Pekerjaan Sampingan Rumahan yang Menjanjikan

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Bekerja secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan uang demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun tak jarang ditemukan, banyak yang melakukan dua pekerjaan sekaligus dalam kesehariannya. Biasanya selain pekerjaan utama ada satu atau beberapa pekerjaan lainnya. Part time job atau pekerjaan sampingan begitu biasanya hal ini disebut. Pekerjaan sampingan yang dilakukan biasanya dipicu oleh beberapa hal, seperti masalah ekonomi maupun hanya sekedar mengisi waktu luang.

Pekerjaan sampingan tidak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa saja. Sama halnya seperti bekerja, pekerjaan sampingan bisa dilakukan mulai dari usia anak-anak sampai dengan orang tua. Berikut ini adalah beberapa contoh pekerjaan sampingan yang dilakukan mulai dari usia remaja sampai dengan dewasa.

Jenis Pekerjaan Sampingan Usia Anak-Anak (7 – 12 tahun)

Pada zaman milenial ini banyak ditemukan anak-anak yang sudah melakukan berbagai pekerjaan. Padahal, bisa dikatakan dari segi usia masih belum memenuhi kategori untuk layak bekerja. Misalnya saja pada anak usia 7 tahun, belajar merupakan hal utama yang harus dilakukan. Orang tua juga wajib mengantarkan dan memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya. Namun banyak dijumpai anak-anak pada usia tersebut sudah mulai menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Seperti menjadi bintang iklan, aktris atau beberapa pekerjaan seni lainnya. Hal itu adalah contoh pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan saat masih anak-anak. Meskipun begitu, mereka tetap harus melaksanakan kewajiban utamanya yaitu belajar dan bersekolah. Mengembangkan bakat anak sesuai bidang kemampuan yang dimilikinya adalah salah satu hal yang sangat bagus. Oleh karena itu, banyak diantara para orang tua menyebut apa yang dilakukan oleh anak mereka adalah sebuah pekerjaan sampingan.

Jenis Pekerjaan Sampingan Usia Remaja (13 – 18 tahun)

Untuk usia remaja biasanya masih banyak anak yang memfokuskan dirinya untuk belajar dan sekolah. Namun tidak semua anak remaja bisa menikmati kehidupan sekolah yang lancar dan tenang. Banyak di luar sana anak usia belasan yang sudah harus membantu orang tuanya bekerja atau sekedar mencari pekerjaan sampingan untuk menutupi biaya kehidupan sehari-hari. Pekerjaan yang dilakukan pun beraneka ragam seperti berdagang, menjadi pramuniaga di toko, bekerja serabutan di jalanan atau menjadi seorang pelayan di restoran/kafe.

Akan tetapi, tidak semua anak remaja dengan masalah ekonomi dalam keluarganya, yang melakukan pekerjaan sampingan. Beberapa di antara anak remaja yang lahir dari keluarga berkecukupan, juga memilih melakukan pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu luang. Hal ini didasari karena rasa kurangnya perhatian oleh orang tua yang sibuk bekerja. Bisa juga karena bosan di rumah atau sekedar ingin mengembangkan bakat dan mencari pengalaman.

Sponsor Link

Jenis Pekerjaan Sampingan Usia Dewasa (19 tahun ke atas)

Kebutuhan hidup yang cukup tinggi membuat banyak orang dewasa tidak merasa cukup hanya dengan memiliki satu macam pekerjaan. Terlebih lagi gaji yang didapatkan dari satu tempat bekerja tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Belum lagi tanggung jawab besar untuk menafkahi keluarga. Hal ini memicu banyak orang dewasa mengambil satu atau bahkan beberapa pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilannya.

Tidak hanya kepala keluarga bahkan ibu rumah tangga sekalipun terkadang membutuhkan pekerjaan sampingan. Hal yang paling mudah dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga biasanya adalah berdagang. Hal-hal yang dijual juga beraneka ragam, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, alat-alat rumah tangga sampai dengan tanaman. Selain dianggap praktis, mereka juga tidak perlu meninggalkan rumah sehingga tetap dapat mengurus anak dan keluarga.

PEKERJAAN SAMPINGAN BERDASARKAN LOKASINYA.

Layaknya sebuah pekerjaan utama, pekerjaan sampingan juga dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Alasannya beraneka ragam tergantung jenis kebutuhan, dan tentunya juga harus disesuaikan dengan waktu dan tempat. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu pekerjaan utama. Di bawah ini adalah beberapa contoh pekerjaan sampingan yang dikelompokkan berdasarkan tempat pekerjaannya.

Pekerjaan sampingan yang dilakukan di dalam ruangan (indoor)

Banyak pekerjaan sampingan yang tetap bisa dilakukan secara bersamaan atau berdampingan dengan pekerjaan utama. Hal ini biasanya dilakukan oleh para pegawai kantoran yang notabene jam kerjanya adalah full day. Selain itu ada juga yang bekerja full time sebagai ibu rumah tangga. Mengurus anak dan keluarga seharian di rumah juga merupakan pekerjaan utama. Walaupun bayarannya bukan berupa uang. Beberapa pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan oleh mereka, yang kesehariannya berada di dalam ruangan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama adalah sebagai berikut.

1. Jual-beli pulsa elektrik

Maraknya penggunaan smartphone membuat masyarakat sangat membutuhkan pulsa. Untuk bisnis pulsa sendiri cukup mudah, hanya bermodalkan smartphone dan kuota. Anda bahkan tidak perlu beranjak dari tempat duduk. Caranya cukup sederhana dan bisa menambah penghasilan juga tentunya.

2. Online shop

Berdagang melalui situs jejaring sosial adalah salah satu pekerjaan sampingan yang cukup menjanjikan. Pasalnya, terkadang Anda tidak perlu repot-repot bertemu dengan pembeli. Cukup melayaninya via smartphone saja. Bisnis online shop sendiri banyak sekali ragamnya mulai dari bisnis makanan sampai dengan bisnis fashion. Malahan saat ini ada beberapa pemilik online shop yang menawarkan sistem dropship. Yaitu, reseller hanya perlu membuka toko online dan menjual gambar saja.

Reseller tidak perlu mengemas barang atau mengirimkan barang. Semua dilakukan oleh distributornya. Sistem keuntungannya tentu saja dengan cara bagi hasil.

3. Content Writer/Blogger

Hal mendasar yang dibutuhkan untuk menjadi seorang content writer atau blogger hanya laptop, smartphone dan kuota internet. Yang membedakan content writer dengan blogger adalah, content writer biasanya menulis artikel di bawah naungan sebuah perusahaan. Kemudian digaji sesuai dengan banyaknya artikel yang telah disepakati. Nantinya, tulisan akan dibagikan atas nama perusahaan yang menaunginya. Sedangkan blogger menulis dengan platform blog dengan hasil tulisan dibagikan di situs milik pribadi.

Untuk harga sebuah artikel yang telah selesai, ditentukan atas keputusan bersama. Untuk yang bekerja di bawah naungan sebuah perusahaan, biasanya akan membicarakan kontrak melalui surat perjanjian atau yang biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MOU). Misalnya saja bagi para blogger, uang yang dihasilkan berasal dari beberapa hal, bisa melalui project bisa juga melalui AdSense.

Tawaran berbagai project biasanya hadir saat DA (domain authority) dan PA (page authority) sudah dalam rating yang tinggi. Sehingga harapan brand bekerja sama dengan para blogger tersebut agar artikel yang dibuat dapat lebih cepat terindeksi oleh Google. Biasanya semakin tinggi DA atau PA sebuah blog maka blogger berhak menaikkan rate card-nya. Kemudian sumber keuangan dari para blogger adalah AdSense.

AdSense adalah program periklanan yang bekerjasama dengan pihak Google. Bagi pemilik platform blog yang memasang AdSense, nantinya akan mendapatkan pemasukan dari setiap pengunjung yang mengunjungi situsnya. Terlebih lagi jika iklan yang dipasang di klik oleh pengunjung. Pembayaran biasanya dilakukan melalui Pay Pal dan hanya bisa diterima jika sudah memenuhi angka Rp 1.500.000,-.

4. Gamers

Di zaman milenial ini bahkan hanya dengan bermain pun bisa menghasilkan uang. Contohnya saja para gamers, mereka adalah anak muda bahkan orang dewasa yang banyak menghabiskan waktu dengan bermain game online. Game online adalah sebuah permainan yang mana kuota internet menjadi sumber kekuatan utamanya. Game online bisa dimainkan melalui smartphone ataupun komputer.

Beberapa contoh di antara game yang bisa menghasilkan uang yaitu; Mobile Legend, Dota 2, Market Glory, Poin Web, Golden Towns, Clash of Clans, Texas Holdem Poker Pro, Street Racing, Vainglory dan masih banyak lagi. Terdapat beragam cara untuk menghasilkan uang dari bermain game, diantaranya seperti menjual akun, menjual skin, menjual alat-alat perang dan lain sebagainya tergantung jenis game-nya. Semakin banyak atau semakin tinggi level karakter seseorang dalam permainan game, maka akan semakin mahal pula harganya.

5. Desain Grafis

Pekerjaan ini biasanya ditujukan buat mereka yang sudah memiliki skill di bidang ini. Seperti layaknya karyawan yang bekerja di perusahaan desain maupun bagi mereka yang memang sudah menekuni bidang ini. Tidak ada salahnya membuka tawaran bagi konsumen yang ingin membuat poster, booth, logo, kartu nama dan lain sebagainya. Modal yang dibutuhkan juga hanya skill, komputer dan koneksi internet. Namun tak hanya sebagai pekerjaan sampingan, banyak juga mereka yang memfokuskan bisnis ini sebagai pekerjaan utama.

6. Penerjemah

Bagi yang memiliki kemampuan berbahasa asing, tidak ada salahnya mencoba mencari pekerjaan sampingan sebagai penerjemah. Anda bisa memulai dengan menjadi penerjemah skripsi, novel atau buku-buku lainnya yang berbahasa asing. Jika skill sudah semakin tinggi, nantinya bisa dilanjutkan dengan menjadi penerjemah pada perusahaan tertentu.

7. Bisnis MLM

Multi Level Marketing (MLM) adalah bisnis dengan strategi pemasaran dimana penjual tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk yang dijual, tetapi juga melalui anggota yang direkrutnya. Di Indonesia sendiri saat ini sedang marak bisnis MLM. Beberapa diantaranya perusahaan yang memakai strategi bisnis ini adalah Oriflame, Sophie Paris, K-Link, Herbalife, Tupperware, Nu Skin dan masih banyak lagi.

Pengguna bisnis ini sendiri tidak hanya dari kalangan remaja/pelajar, tetapi juga orang tua bahkan ibu rumah tangga.

Sponsor Link

Pekerjaan sampingan yang dilakukan di luar ruangan (outdoor)

Pekerjaan ini biasanya dilakukan selepas dari pekerjaan utama selesai. Artinya, baru akan dilaksanakan setelah menyelesaikan pekerjaan utama. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan waktu dan tempat pelaksanaan. Adapun jenis-jenis pekerjaan sampingan yang dilakukan diluar ruangan yaitu.

1. Penjaga Warung Internet (Warnet)

Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh remaja yang masih bersekolah ataupun mahasiswa/i. Karena pekerjaan ini memakai sistem shift, maka biasanya mereka akan bekerja pada shift malam-pagi. Tentunya ada dampak negatif tersendiri dari pekerjaan ini.

2. Pramuniaga

Sama halnya dengan penjaga warnet, menjadi seorang pramuniaga juga memakai sistem shift. Hanya saja biasanya pekerja yang dicari adalah mereka yang sudah memiliki ijazah SMA. Pekerjaan ini biasanya diambil alih oleh mahasiswa/i. Mengenai hari masuk biasanya akan disesuaikan dengan jadwal kuliah sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah dibuat.

3. Waiters (Pelayan Cafe)

Maraknya tempat-tempat nongkrong seperti coffee shop di kota-kota besar, cukup menguntungkan dan menjadi peluang sebagai tempat bekerja. Terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang sedang membutuhkan uang tambahan. Biasanya jam kerja malam adalah waktu yang dipilih mereka karena tidak akan mengganggu aktivitas belajar.

4. Guru Les Privat

Pekerjaan ini biasanya ditujukan bagi mereka yang sudah memiliki skill dalam mengajar dan mendidik. Di era saat ini banyak sekali agen yang berdiri untuk menyalurkan tenaga pengajar dari rumah ke rumah. Sistem yang ditawarkan juga cukup menguntungkan untuk kedua belah pihak. Para tenaga pengajar hanya akan datang ke rumah peserta didik pada hari Senin s/d Jumat selama 2 jam per harinya.

Namun tidak semua guru les privat berada di bawah naungan agen. Banyak juga yang mencari pekerjaan sendiri, namun dengan bayaran dan skala yang lebih kecil tentunya dibandingkan dengan yang diberikan oleh agen.

5. Jasa Titip Beli

Bagi kamu yang terlalu dan amat sering bepergian, bisa sebagai traveller atau karena tuntutan pekerjaan utama. Jasa titip (jastip) adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan. Biaya yang dikenakan untuk setiap barang biasanya adalah 10% dari harga pembelian atau tergantung dengan kesepakatan. Jasa titip beli saat ini sedang sangat maraknya di Indonesia. Terutama bagi mereka yang sangat suka belanja.

6. Berdagang

Banyak hal yang bisa diperdagangkan, hanya saja jika berdagang dijadikan sebagai pekerjaan sampingan pastinya ada saat dan waktu tertentu untuk melaksanakannya. Hal ini tentunya akan disesuaikan dengan waktu pada pekerjaan utama. Ada sebagian orang yang berdagang sarapan pada pagi hari (pukul 02.00 WIB-07.00 WIB) kemudian dilanjutkan dengan bekerja di kantor pada pukul berikutnya. Ada juga yang memutuskan berdagang pada malam hari sepulang dari kantor.

Hal yang dijual pun beraneka ragam jenisnya. Ada yang membuka usaha warung kopi, lontong malam, bandrek tergantung dengan minat di daerah masing-masing.

7. Make Up Artist (MUA)

Maraknya beauty vlogger di kalangan beauty enthusiast, membuat banyak kaum wanita maupun pria yang mengembangkan bakatnya di bidang beauty. Belajar make-up tidak hanya bisa dilakukan pada kursus tertentu, tetapi dapat juga dilakukan secara otodidak melalui Youtube. Kemudian agar lebih dinilai profesional, bisa langsung mengikuti beauty class atau les make-up untuk mendapatkan sertifikat MUA.

Harga make-up sendiri bervariasi tergantung dari jenis brand yang digunakan. Semakin mahal harga produk yang digunakan, maka semakin mahal pula harga make-up yang dibandrol. Bagi mereka yang menjadikan MUA sebagai pekerjaan sampingan biasanya hanya menerima tawaran atau job pada waktu tertentu saja. Misalnya saat weekend, ataupun hari-hari tertentu lainnya.

Sponsor Link

DAMPAK NEGATIF DARI MELAKUKAN PEKERJAAN SAMPINGAN

Selain dapat menambah penghasilan dan mengisi waktu luang ternyata melakukan pekerjaan sampingan juga dapat memberikan dampak negatif bagi beberapa kalangan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Bagi anak-anak dan remaja

Pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja membuat mereka kehilangan masa bermain dan waktu luang dengan keluarga. Selain itu, hal yang tak kalah penting lainnya adalah dapat mengganggu pendidikan di sekolah. Nilai-nilai dan semangat belajar menjadi turun akibat kelelahan dan tidak fokus. Terutama bagi mereka yang memang melakukan pekerjaan ini dengan tujuan utamanya adalah untuk mencari uang. Bukan untuk mengisi waktu luang ataupun mengembangkan minat dan bakat.

Bagi orang dewasa

Pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh mereka yang sudah mempunyai tanggung jawab menafkahi keluarga, terkadang memiliki resiko yang cukup berat dan rumit. Waktu kebersamaan yang berharga dengan keluarga bisa saja menjadi taruhannya. Tak jarang konflik rumah tangga muncul akibat kesibukan satu sama lain. Hal ini tidak hanya terjadi antara suami dan istri tetapi juga antara anak dan orang tua. Hubungan keluarga pun menjadi renggang dan tidak harmonis.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol