Media Bisnis Online | by APPKEY

Blog Bisnis Biaya Overhead | Apa itu Biaya Overhead?

Biaya Overhead | Apa itu Biaya Overhead?

-

Pernahkah Anda mendengar istilah biaya overhead? Bagi para pebisnis, mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi. Biaya overhead adalah salah satu hal yang sering ditemui saat Anda menjalankan bisnis. Apalagi jika perusahaan bisnis Anda memiliki departemen pembantu tambahan selain produksi. Biaya ini biasanya muncul dari aspek-aspek yang membantu pergerakan bisnis Anda.

Secara gampangnya, biaya overhead adalah tambahan biaya untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan yang mendadak. Biaya overhead adalah akumulasi biaya-biaya tambahan yang tidak berkaitan secara langsung dalam proses produksi milik usaha Anda. Contoh biaya overhead pada umumnya berupa pajak, asuransi, fasilitas pendukung produksi, uang sewa, dan lainnya. Dengan kata lain, biaya tambahan ini juga memiliki peranan penting untuk melancarkan bisnis Anda, meskipun kegunaannya untuk hal-hal di luar aktivitas produksi.

Anda harus tetap mencatat segala kebutuhan dana dari bisnis Anda. Biaya overhead adalah salah satunya. Besaran biaya tambahan ini beragam, tergantung pada besarnya nominal yang dibutuhkan oleh suatu aspek dalam bisnis Anda. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, biaya ini memiliki sifat yang “mendadak”.  Dengan kata lain, mungkin saja bisnis Anda tidak menggunakan biaya tambahan secara terus-menerus, atau nominal yang dihabiskan untuk kebutuhan tersebut tidak banyak. Namun, Anda harus tetap memperhitungkan dan menyediakan “uang tabungan” ini karena Anda tidak pernah tahu apa yang dapat menimpa bisnis Anda kelak.

Ingin mencari tahu lebih dalam terkait biaya tambahan produksi ini? Yuk simak ulasan berikut terkait manfaat, cara menghitung dan contoh biaya overhead berikut ini!

Sedia “Dana Berjaga-Jaga” Sebelum Berbisnis

biaya-overhead-1

Pernahkah Anda mendengar pepatah, “Sedia payung sebelum hujan?”. Biaya overhead dapat menjadi “payung” untuk melindungi bisnis Anda ketika terjadi masalah secara tiba-tiba dan mengharuskan Anda untuk mengeluarkan biaya. Masih banyak pebisnis yang lalai dalam memperhitungkan dana berjaga-jaga ini dan berakibat fatal seperti kerugian serta kebangkrutan usaha.

Tentunya Anda tidak ingin kebutuhan mendadak mengacaukan usaha Anda, bukan? Berikut ini sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan apabila rajin mencatat serta menghitung alokasi biaya tambahan di luar produksi binsis.

Artikel terkait  7 Saham Blue Chip Termurah 2020

 

Anggaran Biaya yang Tepat Sasaran

Bagi pebisnis, mereka harus tahu seberapa besar anggaran biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan usahanya. Anda bisa membuat perhitungan mendetail yang dimulai dari kebutuhan pokok terkait produksi terlebih dahulu. Terakhir, barulah tentukan berapa persen Anda menyediakan anggaran untuk dana kebutuhan mendadak. Pastikan perkiraan uang berjaga-jaga berada dalam proporsi yang tepat alias tidak terlalu banyak melebihi produksi ataupun terlalu sedikit. Perhitungan ini menjadikan anggaran bisnis Anda menjadi tepat sasaran sekaligus menghindarkan usaha dari pengeluaran berlebihan.

Harga Produk yang Pas

Biaya kebutuhan mendadak dapat membantu Anda dalam menentukan harga jual produk yang pas di pasar. Masukkan perhitungan biaya berjaga-jaga ini ketika Anda merumuskan harga jual produk. Biaya ini akan membantu Anda untuk mendapatkan pemasukan lebih yang dapat dimanfaatkan kalau semisal terjadi kerugian penjualan. Hal ini juga dikarenakan sifat biaya overhead yang harus dikeluarkan tanpa peduli bagaimana kondisi bisnis. Ia harus selalu ada dan selalu siap digunakan.

Mengawasi Pengeluaran dengan Baik

Proses pencatatan serta penghitungan biaya tambahan di luar produksi secara rutin dapat membantu Anda untuk mengawasi pengeluaran modal usaha. Anda dapat menilai jika biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan di luar produksi sudah dimanfaatkan secara efisien atau belum. Ketika hasilnya menunjukkan bahwa biaya tambahan justru melebihi biaya produksi, segera lakukan perbaikan sistem dan buat alokasi dana baru. Dengan demikian, arus keuangan perusahaan Anda dapat senantiasa terkontrol.

Bisnis Selalu Selamat

Dana berjaga-jaga ini dapat digunakan kapan saja perusahaan Anda membutuhkannya. Semisal ada barang pendukung produksi yang habis. Anda bisa segera membeli menggunakan uang berjaga-jaga, agar proses produksi dapat kembali berlanjut. Atau, terjadi penurunan penjualan dikarenakan pandemi virus sehingga pasar menjadi sepi. Anda pun bisa menggunakan alokasi biaya tambahan untuk menutupi kekurangan biaya produksi usaha. Biaya tambahan ini sungguh merupakan penyelamat dikala bisnis Anda sedang dihujani oleh masalah tak terduga.

Artikel terkait  15 Cara Menghemat Uang | Tips Hemat Buat Anak Muda

 

Tahap Menghitung Biaya Overhead

biaya-overhead-2

Setelah mengetahui manfaatnya, kini cari tahu cara menghitung biaya tambahan untuk berjaga-jaga dalam bisnis. Ada tiga tahapan yang harus Anda ketahui ketika menghitung biaya tambahan produksi ini.

Pisahkan Biaya Produksi dan Biaya Tambahan

Tahap pertama dalam menghitung besaran biaya tambahan adalah dengan memisahkan perhitungan dari biaya produksi langsung dan yang tidak langsung. Kelompokkan biaya yang dibutuhkan untuk produksi produk secara langsung seperti bahan baku. Kemudian, baru lakukan pengelompokkan dan penghitungan biaya lain yang tidak termasuk ke dalam proses produksi alias dana tambahan, seperti biaya pemeliharaan alat, biaya tenaga kerja bantu, dan biaya sewa tempat usaha.

Hitung Persentase Biaya Jaga-Jaga

Cara terbaik untuk mencari tahu besaran persentase biaya tambahan adalah dengan membuat perbandingan total biaya langsung dan biaya tidak langsung. Rumusnya adalah = total biaya tambahan (tidak langsung) : biaya langsung produksi x 100%. Semisal Anda mendapatkan hasil 10% artinya, biaya tambahan tidak langsung untuk bisnis Anda sebesar 10% saja dari pengeluaran total bisnis.

Selain itu, Anda dapat melakukan survey pada biaya tambahan yang dimiliki oleh bisnis lain yang serupa. Jika rata-rata bisnis lain memiliki biaya tambahan produksi yang lebih kecil, Anda dapat melakukan evaluasi kembali. Barangkali masih ada pengeluaran-pengeluaran yang tidak diperlukan dalam daftar biaya tambahan Anda.

Hitung Efisiensi Biaya Tambahan

Tahapan terakhir adalah menghitung efisiensi biaya overhead produksi (BOP). Terdapat 2 kategori dalam penghitungan efisiensi biaya tambahan, yakni:

Efisiensi terhadap Sumber Daya

Rumusnya yaitu, BOP : biaya total karyawan x 100%. Hasil penghitungan ini akan menunjukkan jumlah tenaga kerja bisnis Anda sudah memadai, berlebihan, atau kurang.

Efisiensi terhadap Pendapatan

Rumusnya yaitu, total biaya : pendapatan x 100%. Jika persentase yang didapat semakin kecil, artinya semakin baik sebab bisnis mengalami kenaikan keuntungan. Begitu pula sebaliknya. Jika persentase hasil cukup besar, Anda sebaiknya melakukan pengurangan biaya.

Artikel terkait  Resesi Adalah : Pengertian Resesi Ekonomi

Contoh Biaya Overhead

Apakah Anda masih kebingungan perihal contoh biaya di luar produksi?. Berikut ini kami sajikan contoh-contoh dari biaya tambahan menurut 3 kategori utamanya yaitu BOP tetap, BOP variabel, dan BOP semi-variabel.

BOP Tetap (Fixed Expenses)

Kategori biaya tambahan produksi yang pertama adalah BOP tetap atau fixed expenses. Sesuai dengan namanya, besaran biaya kategori ini adalah tetap, tidak berubah-ubah, dan harus tetap dipenuhi di setiap bulannya tanpa peduli kondisi pasang surut perushaan. Contoh biaya fixed expenses ini adalah:

  1. Gaji karyawan dan asuransi.
  2. Biaya sewa gedung usaha.
  3. Biaya pemeliharaan fasilitas usaha.
  4. Pajak perusahaan.
  5. Jasa hukum atau konsultan perekonomian, dan lainnya.

BOP Variabel

Kategori biaya tambahan produksi yang kedua adalah BOP variabel. Biaya tambahan variable memiliki besaran yang berubah-ubah sesuai kondisi dan waktu. Ada beberapa hal yang memengaruhi perubahan BOP variabel, seperti kondisi penjualan, efektifitas promosi, kondisi pasar, hingga faktor musim di suatu wilayah yang dapat memengaruhi situasi pasar. Contoh biaya tambahan kategori variabel adalah biaya promosi produk, ongkos telepon, dan lainnya.

BOP Semi-Variabel

Kategori terakhir adalah BOP semi-variabel. BOP semi-variabel tidak berubah setiap saat dan tidak dibayarkan secara terus-menerus selamanya. Hal inilah yang menjadikan BOP semi-variabel memiliki sifat yang lebih fleksibel dibandingkan BOP variabel dan tetap.

Contoh dari BOP semi-variabel adalah kuota internet sebagai perlengkapan dan sarana karyawan di bidang pemasaran. Sebelum terjadi pandemi Corona, perusahaan dapat melakukan promosi produk secara offline sehingga tidak banyak kuota internet perusahaan yang habis digunakan. Namun ketika terjadi pandemi dan social distancing, karyawan di bidang pemasaran beralih ke promosi produk secara online. Akibatnya, kebutuhan akan kuota internet dan biaya tambahannya berubah meningkat.

Itulah pembahasan lengkap terkait biaya overhead, alias biaya tambahan dalam suatu usaha. Semoga dapat membantu Anda, khususnya yang belum menghitung biaya tambahan dalam bisnis. Masih belum terlambat untuk menghitung kembali biaya tambahan produksi bisnis Anda. Good luck!

[website-about]

Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

Jenis-Jenis Perusahaan Jasa di Indonesia

Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan komoditi yang dipromosikan ke masyarakat, yaitu barang dan jasa. Perusahaan produk sudah jelas...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Teknologi Jaringan Tanpa Kabel Disebut ? | Pengertian & Ulasannya

Belakangan ini kita sering mendengar perusahaan-perusahaan gadget yang menawarkan aneka produk nirkabel untuk lebih memudahkan aneka pekerjaan masyarakat. Biasanya, kita...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya