Kisah Pengusaha Muda Sukses di Indonesia dari Nol

Masa muda adalah kesempatan untuk mencoba banyak hal, termasuk berbisnis. Jangan takut gagal karena memang jatuh bangun dalam usaha itu biasa. Meski tidak bisa dipungkiri kalau resiko kerugian yang ditanggung kadang sangat besar. Tapi para pengusaha muda sukses di Indonesia ini patut jadi contoh melihat bagaimana mereka bangun usaha dari nol hingga besar. Untuk mencapai sukses seperti sekarang pasti ada keringat, air mata, dan pengorbanan lainnya yang bisa kita pelajari bersama dan jadi motivasi.

Sebenarnya tantangan terbesar anak milenial bukan sekedar modal aja. Modal uang bisa dicari tapi ragu sama diri sendiri itu lah yang harus dikalahkan. Kalau sudah ragu, pasti deh usahanya jadi maju-mundur. Para pengusaha muda sukses di Indonesia ini mampu melewati itu semua. Seakan mau membuktikan pada dunia bahwa anggapan belum pantas dan tidak berpengalaman itu salah. Akhirnya mereka tak segan untuk kerja keras dua kali lipat dan menunjukkan prestasi yang luar biasa.

Deretan Pengusaha Muda Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

pengusahamudasukses

Di bawah ini adalah sejumlah nama pengusaha muda sukses di Indonesia yang telah melewati suka dukanya merintis bisnis dari bawah. Kalau mendengar cerita mereka, siapa pun akan terkagum-kagum dengan kegigihannya. Tak peduli dengan underestimate orang lain, kepepet cari modal, sampai yang terancam gulung tikar. Buat yang ingin jadi pengusaha di usia muda, orang-orang di bawah ini patut menjadi contoh. Dari pada penasaran, inilah orang-orang inspiratif bagi calon pengusaha muda.

Amanda Cole (Sayurbox)

sayurbox

Pengusaha muda sukses di Indonesia bernama Amanda Cole. Berangkat dari cita-citanya yang mulia untuk petani Indonesia, Amanda akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya. Ia mau petani Indonesia merasakan hasil kerjanya langsung tanpa melalui tengkulak. Karena ia pun merasakan hal yang sama saat mengelola kebunnya sendiri di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Sangat susah baginya untuk bisa menjual langsung ke konsumen. Selain itu juga, Amanda merasa prihatin dengan orang-orang Jakarta yang susah mendapatkan sayuran segar dalam kondisi baik.

Makannya Amanda membuat Sayurbox, yakni sebuah platform berjualan sayur yang mendistribusikan langsung dari petaninya. Amanda mulai menggandeng petani-petani lokal. Bersama dua temannya, Rama Notowidigdo dan Metha Trisnawati, Amanda pun menyusun strategi bisnis selanjutnya. Berbicara soal modal, Sayurbox hanya dimodali dari ketiga orang ini, namun lambat laun beberapa investor mulai menanamkan uangnya.

Sebelum menjadi platform sebesar sekarang, Sayurbox ditawarkan secara personal dari mulut ke mulut, WhatsApp, dan Instagram. Awalnya hanya keluarga dan teman-teman sekitar yang memanfaatkan ini, akhirnya kini Sayurbox mampu menjangkau wilayah yang lebih luas. Seiring dengan permintaan pasar, Amanda membuat website dan aplikasi mobile. Sekarang bisnisnya sudah berkembang pesat apalagi sejak mendapat pendanaan sebesar 2 juta USD. Bisnis Sayurbox sekarang punya 300 mitra perkebunan. Setiap harinya Sayurbox mampu melayani sekitar 1.000 pengiriman kepada puluhan ribu pelanggan di Indonesia.

Nadiem Makarim (Gojek)

gojek1

Siapa yang tak mengenal Gojek? Aplikasi ini kayaknya sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di balik suksesnya Gojek, ada sosok anak muda yang pernah mendapat cibiran dari ide bisnisnya ini. Tapi kegigihannya justru membuat Nadiem membuktikan bahwa bisnis Gojek menjadi solusi untuk masalah transportasi di Indonesia. Nadiem sendiri dulunya seorang pengguna setia ojek. Sepanjang pengalamannya menggunakan ojek langganan, ia jadi tahu perjuangan seorang tukang ojek. Harus bekerja 14 jam tapi jumlah penumpangnya tidak sebanding.

Berangkat dari rasa prihatin tersebut akhirnya Nadiem mengajak temannya, Michaelangelo Moran, untuk membuat sebuah usaha ojek panggilan. Gojek tidak langsung menjadi aplikasi. Dulu bisnis ini cenderung seperti call center, yakni menelpon satu per satu tukang ojek yang available. Butuh waktu 15 menit paling cepat untuk mendapatkan tukang ojek terdekat. Semakin hari kebutuhan masyarakat akan percepatan semakin meningkat. Makannya di tahun 2015 Gojek membuat aplikasi yang memudahkan penumpang untuk berhubungan langsung dengan calon pengantar atau tukang ojeknya.

Sekarang bisnis Gojek bukan hanya mengantarkan penumpang saja tetapi berkembang ke layanan-layanan lainnya, seperti antar-jemput barang, food delivery, hingga sistem pembayaran. Saat ini valuasi Gojek sudah miliaran dan bisnis ini akan terus berkembang seiring dengan banyaknya investor yang tertarik padanya.

Ahmad Zaky (Bukalapak)

Bukalapak03

Para pecinta belanja online pasti tahu dengan pengusaha muda sukses di Indonesia satu ini. Ahmad Zaky adalah founder dari Bukalapak, yakni salah satu situs jual-beli online yang besar. Kalau dengar perjuangan Ahmad Zaky, kalian pasti akan geleng-geleng kepala sampai akhirnya bisa membuat Bukalapak. Percaya atau tidak, ia pernah jualan mie ayam dan bangkrut hingga ditinggal oleh beberapa karyawannya. Memasuki tahun 2010 masyarakat Indonesia mulai senang berbelanja online. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Ahmad Zaky untuk membuka tempat belanja online.

Setelah gagal usaha mie ayam dan bangkrut, ia mengajak satu temannya untuk membeli domain dan hosting. Bermodalkan Rp 500 ribu saja mereka berdua mulai membangun situs, merekrut orang, dan menggandeng beberapa penjual, khususnya UKM. Sayang, perjalanan ini tidak selamanya lancar. Di tengah jalan beberapa orang menganggap Bukalapak tidak memiliki prospek. Makannya banyak orang yang pergi dari sana sehingga kerugian yang harus ditutupi cukup banyak. Namun angin segar datang dari seorang investor Jepang.

Dengan dana yang didapat, server Bukalapak diperbesar, jumlah karyawan ditambah, dan bisnis pun dikembangkan. Lambat laun brand Bukalapak semakin dikenal orang dan akhirnya traffic website bisa mencapai puluhan ribu pengunjung. Saat ini Bukalapak tidak hanya menjadi tempat jual-beli online. Lebih dari itu, mimpi Ahmad Zaky adalah ingin memberdayakan usaha kecil dan menengah yang ada di negeri ini.

William Tanuwijaya (Tokopedia)

tokopedia

Kekuatan percaya pada diri sendiri adalah kunci dari William Tanuwijaya, seorang founder dari e-commerce ternama di Indonesia, yaitu Tokopedia. Perjuangannya membangun marketplace ini tidak kalah seru untuk disimak. Tahun 2009 bukan lah tahun yang mudah bagi William. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari penolakan banyak pihak karena ide bisnisnya abstrak, tidak ada proyeksi keuntungan, hingga kondisi keluarga yang tiba-tiba memburuk. Dulunya William hanya lah seorang penjaga warnet selama kuliah, kemudian ia lulus dan bekerja di sebuah forum jual-beli.

Berdasarkan pengalamannya menangani komplain terkait penipuan transaksi, ia jadi berpikir mengapa internet mengundang penipuan seperti ini. Padahal seharusnya internet merupakan tempat yang aman untuk bertransaksi. Adanya keinginan mengubah mindset masyarakat, maka William berusaha untuk membangun usaha jual-beli online-nya sendiri. Ide tersebut diragukan banyak investor, bahkan beberapa orang menyarankannya untuk tidak bermimpi seperti itu. Namun kegigihan William akhirnya membuahkan hasil saat ada investor yang mempercayakan dirinya ke bisnis ini.

Sekarang Tokopedia menjadi start up yang sangat diperhitungkan di Indonesia. Pada tahun 2017, Tokopedia mendapat pendanaan dari Alibaba Group, yaitu sebuah perusahaan besar di Tiongkok. Tokopedia adalah cerita inspiratif dari salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia yang berhasil menjawab berbagai tantangan.

Reza Nurhilman (Maicih)

keripik

Anak muda yang satu ini agak unik karena di saat milenial bergelut dengan teknologi, Reza malah jualan keripik pedas. Ini bukan karena hobinya di bidang kuliner, tapi memang ia tidak mampu melanjutkan pendidikan. Dari situ ia berusaha mengumpulkan uang dengan menjual berbagai macam barang, salah satunya adalah produk elektronik. Suatu hari ia pergi ke rumah temannya dan mencoba keripik pedas buatan si nenek. Karena enak, makannya Reza kepikiran untuk menjualnya. Untung resep ini mendapat ijin agar diproduksi masal. Kalau boleh ditebak, nama “Maicih” sendiri ada hubungannya dengan si nenek tersebut.

Tapi yang penting diketahui adalah Reza memulai usaha ini lewat kerja sama dengan produsen keripik di Cimahi. Dengan modal Rp 15 juta, Reza baru bisa memproduksi keripik Maicih 50 bungkus per harinya. Jadi jangan heran kalau dulu beli Maicih rebutan. Memang promosinya juga didesain seperti barang langka sehingga siapa cepat dia dapat. Semakin lama permintaan keripik Maicih semakin banyak. Para pengguna Twitter yang tidak sabaran membuat Reza meningkatkan produksi dan variannya. Kini keripik Maicih tersedia dari level 1-10 dan variannya ada bakso goreng juga.

Untuk membantu pendistribusian keripik Maicih, sekarang ada tim penjualan yang disebut sebagai “prajurit”. Para prajurit menjual kripik Maicih di suatu tempat. Lokasinya di mana saja yang penting mudah diakses. Walaupun saat ini sudah banyak bisnis serupa, keripik Maicih masih memiliki market yang menikmati keunikan pedasnya.

Hendy Setiono (Kebab Turki Baba Rafi)

Buat yang suka jajan pasti tahu makanan Kebab Turki Baba Rafi. Ya, jajanan ini cukup populer karena gerobaknya hampir ada di seluruh sudut kota di Indonesia. Padahal awalnya Hendy hanya menjual kebab di gerobak kecil, bahkan sempat disangka berjualan martabak. Wajar saja karena saat itu gerobak Hendy berada di tengah-tengah deretan tukang martabak. Tapi perlahan masyarakat tahu kalau yang dijual Hendy berbeda dari yang lain. Kebab Turki Baba Rafi dibangun lewat perjuangan yang cukup panjnag. Waktu itu Hendy memutuskan berhenti kuliah di semester 4 karena ingin fokus ke bisnis kebabnya ini. Jangan ditanya soal keluarganya, sudah jelas orangtua Hendy menentang sangat keras. Namun dengan modal Rp4 juta hasil pinjam ke adik perempuannya, ia berjualan kebab dengan gerobak sederhananya.

Semakin hari semakin banyak pembeli dan jualan Hendy menjadi terkenal. Barulah di tahun 2005 Hendy sukses mendirikan PT Baba Rafi. Setelah itu ia menjalankan sistem bisnis waralaba hingga menembus pasar internasional. Makannya gerobak Kebab Turki Baba Rafi ada di mana-mana, termasuk di Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai ke Cina. Di era digital ini Kebab Turki Baba Rafi tak mau ketinggalan tren. Hendy membuka Babarafi-online.com sebagai tempat penjualan frozen food. Ini memudahkan siapa pun yang mau membeli makanan-makanan beku, misalnya daging ayam fillet, daging giling, dan sebagainya.

Masih ada banyak pengusaha muda sukses di Indonesia lainnya, baik di bidang fashion, kuliner, teknologi, dan sebagainya. Apalagi sekarang generasi milenial rasanya bangga jika memiliki usaha sendiri. Makannya tak heran kalau startup banyak bermunculan. Ada yang bertahan hingga sukses, tapi tidak sedikit juga yang berhenti di tengah jalan. Apapun pilihan bisnisnya dan bagaimana pun jatuh-bangunnya, selama ditekuni dan diyakini berhasil maka akan membuahkan sesuatu yang manis.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol