Media Bisnis Online | by APPKEY

PemasaranMarketing strategyBuy 1 Get 1 untuk Bisnis Anda: Bikin Untung...

Buy 1 Get 1 untuk Bisnis Anda: Bikin Untung atau Rugi?

-

Last Updated on January 16, 2024 by APPKEY-ARIANI

Gratis? Dapat dua cuma-cuma dengan membeli satu? Wah, penawaran seperti ini siapa yang bisa menolak? Strategi promosi ‘Buy 1 Get 1’ atau BOGO selalu punya daya tarik tersendiri di mata konsumen. Siapa yang nggak suka dapat gratisan, apalagi kalau cuma nambah sedikit tambahan uang untuk produk kedua? 

Promosi BOGO ini memang jamak diterapkan oleh banyak pelaku bisnis dan pemasaran. Tujuannya tentu untuk menarik lebih banyak konsumen dengan iming-iming bonus tambahan berupa produk gratis. Terdengar menggiurkan memang. Tapi tahukah Anda, di balik menggiurkannya strategi promosi BOGO ini, ada sisi lain yang mungkin tidak disadari banyak orang. 

Ya, promosi BOGO ini belum tentu selalu menguntungkan para penjual lho. Kadang malah sebaliknya, bisa menimbulkan kerugian kalau tidak dijalankan dengan bijak. Lantas, benarkah strategi promosi yang satu ini selalu mendatangkan untung bagi pelaku bisnis? Atau justru berpotensi merugikan? 

Yuk, kita telusuri lebih detail dalam artikel ini. Apa sebenarnya strategi promosi BOGO itu? Bagaimana cara kerjanya? Lalu apa saja sisi positif dan negatif yang mungkin muncul dari penerapan strategi ini? Sampai apakah benar-benar menguntungkan atau justru merugikan bisnis?

Untuk gambaran lengkapnya, simak terus artikel ini hingga tuntas ya! Siapa tahu setelah membaca ini Anda jadi lebih paham seluk beluk strategi promosi BOGO. Jadi bisa menerapkannya dengan lebih bijak untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis Anda!

buy 1 get 1

Promosi Buy 1 Get 1 Dari Masa ke Masa 

Strategi promosi Buy 1 Get 1 (BOGO) sudah lama dikenal dalam dunia bisnis dan pemasaran. BOGO mulai populer pada tahun 1890-an di Amerika Serikat. Saat itu, produsen sabun dan deterjen seperti Proctor & Gamble memanfaatkan BOGO untuk meningkatkan penjualan. 

Konon, strategi ini berawal dari seorang pedagang keliling bernama Thomas Smith. Ia sering memberikan satu barang ekstra setiap kali konsumen membeli produknya. Tindakan Smith ini kemudian diadopsi oleh produsen sabun dan deterjen zaman itu.

Popularitas BOGO makin meluas pada 1960-an. Aneka produk seperti makanan, minuman, hingga produk rumah tangga menggunakan strategi ini. Bahkan hingga kini, BOGO masih jamak dipakai, terutama di retail modern seperti supermarket dan minimarket.

Berdasarkan survei Valassis tahun 2018, ada 67% konsumen Amerika yang lebih memilih berbelanja di toko dengan promo BOGO dibanding toko biasa. Tak heran jika raksasa ritel seperti Walmart dan Target rutin menggelar promo BOGO untuk produk-produk terlaris mereka.

Di Indonesia sendiri, promo BOGO juga digandrungi merchant. Misalnya Indomaret yang menggelar promo ‘Beli 2 Gratis 1’ untuk aneka produk seperti makanan, minuman, hingga peralatan rumah tangga. Produk-produk popular seperti mi instan, sabun cuci, dan deterjen kerap didiskon BOGO.

Begitu juga brand F&B seperti KFC, McDonald’s, dan Pizza Hut yang kadang menawarkan paket BOGO untuk menu andalan mereka. Strategi promo ini terbukti sangat efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Artikel terkait  15 Contoh Service Excellence di Berbagai Usaha Kekinian

Manfaat Strategi Promosi Buy 1 Get 1 Bagi Bisnis

Strategi promosi BOGO memiliki sejumlah manfaat yang bisa dipetik oleh para pelaku bisnis. Manfaat utamanya tentu saja meningkatkan volume penjualan produk secara signifikan dalam waktu singkat. 

Meningkatkan Volume Penjualan

Dengan adanya promo tambahan satu produk gratis, minat konsumen untuk membeli bisa melonjak tajam. Apalagi promosi BOGO jamak diterapkan untuk produk-produk laris dan populer di pasaran. Otomatis hal ini akan makin mendongkrak penjualan.

Menarik Konsumen Baru dan Tindakan Belanja Impulsif

Selain itu, BOGO juga bermanfaat untuk menarik konsumen baru yang belum pernah mencoba produk kita sebelumnya. Dengan adanya gratisan, tentu mereka jadi lebih tertarik untuk mencoba. Strategi ini juga memancing pembelian impulsif atau spontan dari konsumen karena daya tarik bonus produk ekstra.

Studi dari Halls cough drops menunjukkan penjualan mereka naik hingga 80% selama promo BOGO berlangsung. Begitu juga penelitian dari Restoran Bennigan yang mencatat kenaikan omzet sebesar 25% berkat program BOGO burger mereka.

Di Indonesia, promo ‘Beli 2 Gratis 1’ produk Laurier di Indomaret berhasil meningkatkan pangsa pasar pembalut wanita ini hingga 9% dalam 3 bulan. Strategi serupa juga sukses menaikkan penjualan sabun cair mereka hingga 130% di Alfamart.

Meningkatkan Kesadaran Merek

BOGO juga bermanfaat untuk meningkatkan brand awareness atau kesadaran merek di benak konsumen. Pasalnya, promo buy 1 get 1 ini jamak diiklankan lewat berbagai media untuk menarik perhatian publik. Tak hanya outlet ritel, brand produk itu sendiri juga pasti makin dikenal khalayak lewat promo BOGO. 

Jadi bisa dibilang, BOGO adalah strategi promosi yang efektif untuk sekaligus menggarap sisi penjualan dan branding produk. Apabila dijalankan dengan tepat, tentu bisa memberikan keuntungan ganda bagi brand yang menerapkannya.

Artikel terkait  Marketing Mix: Maksimalkan Bisnis Anda!

Risiko dan Kerugian dari Strategi Buy 1 Get 1

Meski banyak memberikan manfaat, penerapan strategi BOGO juga tidak luput dari sejumlah risiko dan potensi kerugian bagi bisnis. Hal ini terutama jika promosi BOGO tidak dijalankan dengan matang dan perhitungan yang tepat.

Biaya Promosi yang Meningkat

Risiko pertama, biaya promosi yang harus dikeluarkan tentu akan lebih besar karena harus menyediakan produk gratis. Apalagi bila permintaan melebihi perkiraan dan stok produk promo cepat habis. Penjual bisa rugi cukup banyak.

Kemungkinan Strategi yang Gagal

Kedua, ada kemungkinan pembeli hanya akan membeli 1 produk saja dan tidak mengambil produk bonusnya. Hal ini bisa sangat merugikan penjual karena harus tetap mengeluarkan biaya untuk produk gratisan yang tidak terpakai.

Produk Sulit Kembali ke Harga Normal

Ketiga, setelah promo BOGO berakhir, produk yang sebelumnya didiskonkan akan sulit terjual pada harga normal kembali. Konsumen akan menunggu promo berikutnya dan enggan membeli dengan harga normal.

Contoh kasusnya seperti yang dialami produsen es krim Haagen Dazs di Inggris. Promo BOGO es krim mereka sukses meningkatkan penjualan pesat. Namun setelah promo habis, penjualan anjlok hingga 24% karena konsumen menolak membeli tanpa diskon BOGO.

Kasus serupa juga dialami McDonald’s. Penjualan menu promo BOGO ayam goreng mereka melonjak 300%. Namun begitu promo berakhir, penjualan menu itu justru anjlok hingga 15% dibanding sebelum ada promo BOGO.

Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan eksekusi yang matang agar promosi BOGO tidak berbalik merugikan. Misalnya, dengan membatasi jumlah produk diskon yang tersedia dan durasi promo yang singkat. Serta menyiapkan strategi pasca-promo agar penjualan kembali normal.

Jadi bisa disimpulkan, risiko kerugian dari strategi BOGO terutama muncul akibat perencanaan dan pelaksanaan yang tidak tepat sasaran. Namun dengan persiapan matang dan periode promo yang terbatas, risiko ini bisa diminimalisir sehingga justru mendulang untung untuk bisnis.

promosi BOGO

Mengkaji Situasi Pasar Sebelum Menentukan Strategi

Dalam menerapkan strategi promosi Buy 1 Get 1 (BOGO), kondisi pasar dan target konsumen harus menjadi pertimbangan utama agar promo bisa efektif mendongkrak penjualan. Pasalnya, strategi pemasaran mana pun tidak ada yang baku berhasil untuk semua jenis produk dan segmen konsumen.

Analisis Pasar

Pertama, kita perlu melihat posisi produk yang akan diboyongkan promo BOGO ini di pasaran. Apakah termasuk fast moving product yang sering dibeli masyarakat? Atau justru produk dengan permintaan biasa saja? 

Tentu saja, produk laris dengan frekuensi pembelian tinggi seperti makanan, minuman, atau kebutuhan rumah tangga sehari-hari akan sangat cocok diboyongi promo BOGO. Karena minat konsumen untuk membelinya memang sudah ada, tinggal didorong dengan bonus ekstra.

Sebaliknya, untuk produk dengan permintaan standar, mungkin perlu promosi yang lebih edukatif dan informatif agar konsumen tertarik mencoba dan membelinya. Jadi BOGO belum tentu efektif untuk kategori produk ini.

Karakteristik Target Konsumen

Faktor kedua, tentu saja karakteristik target konsumen yang hendak dibidik. Apakah mereka termasuk kelompok yang sensitif terhadap diskon dan harga? Atau justru kualitas dan manfaat produk yang lebih penting bagi mereka?

Untuk target konsumen yang sangat sensitif harga, strategi BOGO tentu bisa jadi pilihan tepat. Namun untuk konsumen yang lebih mementingkan nilai dan kualitas suatu produk, mungkin ada strategi promosi lain yang lebih efektif untuk menarik minat mereka.

Persiapkan Rencana BOGO dengan Matang

Merancang promosi BOGO yang sukses juga membutuhkan persiapan seperti perkiraan peningkatan permintaan agar stok cukup, penetapan syarat & ketentuan yang jelas, serta strategi pasca-promo. Promo perlu diikat dalam kurun waktu tertentu, tidak berlangsung terus-menerus.

Dengan analisis pasar dan segmentasi konsumen yang tepat, promo BOGO bisa sukses mendongkrak penjualan dan keuntungan besar. Namun tanpa persiapan matang, efek boomerang berupa kerugian besar justru bisa terjadi. Jadi pertimbangkan baik-baik sebelum terjun menerapkan strategi pemasaran satu ini.

Artikel terkait  Apa itu Margins? | Pengertian Omset, Margins, dan Profit

Alternatif Strategi Promosi

Selain strategi Buy 1 Get 1 (BOGO), ada beberapa alternatif jenis promosi penjualan yang bisa diterapkan oleh para pelaku bisnis. Beberapa di antaranya adalah:

Diskon Harga (Price discount) 

Strategi memberikan potongan harga langsung pada produk tertentu. Bentuknya bisa bermacam-macam mulai dari potongan nominal, persentase, buy 2 get 15%, hingga flash sale. Cocok untuk menarik pembeli yang sensitif harga.

Hadiah Pembelian (Free gift)

Memberikan hadiah khusus yang berharga saat pembelian produk tertentu. Misalnya tas branded saat pembelian kosmetik seharga X rupiah. Efektif memikat perhatian calon pembeli wanita. 

Undian Berhadiah (Sweepstakes)

Konsumen yang membeli produk dengan minimal pembelian tertentu berkesempatan mengikuti undian hadiah menarik seperti rumah, mobil, atau voucher belanja. Meningkatkan minat beli melalui faktor keberuntungan.

Kupon Belanja (Coupon)

Kupon yang bisa ditukarkan dengan diskon atau potongan harga saat berbelanja. Praktis dan populer karena bisa dibagikan lewat berbagai platform digital.

Dibandingkan BOGO, keempat alternatif di atas lebih fleksibel untuk berbagai jenis produk dan konsumen. BOGO terbukti paling efektif untuk produk FMCG yang dibeli berulang. Sementara strategi lain bisa diterapkan lebih luas, sesuai budget dan target masing-masing bisnis.

Namun tentu saja, BOGO juga tetap bisa menjadi pilihan strategi promosi yang efektif selama diterapkan pada kondisi dan situasi pasar yang tepat. Jadi, pelaku bisnis perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memilih strategi promosi terbaik untuk produk mereka.

Artikel terkait  PDCA adalah? Siklus PDCA dalam Aktivitas Penjualan

Kesimpulan

Strategi Buy 1 Get 1 atau BOGO memang sangat menarik dan menggiurkan bagi konsumen. Siapa yang nggak suka gratisan kan? Namun di balik menggiurkannya promo ini, ada sisi positif dan negatif yang perlu diperhatikan para pelaku bisnis.

Jika ditinjau dari sisi positifnya, BOGO bisa efektif memacu lonjakan penjualan produk dalam waktu singkat. Apalagi jika diterapkan pada produk fast moving yang memang laris di pasaran. BOGO juga bagus untuk meningkatkan brand awareness konsumen terhadap produk.

Namun di sisi lain, biaya promosi BOGO tentu lebih besar karena penjual harus menyediakan produk gratis. Apabila perencanaan kurang matang, justru bisa menimbulkan kerugian besar akibat permintaan yang melebihi perkiraan. 

Agar mendulang hasil maksimal dari strategi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilihlah produk yang tepat untuk diboyongkan promo BOGO. Idealnya produk FMCG yang laris dan sering dibeli konsumen. 

Kedua, lakukan analisis dan perkiraan permintaan yang cermat agar stok produk promo mencukupi. Ketiga, tentukan syarat & ketentuan yang jelas, misalnya kuantitas maksimal pembelian per konsumen. 

Keempat, batasi durasi promo dalam periode singkat agar penjualan normal cepat pulih pasca promosi. Dan yang terakhir, rancang strategi tindak lanjut pasca BOGO agar produk tetap laku di pasaran dengan harga normal kembali.

Menerapkan promosi BOGO membutuhkan persiapan yang matang agar sukses meningkatkan penjualan, bukannya justru merugikan bisnis Anda. Pertimbangkan kondisi pasar dan target konsumen sebelum memutuskan BOGO sebagai strategi promosi produk Anda. Semoga informasi ini berguna ya!

Ingin mendapatkan lebih banyak info, berita dan tips digital marketing terbaru setiap hari? Yuk follow terus MARKEY agar tak ketinggalan update! Langsung klik https://markey.id/ atau download MARKEY APP di Play Store dan App Store. Sampai jumpa lagi!

Thumbnail by Macrovector on Freepik


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Paket Aplikasi Android dan iOS

Pasang iklan

- Advertisement -

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

11 Aplikasi Desain Jersey Android Terbaik yang bisa Anda coba!

Anda sedang mencari inspirasi bisnis? Mengapa tidak mencoba merintis bisnis jersey tim sepak bola kenamaan saja? Mari mencobanya dengan...

Startup Repair Adalah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Startup repair adalah salah satu jenis problem yang sering ditemukan pada PC, hal ini menyebabkan PC sering gagal booting. Saat...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Seperti apa contoh-contoh iklan penawaran yang menarik konsumen? Buat Anda yang sering bingung menyusun kata-kata iklan penawaran, jangan lewatkan...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi Android dan IOS

Hal yang membedakan standar biaya pembuatan aplikasi Appkey adalah perangkat yang dibutuhkan dan support aplikasi untuk keperluan development. Seperti...

HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Perangkat komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata memiliki jaringan yang rumit dan juga kompleks. Sebab, hingga saat ini...

Cara Cepat Belajar IT Secara Otodidak untuk Pemula

Belajar IT atau coding bisa dibilang hal yang tidak mudah apalagi bagi pemula. Karenanya memang butuh beberapa tahun untuk...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya