Media Bisnis Online | by APPKEY

Pembuatan Desain Apa Saja Prinsip-Prinsip Desain? 9 Prinsip Desain Grafis 2021

Apa Saja Prinsip-Prinsip Desain? 9 Prinsip Desain Grafis 2021

-

Prinsip desain dalam seni rupa adalah hal yang harus Anda kuasai ketika belajar desain grafis karena, prinsip prinsip desain grafis adalah elemen yang berperan penting dalam menyusun berbagai desain: logo, baliho/spanduk/banner, karya seni, layout sosial media, gambar merchandise dan sebagainya.

Prinsip prinsip desain pun bisa Anda manfaatkan untuk membuat berbagai karya seni yang estetik dan disukai banyak orang. Kira-kira apa sajakah prinsip prinsip desain dalam seni rupa itu? Yuk langsung cari tahu jawabannya pada seri belajar desain grafis terbaru berikut ini!

Prinsip Desain Adalah Hal Penting dalam Desain Grafis

prinsip-design-1

Ketika berbicara soal desain grafis, maka kita tidak akan bisa lepas dari yang namanya teori prinsip desain. Pada dasarnya, prinsip prinsip desain grafis adalah hal yang serupa dengan prinsip desain dalam seni rupa.

Apa itu desain grafis? Pengertian desain grafis adalah karya seni visual yang dibuat menggunakan unsur-unsur grafis tertentu. Adapun unsur yang sering dibicarakan saat belajar desain grafis misalnya: teks, gambar, bentuk, warna dan garis. Simak artikel lainnya dari situs kami yang membahas tentang prinsip desain pada artikel ini 

Pemakaian unsur-unsur desain tadi akan menjadikan karya desain grafis Anda lebih estetik, mudah dimengerti sekaligus menarik bagi penonton. Anda bisa menyimak bahasan khusus seputar unsur grafis pada artikel belajar desain grafis ini

9 Prinsip Desain dalam Seni Rupa

Ketika belajar desain grafis, Anda mungkin menemukan sejumlah referensi yang menyebut berbagai jenis prinsip prinsip desain. Dirangkum dari sejumlah sumber terupdate 2021, ada 9 jenis prinsip desain meliputi: hirarki, kontras, keseimbangan, warna, ruang kosong, pengulangan, penyelarasan, kedekatan, penekanan.

Penjelasan masing-masing prinsip desain grafis adalah sebagai berikut:

1. Hirarki

Prinsip desain dalam seni rupa pertama adalah hirarki. Hirarki sendiri memiliki arti berupa “kedudukan” atau “urutan”.

Prinsip hirarki sangat penting dalam dunia desain grafis, terutama jika karya yang Anda memuat lebih dari 1 informasi atau berisi banyak elemen visual. Konsep hirarki akan memudahkan Anda dalam menentukan elemen atau info mana yang harus ditonjolkan/diutamakan dalam desain.

Hirarki juga memudahkan penonton dalam mencerna pesan yang terkandung di karya desain Anda. Semisal dengan meletakkan judul teks paling penting di bagian atas desain, lalu ditambahkan deskripsi pendukung di bawah.

Pengaplikasian hirarki dalam desain bisa dilakukan dengan beragam cara. Semisal dengan:

  • Menggunakan mode bold (tebal), italic (garis miring), atau underline (garis bawah).
  • Menggunakan frame tambahan untuk membingkai informasi penting.
  • Meletakkan informasi penting di bagian tengah atas.
  • Memperbesar tulisan-tulisan yang paling penting untuk menarik perhatian.
  • Menggunakan warna-warni mencolok pada info penting.
  • Menerapkan efek bayangan guna mempertegas info penting, dan lain-lain.

Tips:

Tentukan terlebih dahulu urutan informasi yang akan dimuat dalam desain, mulai dari yang paling penting sampai yang sifatnya hanya elemen pendukung. Kemudian, cek kembali dan cari tahu apakah informasi terpenting sudah cukup jelas dan eye-catching. Mintalah pendapat orang lain jika masih ragu-ragu.

Artikel terkait  20 Aplikasi Desain Gambar Terbaik Untuk Pengguna Android

2. Kontras

Prinsip desain meliputi kontras. Kontras terjadi ketika ada dua elemen desain yang saling bertentangan, tapi diletakkan dalam satu tempat dalam desain.

Contoh kontras misalnya perpaduan warna hitam dan putih, gaya desain tradisional dan modern, pemakaian garis tebal dan tipis, dan seterusnya. Prinsip kontras tidak bermakna negatif. Justru pengaplikasian kontras bisa mempercantik desain grafis yang Anda buat.

Kontras membantu agar elemen-elemen atau info terpenting bisa tampil menonjol. Kebanyakan desainer memakai prinsip kontras untuk menegaskan atau memberi penekanan pada desainnya. Tapi ada juga lho yang memainkan kontras untuk memperlihatkan unsur “berani” dalam desain.

Tips:

Penerapan kontras yang tinggi bisa menarik perhatian penonton dalam hitungan detik. Perhatian mereka bisa langsung tertuju pada bagian terpenting dalam desain Anda.

Namun ingat, gunakan prinsip kontras sepenuhnya saja, ya. Mengaplikasikan kontras ke seluruh desain justru tidak akan menonjolkan elemen tertentu. Sebaliknya, audiens bisa tidak nyaman saat memandang desain Anda.

3. Keseimbangan

Berikutnya adalah prinsip keseimbangan. Sesuai namanya, yang dimaksud dengan keseimbangan adalah keselarasan dari setiap elemen yang ada dalam desain Anda.

Goal utama dari prinsip keseimbangan adalah menjadikan desain Anda tampak utuh, menyatu jadi satu-kesatuan. Pastinya Anda sendiri juga lebih senang melihat karya seni yang seluruh komponennya tampak lengkap dan utuh menyatu, bukan?

Keseimbangan prinsip desain meliputi dua tipe yang berbeda, yakni keseimbangan simetris dan asimetris.

Keseimbangan Simetris (Formal)

Keseimbangan simetris adalah prinsip seimbang yang setara. Maksudnya, semua bobot visual dalam desain Anda memiliki besar yang sama dan rata. Keseimbangan simetris biasanya identik dengan tampilan desain yang rapi, memiliki bentuk dan ragam yang sejenis, atau terpusat (misalnya rata dari kiri ke kanan).

Keseimbangan Asimetris (Informal)

Lawan dari keseimbangan simetris adalah keseimbangan asimetris. Prinsip keseimbangan asimetris cukup unik karena menciptakan harmoni dari unsur-unsur yang “tidak rapi” atau “tidak simetris”.

Saat memainkan keseimbangan asimetris, desainer berusaha membuat karyanya tampak selaras dengan memainkan ukuran elemen, warna, bentuk dan juga teksur dalam desain. Bisa saja sisi kanan desain tampak lebih padat, sedangkan sisi kiri lebih lengang.

Contoh lain dari keseimbangan asimetris misalnya penggunaan kontras untuk mempertegas beberapa unsur desain. Atau penyeimbangan elemen-elemen gelap dengan warna-warna terang.

4. Warna

prinsip-design-2

Warna merupakan prinsip penting lainnya dalam desain. Tanpa warna, desain grafis Anda pasti tampak kurang menarik dan hidup di mata penonton.

Anda juga tidak bisa sembarangan memilih warna untuk diterapkan pada karya desain grafis. Soalnya setiap warna memiliki pesan dan emosi yang tersirat. Menurut penelitian psikologi, setiap warna mengandung arti yang berbeda. Misal:

  • Merah: mencerminkan keberanian, emosi, dorongan untuk bertindak.
  • Biru: melambangkan ketenangan, kepercayaan, dan kestabilan emosi.
  • Hijau: menunjukkan sikap kepedulian terhadap alam, keteduhan.
  • Kuning: memancarkan keceriaan, kebahagiaan, semangat.
  • Hitam dan ungu: memperlihatkan ketegasan, elegan, sikap profesional.

Tips:

Pahamilah teori tentang warna agar Anda mudah dalam memilih warna desain terbaik. Pilih warna-warna yang dirasa mendukung atau memperkuat pesan yang ingin Anda komunikasikan ke penonton desain. Semisal elemen desain yang berupa ajakan untuk bertindak diberi warna merah.

Selain itu, pilih juga warna-warna yang mudah diselaraskan, memiliki kontras dan bisa menciptakan harmoni pada desain. Anda bisa memilih warna-warna desain terbaik menggunakan aplikasi palet warna atau color picker gratis kekinian. Misalnya Adobe color picker atau Photoshop.

Artikel terkait  Apa itu UI Designer? Lalu Apa Perbedannya dengan UX Designer

5. Ruang Kosong)

Prinsip desain meliputi ruang kosong atau space. Ada juga yang menamai prinsip ini dengan “white space” atau “negative space”.

Arti ruang kosong dalam prinsip desain grafis adalah sisi-sisi kosong (blank) berwarna putih yang Anda biarkan begitu saja dalam desain. Kebanyakan desainer grafis pemula mengira desain yang baik harus tidak menyisakan ruang kosong dalam karyanya. Namun ternyata tidak juga.

Kehadiran white space dalam desain grafis sama pentingnya dengan space yang Anda penuhi dengan warna, bentuk pola, teks dan lain-lain. Lalu apa gunanya ruang kosong ini?

Peranan ruang kosong dalam prinsip desain meliputi:

  • Membantu mempertegas komponen penting.
  • Memudahkan membuat bentuk tertentu.
  • Menuntun penonton dalam menerima dan mencerna pesan dalam desain.
  • Mempermudah penonton dalam membedakan satu elemen dengan yang lain.
  • Membuat tampilan desain lebih simpel, menenangkan dan menambah nilai estetikanya.

6. Pengulangan

Ingin mempertegas pesan atau karakteristik brand Anda dalam desain? Aplikasikan prinsip pengulangan (repetisi)!

Pengulangan unsur-unsur dalam desain grafis – misalnya pengulangan warna, bentuk, kata-kata (teks) ataupun bentuk font – bisa memperkuat “karakter” Anda dalam karya. Setiap desainer pasti memiliki ciri khas atau image masing-masing.  Biasanya mereka menunjukkan identitas diri lewat prinsip pengulangan ini.

Prinsip pengulangan adalah taktik terbaik untuk memperkuat ide maupun informasi yang mau Anda sampaikan lewat desain. Selain itu, pengulangan bisa menyatukan seluruh komponen yang ada dalam desain dengan mudah (menciptakan prinsip keseimbangan).

Contohnya begini: desain grafis yang menggunakan terlalu banyak warna atau komponen bentuk akan dinilai berantakan, tidak fokus dan tak nyaman untuk dilihat. Kita bisa menghindari desain tersebut dengan cara mengaplikasikan teknik pengulangan. Pilih 2-3 warna dasar atau bentuk, lalu aplikasikan secara berulang dalam desain.

Tips:

Prinsip pengulangan juga sering digunakan bersamaan dengan strategi konsistensi. Sejumlah desainer sengaja menggunakan warna, bentuk, dan font yang sama secara konsisten pada setiap desainnya. Tujuannya tak lain untuk membangun image atau karakteristik khas mereka di benak penonton.

7. Penyelarasan

Penyelarasan juga prinsip penting yang wajib diperhatikan dalam desain grafis. Prinsip ini membantu ketika Anda ingin membuat bentuk-bentuk yang tajam sekaligus menatanya agar tampak rapi, utuh dan selaras.

Prinsip penyelerasan menciptakan harmoni desain. Dengan mengedepankan prinsip ini, seluruh elemen visual dalam desain Anda bisa tampak saling terhubung satu sama lain. Jadinya penonton akan menilai desain Anda sebagai satu kesatuan yang cantik.

Tips:

Penyelarasan juga sering diaplikasikan untuk unsur visual teks. Dalam desain grafis, Anda bisa mengatur penyelerasan teks dalam 4 posisi:

  • Tengah (center): seluruh teks berada dalam posisi tengah.
  • Kanan (right): ketikan dimulai dari arah kanan.
  • Kiri (left): ketikan dimulai dari arah kiri.
  • Rata kiri-kanan: teks dimulai dari kiri ke kanan namun memiliki panjang yang sama per barisnya.

8. Kedekatan

Perhatikan beberapa contoh desain grafis yang ada di sekitar Anda. Mungkin Anda akan melihat sejumlah desain yang sengaja mengelompokkan elemen-elemen tertentu. Trik seperti ini juga termasuk dalam teori desain dasar bernama “prinsip kedekatan”.

Prinsip kedekatan membantu desainer menciptakan desain yang terorganisir dan lebih enak dilihat mata. Cara melakukannya pun cukup mudah. Anda hanya perlu mengelompokkan dan menata elemen-elemen yang mirip ke satu tempat tertentu dalam desain.

Contoh desain grafis yang paling jelas menekankan prinsip kedekatan misalnya menu, daftar produk, pamflet yang berupa list atau schedule (jadwal), dan desain undangan.

9. Penekanan

Prinsip penting terakhir dalam desain grafis adalah penekanan. Di sini tugas Anda adalah menentukan elemen mana yang lebih ditekankan untuk ditonjolkan dalam desain untuk menarik perhatian penonton.

Prinsip penekanan bekerja selaras dengan prinsip hirarki. Biasanya, elemen yang berada di posisi teratas desain adalah elemen yang paling ditekankan atau ditonjolkan.

Misalnya pada desain poster film. Bagian judul film selalu menjadi elemen yang ditekankan – baru kemudian Anda melihat nama pemain atau nama sutradaranya. Penekanan pada judul film sengaja dilakukan karena masyarakat selalu memilih film tontonan berdasarkan judulnya.

Ada 3 cara umum yang digunakan desainer untuk melakukan penekanan dalam sebuah desain yakni:

  • Berdasarkan hirarki.
  • Memainkan teknik kontras.
  • Menggunakan aturan skala dan proporsi tertentu. Semisal menonjolkan informasi terpenting dengan proporsi yang paling besar dibanding elemen lain di desain.

Tips:

Agar berhasil dengan maksimal, selalu pikirkan matang-matang unsur mana yang seharusnya ditonjolkan dalam desain. Salah memilih elemen yang ditonjolkan bisa berakibat fatal karena pesan yang tersampaikan otomatis akan berbeda.

Demikianlah pembahasan kali ini seputar aneka prinsip desain dalam seni rupa! Mempelajari prinsip desain grafis adalah hal yang penting sebelum mulai berkarya. Nah setelah mengenal prinsip-prinsip di atas, kini Anda bisa lebih mudah menciptakan berbagai desain yang menarik dan informatif. Selamat mencoba!

Temukan juga lebih banyak artikel belajar desain grafis untuk mendukung bisnis online di MARKEY. Follow websitenya di https://markey.id/, atau download aplikasinya di Google Play (android) dan Apple Store (iOS). Sayonara!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya