Perencanaan : Pengertian, Jenis, Manfaat & Tujuan Perencanaan

Sponsor Link

 

Untuk bisa mencapai sebuah tujuan yang dianggap rumit maupun sulit, seseorang pasti akan membuat sebuah perencanaan. Yang mana, hal tersebut pasti terdiri dari beberapa susunan rencana-rencana yang akan diterapkan untuk bisa mencapai tujuan maupun keinginan di masa depan.

Namun, apakah Anda pernah menyadari, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan pengertian planning / perencanaan tersebut?

Walaupun sudah banyak orang yang mengerti maksud dan tujuan dari dibuatnya sebuah rencana, namun kebanyakan orang belum mengetahui mengenai definisinya. Untuk itu, di sini akan dihadirkan informasi untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan planning.

Pengertian Perencanaan

Pengertian perencanaan adalah sebuah wujud kegiatan yang biasa dilakukan untuk mengkoordinasi demi mencapai tujuan tertentu dalam kurun waktu yang telah ditargetkan. Dalam hal ini akan terdapat proses pengujian hingga beberapa proses tahapan lainnya, yakni proses mengkaji ketidakpastian, pengukuran kapasitas, menentukan arah pencapaian, menentukan langkah pencapaian dan ketika mendapat proses pencapaian sesuai harapan.

Dengan demikian, planning dianggap sebagai salah satu hal terpenting dari salah satu fungsi manajemen. Sebab, setiap tindakan dalam sistem manajemen tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Hal tersebut juga berlaku ketika membuat sebuah rencana, karena aktivitas tersebut akan digunakan untuk membuat strategi, mengembangkan tujuan awal dan lain sebagainya.

Supaya lebih memahami tentang fokus pengertian dari perencanaan, berikut ini juga akan diberikan informasi mengenai pendapat para ahli yang berpengalaman.

 

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi

Pengertian Rencana / Planning Menurut Para Ahli

Pendapat Erly Suandy

Pendapat Erly Suandy dituliskan bahwa rencana / planning merupakan sebuah proses penentu tujuan di masa depan untuk sebuah organisasi. Kemudian, rencana-rencana tersebut akan disajikan dalam strategi, taktik hingga dalam hal-hal lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.

Pendapat Beckers

Becker memiliki pendapat yang cukup singkat, padat dan jelas mengenai pengertian dari perencanaan, yakni diungkapkan sebagai cara yang dianggap rasional untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih baik lagi.

Pendapat Adler

Pendapat berikutnya datang dari Alder yang mendefinisikan bahwa sebuah planning / rencana merupakan suatu proses yang sengaja dibuat untuk menentukan apa yang nantinya hendak dicapai di masa depan dengan cara menetapkan tahapan-tahapan agar berhasil untuk mewujudkan setiap pencapaian tersebut.

Pendapat Douglas

Douglas memiliki pendapat yang berbeda, karena Beliau mendefinisikannya sebagai sebuah proses lanjutan dari tahapan pengkajian. Kemudian, proses tersebut akan dilakukan dengan membuat sasaran tujuan hingga melakukan evaluasi guna untuk mencapai target harapan di masa yang akan datang.

Pendapat Steiner

Setiap para ahli mengungkapkan pendapat yang berbeda. Kali ini Steiner mendefinisikan bahwa planning / rencana merupakan proses dimulainya sasaran-sasaran, sebuah batasan strategi, kebijakan dan beberapa tahapan penting lainnya untuk mencapai tujuan utama.

Nah, sampai di sini pasti Anda sudah lebih paham kan? Selanjutnya, Anda pun pasti tidak akan lagi merasa kebingungan jika ada yang menanyakan mengenai pengertian dari planning / perencanaan.

Pada dasarnya, sebuah rencana memang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu, karena itulah yang menjadi fungsi utamanya. Akan tetapi, dalam urusan organisasi maupun manajemen tujuannya jauh lebih penting dari itu.

Apa Saja Fungsi Dari Perencanaan?

Sebuah planning atau rencana organisasi maupun manajemen perusahaan harus dibuat berdasarkan proses pengambilan keputusan terbaik sesuai dengan tujuan awal. Supaya fungsinya dapat berjalan secara pasti dan dapat mencapai hasil sesuai dengan harapan, maka Anda harus membuat susunan pertanyaan dan harus pula mengerti jawabannya.

  • Apa saja tujuan yang hendak dicapai organisasi / perusahaan?
  • Mengapa hal tersebut menjadi tujuan organisasi/ perusahaan?
  • Dimana saja lokasi yang dianggap tepat untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut?
  • Kapan pekerjaan harus terselesaikan agar setiap tersebut dapat tercapai?
  • Siapa saja pihak-pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaanya?
  • Bagaimana metode atau cara pelaksanaan pekerjaannya dalam mengupayakan tujuan organisasi?

Dari beberapa susunan pertanyaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan difungsikan untuk mencapai sebuah efisiensi dan efektivitas dalam sebuah kegiatan organisasi. Dengan demikian, pihak-pihak yang melakukannya dapat melakukan upaya identifikasi berbagai hambatan yang mungkin akan terjadi dalam mencapai tujuan.

Kemudian, dapat pula dilakukan sebuah koreksi apabila terjadi penyimpangan, sehingga dapat diatasi dengan segera dan dapat dikendalikan dengan baik.

Dalam informasi ini berkali-kali diungkapkan bahwa sebuah rencana dibuat untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, yang lebih khususnya lagi, ternyata rencana tersebut juga memiliki tujuannya sendiri. Apa saja?

Tujuan Perencanaan

Setiap organisasi / perusahaan pastinya memiliki tujuan yang tidak sama, sehingga rencana yang dibuat sudah pasti akan berbeda. Akan tetapi, inti dari tujuan rencana tersebut adalah sebagai berikut ini :

  • Guna untuk mengantisipasi dan untuk beradaptasi apabila terjadi berbagai perubahan.
  • Sebagai arahan untuk para administrator dan non-administrator supaya dapat menjalin kerja sama serta dapat bekerja sesuai rencana.
  • Untuk menghindari hingga meminimalisir potensi terjadinya hal-hal yang tidak memungkinkan, agar dapat bisa diselesaikan dengan baik dan sesegera mungkin.
  • Untuk menetapkan nilai standar tertentu yang harus diterapkan ketika bekerja (dalam proses pelaksanaan), sehingga bisa lebih terkontrol dan berjalan dengan baik.

Jenis-Jenis Perencanaan

Secara harfiah, jenis-jenis perencanaan dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya adalah, berdasarkan ruang lingkup, tingkatan hingga jangka waktunya. Adapun selengkapnya adalah berikut ini.

Jenis Perencanaan Berdasarkan Ruang Lingkupnya

  • Strategic Planning / Rencana Strategis, yakni sebuah susunan rencana yang di dalamnya terdapat uraian pelaksanaan jangka panjang, sehingga waktu pelaksanaanya sangat sulit diubah karena memang sengaja dibuat strategis mungkin.
  • Tactical Planning / Rencana Taktis, yakni sebuah rencana yang di dalamnya berisi tentang uraian kebijakan yang bersifat jangka pendek dan aktivitasnya mudah untuk dilakukan karena tujuan yang hendak dicapai masih sama.
  • Integrated Planning / Rencana Terintegrasi, yakni sebuah rencana yang berisikan tentang penjelasan menyeluruh dan bersifat terpadu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan apa saja tujuan yang hendak dicapai.

Jenis Perencanaan Berdasarkan Tingkatan

  • Master Plan / Rencana Induk, yaitu sebuah rencana yang berfokus pada kebijakan organisasi atau perusahaan. Yang mana, didalamnya terdapat tujuan jangka panjang hingga ruang lingkup yang sangat luas.
  • Operational Planning / Rencana Operasional, yaitu suatu rencana yang berfokus pada pedoman maupun petunjuk dari pelaksanaan program-program yang ada di dalam organisasi maupun perusahaan terkait.
  • Day To Day Planning (Rencana Harian), yaitu suatu rencana yang didalamnya terdapat sebuah aktivitas-aktivitas yang selalu dilakukan secara rutin hingga bertahap.

Jenis Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu

  • Long term planning / Rencana Jangka Panjang, yakni suatu rencana yang telah dibuat dari awal dan harus berlaku dalam jangka waktu yang panjang, yakni sekitar 10 hingga 25 tahun.
  • Medium Range Planning / Rencana Jangka Menengah, yakni suatu rencana yang dari awal dibuat untuk digunakan dan dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar 5 hingga 7 tahun.
  • Short Range Planning / Rencana Jangka Pendek, yaitu suatu rencana yang telah dibuat dan ditetapkan, namun hanya untuk digunakan dalam waktu singkat (kurang lebih selama 1 tahun).

Secara pribadi, kita memang mengenal dan membuat perencanaan untuk masa depan yang jauh lebih baik serta lebih terarah daripada sekarang. Namun, untuk sebuah manajemen perusahaan maupun organisasi, sebuah rencana ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang kita perkirakan.

Semua ini disebabkan karena, sebuah rencana yang telah ditetapkan memiliki manfaatnya sendiri. Untuk itu, Anda juga perlu juga untuk mengetahui manfaat dari dibuatnya suatu rencana atau planning.

Sponsor Link

Manfaat Perencanaan

  1. Berguna untuk melaksanakan setiap tugas dan kegiatan dengan baik serta jauh lebih terarah, karena segala sesuatunya menjadi terkoordinasi dengan sangat baik.
  2. Sebuah rencana yang dibuat berdasarkan hasil penelitian, tentu saja akan memberikan hasil yang akurat, sehingga resiko kesalahan dapat diminimalisir dengan sangat baik.
  3. Setiap proses dan tahapan pelaksanaanya akan lebih mudah diawasi, sehingga kemungkinan besar hasilnya pun akan sesuai dengan harapan.
  4. Dapat digunakan sebagai bentuk pedoman untuk melakukan berbagai aktivitas atau tindakan pelaksanaan, sehingga setiap pihak dapat memiliki pandangan yang sama untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan.

Tahapan Dasar Perencanaan

Proses dan tahapan perencanaan tak bisa hanya diungkapkan melalui omongan atau kata-kata saja, karena setiap tahapannya harus tersusun dengan baik, agar setiap pelaksanaanya dapat dikerjakan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dari awal hingga akhir.

Oleh karena itu, seluruh aktivitas atau tindakan pelaksanaanya harus melalui empat tahapan dasar yang ada di bawah ini.

Menetapkan Tujuan

Langkah awal yang harus diambil, yakni dengan menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Untuk bisa menetapkannya, memang harus berdasarkan keputusan bersama (apabila menyangkut urusan organisasi maupun perusahaan). Dari hasil keputusan tersebut akan tercipta rumusan tujuan yang lebih efektif dan lebih akurat.

Merumuskan Keadaan Saat Ini

Sebelum melaksanakan sebuah pelaksanaan dari setiap rencana yang dibuat, terlebih dahulu Anda harus merumuskan keadaan saat ini. Tujuannya adalah agar kondisi perusahaan / organisasi saat ini dapat dikenali dan dianalisa dengan baik. Ada banyak data informasi yang perlu dikumpulkan untuk melakukan tahapan ini, mulai dari data keuangan hingga data statistik lain yang juga dianggap penting.

Melakukan Identifikasi

Tahapan yang ketiga, lakukanlah proses identifikasi, sehingga Anda bisa mengetahui apa saja yang membuat proses pelaksanaan menjadi mudah dan apa saja yang nantinya dapat menghambat proses pelaksanaan tersebut.

Selain itu, proses identifikasi juga diperlukan untuk mengukur kemampuan organisasi / perusahaan, sehingga setiap pihak yang terlibat di dalamnya menjadi lebih mampu mengatasi berbagai kemungkinan yang nantinya yang terjadi, walaupun untuk resiko yang dianggap paling sulit sekalipun.

Mengembangkan Rencana

Tahapan yang terakhir adalah, mengembangkan rencana untuk mencapai tujuan. Tahapan ini harus dilakukan dengan melakukan beberapa penilaian alternatif-alternatif. Yang mana, kehadirannya dapat dijadikan sebagai pilihan cadangan apabila terdapat beberapa pihak yang memang kurang puas terhadap pilihan yang pertama.

Selain memiliki beberapa tahapan yang harus dikaidahkan, sebuah perencanaan juga harus dilengkapi dengan persyaratan yang jelas, karena pelaksanan rencana yang hendak dilakukan akan mencakup komponen yang lebih besar untuk keuntungan banyak pihak dalam sebuah organisasi maupun dalam sebuah perusahaan.

Syarat Perencanaan

  • Harus dilengkapi dan memiliki tujuan yang jelas.
  • Memiliki sifat yang sederhana atau simple.
  • Memiliki sifat yang fleksibel.
  • Harus mencakup analisis terhadap setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan.
  • Mempunyai keseimbangan, yang terdiri dari perpaduan tanggung jawab dan tujuan dalam setiap bagian perusahaan.
  • Mempunyai kesan bahwa sesuatu yang telah disediakan dapat digunakan secara efektif dan sebaik mungkin.

Apakah sistem planning / rencana yang diterapkan untuk organisasi maupun perusahaan dapat pula diterapkan untuk urusan pribadi? Tentu saja bisa, apalagi hal tersebut berhubungan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, semisal ingin membuat planning dengan tujuan untuk bisa menggapai cita-cita, hendak membangun rumah impian dan lain sebagainya.

Namun bedanya untuk membuat rencana yang berhubungan dengan masa depan perusahaan, lembaga maupun organisasi tertentu memang tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena setiap susunan hingga rumusan rencana tersebut harus dibuat berdasarkan pemikiran yang matang sekaligus dari hasil persetujuan setiap pihak yang bersangkutan.

Itu pula yang menjadi alasan mengapa sebuah perusahaan kecil hingga perusahaan besar tidak boleh sampai sembarangan dalam memilih pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam sistem manajemen.

Lain halnya jika sebuah rencana hanya akan diterapkan untuk keperluan pribadi, karena permasalahannya yang akan dihadapi tidak akan lebih kompleks daripada permasalahan yang harus dihadapi oleh seorang penanggung jawab perusahaan.

Jika setiap tahapannya dibuat dengan perencanaan profesional, kuncinya Anda harus konsisten dalam melaksanakan. Sebab, ketika melakukannya dengan tujuan pribadi dan seorang diri, maka sudah jelas tidak ada pihak lain yang akan mengawasi maupun mengontrol setiap aktivitas yang akan Anda dilakukan.

Apabila Anda berhasil berkonsisten dan mampu menjalankan setiap rencana dengan baik, maka tidak sulit bagi Anda untuk mencapai tujuan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan selama ini.

Lantas, seperti apa contoh tahapan dari pembuatan rencana / planning untuk tujuan pribadi? Untuk mengetahui jawaban tersebut, Anda bisa melihatnya di bawah ini.

Sponsor Link

Tahapan Pembuatan Rencana / Planning Untuk Tujuan Pribadi

  • Menentukan tujuan
  • Melakukan analisa dan evaluasi
  • Mengumpulkan modal
  • Memahami kondisi diri sendiri
  • Membuat rencana
  • Melaksanakan setiap rencana secara konsisten

Apabila Anda masih merasa kebingungan dalam menentukan setiap rencana yang hendak dilaksanakan, maka Anda bisa langsung berdiskusi dengan keluarga atau dengan meminta saran dari orang terdekat. Kalau pun berupa saran, Anda pun masih harus memilih dan menyeleksinya lagi, guna untuk memastikan, apakah saran-saran tersebut sesuai dengan tujuan yang hendak Anda capai.

Dari sajian informasi ini ternyata kita semua dapat belajar banyak pengetahuan baru, karena yang semula sebuah perencanaan hanya dianggap sebagai hal yang sangat sederhana, ternyata itulah yang menjadi utama tidak atau berhasilnya kiat untuk mencapai tujuan dalam target waktu yang telah ditentukan sendiri.

Namun, jangan hanya sering membuat rencana ini dan itu, tapi jika tidak segera dilaksanakan maka akan percuma saja. Sebab, untuk menuju keberhasilan dan mencapai tujuan, setiap rencana harus memiliki cadangan, yakni rencana A, rencana B dan seterusnya. Dengan begitu, ketika Anda gagal menggunakan langkah atau cara pertama, masih ada beberapa opsi lain dengan pencapaian tujuan yang sama.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol