Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran Iklan Perbesar Jangkauan Bisnis B2B Anda dengan Iklan Linkedin

Perbesar Jangkauan Bisnis B2B Anda dengan Iklan Linkedin [Tutorial Lengkap]

-

Yuk maksimalkan bisnis B2B Anda dengan iklan LinkedIn!

Mungkin Anda akan mengerutkan dahi karena selama ini mengenal LinkedIn sebagai media untuk mencari pekerjaan. Namun ternyata LinkedIn bisa dimanfaatkan sebagai cara promosi produk online yang menguntungkan, lho.

Bagaimana caranya memaksimalkan bisnis B2B dengan LinkedIn? Pas sekali, Anda sudah berada di artikel yang tepat! Yuk langsung saja kita simak tips marketing B2B strategies dengan iklan LinkedIn berikut ini.

Mengapa Anda Harus Mempromosikan Bisnis B2B di LinkedIn?

b2b-marketing-strategies

Sebelum mengintip cara promosi produk online dengan iklan LinkedIn, mari kita ketahui terlebih dahulu apa itu marketing B2B strategies. Masih cukup banyak pebisnis yang tidak paham bedanya marketing B2B strategies dengan B2C.

B2B adalah singkatan dari business to business atau bisnis ke bisnis. Sederhananya, B2B marketing adalah bisnis di mana perusahaan menawarkan produk atau jasanya ke perusahaan lain. Jadi, transaksi berlangsung antar perusahaan.

Sementara B2C adalah strategi business to consumer alias bisnis ke konsumen. Di sistem B2C, perusahaan menjual produk atau jasanya ke masyarakat biasa. Sudah amat jelas bukan perbedaannya?

Perbedaan tipe konsumen dari B2B dan B2C menjadikan tidak semua media sosial cocok untuk mempromosikan produk-produk B2B. Sebuah perusahaan cenderung mencari layanan yang dipasarkan pada media-media sosial yang profesional seperti LinkedIn.

Pemasaran yang dilakukan di kalangan formal dipandang lebih serius, aman dan terjamin kualitasnya oleh perusahaan konsumen. Jadi Anda wajib menyesuaikan cara promosi produk online B2B Anda agar pas dengan keinginan konsumen.

Kali ini, kami akan mengajak Anda untuk melihat selengkapnya bagaimana cara menjalankan marketing B2B strategies dengan iklan Linkedin.

Apa Itu Iklan Linkedin (Linkedin Ads)?

b2b-marketing

Setiap media sosial kekinian menyediakan fitur iklan atau “ads” di dalamnya. Fitur ads sangat bermanfaat bagi pebisnis online untuk memasarkan usahanya di media sosial.

LinkedIn juga tidak mau ketinggalan. Melalui update terbarunya, LinkedIn kini menyediakan fitur iklan yang bisa Anda manfaatkan untuk mempromosikan usaha.

LinkedIn ads atau iklan LinkedIn adalah menu iklan agar kita bisa mempromosikan usaha di kalangan perusahaan profesional dari beragam industri. Awalnya, LinkedIn digunakan oleh banyak perusahaan untuk membuka lowongan kerja. Lama-kelamaan media sosial ini turut dimanfaatkan untuk mempromosikan layanan ke semua perusahaan pengguna media ini.

Di mata pebisnis B2B, LinkedIn adalah tempat terbaik untuk mendapatkan calon konsumen. Bahkan fitur LinkedIn Ads membantu memudahkan bisnis B2B dalam berpromosi. Dibandingkan sosial media lain seperti Instagram dan Twitter, LinkedIn Ads bisa menjangkau calon konsumen potensial B2B hingga 60%.

Keuntungan lain menggunakan LinkedIn Ads untuk menjalankan B2B marketing adalah:

  • Fleksibel, bebas mengatur jadwal penayangan iklan.
  • Diakses lebih dari 700 juta perusahaan profesional baik dalam maupun luar negeri.
  • Ada banyak jenis varian iklan dan bisa disesuaikan dengan budget.
  • Mudah digunakan bahkan oleh pemula karena terdapat fitur bantuan yang praktis untuk mengatur serta memantau iklan.

