Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha memerlukan produk sebagai hal yang akan dipasarkan dan dijual kepada konsumen. Untuk melakukan proses atau tahapan produksi diperlukan kerjasama tim yang baik. Dengan kerjasama yang baik maka produksi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Proses merupakan urutan pelaksaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau buatan yang membutuhkan waktu, ruang, sumber daya, dan keahlian untuk menghasilkan suatu hal. Proses yang terjadi akan menyebabkan perubahan pada yang diproses terhadap sifat sesuatu tersebut. Sementara produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru agar lebih bermanfaat demi pemenuhan kebutuhan.

Lalu apa yang dimaksud tahapan produksi? Proses atau tahapan produksi merupakan rangkaian yang bertahap dan langkah-langkah yang berurutan, mulai dari tahapan pengolahan bahan baku, membentuk, mengolah, menyelesaikan serta mengawasi kualitas produk yang dihasilkan hingga akhirnya sampai kepada konsumen. Ada juga yang disebut sebagai proses produksi sekunder di mana proses atau pengolahannya.

Sebuah perusahaan yang menjual produk pasti melakukan proses produksi untuk menciptakan produk yang akan dijual. Sehingga bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia bisnis, wajib untuk memahami tahapan yang benar dalam tahapan produksi agar produksi yang Anda lakukan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak harus mengalami kegagalan. Yuk simak ulasan lengkap berbagai informasi terkait tahapan produksi!

Tingkatan Produksi

produksi

Secara umum, ada 3 tingkatan produksi yaitu, produksi primer, sekunder, dan tersier. Penggolongan yang dilakukan ini bertujuan untuk menunjukkan taraf perkembangan kegiatan perekonomian suatu negara. Semakin berkembang suatu negara, maka kebutuhan akan produksi sekunder dan tersier semakin penting bagi masyakat. Berikut ulasannya:

1. Produksi Primer

Merupakan tingkatan produksi yang meliputi usaha ekstraktif dengan tujuan utama menyediakan bahan dasar atau kegunaan dasar, seperti proses produksi pertambangan, pertanian, dan perikanan.

2. Produksi Sekunder

Produksi sekunder adalah produksi yang menghasilkan produk dari produk yang berasal dari produksi premier yang meliputi industri, kerajinan tangan, dan konstruksi.

3. Produksi Tersier

Produksi yang terakhir ini tidak melakukan produksi yang menghasilkan produk berupa barang, melainkan produk jasa untuk memperlancar, membantu, menyalurkan, menghubungkan, serta melaksanakan kegunaan tempat, waktu serta pelayanan. Yang digunakan baik oleh produsen maupun konsumen. Proses produksi ini meliputi perdagangan, pengangkutan atau transportasi, penyimpanan, asuransi, dan perbankan.

Tahapan Produksi

Tahapan produksi secara umum dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:

1. Planning atau Perencanaan

Segala hal yang akan kita lakukan tentunya memerlukan perencanaan, mulai dari kegiatan yang sangat sederhana sampai keputusan untuk melakukan hal yang sangat besar dan berpengaruh untuk hidup Anda. Begitu juga dalam tahapan produksi secara umum tentunya sebelum segala proses yang lain dilakukan, Anda memerlukan suatu rencana agar produksi yang dilakukan tidak kehilangan arah atau tujuan. Rencana yang telah dibuat juga akan membantu Anda menanggulangi masalah yang mungkin akan terjadi. Contohnya, perencanaan penentuan produk yang akan dibuat, bahan yang akan digunakan, waktu pengerjaan, hingga target hasil produksi. Hal-hal di atas adalah beberapa hal penting yang wajib Anda rencanakan.

Lebih rinci, proses produksi yang pertama ini bertujuan menentukan produk yang akan dibuat, bahan baku yang digunakan, jumlah bahan baku yang akan digunakan, biaya proses produksi, upah tenaga kerja, target jumlah hasil produksi yang dilakukan. Untuk itu, sebagai pelaku bisnis, Anda harus memiliki pengetahuan terkait jenis barang produksi dan apa saja yang dibutuhkan untuk memproduksinya, serta kemampuan produsen. Semakin matang perencanaan yang Anda buat, semakin baik produksi yang dilakukan.

2. Routing atau Penentuan Alur

Routing adalah proses untuk menetapkan dan menentukan urutan kegiatan suatu proses produksi. Dalam tahapan ini Anda harus menentukan alur produksi mulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, pemolesan, penyelesaian, pengawasan kualitas produk, sampai melakukan pendistribusian hasil produksi. Dalam tahap ini Anda harus melakukannya secara tepat dan efisien agar produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan yang seharusnya.

Selain menentukan urutan yang tepat dalam tahapan produksi, sebagai seorang pemimpin, Anda juga harus menentukan tenaga kerja yang tepat untuk setiap urutan atau alur yang telah Anda buat. Tempatkan tenaga ahli sesuai dengan bidang keahliannya. Jangan sampai Anda memilih tenaga kerja yang salah untuk ditempatkan pada suatu alur proses produksi. Dengan penetapan tenaga kerja yang tepat, maka tingkat keberhasilan produksi semakin besar.

3. Scheduling atau Penjadwalan

planning-atau-perencanaan

Scheduling atau Penjadwalan adalah proses yang bertujuan untuk menetapkan dan menentukan jadwal setiap alur produksi. Ini dilakukan setelah alurnya rampung di buat. Penjadwalan ini harus Anda buat dengan memperhatikan jam kerja para tenaga kerja dan lama dari setiap alur produksi. Dalam praktiknya, pada tahapan ini akan di buat sebuah master schedule atau jadwal utama yang akan dipecah menjadi jadwal yang lebih rinci dan jelas.

Selama membuat penjadwalan ini, buatlah jadwal yang sesuai dengan setiap alurnya. Akan menjadi semakin baik apabila Anda memberikan sedikit jeda dalam rentang antara jadwal alur satu dengan alur berikutnya. Waktu jeda ini dapat berfungsi sebagai waktu yang bisa Anda gunakan untuk menyelesaikan masalah apabila terjadi. Dengan adanya jeda waktu ini, maka rentang jadwal yang telah Anda tetapkan tidak akan terganggu sehingga produksi akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah Anda tetapkan.

4. Dispatching atau Perintah untuk Memulai Produksi

Tahapan produksi secara umum yang terakhir adalah dispatching yang merupakan proses menetapkan dan menentukan proses memberikan sebuah perintah untuk mulai melakukan produksi. Setelah perencanaan, penetapan alur, serta penjadwalan dilakukan dengan baik, maka dispatching dilakukan untuk menjalankan produksi. Dalam dispatching ini akan dicantumkan hasil tahapan-tahapan sebelumnya. Mulai dari bahan baku, alur produksi, hingga waktu produksi.

Dalam tahapan ini, pastikan produksi yang dilakukan tetap sesuai dengan rencana atau tahapan sebelumnya. Jika terjadi kendala, maka hasil dari tahapan-tahapan sebelumnya dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika tahapan ini mampu dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan proses produksi Anda akan berhasil.

Indikator Keberhasilan Tahapan Produksi Massal

Pendapatan merupakan sesuatu yang identik dengan keberhasilan sebuah usaha sehingga dapat digunakan untuk melakukan penilaian. Keberhasilan dapat pula dikatakan sebagai sebuah kenyataan di mana rencana yang telah dibuat bersesuaian dengan hasil yang dicapai. Keberhasilan sebuah usaha harus dinilai sesuai dengan tujuan awalnya, dan umumnya tujuan sebuah usaha adalah untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Secara rinci, untuk menentukan indikator keberhasilan tahapan produksi massal, Anda harus memperhatikan:

1. Kemampuan menyesuaikan diri

Sebagai orang yang bekerja atau memimpin sebuah tim, maka menyesuaikan diri adalah kemampuan yang harus Anda miliki. Ini akan sangat berguna untuk mengetahui potensi setiap pekerja dan memahami pekerja. Dengan begitu Anda dapat menyesuaikan mereka sesuai dengan bidang keahlian.

2. Produktifitas

Produksi yang Anda lakukan haruslah memberikan hasil yang baik, dari segi kuantitas maupun kualitas produk yang dihasilkan.

3. Kepuasan Kerja

kepuasaan-kerja

Kepuasan kerja yang dimaksud tidak hanya Anda sebagai objeknya, namun juga termasuk karyawan Anda. Oleh karena itu, pastikan untuk memenuhi setiap hak pekerja agar mereka dengan sukarela melakukan tanggung jawabnya dalam proses produksi.

4. Kemampuan Mendapatkan Laba dan Pencarian Sumber Daya

Seperti telah di uraikan sebelumnya, laba atau keuntungan yang berhasil Anda dapatkan memang merupakan sebuah indikator untuk melihat apakah produksi yang Anda lakukan berhasil atau tidak. Jadi, apakah selama ini setiap produksi yang Anda lakukan mendatangkan laba?

Nah, itulah informasi terkait tahapan produksi khusus untuk Anda. Dalam melakukan produksi pastikan untuk melakukannya sesuai dengan tahapan yang benar agar produksi Anda mencapai keberhasilan. Pastikan juga untuk memperhatikan setiap hasil dari tahapan produksi yang Anda buat agar proses produksi tetap sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Terima kasih telah membaca, semoga berhasil!

Apakah Anda memiliki masalah dalam pekerjaan Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada penyediaan konten-konten tentang SEO, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol