Joint Venture Adalah? | Mengenal Jenis, Contoh dan Manfaatnya

Terkadang dalam menjalani bisnis, ada beberapa kesempatan yang membuat kita dihadapkan pada kesulitan, seperti kekurangan dana maupun kurangnya pengetahuan teknologi. Hal tersebut lumrah terjadi dan memang sering dihadapi oleh para pebisnis pada umumnya.

Namun, semua resiko tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan joint venture untuk dijadikan sebagai solusi terbaik. Apakah Anda masih merasa asing dengan istilah joint venture ini?

Joint venture adalah suatu usaha/bisnis yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dalam periode waktu tertentu, yakni pada jangka waktu yang telah disepakati bersama. Bagi pemula, mungkin Anda belum paham mengenai joint venture ini.

Oleh karena itu, dalam perjumpaan artikel kali ini, kami akan menjabarkan informasi seputar tentang joint venture. Mulai dari pengertian lengkap, jenis, contoh serta manfaat penggunaannya, sehingga nantinya Anda mampu memahaminya dengan lebih baik.

Arti Joint Venture Adalah

joint-venture

Secara sederhana, definisi joint venture adalah sebuah usaha atau bisnis yang dijalankan dua entitas bisnis atau lebih dalam periode waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan bersama. Yang mana, kerja sama tersebut diciptakan untuk memberikan tujuan spesifik sesuai dengan ketentuan yang telah disetujui bersama. Pada umumnya, sistem kerjasama tersebut akan berakhir setelah tujuan-tujuan sudah terpenuhi dengan baik, kecuali jika pihak-pihak yang terlibat memutuskan untuk terus melanjutkan kerjasama tersebut.

Para pihak yang terlibat dalam sistem joint venture diatur dengan perjanjian kontrak yang telah dibuat bersama. Isi dari perjanjian tersebut berisi tentang penetapan hal-hal, seperti kewajiban, persoalan berbagi keuntungan-kerugian, berisi tentang hal serta kewajiban satu sama lain dan semacamnya.

Di negara Indonesia sendiri sistem joint venture telah diatur regulasinya oleh undang-undang, sehingga perjanjian kontrak tersebut harus dibuat secara resmi. Adapun undang-undang yang mengaturnya adalah sebagai berikut.

  1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 sebagai kegiatan Penanaman Modal Asing.
  2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 Pasal 23 yang berisi tentang Penanaman Modal Asing.
  3. PP Nomor 7 Tahun 1993 yang berisi tentang Pemilik Saham perusahaan penanaman Modal Asing.
  4. PP Nomor 20 Tahun yang berisi tentang Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang didirikan dalam rangka penanaman modal asing.
  5. SK Menteri negara Penggerak Dana Investasi/ Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 yang berisi tentang ketentuan pelaksanaan pemilikan saham dalam perusahaan yang didirikan dalam hal penanaman modal asing.

Dan menurut UU 25 tahun 2007, sistem joint venture diartikan sebagai bentuk kegiatan penanaman modal asing. Dimana yang menjadi tujuan utamanya adalah, untuk mendirikan sistem agar berjalan dengan baik, yakni agar perusahaan yang diajak bekerja sama mampu memberikan kekuatan ekonomi kepada perusahaan induk untuk mendapatkan keuntungan secara bersama-sama.

 

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Perbedaan Joint Venture dengan Partnership/Kemitraan

joint-venture-1

Awalnya, banyak yang mengira bahwa sistem joint venture sama halnya dengan sistem kemitraan atau partnership. Padahal keduanya tidak sama. Pasalnya sistem partnership atau kemitraan merupakan entitas bisnis tunggal yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Sementara joint venture adalah sistem penggabungan beberapa entitas bisnis yang berbeda menjadi sebuah hubungan entitas bisnis baru.

Nah dari sini, tentunya Anda bisa dapat membedakan antara sistem kemitraan atau partnership dengan sistem joint venture. Dengan begitu, sejauh ini pasti Anda sudah mampu memahaminya dengan baik.

Jenis-Jenis Joint Venture

pemasar-8

Secara umum, terdapat dua jenis joint venture yang harus Anda ketahui. Adapun, diantaranya meliputi.

Joint Venture Domestik

Sebagaimana dengan namanya, joint venture jenis ini merupakan suatu sistem kerjasama yang dilakukan antar sesama perusahaan dalam negeri, tanpa campur tangan perusahaan asing sedikitpun.

Joint Venture Internasional

Berbanding terbalik dengan jenis joint venture domestic. Joint Venture Internasional merupakan wujud kerjasama yang dilakukan atau hubungan kerjasama yang melibatkan perusahaan asing.

Contoh Perusahaan yang Melakukan Joint Venture

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan besar yang bergabung dalam penerapan sistem joint venture. Adapun beberapa contoh joint venture adalah merupakan perusahaan besar yang ada di Indonesia.

Asus dan Gigabyte

Dua perusahaan teknologi yaitu Gigabyte dan ASUS, kedua perusahaan tersebut telah sepakat dalam melakukan hubungan kerjasama pada tahun 2007 lalu.

Sharp dan Sony

Perusahaan SHARP dan perusahaan SONY telah resmi menandatangani kontrak yang tidak mengikat untuk melakukan sistem kerjasama dalam memproduksi hingga menjual panel dan modul LCD berukuran besar yang berasal dari pabrik panel LCD SHARP. Secara hukum kerjasama ini efektif dilakukan sejak tanggal 30 September 2008 lalu.

PT.Pusri dan National Petrochemical company of Iran (NPCI)

Contoh penerapan sistem joint venture di Indonesia adalah hubungan kerjasama PT Pusri dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI). Kerjasama tersebut dibuat dengan tujuan untuk membangun pabrik pupuk berkapasitas 1,14 juta ton per tahunnya.

Manfaat Sistem Joint Venture

Selain ingin mencapai tujuan tertentu, menerapkan sistem joint venture adalah sebuah hubungan kerjasama yang diharapkan mampu memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sebab, setiap pelaksanaan joint venture pasti memiliki manfaat yang menguntungkan. Adapun diantaranya, adalah sebagai berikut.

Menggabungkan Sumber Daya

Dunia persaingan perusahaan sangatlah ketat. Yang mana, mereka yang lebih unggul di bagian sumber daya, biasanya akan memiliki potensi keberhasilan usaha yang lebih besar. Oleh karena itu, menjalin hubungan kerjasama dengan sistem joint venture sangatlah penting untuk menggabungkan sumber daya, sehingga sumber daya yang dimiliki tak terbatas hingga mampu meningkatkan keberhasilan perusahaan.

Menggabungkan Keahlian

Secara teknis, keahlian masing-masing perusahaan tentunya memiliki perbedaan. Semisal, ada perusahaan A yang memiliki keahlian dalam menciptakan perangkat lunak dan perusahaan B memiliki keahlian dalam menciptakan perangkat keras. Jika keduanya menjalankan sistem kerjasama joint venture, maka akan menguntungkan dari segi penghematan biaya iklan, pameran dagang maupun publikasi produk.

Meningkatkan Keuntungan

Penerapan hubungan kerja sama sistem joint venture dibuat untuk mencapai beberapa tujuan yang hendak dicapai. Jika semua tujuan yang dimaksudkan tersebut telah berhasil tercapai, tentunya keuntungan omset perusahaan pun menjadi semakin meningkat.

 

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Memperoleh Dukungan

Pada saat Anda memutuskan untuk menjalin hubungan kerjasama antar perusahaan dengan menerapkan sistem joint venture ini, nantinya Anda akan mendapatkan dukungan penuh dari pihak-pihak yang telah diajak kerjasama.

Menerapkan kerjasama dengan menggunakan sistem joint venture adalah salah satu upaya terbaik untuk meningkatkan prospek penghasilan bisnis Anda, hingga mampu menghemat biaya pengeluaran perusahaan. Namun, setiap keuntungan yang didapatkan tergantung pada isi kontrak perjanjian yang telah disepakati bersama.

Akan tetapi, jika Anda sudah mantap memutuskan untuk menerapkan sistem joint venture ini, maka pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah mempelajari dan memahami kontrak dengan baik. Sebab pada dasarnya, sistem joint venture adalah sistem kerjasama yang dibuat untuk saling menguntungkan satu sama lain, bukannya sebaliknya.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Website dan Aplikasi

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol