Wirausaha Sukses : 7 Tokoh Kisah Sukses Wirausaha

Banyak orang mengidam-idamkan dirinya bisa menjadi pelaku wirausaha sukses. Karir sebagai wirausaha sukses dan ternama memang terdengar menggiurkan, terlebih ketika seseorang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dibandingkan dengan dulu saat pekerjaan sebagai pegawai negeri adalah primadona di mata masyarakat, sekarang kebanyakan orang memilih banting setir menjadi bos atas bisnisnya sendiri.

Namun perjuangan di dunia wirausaha memang tidak segampang bayangannya. Banyak wirausahawan harus memulai bisnis dari titik nol, kemudian mengalami jatuh bangun sebelum memiliki bisnis yang besar, sukses dan terkenal. Ada banyak tokoh wirausaha sukses dengan sepak terjang kisah kesuksesan berbeda-beda.

Penasaran dengan kisahnya? Berikut ini kisah-kisah inspiratif dari sejumlah wirausahawan sukses di bidang kerajinan yang telah kami rangkum secara khusus. Orang-orang ini adalah wirausahawan sukses di bidang kerajinan yang kisah perjuangannya bisa Anda teladani.

7 Kisah Inspiratif Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan

pebisnis sukses

Bidang kerajinan memberi banyak peluang menguntungkan di bidang wirausaha. Maka dari itu, tidak mengherankan jika banyak tokoh wirausahawan sukses yang lahir dari bidang kerajinan. Di bawah ini adalah tujuh kisah inspiratif pelaku wirausaha sukses di bidang kerajinan yang telah kami rangkum spesial untuk Anda.

Komang Adi, Sang Pelukis Beromzet 175 Juta Sebulan

pelukis

Kisah wirausaha sukses di bidang kerajinan pertama datang dari Pulau Dewata. Ialah Komang Adi, seorang pelukis terkenal hingga kancah internasional. Pria lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa ini mengawali karirnya dari titik nol di tahun 1997. Komang Adi  memulai karir sebagai penjual pigura lukisan dan foto. Tidak mudah bagi Komang Adi untuk mewujudkan mimpinya sebab seni lukis pada masa tersebut masih sepi peminat. Akan tetapi Komang Adi tetap tidak menyerah.

Tiga tahun kemudian, Komang turut menjual lukisannya bersama dengan pigura. Komang melakukan usaha keras mempromosikan bisnisnya. Strategi promosi jitu pilihan Komang yakni melalui kerjasama dengan tour guide. Tujuannya tak lain agar para tour guide mengajak turis berlibur ke tempatnya menjual lukisan. Seiring berjalannya waktu, lukisan Komang mulai terkenal. Bisnisnya berkembang berkat lukisan buatan Komang yang berkualitas baik. Hingga pada akhirnya, pria asal Gianyar tersebut sukses membangun galeri lukisan miliknya sendiri. Lukisan-lukisan buatannya telah laku terjual ke berbagai negara seperti Perancis, Jerman, Amerika dan Australia dengan omzet hingga 175 juta sebulan.

Nur Handiyah, Pengusaha Sampah Kulit Kerang Bernilai Jutaan Rupiah

kerang

Kisah ini datang dari Nur Handiyah, sang pengusaha sampah kulit kerang beromzet jutaan rupiah. Kisah kesuksesan Nur berawal ketika ia dan sang suami melihat banyak tumpukan sampah kerang. Mereka pun punya ide mengolah sampah kerang menjadi kerajinan tangan. Di tangan kreatifnya, kulit-kulit kerang tersebut disulap menjadi barang pajangan antik seperti vas bunga, lampu, hiasan rumah, piring dan lain sebagainya.

Kesuksesan Nur tidak datang begitu saja. Ia mengaku berbisnis dengan modal nekat dan memanfaatkan modal seadanya. Mereka berdua pun sampai nekat berhenti dari pekerjaan masing-masing untuk fokus menekuni bisnis. Berkat usaha dan kreativitasnya, bisnis kerang Nur pun diminati oleh Pemerintah Cirebon. Sejak saat itu, bisnis Nur melejit drastis. Hingga saat ini, keramik kerajinan Nur telah diekspor ke berbagai negara di belahan Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Diah Rahmalita, Sukses Meraih Jutaan Rupiah Berkat Piring Bekas

Diah Rahmalita adalah pemilik tangan kreatif selanjutnya yang bisa Anda teladani. Diah menggunakan kemampuan seni melukisnya ke barang-barang bekas yang ada di rumahnya. Beragam gelas, piring serta botol ia lukis sehingga layak dijual kembali sebagai suvenir.

Di awal bisnisnya, Diah hanya menggunakan modal seadanya yakni cat, kertas tisu, dan barang-barang bekas. Sempat ada keraguan dan ketakutan dalam benak Diah, terlebih karena ia merasa tak memiliki bakat seni lukis. Namun ia tetap nekat menjalankan usaha. Jatuh bangun ia jalani, termasuk saat-saat mengalami kebingungan mencari pasar. Akan tetapi bisnisnya masih berkembang sampai sekarang dan di luar perkiraannya. Karya seninya dilirik oleh pemerintah dan Diah kerap mengikuti pameran seni. Sekarang, Diah Rahmalita sanggup meraih omzet penjualan sebesar 10 sampai 20 juta per bulannya.

Eni Aryani, Pebisnis Kaleng Bekas yang Merambah Pasar Australia

Wirausaha sukses di bidang kerajinan lainnya adalah Eni Aryani. Wanita kelahiran Yogyakarta tahun 1979 ini sukses mengolah sampah kaleng hingga menjadi barang unik dan bermanfaat seperti tempat kue, ember, vas bunga, dan lainnya. Setiap barang yang diproduksi oleh Eni memiliki kualitas baik dan oleh karena itu, satu item kerajinan tangan Eni mampu menembus harga hingga 1,2 juta rupiah.

Saat mengawali bisnisnya, Eni berbekalkan modal hanya sebesar 5 juta rupiah. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli cat akrilik dan barang bekas sebagai bahan baku dari dagangannya. Seluruh usaha Eni kerahkan untuk memasarkan bisnisnya, mulai dari promosi via online, mengikuti pameran,  hingga akhirnya mampu mendirikan galeri sendiri di daerah Kemang. Kini bisnisnya telah sukses merambah berbagai kawasan di Indonesia hingga ekspor ke Australia.

Made Sutamaya, Sang Pengepul Kayu Berpenghasilan 300 Juta

Kisah wirausaha sukses lain datang dari Bali yakni dari Kioski Gallery. Galeri seni kayu ini dimiliki oleh Made Sutamaya. Uniknya, Made membuat karya seni desain interior senilai jutaan rupiah dari sampah kayu yang ia kumpulkan sendiri. Made hanyalah seorang lulusan SMA, namun ia mendapatkan skill mengolah kayu berkat pengalamannya selama 23 tahun bekerja sebagai pegawai mebel. Bisnisnya dimulai ketika Made melihat ada banyak sampah kayu berserakan di tepi pantai. Ia pun terpikir untuk mengolahnya menjadi kerajinan. Berbekal paku, gergaji dan lem kayu, Made merintis bisnisnya.

Bisnis Made tidak langsung berjalan dengan lancar. Pada awalnya, galeri Made sangat sepi pembeli. Setiap hari Made menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Namun ia tidak cepat putus asa. Akhirnya ia memutuskan mengikuti pameran kesenian dan memperkenalkan produknya di sana. Setelah itu, Made gencar melakukan promosi di media sosial Facebook.  Usaha gigihnya membuahkan hasil. Made telah menjual banyak olahan kayu seperti meja, kursi, kaca, gantungan lampu dan lainnya di galerinya. Harga produknya pun bervariasi hingga jutaan rupiah. Yang lebih menakjubkannya lagi, Made mampu meraup omzet hingga 300 juta di setiap bulannya.

Naomi Setiono, Menemukan Sukses Lewat Batik

Di usianya yang hampir kepala lima, Naomi adalah wirausaha kerajinan batik yang luar biasa sukses. Bisnisnya didasarkan pada semangat tinggi Naomi untuk melestarikan sekaligus mengembangkan Batik Lasem. Naomi adalah keturunan orang terpandang, namun jalan hidupnya dipenuhi lika-liku kesulitan. Di masa gadisnya, Naomi pernah bekerja sebagai tukang cuci, pemotong batang rokok, hingga kernet bus. Pekerjaan kasar yang ia ambil pun menuai banyak cemooh dari keluarga ningratnya.

Akan tetapi, Naomi tetap mempertahankan sikap baik terhadap keluarganya. Di tengah masa-masa sulitnya, Naomi belajar cara membuat Batik Lasem dari awal. Hingga di tahun 1990, Naomi berkesempatan untuk meneruskan bisnis batik keluarganya. Ketika memegang bisnis tersebut, Naomi melakukan banyak perubahan sistem, salah satunya adalah memperlakukan para pengrajin batik dengan setara alias rekan kerja. Kala itu Naomi memilih menekuni bisnis Batik Lasem sebab jenis batik tersebut belum terlalu dikenal. Jadilah ia semakin menguatkan tekad untuk memperkenalkan jenis batik tersebut.

Berkat tekad, kegigihan dan doa yang tak putus-putus, Naomi berhasil mewujudkan mimpinya dalam memperkenalkan Batik Lasem. Batik-batik hasil produksinya pun telah laris dipasarkan hingga daerah lain di Jawa seperti Serang, Surabaya dan Medan. Kisah Naomi menjadi bukti bahwa menjadi pengusaha sukses pun bisa didasari dengan modal keinginan memperkenalkan budaya seluas-luasnya.

Fauziah, Si Pengusaha Kain Songket dari Palembang

Tokoh wirausaha sukses di bidang kerajinan yang terakhir adalah Fauziah. Ia menekuni bidang kerajinan kain songket berkat warisan keahlian dari orang tuanya. Sedari kecil Fauziah diajarkan cara membuat kain songket. Kemudian, ketika beranjak dewasa Fauziah pun diberikan kesempatan untuk meneruskan bisnis kain songket milik kedua orang tuanya.

Perjuangan Fauziah dalam mempertahankan bisnisnya patut diacungi jempol. Bisnisnya sempat terhenti dikarenakan masalah modal. Akan tetapi masalah tersebut berhasil teratasi berkat bantuan dana yang ia dapatkan dari PLN sebesar 21 juta. Fauziah tak mudah menyerah. Ia terus berkarya dan memastikan produk kain songketnya memiliki kualitas terbaik. Hingga saat ini, Fauziah mampu meraih untung bersih hingga 100 juta rupiah per bulannya. Kain songket buatannya pun sudah dijual hingga Jakarta dan Medan. Fauziah juga dikenal sebagai pengrajin kain songket terbaik di Palembang.

Itulah kisah inspiratif dari tokoh wirausahawan sukses di bidang kerajinan. Pengalaman mereka membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai jika dibarengi keberanian, tekad, dan kegigihan dalam mewujudkannya. Semoga kisah mereka mampu menjadi inspirasi bagi Anda.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol