7 Elemen Desain Grafis Paling Penting | Bentuk & Sifatnya

Sponsor Link

 

Mahir dalam berbagai bidang termasuk 7 elemen desain grafis kini memberi peluang besar untuk masa depan terutama pada aspek profesi. Seperti sekarang ini profesi sebagai desainer grafis sangat potensial bahkan dibutuhkan oleh berbagai instanasi dan perusahaan berskala besar.

Dari sinilah bisa kita lihat beberapa elemen desain grafis yang memberi berbagai macam informasi penting. Dari tahun ke tahun aspek dari sebuah desain grafis terus berkembang dengan lebih cepat dari yang kita duga. Maka dari itu teknologi pendukung desain grafis selalu dicermati dan dibutuhkan oleh banyak industri sehingga bisa kita cermati apa saja berbagai macam elemen dasar baik pada aspek bentuk dan sifatnya.

Jika kita lihat unsur elemen desain grafis saat ini sudah semakin meluas. Tetapi pada dasarnya ada 7 elemen dasar untuk sebuah desain grafis yang dibedakan dalam bentuk dan sifatnya. Rata-rata untuk sebuah konsep pengembangan bidang desain grafis akan menekan pada beberapa unsur terbaik. Jadi dalam tahapan membuat sebuah desain bisa lebih cepat dan mendapat komposisi sempurna.

7 Elemen Desain Grafis Baik Bentuk dan Sifatnya

 

Jasa Pembuatan Aplikasi

Sebagian besar orang menganggap dari sisi potensi menggunakan berbagai macam perangkat desain grafis sudah bisa mendukung untuk menghadirkan desain paling sempurna. Namun, pada kenyataannya prosedur dari pengembangan desain grafis bahkan untuk menjadi seorang desainer grafis membutuhkan prosedur. Bahkan ada beberapa standar tertentu yang membuat aspek bentuk dan sifatnya beragam.

Kini Anda harus bisa mencermati apa saja elemen-elemen dasar dari desain grafis, yang mana menjadi hal wajib diketahui oleh seorang calon desainer grafis. Berikut ini akan kita ulas mengenai bentuk dan sifat dari berbagai macam elemen desain grafis seperti berikut ini.

Titik

Pertama ada elemen dasar dalam wujud titik. Dari bentuk titik ini menjadi salah satu unsur rupa yang sebenarnya masih tidak tampak apakah ada garis ujung ataupun dari segi pangkal garisnya. Jadi ciri umum pada unsur desain grafis berupa titik ini mudah dipahami yakni tak memiliki lebar dan panjang.

Untuk itulah ada beberapa ciri umum dari sebuah titik yakni berukuran kecil, kemudian memiliki bentuk sangat sederhana, kemudian dari bentuk umumnya berupa lingkaran sederhana tanpa ada sudut sama sekali atau bisa dikatakan sudut tanpa arah.

Selain memiliki bentuk, dari wujud dasar desain berupa titik ini memiliki fungsi yakni sebagai fokus dari tampilan visual, kemudian bisa menarik perhatian dari segi pengamatan baik itu pada aspek informasi yang ingin diwujudkan dalam berbagai karya. Tidak sedikit desainer grafis memulai prosedur membentuk sebuah desain dari awalan titik, sehingga menjadi dasar pertama dari eleen grafis.

Bahkan dari susunan titik dalam jumlah tertentu kemudian transparansinya disesuaikan ternyata bisa memberi tampilan yang menarik. Memang masih ada sedikit perdebatan antara titik dengan pixel. Meskipun bidang dan teknologinya berbeda, tetap saja dari segi sifatnya juga tak sama.

Maka dari itu penggunaan akses titik dalam jumlah besar dan banyak inilah yang membuat porsi dari pembuatan desain dasar sebuah gambar bisa terlihat.

Garis

Berikutnya ada aspek garis dimana seorang desainer grafis harus memahami apa saja konsep sebenarnya dari bentuk garis ini. Menjadi salah satu 7 elemen desain grafis, ternyata garis menjadi perluasan dari wujud titik. Bisa diartikan bahwa garis menjadi sebuah alur yang dibuat menggunakan gerakan berawal dari titik.

Jadi sebuah garis akan membuat pandangan seseorang menjadi mengikutinya sampai ke objek lainnya. Jadi dalam beberapa gambaran desain, garis menjadi salah satu bentuk sederhana yang mana bisa memberi gambaran mengenai satu arah hingga dapat membagi sebuah ruang.

Ada dua jenis dari garis yang perlu Anda pahami yakni garis kontur dan garis kaligrafis. Pada aspek garis kontur ini menjadi satu garis yang memberi tampilan bagian tepi sebuah bentuk, kemudian bisa memisahkan setiap volume ataupun bentuk di sekitarnya.

Sebenarnya pada jenis garis kontur ini sanggup memberi berbagai macam tema terutama dalam memandu pandangan mata seseorang untuk menjadi sebuah bentuk akhir. Adapun beberapa variasi garis baik itu pada aspek tebal tipis hingga menghadirkan detail lebih sempurna.

Sedangkan pada aspek garis kaligrafis juga memberi sebuah bentuk garis, akan tetapi sudah memiliki karakter pribadi yang menggambar. Bisa dikatakan garis kaligrafis ini menjadi sebuah wujud ekspresi yang mana mudah diamati dan juga memiliki unsur warna hingga ketebalan serta gelap terangnya.

Desain grafis juga mengenal beberapa bentuk garis mulai dari garis lengkung, lurus, dan juga kombinasi. Ketiga bentuk tersebut pastinya memberi karakter masing-masing, sehingga Anda saat ini bisa memahami bagaimana unsur penting dari sebuah garis dalam desain grafis.

Bidang

Salah satu dari 7 elemen desain grafis lainnya berwujud bidang yang mana menjadi salah satu bentuk berwujud pipih tanpa adanya unsur ketebalan. Bisa dikatakan dari segi bidang ini memiliki dimensi panjang, luas, dan lebar. Bahkan dari segi posisi arah, hingga adanya pembatasan garis menjadi sifat dari bidang.

Pada umumnya, bidang dalam desain grafis memang memiliki dua dimensi, sehingga dari bentuk, panjang, lebar, dan posisinya bisa dirubah sesuai keinginan. Bidang memang masih sering dimaksudkan pada aspek tekstur. Akan tetapi pada prosedur pembuatan desain sebuah bidang memiliki beberapa spesifikasi yang mana bisa diwujudkan secara nyata ataupun menggunakan akses halaman elektronik.

Memahami seputar bidang dalam membuat desain memang butuh beberapa pengetahuan dasarnya. Desain terbaik bisa dituangkan dalam beberapa media atau bidang. Jadi semisal Anda membuat desain grafis di dalam program ataupun aplikasi, maka dari segi jenis bidangnya sudah termasuk canggih dan modern.

Jadi sebuah bidang juga bisa menjadi penentu akan kualitas desain yang dibuat, ditambah lagi ada berbagai macam standar terbaik dan paling maksimal yang sekarang ini perlu dihadirkan dengan memilih jenis bidang paling tepat.

Tekstur

Sponsor Link

Berikutnya ada satu elemen dasar dari desain grafis yakni tekstur. Dari segi tingkatannya lebih rumit dibandingkan titik dan garis. Bahkan terlihat seperti permukaan dengan berbagai corak di sebuah benda. Penilaian tekstur ini bisa dilihat dari segi pembuatannya, bahkan banyak kalangan menilai dari sisi tekstur ini memang menjadi sebuah permukaan benda dalam wujud kayu, kulit, karpet, dan lain-lain.

Jadi dalam wujudnya, tekstur ini masih identik dengan sebuah corak dari benda ataupun bisa dinilai dengan berbagai akses penggunaan ataupun tujuan pembuatan corak dari sebuah permukaan benda baik itu datar ataupun bergelombang.

Kualitas dari permukaan baik itu kertas, halaman elektronik, hingga papan dan lainnya harus mencerminkan dua hal yakni jenis tekstur taktik, dan visual. Pada aspek tekstur taktik tersebut bisa memperlihatkan komposisi dimana Anda dapat merasakan sendiri permukaannya menggunakan jari kita, sedangkan dari jenis tekstur visual juga memperlihatkan akses tekstur secara ilusi sehingga Anda harus mendapatkan imperasi sederhana.

Secara detail sebuah tekstur bisa menjadi salah satu komponen paling utama dalam memaksimalkan membuat sebuah bentuk menyesuaikan tekstur bidang agar lebih optimal.

Bentuk

Selain dari tekstur, ada unsur penting dalam desain grafis yakni bentuk. Menjadi 7 elemen desain grafis yang paling pokok dalam memperlihatkan berbagai macam tema dan juga makna berupa bentuk. Ada unsur diameter tinggi beserta lebar yang bisa dihadirkan oleh perpaduan antara garis, dan juga konsep titik dalam jumlah besar. Sehingga tercipta dari unsur dua dimensi ataupun tiga dimensi.

Bentuk memang masih identik dengan objek, akan tetapi lebih memiliki makna tertentu yang memang secara umum menghadirkan wujud dua dimensi. Akan tetapi dari unsur bentuk tersebut masih dibagi menjadi tiga bagian yakni bentuk geometris, natural, hingga bentuk abstrak.

Dari ketiga bentuk tersebut, kita bisa memilih bagaimana aspek pembuatannya hingga memang menjadi satu unsur kesatuan pada sebuah bentuk. Pada sisi bentuk geometris masih identik dengan bentuk kotak, persegi, segitiga, lingkaran dan lainnya. Sedangkan dari natural memberi tema hewan, tumbuhan, hingga manusia.

Sedangkan dari bentuk abstrak inilah yang terlihat lebih sederhana bahkan memperlihatkan sebuah simbol di sebuah fasilitas umum ataupun lainnya.

Selain pada aspek bentuknya, ada kategori sifat yang mana masih dibagi lagi menjadi tiga bagian diantaranya huruf, simbol, dan bentuk nyata. Secara harfiah sifat huruf ini mampu memperlihatkan bentuk visual baik itu dari bahasa verbal ataupun bentuk visual. Anda bisa melihat unsur sifat dari bentuk dalam wujud huruf seperti A, C, D, dan lainnya.

Sedangkan dari sifat bentuk berupa simbol juga berbeda namun masih mewakili beberapa bentuk benda lebih sederhana. Nantinya dari wujud bentuk simbol ini masih harus melalui beberapa proses untuk bisa memahami apa saja tujuan dan makna dari setiap bentuk simbol.

Seperti beberapa contoh kasus dimana proses pembuatan simbol memang harus berisi beberapa makna, sehingga seseorang yang melihatnya akan mencermati dan sedikit berpikir untuk mengetahui apa saja makna yang tersimpan di dalam sebuah simbol.

Sedangkan dari bentuk nyata atau disebut sebagai form ini, memang memperlihatkan berbagai macam akses dalam memperlihatkan kondisi fisik hingga wujud nyata pada sebuah objek. Secara keseluruhan, prosedur dari pembuatan desain bentuk nyata tersebut memang sering mendatangkan akses pembuatan secara lebih detail, sehingga siapa saja bisa langsung mendapatkan wujud desain paling tepat.

Ruang

Sejumlah desainer grafis juga memahami bagaimana sebuah ruang sangat diperlukan sebagai penentu antara jarak sebuah bentuk dengan bentuk lainnya. Salah satu dari 7 elemen desain grafis berupa ruang memang bisa dijadikan aspek penting dalam membuat beberapa objek.

Secara otomatis sebuah ruang di dalam desain grafis bisa terjadi akibat pertambahan bentuk atau wujud di dalam ruang kerja. Secara teknisnya, ruang ini memang berfungsi menjadi akses untuk menambah fokus mata ke sebuah objek.

Dalam satu ruang terdapat dua unsur yakni objek ataupun figure, kemudian latar belakang atau background. Sudah pasti latar belakang dan objek saling berhubungan dan sampai sekarang ini ada berbagai macam standar terbaru untuk membuat latar belakang lebih menonjol hingga memperlihatkan objek lebih maksimal.

Namun, Anda harus bisa membedakan dimana ruang desain grafis masih memiliki beberapa bagian di setiap layer. Pada layer pertama disebut sebagai area kerja. Kemudian pada layar kedua disebut ruang positif, dan juga pada layer ketiga disebut sebagai ruang negatif.

Secara teoritis dalam komposisi desain grafis memang harus mencermati banyak aspek, sehingga ruang dalam desain terdiri dari positif dan negatif, sehingga akan tercipta keseimbangan. Ada alasan kenapa harus tersedia aspek keseimbangan lebih sempurna. Sebuah desain paling sempurna memang harus memperlihatkan keseimbangan sehingga akan tersirat apa saja yang disajikan ataupun disampaikan dalam beberapa bahan pengerjaan sebuah desain.

Warna

Menjadi satu modal paling utama dalam memaksimalkan sebuah desain grafis. Sebagai satu dari 7 elemen desain grafis memang memperlihatkan berbagai macam standar warna lebih beragam. Bisa dikatakan dari unsur warna inilah yang membuat sebuah desain memiliki makna dan tema.

Warna menjadi salah satu unsur terpenting di sebuah objek desain. Karena itulah warna akan memberi unsur identitas, dan juga ada beberapa manfaat seperti lebih mudah dan tepat sasaran dalam menyampaikan pesan.

Karakter warna bisa dibedakan berdasarkan pada objek desain. Jika kita perhatikan pada prakteknya memang ada pembangunan unsur warna yakni warna karena sinar atau sering disebut sebagai Additive Color atau RGB, kemudian dari unsur tinta atau sering disebut sebagai Subtractive Color atau CMYK.

Penerapan warna RGB dan CMYK sendiri sering dijumpai di lembar kerja desain grafis pada sebuah program. Jadi bagi para desainer memang harus mencermati bagaimana standar terbaik yang sampai sekarang benar-benar bisa mendatangkan berbagai macam tema.

Sifat warna baik itu hitam, merah, putih, dan lainnya dapat memberi berbagai macam tema. Sedangkan dari ukuran pemberian warna juga bisa disesuaikan dengan berbagai takaran. Rata-rata desainer sudah sedikit paham dalam memadukan unsur-unsur warna.

Pada tahapan pencampuran warna seperti merah terdiri dari beberapa unsur warna orange dan lainnya. Jadi penguasaan akan memilih beberapa unsur warna, dan juga penerapannya sendiri harus bisa Anda cermati. Jangan sampai perbedaan RGB dan CMYK ini akan membuat Anda semakin bingung dalam memilih warna.

Komposisi paling penting di dalam 7 elemen desain grafis memang kerap kali menjadi salah satu komponen terpenting dalam pengembangan desain. Dari tahun ke tahun dasar-dasar elemen sebuah desain grafis memang jadi pedoma untuk menghasilkan karya terbaik. Pada prakteknya, masih ada beberapa pedoman yang kurang dipahami dan diaplikasikan. Sehingga hasil desain bisa dibilang kurang maksimal.

Bagi seorang desainer memang wajib mencermati apa saja yang dibutuhkan dalam memaksimalkan semua desain terbaik dalam berbagai media. Selalu mengingat bahwa konsep terbaik dan paling penting dalam memaksimalkan semua opsi akan terus mendatangkan hasil terbaik. Sehingga Anda pun sekarang ini bisa terus menggunakan sarana paling tepat untuk menciptakan karya paling baik.

Pada standar pembuatan desain memang butuh beberapa pemahaman seputar bagaimana aspek-aspek paling tepat yang saat ini bisa jadi modal terbaik dan paling tepat. Sehingga dalam beberapa kesempatan proyek desain grafis akan selalu mengandalkan banyak kesempatan dan juga peluang besar dalam penggunaan akses dari pengembangan dasar-dasar desain.

Ulasan di atas mengenai 7 elemen desain grafis memang cukup rumit karena dari satu elemen masih dibagi kembali menjadi beberapa bagian utama. Sehingga Anda harus bisa mencermati satu persatu porsi dari penggunaan elemen dasar tersebut. Sampai akhirnya proses dalam membuat desain bisa lebih maksimal dan sesuai dengan standar pedoma membuat desain.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan Website? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website, kami juga memiliki kemampuan dalam mengelola website dan meningkatkan strategi SEO serta konten pemasaran sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan setiap permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol