Jiwa Usaha dan Kebiasaan Orang-Orang Sukses

 

1. Bagaimana memperoleh kebiasaan orang sukses??

Mungkin sering terbersit di pikiran kita, “apa sih yang dilakukan orang itu  hingga bisa sukses?”. Apa bedanya kebiasaanku dengannya, hingga kami mendapatkan hasil yang berbeda?”. Seperti dua sisi mata uang, disaat ada orang yang berhasil, disaat yang bersamaan juga ada orang yang gagal.

Sebenarnya, kegagalan itu sendiri mengarah pada pada suatu kesuksesan, seperti kata pepatah, “kegagalan adalah awal dari kesuksesan”. Namun ada kalanya kita gagal karena merasa telah sukses melakukan suatu usaha, tetapi pada kenyataanya usaha itu belum benar-benar rampung untuk disebut sukses.

Dalam artikel ini kita akan membahas kebiasaan yang dilakukan oleh orang sukses dan kebiasaan yang tidak boleh dilakukan jika ingin berhasil dalam berwirausaha.

Jika Anda ingin berhasil dalam wirausaha maupun dalam hal lainnya, silakan luangkan sedikit waktu Anda untuk membaca artikel ini.

Karena kita akan membahas 3 jiwa kewirausahaan yang dilakukan oleh orang-orang sukses.

 


Sponsor Link

2. 3 semangat wirausaha yang dilakukan orang sukses

2-1.  Bertanggung jawab

Orang-orang sukses bertanggung jawab ketika mereka gagal. Tanggung jawab itu tidak mereka limpahkan kepada orang lain. Suatu kesalahan akan mereka renungkan, bahkan ketika orang-orang mereka gagal, kegagalan itu adalah kesalahan mereka.

Daripada menyerahkan tanggung jawab kepada bawahan, mereka akan membenahi keterampilan manajemennya sendiri. Mereka yang berada di posisi masih di bawah juga tidak melemparkan tanggung jawab pada atasan, mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi atasannya.

Mereka yang bisa memikirkan hal-hal seperti itu, adalah orang-orang luar biasa yang akan melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk masyarakat.

2-2.  Menghargai orang yang membantunya

Orang-orang sukses menghargai orang-orang yang mendukungnya. Baik itu anggota keluarga, teman, guru, maupun rekan satu tim.

Hal ini membuktikan bahwa tidak perlu untuk memamerkan apa yang kita lakukan, kita hanya perlu bekerja dengan kekuatan kita sendiri. Karena semakin kita berusaha untuk memuaskan keinginan agar mendapatkan pengakuan, kekuatan kita akan berkurang.

Jangan lupa juga untuk berterima kasih, karena seseorang yang dapat mengatakan “Terima kasih” adalah penerus nyata dan meninggalkan nama dalam sejarah.

2-3. Bersemangat

Orang yang sukses memiliki gairah dan semangat serta berbicara tentang visi besar. Namun, banyak orang melupakan hal yang benar-benar diinginkannya dan memilih untuk melakukan saja pekerjaan yang diinginkannya.

“Saya ingin bekerja di bawah orang ini”, orang yang merasa seperti itu adalah orang yang termotivasi dari ejekan lawan bisnis mereka. Hal ini menjelaskan dari struktur pemikiran manusia bahwa pemikiran seperti ini sangatlah penting.

 


Sponsor Link

3. Apa itu 11 pantangan agar bisa meraih sukses?

Berikut ini adalah kebiasaan yang pantang untuk dilakukan oleh orang-orang sukses. Apa saja itu? Mari kita lanjutkan membaca.

3-1. Membuat alasan

Orang yang sukses tidak akan pernah membuat alasan. Daripada membuat alasan, mereka akan mencoba memperbaiki dan menganalisis masalah yang ada. Mereka akan menganalisis masalah menjadi penyebab kegagalan..

Kebanyakan orang cenderung terlalu percaya pada kekuatan mereka, jadi ketika mereka gagal, mereka pasti akan ingin menyalahkan orang lain di sekitar mereka. Bahkan berusaha membuat suatu alasan, mengapa usaha mereka tidak berhasil.

Agar berhasil, Anda perlu mengubah PDCA agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

3-2. Memiliki tujuan yang ambigu

Orang yang sukses tidak ragu-ragu, ia akan tegas memutuskan antara  “Ya” dan “Tidak”. Saya pernah bertemu seorang WNA asal Jepang. Menurutnya, dalam bisnis orang Jepang cenderung membuat kejelasan fakta sebagai kebiasaan budaya mereka dan merasa harus menegaskan antara Ya atau Tidak.

Karena memberikan instruksi ambigu kepada bawahan akan menyebabkan kesalahan besar nantinya, apalagi jika bawahan tidak dapat melakukan tugas dengan benar.

3-3. Membanggakan kekuatan sendiri

Orang-orang sukses tidak membanggakan kekuatan mereka sendiri. Ketika kekuatan kita tidak diakui oleh orang lain, kita mungkin saja akan menjadi arogan dengan kekuatan yang kita miliki.

Baru-baru ini ada banyak sistem yang memenuhi keinginan kita untuk mendapatkan pengakuan. Contoh umum adalah SNS seperti Twitter dan Facebook. Dengan segala cara, kita berusaha agar banyak yang menyukai postingan kita, tapi ini hanya akan membuat kita terbelunggu didalamnya.

Jika kita adalah orang yang benar-benar sukses, kita tidak perlu repot-repot memposting ke SNS, karena orang lain yang akan memposting tentang kita sebagai gantinya.

3-4. Berpikiran negative

Orang-orang sukses tidak berpikiran negatif. Mereka memiliki keyakinan bahwa semuanya benar-benar akan berjalan dengan baik. Sangat penting bagi kita untuk tidak berpikiran buruk kepada sesuatu yang sedang kita lakukan. Sangatlah penting untuk mengatakan bahwa semuanya akan berjalan dengan baik.

Contohnya adalah pada saat melakukan penjualan. Dalam persaingan untuk menjual produk yang sama, orang dengan pemikiran negative akan mengatakan “Barang ini tidak dapat dijual” dan orang yang positif mengatakan “Produk ini luar biasa”.  Percaya atau tidak, pemikiran kita akan mempengaruhi keputusan pembeli terhadap barang dagangan kita.

Jika mereka membeli, saya pikir banyak orang akan membeli barang dari orang yang positif.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk sesuatu yang kita tahu jelas akan gagal. Oleh karena itu, rencana yang matang juga diperlukan.

3-5. Terperangkap di masa lalu

Orang-orang sukses dalam wirausaha tidak terjebak di masa lalu. Sebagai contoh, mereka tidak akan membanggakan kesuksesan secara berlebihan dan melarikan diri dari pengalaman akan kegagalan.

Masa lalu adalah masa lalu. Dan, kita wajib membentuk diri kita dengan pengalaman di masa lalu.

Jika kita terjebak di masa lalu, apakah akan berpengaruh buruk terhadap di masa depan? Ya, benar.

Yang dapat kita lakukan adalah menerima kenyataan di masa lalu, dan mengubah masa depan. Cara berpikir yang berorientasi pada masa depan akan sangat penting bagi masyarakat di masa mendatang.

 


3-6. Menghindari kegagalan

Orang yang sukses selalu mengalami kegagalan. Ukurannya bervariasi untuk setiap orang, tidak ada yang tidak  pernah mengalami kegagalan. Saya tidak bisa berhasil jika takut gagal.

Pernahkah Anda berlatih untuk mengendarai sepeda? Dan pasti pernah jatuh, bukan? tidak akan ada orang yang bisa naik sepeda dari awal tanpa pernah terjatuh. Kemudian, orang tua juga tidak boleh mengatakan bahwa anak mereka tidak boleh mengendarai sepeda karena mereka masih dapat berlari daripada berusaha belajar mengendarai sepeda dengan resiko akan jatuh.

Apa yang dapat Anda lihat dari contoh ini adalah bahwa kegagalan adalah sumber kesuksesan. Tentu saja, tidak masuk akal untuk terus gagal. Penting untuk berpikir tentang bagaimana untuk berhasil.

3-7. Tertekan karena gagal

Orang-orang sukses tidak pernah merasa tertekan karena mereka gagal. Karena itu lebih baik bagi kita untuk menerapkan langkah-langkah baru agar berhasil jika kita punya waktu untuk merasa tertekan.

Di sini kita banyak menggunakan sepeda sebagai contoh. Pada saat berlatih, banyak orang berusaha mematahkan semangat kita sehingga membuat kita tertekan. Namun kita tidak  menyerah untuk berusaha mengendarainya. Dengan kata lain, keinginan kita untuk menguasainya di masa depan membuat kita tidak menyerah untuk berusaha.

Hal ini dapat kita jadikan contoh dalam kegiatan wirausaha. Jika memiliki waktu untuk jatuh pada kegagalan, lebih baik kita gunakan waktu itu untuk memikirkan tentang sesuatu yang baru atau tantangan baru lagi.

Karena berpikir positif itu penting dalam segala hal.

3-8. Takut bertindak

Orang yang sukses dalam wirausaha tidak takut bertindak. Kita tidak perlu memikirkan apakah ide-ide kita akan berguna pada dunia bisnis atau tidak, kita hanya perlu berusaha. Karena sekecil apapun usaha kita tetap akan mendatangkan hasil di kemudian hari.

Selain itu Juga, memiliki psikologi yang menarik menentukan kebahagiaan. Di antara faktor-faktor yang menentukan kebahagiaan seseorang, 50% adalah DNA, 40% adalah perilaku, dan 10% adalah lingkungan.

Dengan kata lain, jika Anda menginginkan kebahagiaan, mengubah prilaku adalah pilihan yang tepat. DNA tidak dapat diubah dengan mudah, dan dibutuhkan banyak biaya dan waktu untuk mengubah lingkungan.

Aksi tidak hanya terkait langsung dengan hasil, namun ini  juga merupakan faktor terbesar untuk membuat Anda bahagia.

 


3-9. Berorientasi pada stabilitas

Orang yang berhasil dalam wirausaha tidak mencari stabilitas. Mereka akan bertindak untuk mengubah sesuatu. Karena bagi mereka perubahan terjadi seiring berjalannya waktu.

Banyak orang menginginkan stabilitas pada jenjang karir mereka, tetapi banyak orang yang berhasil memulai bisnis tidak pernah mengambil pekerjaan. Bahkan jika mereka mendapatkan pekerjaanpun, mereka biasanya cenderung tidak cocok dengan  stabilitas, kemudian meninggalkan perusahaan dan kemudian mulai membuat startup bisnis mereka sendiri.

Banyak perusahaan besar Jepang kini menjadi berorientasi pada stabilitas, namun Akibatnya, akan dikalahkan oleh gelombang baru seperti Cina, Korea Selatan dan bahkan India yang selalu mencoba tantangan baru. Peralatan rumah tangga adalah ciri khas mereka.

Memang penting untuk melindungi bagian terkuat dari usaha kita. Namun, tidak ada gunanya melindungi semuanya. Jika kita tidak terus menghasilkan sesuatu yang baru, popularitas kita akan ditelan oleh gelombang era baru yang akan datang berikutnya.

3-10. Tidak berani mengambil resiko

Orang yang sukses dalam bisnis berani mengambil resiko. Dalam beberapa kasus mungkin kita tidak perlu mengambil resiko. Namun, jika sama sekali tidak mengambil resiko, kita tidak akan pernah berhasil.

Kita tidak akan dapat maju jika kita hanya melakukan hal-hal yang hanya biasa kita lakukan saja. Ini tidak berarti kita bisa nekat mempertaruhkan apapun, kita hanya perlu mengambil resiko yang masuk akal, namun tidak jauh dari zona aman.

Selain itu juga, orang yang sukses juga memikirkan tentang apa yang mungkin atau tidak mungkin, mereka tidak memikirkan sesuatu tanpa memikirkan bagaimana cara mencapainya.

Dengan mengambil resiko dan bertindak untuk mencapai tujuan, kita  bisa lebih dekat dengan kesuksesan.

3-11. Mengabaikan studi

Orang yang berhasil dalan usaha adalah orang yang terus belajar.

Membaca adalah contoh yang bagus. Pengetahuan adalah apa yang menentukan arah perilaku dan memaksimalkan perilaku. Jika tidak ada kecerdasan, Anda dapat melangkah satu langkah ke arah yang salah atau satu langkah ke arah yang lebih kecil.

Sebenarnya pemilik Microsoft, Bill Gates juga senang membaca selama 1 jam setiap hari. Pengetahuan dapat diperoleh dari buku-buku dll. Mungkin banyak dari kita menganggap bahwa belajar tidak lagi diperlukan setelah seseorang terjun ke masyarakat. Namun, hal itu adalah hal yang keliru. Karena sebagian besar pengusaha yang aktif di dunia adalah pekerja keras dan orang-orang yang rajin belajar.

Yang penting adalah belajar dan tidak menunda-nunda untuk berusaha.

 

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

 

Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry

0 Comments

Leave a comment

CAPTCHA