Artikel terkait  Sulit Untuk Meminta Referensi Kepada Pelanggan? Berikut Beberapa Langkah Mudah yang Bisa Anda Coba!

Pedoman Cara Promosi Produk Online B2B dengan LinkedIn Ads

Tidak sabar ingin mempromosikan bisnis B2B Anda dengan LinkedIn Ads? Kami sudah siapkan pedoman lengkapnya. Ayo langsung disimak dan dipraktekkan!

1. Membuat Halaman Akun Perusahaan

Anda wajib memiliki halaman akun perusahaan agar bisa memasang iklan di LinkedIn. Halaman akun perusahaan ini sama seperti akun media sosial pada umumnya. Cara membuat halaman akun perusahaan di LinkedIn adalah:

  1. Masuk ke website atau aplikasi LinkedIn. Buat akun personal terlebih dahulu dengan nomor telepon aktif atau e-mail.
  2. Cari menu “Kerja” di bagian pojok kanan atas. Klik menu tersebut, lalu scroll hingga Anda menemukan opsi “Buat Halaman Perusahaan”.
  3. Isi identitas perusahaan sesuai pedoman yang diberikan. Mula-mula, pilihlah jenis perusahaan Anda. Apakah bisnis Anda bergerak di bidang IT, kesehatan, e-commerce, usaha kecil, dan lain sebagainya.
  4. Lanjutkan dengan mengisi formulir online yang disediakan oleh LinkedIn. Formulir ini berisi nama bisnis, alamat, kontak, dan seterusnya. Begitu selesai, cek kembali semua data yang dimasukkan. Jika sudah benar, klik “Buat Halaman”.
  5. Tunggu beberapa saat, dan halaman bisnis Anda sudah selesai dibuat. Kini Anda hanya perlu melengkapi profil dari bisnis Anda di halaman tersebut, seperti menambahkan gambar atau logo perusahaan, deskripsi, dan sebagainya.

Saat melengkapi profil bisnis, usahakan untuk membuat tampilan semenarik mungkin agar calon konsumen bisnis B2B Anda tertarik untuk bekerjasama dengan Anda.

2. Menginstal LinkedIn Campaign Manager

Cara kedua untuk bisa memulai LinkedIn Ads B2B marketing adalah dengan menginstal alat bantu bernama LinkedIn Campaign Manager. LinkedIn Campaign Manager adalah alat milik LinkedIn khusus untuk pebisnis yang ingin memasang iklan.

LinkedIn Campaign Manager ini bisa mempermudah Anda saat mengatur, memasarkan dan mengamati jalannya iklan di LinkedIn. Berikut cara menggunakannya:

  1. Masuk ke akun LinkedIn Anda.
  2. Klik menu “Kerja” > cari dan klik menu “Solusi Pemasaran”.
  3. Anda akan tiba di halaman LinkedIn Marketing Solution.
  4. Klik “Create Ad” (Buat Iklan).
  5. Nantinya, Anda akan menemukan halaman untuk membuat akun khusus di Campaign Manager ini. Lanjutkan dengan memberi nama untuk akun iklan Anda. Anda akan berpromosi menggunakan akun iklan ini.

Catatan penting: LinkedIn belum menyediakan pembayaran dalam mata uang rupiah. Sebagai gantinya, Anda bisa menyesuaikan dengan memilih satuan mata uang dollar.

3. Memilih Jenis Iklan

LinkedIn memiliki 4 jenis tipe iklan. Demi mendapatkan hasil promosi yang optimal, kami sarankan untuk Anda memilih jenis iklan terbaik. Keempat jenis LinkedIn Ads untuk B2B marketing adalah sebagai berikut:

4. Sponsored Messaging

Sponsored messaging adalah jenis iklan LinkedIn yang dipromosikan melalui pesan komunikasi (message) dengan calon konsumen. Konsep sponsored messaging LinkedIn mengadaptasi teknik direct marketing (trik marketing langsung) di mana penjual mempromosikan produknya ke konsumen melalui pesan singkat atau e-mail.

Sponsored messaging cocok untuk Anda yang ingin membangun komunikasi dan keakraban dengan pembeli di LinkedIn. Di sini juga Anda bisa melakukan diskusi atau memberi penawaran eksklusif ke konsumen. Mereka pun bisa merasa tertarik karena merasa penawaran khusus hanya diberikan untuk dirinya seorang.

Lebih lanjut, ada 2 jenis iklan sponsored messaging yang bisa Anda pilih yaitu:

  • Conversation Ads: iklan penawaran via chat yang memiliki fitur balas otomatis. Anda bisa dengan leluasa mengatur sistem balas percakapan. Selain itu terdapat pula laporan lengkap mendetail terkait hasil promosi di sistem ini.
  • Message Ads: iklan penawaran via chat yang fleksibel karena bisa dijalankan seperti saat chatting Tidak terdapat fitur balas otomatis, jadi iklan dijalankan dengan tenaga admin. Efeknya, iklan terasa lebih personal dan menimbulkan kesan “hangat” dalam benak konsumen. Anda juga bisa mengirimkan pesan tanpa batasan karakter.

Artikel terkait  Penerapan Teknik Bundling Untuk Ciptakan Penjualan yang ‘Wah’ untuk Bisnis Anda!

5. Dynamic Ads

Tipe iklan LinkedIn kedua adalah dynamic ads. Iklan ini tergolong kreatif dan unik karena bisa memadukan profil Anda dengan merek atau brand ternama lain.

Dynamic ads dihadirkan untuk menciptakan perasaan spesial, profesional sekaligus eksklusif di kalangan masyarakat. Hasilnya, iklan yang dipasarkan bisa lebih banyak mendapatkan perhatian dan keuntungan.

Iklan ini juga bisa dengan mudah dibuat dan dipasarkan secara otomatis di LinkedIn. Kalau Anda tertarik, ada 3 jenis dynamic ads yang bisa Anda coba yaitu:

  • Content Ads: cocok untuk mengumpulkan data dari calon konsumen potensial karena Anda menawarkan produk gratis kepada mereka, seperti e-book gratis. Konsumen yang tertarik mendownload e-book wajib mengisi data diri terlebih dahulu. Inilah data calon konsumen potensial yang bisa Anda manfaatkan.
  • Follower Ads: iklan yang cocok untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap brand Anda di LinkedIn. Iklan ini berisi CTA (call to action) atau ajakan untuk seseorang mengklik website bisnis B2B Anda.
  • Spotlight Ads: iklan untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan pembelian di website Anda secara optimal.

6. Sponsored Content

b2b-marketing-3

Tipe iklan ketiga adalah sponsored content. Sesuai namanya, sponsored content adalah metode iklan yang mempromosikan konten LinkedIn Anda ke pengguna lainnya.

Konten yang dipromosikan bisa berupa apa saja. Mulai dari video marketing, artikel, dan seterusnya.

Sponsored content adalah iklan yang paling banyak digunakan di LinkedIn karena mampu mempromosikan bisnis dengan halus (soft-selling). Jadi, pengguna LinkedIn lain tidak akan merasa seperti sedang menyimak iklan ketika melihat konten Anda.

Apalagi jika konten Anda dinilai menarik oleh konsumen. Bukan tak mungkin konsumen tersebut akan sungguh-sungguh tertarik berbelanja di toko B2B Anda. sponsored content sangat cocok untuk menjangkau sebanyak mungkin calon pembeli baru, meningkatkan reputasi brand, dan berpromosi secara tepat sasaran.

7. Text Ads

Jenis iklan terakhir adalah text ads yang menggunakan kalimat-kalimat singkat untuk mengarahkan calon pembeli ke CTA. Kalau Anda ingin menjalankan text ads, Anda wajib menguasai teknik copywriting yang baik.

Meskipun hanya mengandalkan teks, rupanya text ads tergolong ampuh menggaet 60% calon konsumen di LinkedIn! Kalau Anda tertarik, Anda bisa memanfaatkan skill kepenulisan marketing yang menarik serta tampilan gambar visual pendukung yang cantik. Text ads juga sangat cocok untuk melakukan iklan ke perusahaan atau calon konsumen secara spesifik.

8. Menyiapkan Iklan

Begitu Anda selesai memilih iklan, kini waktunya menyiapkan iklan Anda di LinkedIn. Terdapat sejumlah tahapan yang harus Anda lalui saat menyiapkan iklan, yaitu:

9. Tetapkan Tujuan Iklan

Apa tujuan iklan Anda? LinkedIn menyediakan sejumlah pilihan tujuan iklan yang bisa Anda pilih, yaitu:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap brand.
  • Menaikkan kepopularitasan brand.
  • Menambah jumlah pengunjung website.
  • Meningkatkan penjualan, dan lain-lain.

Memilih tujuan iklan sangat penting agar sistem LinkedIn bisa mempromosikan iklan Anda dengan maksimal sesuai tujuan.

Artikel terkait  Aplikasi TikTok Semakin Populer, Yuk Coba Beriklan Lewat TikTok

10. Mengatur Format Iklan

Atur format iklan Anda. Format iklan adalah tampilan iklan Anda ketika ditayangkan di LinkedIn. Ada beberapa jenis format iklan di LinkedIn yaitu:

  • Iklan gambar carousel (banyak gambar sekaligus dalam 1 postingan).
  • Iklan video.
  • Iklan satu gambar biasa.
  • Iklan percakapan.
  • Iklan spotlight.
  • Iklan pesan

Jangan lupa untuk menyalin dan tempel (copy paste) link halaman akun Anda yang sudah dibuat di tahap nomor 1 di kolom yang sudah disediakan pada bagian ini.

11. Menetapkan Tipe Kriteria Pemirsa Iklan

Tentukan seperti apa kriteria dari permisa iklan Anda. tujuannya agar iklan bisa dipromosikan langsung ke perusahaan yang sesuai dengan layanan atau produk Anda.

Beberapa kriteria dari pemirsa yang harus ditetapkan di LinkedIn adalah:

  • Bahasa dari pemirsa. Anda bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk menjangkau masyarakat lokal dan bahasa Inggris untuk perusahaan luar negeri.
  • Atribut pemirsa untuk memilah pemirsa seperti apa yang bisa mendapatkan iklan Anda.
  • Lokasi dari pemirsa, seperti di Indonesia, luar negeri atau daerah tertentu lainnya.
  • Anda juga bisa memanfaatkan kontak LinkedIn sebagai pemirsa iklan.

Terakhir, aktifkan tanda centang pada kolom “perluasan pemirsa” supaya iklan bisa dijangkau lebih banyak orang di LinkedIn.

12. Atur Biaya dan Jadwal Iklan

Beriklan di LinkedIn tidak mahal karena Anda bisa mengatur sendiri biayanya. Meskipun LinkedIn masih belum menyediakan pembayaran dalam mata uang rupiah, Anda tetap bisa membayar iklan dengan mata uang lain seperti dollar (USD). Sembari menetapkan mata uang, jangan lupa untuk memasukkan besar biaya iklan sesuai budget yang dimiliki, ya.

Lalu, lanjutkan dengan mengatur jadwal iklan. Anda pun bebas mengatur kapan iklan mulai tayang dan berakhir. Cukup masukkan tanggal mulai dan tanggal berakhir iklan pada kolom yang tersedia.

13. Unggah Iklan Anda

Selamat, kini persiapan iklan LinkedIn Anda sudah selesai! Anda hanya perlu mengunggah iklan dengan menekan tombol “Luncurkan Iklan”. Namun iklan Anda tidak akan langsung ditayangkan. Pihak LinkedIn akan mengecek iklan Anda selama 1×24 jam untuk memastikan iklan tidak memuat konten SARA, kekerasan atau pornografi.

Mudah bukan? Demikianlah tutorial lengkap membuat iklan di LinkedIn untuk melancarkan strategi marketing B2B. Selamat mencoba!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Pemasaran Internasional Adalah ? | Fungsi, Tujuan & Contoh

Salah satu topik bahasan wajib dalam dunia bisnis dan ekonomi adalah pemasaran. Kita memang tidak akan pernah terlepas dari...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya