mata rantai 1 (supplier) menjadi produk jadi. Di sini, mata rantai 1 digabung dengan mata rantai 2, menjadikan bentuk susunannya yakni: suppliers-produsen.

Artikel terkait  Cara Menentukan Harga Jual Produk

Mata Rantai 1-2-3 (Suppliers-Produsen-Distributor)

Mata rantai ketiga adalah distributor atau agen penyalur. Agen penyalur juga dapat berupa perusahaan khusus distribusi, usaha perorangan, hingga agen-agen grosir. Jika dihubungkan dari mata rantai 1 sampai 3, hubungannya menjadi: suppliers-produsen-distributor. Di tahap ini, produk buatan produsen dikirimkan ke masyarakat melalui distributor.

Mata Rantai 1-2-3-4 (Suppliers-Produsen-Distributor-Pengecer)

Selanjutnya pada mata rantai 4 adalah pengecer. Pengecer melakukan distribusi dengan menjual produk dari agen distributor ke masyarakat. Biasanya produk dijual secara satuan oleh pengecer. Jika digabungkan seluruhnya, maka susunan mata rantai 1 sampai 4 adalah: suppliers-produsen-distributor-pengecer.

Mata Rantai 1-2-3-4-5 (Suppliers-Produsen-Distributor-Pengecer-Konsumen)

Mata rantai terakhir adalah konsumen, sebab produk berhenti penyebarannya pada mereka. Konsumen membeli barang untuk dikonsumsi secara pribadi atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka tidak menjual barang kepada pihak lainnya. Susunan mata rantai distribusi 1 sampai 5 adalah yang paling lengkap, sebab dimulai dari supply bahan baku untuk produksi, dan berakhir di penggunaan produk oleh konsumen.

Menarik sekali bukan? Demikianlah pembahasan kali ini terkait konsep SCM alias rantai manajemen produk. Terima kasih sudah membaca.Jangan lupa untuk menambah wawasan Anda terkait dunia manajemen bisnis dengan membaca artikel menarik lainnya dari kami, ya!

[business-about]

Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Jenis-Jenis Perusahaan Jasa di Indonesia

Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan komoditi yang dipromosikan ke masyarakat, yaitu barang dan jasa. Perusahaan produk sudah jelas...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Teknologi Jaringan Tanpa Kabel Disebut ? | Pengertian & Ulasannya

Apa sih sebenarnya teknologi jaringan tanpa kabel itu? Teknologi jaringan tanpa kabel disebut dengan nirkabel. Yang mana jaringan tersebut...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya