Media Bisnis Online | by APPKEY

Blog Bisnis Apa yang dimaksud dengan B2B E-Commerce | Perbedaannya dengan...

Apa yang dimaksud dengan B2B E-Commerce | Perbedaannya dengan B2C dan C2C (Lengkap)

-

Tak sedikit pelajar menemukan hambatan saat mempelajari ilmu marketing dikarenakan banyaknya istilah yang dirasa sulit. Beberapa di antaranya adalah istilah B2C, C2C dan B2B marketing. Padahal memahami istilah-istilah akan membantu Anda memanajemen bisnis jauh lebih baik dibandingkan orang lain.

Apa itu istilah B2C, C2C dan B2B marketing? Apa perbedaan ketiganya? Artikel kali ini akan memberikan pemahaman lengkap dan mudah terkait B2B, B2C dan C2C. Selamat belajar!

Apa itu B2B Marketing?

b2b-e-commerce

B2B adalah istilah yang sering kita temui dalam ilmu manajemen. B2B adalah singkatan dari Business to Business yang berarti suatu sistem marketing yang terjadi antar perusahaan.

Ciri khas dari B2B terletak pada konsumennya. Berbeda dengan penjualan dari perusahaan ke masyarakat biasa, jenis konsumen B2B adalah perusahaan lain. Jadi, bisnis berlangsung antar sesama perusahaan. Gampangnya, konsep sistem B2B adalah:

Perusahaan A menawarkan produk atau jasa yang berguna untuk mendongkrak pelayanan perusahaan lain. Perusahaan B tertarik menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Hasilnya, transaksi perdagangan terjadi antara perusahaan A dan B.

B2B adalah istilah yang populer di era perdagangan online. Ada banyak contoh B2B marketplace Indonesia ternama, seperti:

Mbiz

Mbiz adalah B2B marketplace Indonesia yang muncul pertama kali pada tahun 2016. Mbiz adalah platform yang membawahi B2C MatahariMall dan memiliki beragam kategori produk seperti alat percetakan, makanan, peralatan telekomunikasi, dan lain-lain.

Infotrading.com

Infotrading.com adalah B2B marketplace Indonesia yang berorientasi pada pelayanan jasa terhadap UMKM di tanah air. Marketplace satu ini menawarkan layanan yang berkaitan dengan ranah IT seperti website, SEO, SEM, Google Adwords, dan lain-lain.

Indonesiaproduct.com

Contoh B2B marketplace Indonesia ketiga adalah Indonesiaproduct.com. Marketplace yang berdiri di bawah naungan PT Indonesia Product Global ini berorientasi pada promosi UKM dan UMKM lokal ke pasar internasional.

Sedangkan bentuk-bentuk produk atau jasa yang diperdagangkan dalam marketplace B2B adalah layanan konsultasi dari profesional ke perusahaan umum; jasa layanan IT seperti website dan aplikasi; atau penjualan bahan baku.

 B2B, B2C dan C2C Marketing di Indonesia: Definisi dan Perbedaan

b2b

Selain B2B, ada pula istilah sistem marketing lain yakni B2C dan C2C. Setelah memahami tentang B2B Indonesia, kini waktunya berkenalan dengan B2C dan C2C.

B2C adalah singkatan dari Business to Consumer. Penjualan B2C terjadi dari perusahaan ke konsumen. Beberapa contoh B2C di masyarakat seperti usaha toko kelontong, restoran, laundry, salon, dan lainnya.

Sementara C2C adalah kependekan dari Customer to Customer. Sesuai namanya, perdagangan C2C terjadi antara sesama konsumen. Jadi, individu A bisa membeli barang lalu menjualnya kembali kepada individu B. Sistem ini dapat dijumpai pada e-commerce kekinian seperti Shopee, Tokopedia, BliBli, dan lainnya.

Perbedaan utama B2B Indonesia dengan B2C dan C2C terletak pada target konsumen. Selain itu, masih terdapat beberapa perbedaan di antara ketiga tipe marketing ini yakni

Artikel terkait  Keuntungan Memiliki Google Bisnisku Untuk Usaha Anda

 

Relasi dengan Konsumen

Perbedaan pertama strategi marketing B2C dan C2C dengan B2B adalah relasi atau hubungan yang mereka jalin dengan konsumen. Umumnya, konsumen bisnis B2B Indonesia memiliki relasi jangka panjang dengan perusahaan penyedia layanan yang mereka gunakan.

Hal ini terjadi dikarenakan proses penyelesaian masalah atau kebutuhan yang bisa memakan waktu panjang serta rumit. Selain itu, mayoritas klien bisnis B2B bersifat langganan. Konsumen yang puas dengan pelayanan perusahaan memiliki kemungkinan besar bertahan menjadi pelanggan tetap.

Berbeda halnya dengan B2C dan C2C. Hubungan yang terjadi di sini umumnya bersifat pendek karena sama-sama berhubungan dengan konsumen langsung. Di sini, transaksi dan kesepakatan yang terjadi tidak bersifat rumit dan cepat.

Ditambah pula, konsumen mudah untuk berpaling ke toko lainnya karena ada banyak tipe produk, diskon dan promo yang berseliweran di pasaran. Meski demikian, konsumen yang puas masih berkemungkinan besar menjadi pelanggan tetap.

Prospek Pasar

Perbedaan kedua yakni prospek pasar yang begitu mencolok antara B2B, B2C dan C2C. Perbedaan ini difaktori oleh tipe konsumen target. B2B memiliki prospek pasar yang lebih kecil dan sempit mengingat mereka menyasar kelompok perusahaan dengan kebutuhan tertentu. Di lain sisi, prospek pasar B2B adalah yang paling spesifik dan efektif sebab bersifat tepat sasaran.

Sementara B2C dan C2C memiliki potensi pasar yang besar dan luas. Sistem B2C dan C2C bisa menawarkan apa saja kepada sebanyak mungkin individu yang tinggal di suatu negara atau bahkan dunia. Pasar yang besar pun otomatis akan menghasilkan hasil yang besar.

Jumlah dan Harga Penjualan

Perbedaan ketiga terletak pada jumlah dan harga komoditi yang dijual. Di sistem B2B, harga produk yang ditawarkan umumnya bernilai sangat tinggi per unitnya. Oleh sebab itu, jumlah penjualan B2B biasanya terjadi dalam skala kecil. Namun masih tetap terdapat kemungkinan untuk sebuah marketplace B2B menjual produk atau jasanya dalam skala besar.

Di lain sisi, B2B dan C2C cenderung menjual produk berharga murah dengan target bisa laku terjual sebanyak-banyaknya. Semakin besar skala penjualan yang terjadi, maka keuntungan yang didapat akan semakin banyak; berbeda dengan sistem B2B yang dalam sekali penjualan bisa langsung meraup puluhan atau ratusan juta.

Persaingan

Persaingan dalam sistem B2B terjadi dalam bentuk peningkatan kualitas, reputasi, portofolio, serta koneksi yang dimiliki untuk menggaet konsumen. Reputasi yang baik dan dikenal oleh khalayak ramai akan mendatangkan konsumen dengan sendirinya. Alhasil, perusahaan Anda bisa bertahan di tengah badai persaingan.

Sementara B2C dan C2C melakukan persaingan dengan cara berlomba-lomba menawarkan produk yang menarik plus aneka diskon. Persaingan yang dilakukan antar marketplace B2C dan C2C jauh lebih beragam seperti membuat beragam promo harga miring, menggunakan brand ambassador, hingga meluncurkan produk baru yang inovatif. dengan cara inilah marketplace B2C dan C2C bisa mendapat pasar.

Artikel terkait  Cara Memulai Bisnis Jualan Pulsa

 

Motivasi dan Pembuatan Keputusan

Perbedaan terakhir antara sistem B2B, B2C dan C2C terletak pada motivasi dan pembuatan keputusan dari konsumen. Konsumen sistem B2B tidak berbelanja semata-mata karena faktor emosional, melainkan terdapat banyak pertimbangan logis dan matang di dalamnya seperti keinginan investasi, memaksimalkan keuntungan perusahaan, dan efisiensi pekerjaan.

Alhasil dalam proses pembuatan keputusannya, konsumen B2B sering meminta pertimbangan dari banyak pihak seperti manajer, direktur, badan legal, dan tim marketing. Maka dari itu, proses pembuatan keputusan hingga transaksi dari seorang klien B2B cenderung berlangsung dalam waktu lama.

Sedangkan konsumen B2C dan C2C memiliki motif yang lebih sederhana dan proses pembuatan keputusan belanja yang cenderung lebih cepat. Konsumen B2C dan C2C mempunyai banyak motif saat berbelanja seperti melepas stress, memanfaatkan promo, mencoba produk baru, atau menyukai barang-barang yang dilihatnya. Pada dasarnya, semua motif belanja konsumen B2C dan C2C dilandasi oleh faktor emosional.

Maka dari itu, pembelian yang dilakukan konsumen B2C dan C2C hanya melibatkan keputusan individu saja. Sehingga, proses persetujuan pembelian dan prosesnya berlangsung dalam jangka waktu lebih cepat dibandingkan sistem B2B.

Perbedaan-perbedaan di atas tak semata-mata menjadikan satu tipe marketing lebih baik dibandingkan yang lain. Perbedaan-perbedaan di atas hanyalah menunjukkan karakteristik yang berbeda untuk mencapai tujuan masing-masing pengusaha. Anda masih bebas memilih mau menerapkan sistem marketing B2B, B2C ataupun C2C bergantung pada tujuan berbisnis dan kemampuan sumber daya yang dimiliki.

Itulah pembahasan kali ini terkait sistem B2B, B2C dan C2C. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan Anda, ya!

[business-about]

Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

Jenis-Jenis Perusahaan Jasa di Indonesia

Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan komoditi yang dipromosikan ke masyarakat, yaitu barang dan jasa. Perusahaan produk sudah jelas...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Teknologi Jaringan Tanpa Kabel Disebut ? | Pengertian & Ulasannya

Apa sih sebenarnya teknologi jaringan tanpa kabel itu? Teknologi jaringan tanpa kabel disebut dengan nirkabel. Yang mana jaringan tersebut...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya