Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran SEO SEO Content Writing : Beda Pengaruh Artikel Panjang VS...

SEO Content Writing : Beda Pengaruh Artikel Panjang VS Pendek

-

Tahukah Anda? Dalam SEO content writing, artikel panjang dan pendek ternyata punya pengaruh yang berbeda bagi website. Lalu, artikel model apa yang terbaik digunakan?

Selain memilih topik artikel bisnis, hal penting lain yang harus Anda perhatikan ketika menulis konten website adalah panjang-pendeknya artikel. Masalah ini sering dihadapi tak hanya penulis pemula, tetapi juga yang berpengalaman.

Menentukan jumlah isi tulisan memang kerap membingungkan. Apalagi hampir setiap sumber tips menulis punya pendapat berbeda seputar masalah ini. Ada yang meyakini artikel panjang jauh lebih baik, atau sebaliknya.

Daripada bingung, lebih baik mari kita simak ulasan SEO content writing edisi pengaruh artikel panjang dan artikel pendek berikut ini!

Baca juga : Apa Itu SEO? Belajar Tuntas Ilmu Dasar SEO Paling Lengkap!

Menyibak Masalah Umum Content Writing

content-writing

Aktivitas menulis konten marketing website (dikenal juga dengan istilah ‘content writing’) faktanya tidak segampang apa yang terlihat. Sebagai penulis konten, Anda harus cermat membuat tulisan yang sesuai dengan harapan pembaca.

Penulisan konten yang dimaksud di sini berbeda dari copywriting. Menulis konten lebih berfokus menyajikan informasi yang sesuai dengan pertanyaan atau kebutuhan pembaca. Contoh penulisan konten misalnya artikel-artikel tips bisnis online, berita, dan sejenisnya.

Sedangkan copywriting adalah tulisan persuasif atau iklan agar konsumen mau melakukan sesuai keinginan kita. Misalnya mengajak konsumen membeli produk, mendaftar akun, berlangganan, klaim promo, dan lain-lain.

Setiap bentuk kepenulisan juga mempunyai masalah tersendiri. Salah satunya adalah masalah panjang tulisan menurut SEO content writing.

Ketika Anda pertama kali bekerja menulis konten, mungkin pertanyaan pertama yang terlintas di benak adalah, “Berapa sebaiknya panjang artikel yang saya buat?”. Tulis artikel dengan panjang yang baik.”

Jawaban seperti itu sering kali terlontar dan tak mengurangi kebingungan kita. Jika menulis contoh artikel panjang, pembahasan bisa jadi terlalu melebar dan mengurangi minat baca audiens. Namun jika artikel pendek tidak memuat penjelasan dengan detil atau utuh.

SEO Content Writing : Artikel Panjang VS Pendek

Apa Itu Contoh Artikel Panjang?

Mari mulai membedah jawaban pertanyaan kita dengan memahami “Apa itu contoh artikel panjang?”

Artikel-artikel yang panjang adalah tulisan dengan jumlah kata minimal 1000. Jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi misalnya 1.200, 1.500, atau bahkan 2000 sampai 3000 kata tergantung topik pembahasan dan kebutuhan deskripsi.

Tidak ada aturan baku berapa nominal kata yang dibutuhkan agar artikel dinyatakan ‘panjang’. Bisa saja perusahaan Anda menetapkan batas maksimal karakter 1.200 kata per artikel. Sedangkan artikel kompetitor menggunakan 1000 kata saja.

Namun, setiap contoh artikel panjang memiliki ciri-ciri yang sama:

  • Memuat penjelasan yang mendetail dan rinci.
  • Menjelaskan jawaban atau solusi secara mendalam.
  • Memberikan lebih banyak informasi pada pembaca.
  • Cocok digunakan untuk menjawab pertanyaan “How” (bagaimana) dan “Why” (mengapa).
  • Bisa dipakai sebagai format artikel belajar berseri.

Tulisan panjang juga umumnya menyasar audiens yang spesifik. Mereka mungkin sudah mengetahui hal-hal umum terkait topik, sehingga kini mencari jawaban yang lebih rinci, terfokus dan mendalam.

Apa Itu Contoh Artikel Pendek?

Banyak pengguna Google sering mencari contoh artikel pendek dan menarik. Apa itu contoh artikel pendek?

Jika diperhatikan, contoh artikel pendek dan menarik umumnya kurang dari 1000 kata. Ada banyak contoh artikel pendek dan menarik website yang hanya sepanjang 500 – 800 kata saja. Otomatis, tulisan-tulisan singkat jauh lebih mudah disimak pembaca.

Ciri-ciri contoh artikel pendek dan menarik:

  • Berupa ulasan singkat.
  • Bersifat langsung to the point.
  • Banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan umum sederhana “What” (apa), “Who” (siapa), “When” (kapan), dan “Where” (dimana).
  • Tidak memberi penjelasan mendalam dan rinci.
  • Dapat digunakan untuk tipe konten penjelasan arti, makna, definisi.

Artikel yang pendek dipandang memiliki kelebihan tersendiri oleh banyak pihak. Salah satunya adalah lebih praktis mendapat jawaban dalam waktu singkat.

Artikel terkait  Cara Mengecek SEO Ranking Website Paling Mudah

Keuntungan Content Writing Panjang VS Pendek

4 Manfaat Content Writing Panjang

Berikut adalah 4 manfaat utama dari artikel-artikel website yang panjang:

Lebih Mudah Membangun Kepercayaan Pembaca

Sejumlah studi SEO penulisan konten menemukan bahwa artikel-artikel yang panjang lebih mudah untuk membangun kepercayaan pembaca. Tidak hanya pada informasi yang dipaparkan saja, tetapi juga pada brand bisnis Anda.

Ini karena tulisan panjang menjawab pertanyaan pembaca lebih lengkap dan rinci. Artikel spesifik dan panjang juga bisa diacu oleh web lain sebagai referensi jawaban terpercaya. Alhasil, nilai kredibilitas situs Anda akan meningkat.

Diproses Lebih Baik oleh Mesin Pencari Google

Coba perhatikan artikel-artikel yang ditampilkan oleh Google pada halaman pertama. Banyak ulasan panjang yang lolos halaman 1.

Artikel yang panjang dan lengkap memiliki kesempatan lebih besar untuk lolos halaman pertama Google Search. Apalagi jika artikel Anda sudah mengikuti pedoman SEO. Dijamin, Google akan mengutamakan artikel Anda daripada milik kompetitor.

Beberapa keunggulan tulisan panjang menurut SEO content writing:

  • Memuat banyak keyword yang relevan dalam tulisan.
  • Memiliki informasi yang lebih mendetil sesuai pertanyaan user.
  • Bisa menjawab banyak pertanyaan user sekaligus.
  • Bisa memuat banyak backlink.
  • ‘Menahan’ konsumen lebih lama di halaman Anda, sehingga menurunkan bounce rate dan menaikkan penilaian Google.

Meningkatkan Rate Konversi

Studi lain menunjukkan tulisan panjang mampu meningkatkan rate atau persentase konversi sebanyak 30%. Rate konversi sendiri merupakan jumlah perubahan pengunjung web dari pembaca pasif menjadi pengguna aktif. Misalnya membeli produk, berlangganan newsletter, meninggalkan feedback (engagement) dan seterusnya.

Konten panjang dengan penjelasan mendetil akan memberi pemahaman lebih dalam pada pembaca Anda. Alhasil, mereka kini tahu atau bisa memutuskan tindakan terbaik selanjutnya.

Menghasilkan Lebih Banyak Share, Traffic dan Backlink

Manfaat terakhir dari penulisan informasi panjang adalah menghasilkan lebih banyak share, traffic dan backlink. Namun hasil ini hanya bisa didapat jika artikel Anda sungguh-sungguh memuat berbagai ulasan lengkap dan solutif, bukan hanya sekadar panjang.

Menurut hasil analisis SEMRUSH, konten panjang bisa memproduksi tambahan traffic sampai 21% lebih banyak, 75% backlink tambahan dan 24% jumlah share dari konten pendek. Artikel yang ditinjau tersebut mempunyai panjang sekitar 900 – 1200 kata.

Pembaca cenderung tertarik mengklik, membagikan ulang atau menjadikan konten Anda sebagai referensi sebab mereka merasa lebih tahu banyak usai membaca isi penjelasan artikel.

2 Manfaat Tulisan Pendek

Tak mau kalah, artikel pendek dan menarik juga punya keuntungannya tersendiri, yakni:

Lebih Mudah dan Cepat Dibuat

Mengingat jumlah katanya yang sedikit, sudah pasti artikel singkat lebih mudah dan cepat dibuat. Anda tidak perlu melakukan banyak riset mendalam atau mengeluarkan banyak tenaga dalam proses menulisnya. Jadi Anda dapat lebih memproduksi banyak artikel pendek dalam sehari dibanding artikel panjang.

Memberi Jawaban Ringkas

Walau singkat padat dan jelas, artikel yang pendek tetap bermanfaat menolong pembaca menemukan jawaban secepat mungkin. Tulisan pendek lebih disukai oleh kelompok masyarakat yang tak begitu suka membaca atau tak punya waktu membaca lama-lama. Selain itu, tulisan-tulisan ini lebih mudah dibagikan di sosial media kekinian.

Artikel terkait  Mobile Marketing Adalah : 7 Cara Optimalkan Bisnis lewat HP

3 Pedoman SEO Content Writing untuk Menentukan Panjang Artikel Web

Setelah mengetahui apa itu artikel yang panjang dan pendek, sekarang mari cari tahu kapan sebaiknya kita menulis ulasan panjang dan pendek untuk web.

Sederhananya, ada 3 pedoman SEO content writing yang bisa dijadikan acuan dalam hal ini, yaitu:

1. Target Pembaca dan Kesukaan Mereka

Faktanya, setiap website pasti mempunyai target pembaca berbeda-beda. Pengunjung situs Anda bisa saja berbeda dari subscribers newsletter web kompetitor.

Lalu setiap tipe pembaca memiliki preferensi bacaan kesukaan yang berbeda. Ada yang suka ulasan rinci mendetail; tak sedikit juga yang lebih memilih bacaan ringkas.

Oleh sebab itu, metode pertama menentukan panjang artikel ideal adalah dengan mencari tahu siapa target pembaca web dan kesukaan mereka. Simak kembali jumlah klik dari setiap artikel postingan. Dari sana bisa terlihat apakah tulisan panjang yang paling banyak disimak atau sebaliknya.

2. Tujuan Pembaca

Memahami tujuan masyarakat membaca blog Anda bisa membantu menentukan panjang-pendek artikel terbaik.

Apakah pembaca Anda ingin menemukan jawaban secara rinci? Jika iya, maka tulislah ulasan lengkap.

Atau, pembaca ingin mengetahui keunggulan produk? Kalau iya, buat ringkasan penting dengan singkat.

Sebisa mungkin sesuaikan pertanyaan konsumen di kolom pencarian dengan isi artikel. Semisal pembaca menelusuri ‘checklist bisnis online’. Maka artikel yang ditawarkan sebaiknya benar berupa checklist dengan info-info singkat.

Begitupun sebaliknya. Kalau tujuan pembaca adalah mengetahui ‘sejarah perkembangan crypto’, alhasil buat ulasan rinci menyeluruh dari awal sampai akhir.

3. Kompetisi Antar Konten

Nyatanya, lebih dari 90% situs bisnis kekinian memakai penulisan konten sebagai strategi memikat audiens. Jadi Anda harus lebih gesit dan inovatif saat membuat konten yang menarik.

Semisal pembaca di daerah Anda lebih menyukai ulasan ringkas dan singkat. Jadi sebaiknya perbanyak postingan artikel pendek daripada panjang. Boleh sesekali membuat artikel panjang, tapi hanya jika diperlukan saja.

Optimasi serupa juga dilakukan dari elemen-elemen penyusun konten, seperti keyword. Kalau mayoritas pengguna di daerah Anda cenderung memakai keyword short tail, otomatis perbanyak pemakaian keyword tersebut di tulisan. Dijamin deh, artikel Anda akan memiliki nilai saing lebih tinggi dari kompetitor.

Jangan lupa gunakan alat-alat bantu seperti keyword analyzer, topic generator atau pengecek kualitas tulisan saat membuat konten.

 

Pada akhirnya, menulis artikel yang panjang ataupun pendek memang ditentukan oleh kebutuhan kita, tujuan menulis, dan preferensi pembaca. Tak lupa, selalu pastikan Anda menulis untuk menghadirkan kualitas konten terbaik, bukan hanya sekadar mengejar kuantitas. Lakukanlah yang terbaik untuk memenuhi ekspektasi audiens demi mendapat keuntungan artikel yang maksimal.

Demikianlah ulasan SEO content writing seputar perbedaan artikel panjang dan artikel pendek. Sekarang Anda sudah tahu perbedaan dan manfaat masing-masing artikel, bukan? Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda dalam merancang konten marketing yang lebih baik, ya!

Yuk jadi selangkah lebih cermat dalam bisnis online bersama MARKEY! Follow websitenya di https://markey.id/ atau download MARKEY APP (Playstore dan AppStore) sekarang, dan langsung temukan ratusan artikel informatif seputar digital marketing. Sampai bertemu lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing


- Advertisement -

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Startup repair adalah salah satu jenis problem yang sering ditemukan pada PC, hal ini menyebabkan PC sering gagal booting. Saat...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Seperti apa contoh-contoh iklan penawaran yang menarik konsumen? Buat Anda yang sering bingung menyusun kata-kata iklan penawaran, jangan lewatkan...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

11 Aplikasi Desain Jersey Android Terbaik yang bisa Anda coba!

Anda sedang mencari inspirasi bisnis? Mengapa tidak mencoba merintis bisnis jersey tim sepak bola kenamaan saja? Bisnis fashion atau baju...

Facebook Ads Adalah : Panduan Utama Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Pemasaran Internasional Adalah ? | Fungsi, Tujuan & Contoh

Salah satu topik bahasan wajib dalam dunia bisnis dan ekonomi adalah pemasaran. Kita memang tidak akan pernah terlepas dari...

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi Android dan IOS

Hal yang membedakan standar biaya pembuatan aplikasi Appkey adalah perangkat yang dibutuhkan dan support aplikasi untuk keperluan development. Seperti...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya