Apa itu Surat Kontrak Kerjasama Usaha?

Salah satu cara untuk memajukan bisnis Anda adalah dengan menjalin kerjasama dengan bisnis atau perusahaan lain. Semisal Anda adalah pemilik rumah makan atau restoran. Untuk memaksimalkan perdagangan Anda, Anda bisa menjalin kerjasama dengan perusahan ojek online sehingga Anda bisa melayani pembelian makanan secara online.

Contoh lainnya, Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan uang digital. Pembeli pun bisa melakukan pembayaran di restoran Anda dengan lebih mudah menggunakan uang digital serta mendapatkan promo cashback.

Penting diingat bahwa menjalin kerjasama dengan perusahaan atau bisnis lain memerlukan suatu bukti yang mengikat di antara kedua belah pihak. Bukti tersebut biasanya dikenal sebagai surat kontrak kerjasama usaha. Kalau Anda belum paham apa itu surat kontrak kerjasama usaha, yuk simak penjelasan dan contohnya di bawah ini!

Mengenal Surat Kontrak Kerjasama Usaha

surat-kontrak-usaha

Sebelum menelisik lebih dalam mengenai isi dari surat kontrak kerjasama usaha, ada baiknya Anda memahami definisinya terlebih dahulu. Surat kontrak kerjasama usaha memiliki nama lain yakni MoU (Memorandum of Understanding). Kalau Anda pernah mendengar istilah MoU, sebenarnya, surat kontrak kerjasama usaha dan MoU memiliki arti yang sama.

Surat ini merupakan instrumen yang sangat vital dalam jalinan kerjasama oleh sebuah perusahaan dengan bisnis lainnya. Surat ini merupakan suatu bukti yang mengikat sekumpulan perusahaan yang telah sepakat untuk menjalin hubungan kerjasama. Surat MoU biasanya memuat penjelasan atau deskripsi pekerjaan dan/atau proyek yang dilakukan bersama-sama oleh para pebisnis. Selain itu, terdapat pula pembagian kewajiban kerja serta hak yang akan didapatkan oleh masing-masing pelaku pekerjaan yang terlibat.

Kalau Anda ingin mengembangkan bisnis dengan menjalin kerjasama bersama perusahaan lain, penting bagi Anda untuk mempersiapkan surat kontrak kerjasama terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melindungi aktivitas kerjasama yang dijalin agar tidak terjadi pelanggaran di dalamnya. Selain deskripsi pekerjaan, kewajiban dan hak, surat kontrak kerjasama juga bisa berisi larangan dan ketentuan hukum yang akan diterapkan apabila terjadi pelanggaran kerja.

Sejumlah keuntungan yang bisa Anda dapatkan apabila membuat surat kontrak kerjasama usaha adalah:

  1. Jaminan rasa aman saat bekerja yang didapatkan baik oleh Anda maupun partner kerjasama bisnis Anda.
  2. Adanya acuan untuk menyelesaikan permasalahan atau konflik yang muncul saat hubungan kerjasama berlangsung.
  3. Memberikan gambaran yang jelas terkait sistem kerjasama yang akan diberlakukan, sehingga tidak akan ada pihak yang tertipu.
  4. Memberikan Anda kesempatan untuk mempertimbangkan jalinan kerjasama sebelum membuat keputusan akhir.

Ciri-ciri Surat Kontrak Kerjasama Usaha yang Benar dan Sah

surat-kontrak-usaha-1

Surat kontrak kerjasama usaha merupakan dokumen yang bersifat fundamental dalam jalinan kerjasama antar bisnis. Oleh karena itu, membuat surat ini pun tidak bisa secara asal-asalan. Sebelum membuat surat kontrak kerjasama Anda sendiri, tentunya Anda harus mengetahui ciri-ciri dari surat kontrak kerjasama usaha yang benar.

Untuk lebih jelasnya, simak ciri-ciri surat kontrak kerjasama usaha yang benar, sah dan legal berikut ini.

  1. Surat bersifat ringkas. Jangan buat surat kontrak kerjasama Anda secara bertele-tele apalagi sampai memakan banyak halaman. Cantumkan poin-poin yang penting, seperti tanggal surat dibuat, informasi kontak, nama pekerjaan, dan kontribusi pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian.
  2. Surat dimulai dengan pendahuluan, kemudian isi, lalu terakhir adalah penutup. Di bagian akhir terdapat kolom tanda tangan. Kolom tersebut akan ditanda tangani oleh kedua pihak apabila kesepakatan kerjasama sudah disepakati.
  3. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan jelas. Hindari penggunaan kata-kata atau kalimat yang menimbulkan ambigu.
  4. Setiap isi dari surat kerjasama harus dibuat menurut pada Undang-Undang serta norma yang berlaku. Tidak boleh ada ketentuan yang melanggar aturan-aturan hukum.
  5. Gunakan materai di kolom tanda tangan surat kontrak Anda. Penggunaan materai akan membuat surat Anda sah dan legal. Selain materai, Anda juga bisa menggunakan kertas bersegel.

Contoh Surat Kontrak Kerjasama Usaha

surat-kontrak-usaha-2

Surat kontrak kerjasama memiliki banyak variasi bentuk serta tujuan dari pembuatannya. Berikut ini contoh surat kontrak kerjasama usaha sederhana yang bisa Anda praktekkan cara membuatnya untuk mendukung perkembangan bisnis Anda.

SURAT KONTRAK KERJASAMA USAHA PERCETAKAN SABLON

Nomor Surat: 08-PS/Kontrak/V/2020

Yang bertanda tangan di bawah ini, pada hari Jumat tanggal satu bulan Mei, tahun dua ribu dua puluh (2 Mei 2020) bertempat di Kota Denpasar:

Nama               : Fitria Pratiwi
No KTP            : 310967004210009
Alamat             : Jalan Raya Sesetan No 13, Denpasar

Bertindak atas nama pribadi, dan selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama               : Wayan Juki
No KTP            : 3109542006620005
Alamat             : Jalan Pulau Nias No 5, Denpasar

Bertindak atas PT. SABLON ORIGINAL, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA merupakan pribadi yang bermaksud untuk berinvestasi (menanamkan modal) kepada PIHAK KEDUA. PIHAK KEDUA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sablon (tas, baju, umbul-umbul, dll). Kedua belah pihak setuju menjalin kerjasama investasi dengan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari perjanjian ini adalah PIHAK PERTAMA sepakat untuk berinvestasi menanamkan modal kepada PIHAK KEDUA. Kemudian PIHAK KEDUA sepakat untuk memberikan keuntungan sebesar persentase yang telah ditentukan di setiap bulannya kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 2
OBJEK PERJANJIAN

Objek perjanjian kerjasama ini merupakan permodalan untuk produksi sablon (tas, baju, umbul-umbul, dll).

PASAL 3
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup perjanjian kerjasama ini adalah:

PIHAK PERTAMA menyediakan permodalan sebesar 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Kemudian PIHAK KEDUA akan memaksimalkan serta mengoptimalkan produksi, distribusi serta jaringan usaha.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN

PIHAK PERTAMA memiliki kewajiban:

  1. Menyediakan dana usaha sebesar 50.000.000,00 (lima lima juta rupiah) untuk kebutuhan pengelolaan usaha.
  2. Menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada PIHAK KEDUA untuk mengatur pembiayaan sablon dan percetakan lainnya.

PIHAK PERTAMA memiliki hak:

  1. Menerima bagi hasil sebesar 3,0 % (tiga persen) dari total modal yaitu sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) di setiap bulannya.

PIHAK KEDUA memiliki kewajiban:

  1. Melakukan kegiatan percetakan sablon, distribusi dan penjualan hasil produksi.
  2. Mentransfer bagi hasil kepada PIHAK PERTAMA setiap tanggal 1 sejumlah yang telah ditentukan, dimulai sejak tanggal 1 Juni 2020 sampai perjanjian ini berakhir.
  3. Mengembalikan total modal dari PIHAK PERTAMA sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) pada saat perjanjian ini berakhir.

PIHAK KEDUA memiliki hak:

  1. Mendapat kewenangan untuk mengatur biaya operasional produksi percetakan sepenuhnya.
  2. Menerima keuntungan dari percetakan dan penjualan hasil produksi sepenuhnya.

PASAL 5
PELAKSANAAN

PIHAK PERTAMA mempersiapkan dana modal dan dana tersebut dikeluarkan sesuai dengan keperluan PIHAK KEDUA untuk proses pengelolaann bisnis.

PASAL 6
BAGI HASIL

PIHAK PERTAMA  akan mendapatkan bagi hasil penjualan sebesar 3,0% dari total modal.

PASAL 7
JANGKA WAKTU

Surat kontrak kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, terhitung dari tanggal 1 Juni 2020 dan berakhir pada tanggal 1 Juni 2025.

PASAL 8
BERAKHIRNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini dinyatakan berakhir dalam kondisi:

  1. Jangka waktu Perjanjian Kerjasama telah habis dan tidak adanya perpanjangan kembali.
  2. Terdapat salah satu pihak yang tidak memenuhi salah satu ketentuan dalam pasal serta ayat dalam surat kontrak kerjasama ini.
  3. Force Majeur yang menyebabkan perjanjian kerjasama ini tidak mungkin untuk dilaksanakan kembali.

PASAL 9
PENYELESAIAN KONFLIK

Apabila timbul konflik atau kendala dalam pelaksanaan kerjasama, KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikannya melalui musyawarah dan mufakat. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan konflik menggunakan hukum yang berlaku.

PASAL 10
PENUTUP DAN KETENTUAN LAIN

Ketentuan yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dicantumkan dalam perjanjian terpisah di kemudian hari dan disepakati oleh KEDUA BELAH PIHAK yang terlibat.

 

Denpasar, 2 Mei 2020

PIHAK PERTAMA                                                                  PIHAK KEDUA

 

(Fitria Pratiwi)                                                                           (Wayan Juki)

Itulah definisi, ciri-ciri serta contoh surat kontrak kerjasama usaha yang Anda dapat praktekkan sendiri cara membuatnya. Semoga bermanfaat bagi Anda untuk menjalin kerjasama demi mengembangkan bisnis, ya!

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol