Last Updated on January 4, 2024 by APPKEY-HERI
Terkadang dalam menjalani bisnis, ada beberapa kesempatan yang membuat kita dihadapkan pada kesulitan. Contohnya seperti kekurangan dana maupun kurangnya pengetahuan teknologi. Hal tersebut lumrah terjadi dan memang sering dihadapi oleh para pebisnis pada umumnya. Jadi, joint venture adalah cara untuk mengatasinya.
Ini karena semua resiko tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan joint venture untuk dijadikan sebagai solusi terbaik. Apakah Anda masih merasa asing dengan istilah joint venture ini?
Joint venture adalah suatu usaha atau bisnis yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dalam periode waktu tertentu, yakni pada jangka waktu yang telah disepakati bersama. Bagi pemula, mungkin Anda belum paham mengenai joint venture ini.
Oleh karena itu, dalam perjumpaan artikel kali ini, kami akan menjabarkan informasi seputar tentang joint venture. Mulai dari pengertian lengkap, jenis, contoh serta manfaat penggunaannya, sehingga nantinya Anda mampu memahaminya dengan lebih baik.
Daftar Isi
Arti Joint Venture Adalah
Secara sederhana, definisi joint venture adalah sebuah usaha atau bisnis yang dijalankan dua entitas bisnis atau lebih dalam periode waktu tertentu. Periode ini sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil bersama. Kerja sama tersebut diciptakan untuk memberikan tujuan spesifik sesuai dengan ketentuan yang telah disetujui bersama.
Pada umumnya, sistem kerjasama tersebut akan berakhir setelah tujuan-tujuan sudah terpenuhi dengan baik. Ini dapat terus berlanjut jika pihak-pihak yang terlibat memutuskan untuk terus melanjutkan kerjasama tersebut.
Para pihak yang terlibat dalam sistem joint venture diatur dengan perjanjian kontrak yang telah dibuat bersama. Isi dari perjanjian tersebut adalah tentang penetapan hal-hal, seperti persoalan berbagi keuntungan-kerugian, serta kewajiban satu sama lain dan semacamnya.
Di negara Indonesia sendiri sistem joint venture telah diatur regulasinya oleh undang-undang, sehingga perjanjian kontrak tersebut harus dibuat secara resmi. Adapun undang-undang yang mengaturnya adalah sebagai berikut.
- Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 sebagai kegiatan Penanaman Modal Asing.
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 Pasal 23 yang berisi tentang Penanaman Modal Asing.
- PP Nomor 7 Tahun 1993 yang berisi tentang Pemilik Saham perusahaan penanaman Modal Asing.
- PP Nomor 20 Tahun yang berisi tentang Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang didirikan dalam rangka penanaman modal asing.
- SK Menteri negara Penggerak Dana Investasi/ Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 yang berisi tentang ketentuan pelaksanaan pemilikan saham dalam perusahaan yang didirikan dalam hal penanaman modal asing.
Menurut UU 25 tahun 2007, sistem joint venture diartikan sebagai bentuk kegiatan penanaman modal asing. Tujuan utama hal ini adalah untuk mendirikan sistem agar berjalan dengan baik agar mampu memberikan kekuatan ekonomi kepada perusahaan induk untuk mendapatkan keuntungan secara bersama-sama.
Perbedaan Partnership dengan Joint Venture Adalah
Awalnya, banyak yang mengira bahwa sistem joint venture sama halnya dengan sistem kemitraan atau partnership padahal keduanya tidak sama. Pasalnya sistem partnership atau kemitraan merupakan entitas bisnis tunggal yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Sementara joint venture adalah sistem penggabungan beberapa entitas bisnis yang berbeda menjadi sebuah hubungan entitas bisnis baru.
Nah dari sini, tentunya Anda bisa dapat membedakan antara sistem kemitraan atau partnership dengan sistem joint venture. Dengan begitu, sejauh ini pasti Anda sudah mampu memahaminya dengan baik.
Jenis-Jenis Joint Venture Adalah
Secara umum, terdapat dua jenis joint venture yang harus Anda ketahui. Adapun, diantaranya meliputi.
Joint Venture Domestik
Sebagaimana namanya, joint venture jenis ini merupakan suatu sistem kerjasama yang dilakukan antar sesama perusahaan dalam negeri. Jenis ini tidak ada campur tangan perusahaan asing sedikitpun.
Joint Venture Internasional
Berbanding terbalik dengan jenis joint venture domestic. Joint Venture Internasional merupakan wujud kerjasama yang dilakukan atau hubungan kerjasama yang melibatkan perusahaan asing.
Contoh Perusahaan yang Melakukan Joint Venture Adalah
Berikut adalah beberapa contoh perusahaan besar yang bergabung dalam penerapan sistem joint venture. Adapun beberapa contoh joint venture adalah merupakan perusahaan besar yang ada di Indonesia. Berikut daftar lengkapnya.
Asus dan Gigabyte
Dua perusahaan teknologi yaitu Gigabyte dan ASUS, kedua perusahaan tersebut telah sepakat dalam melakukan hubungan kerjasama pada tahun 2007 lalu.
Sharp dan Sony
Perusahaan SHARP dan SONY telah resmi menandatangani kontrak yang tidak mengikat untuk melakukan sistem kerjasama. Kerjasama ini untuk memproduksi hingga menjual panel dan modul LCD berukuran besar yang berasal dari pabrik panel LCD SHARP. Secara hukum kerjasama ini efektif dilakukan sejak tanggal 30 September 2008 lalu.
PT.Pusri dan National Petrochemical company of Iran (NPCI)
Contoh penerapan sistem joint venture di Indonesia adalah hubungan kerjasama PT Pusri dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI). Kerjasama tersebut dibuat dengan tujuan untuk membangun pabrik pupuk berkapasitas 1,14 juta ton per tahunnya.
Manfaat Sistem Joint Venture Adalah
Selain ingin mencapai tujuan tertentu, menerapkan sistem joint venture adalah sebuah hubungan kerjasama yang diharapkan mampu memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sebab, setiap pelaksanaan joint venture pasti memiliki manfaat yang menguntungkan. Adapun diantaranya, adalah sebagai berikut.
Menggabungkan Sumber Daya
Dunia persaingan perusahaan sangatlah ketat. Perusahaan yang lebih unggul di bagian sumber daya, biasanya akan memiliki potensi keberhasilan usaha yang lebih besar. Oleh karena itu, menjalin hubungan kerjasama dengan sistem joint venture sangatlah penting untuk menggabungkan sumber daya. Sehingga sumber daya yang dimiliki tak terbatas hingga mampu meningkatkan keberhasilan perusahaan.
Menggabungkan Keahlian
Secara teknis, keahlian masing-masing perusahaan tentunya memiliki perbedaan. Semisal, ada perusahaan A yang memiliki keahlian dalam menciptakan perangkat lunak dan perusahaan B memiliki keahlian dalam menciptakan perangkat keras. Jika keduanya menjalankan sistem kerjasama joint venture, maka akan menguntungkan dari segi penghematan biaya iklan, pameran dagang maupun publikasi produk.
Meningkatkan Keuntungan
Penerapan hubungan kerja sama sistem joint venture dibuat untuk mencapai beberapa tujuan yang hendak dicapai. Jika semua tujuan yang dimaksudkan tersebut telah berhasil tercapai, tentunya keuntungan omset perusahaan pun menjadi semakin meningkat.
Memperoleh Dukungan
Pada saat Anda memutuskan untuk menjalin hubungan kerjasama antar perusahaan dengan menerapkan sistem joint venture ini, nantinya Anda akan mendapatkan dukungan penuh dari pihak-pihak yang telah diajak kerjasama.
Menerapkan kerjasama dengan menggunakan sistem joint venture adalah salah satu upaya terbaik untuk meningkatkan prospek penghasilan bisnis Anda, hingga mampu menghemat biaya pengeluaran perusahaan. Namun, setiap keuntungan yang didapatkan tergantung pada isi kontrak perjanjian yang telah disepakati bersama.
Akan tetapi, jika Anda sudah mantap memutuskan untuk menerapkan sistem joint venture ini, maka pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah mempelajari dan memahami kontrak dengan baik. Sebab pada dasarnya, sistem joint venture adalah sistem kerjasama yang dibuat untuk saling menguntungkan satu sama lain, bukannya sebaliknya.
Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.