Franchise Adalah? Pengertian, Jenis dan Keuntungannya

Dalam dunia bisnis, terdapat banyak variasi dunia usaha yang dapat dipilih dan dikembangkan. Mulai dari membuka bisnis sendiri, menjalankan bisnis online dan alternatif bisnis lainnya yang dapat dipilih adalah franchise.

Contoh nyata dari franchise adalah Mc Donalds, KFC dan Pizza Hut yang berasal dari USA, Bread Talk yang berasal dari Singapura, dan masih banyak lagi bisnis franchise lainnya. Bisnis-bisnis tersebut tergolong sebagai franchise dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, sehingga gambaran sederhana dari sebuah bisnis franchise sangat mudah untuk dipahami.

Perkembangan Bisnis Franchise

franchise 1

Istilah franchise pertama kali dikenal pada tahun 1850 oleh seorang pembuat mesin jahit, Isaac Singer, sebagai usaha untuk memperluas bisnisnya yaitu Singer Sewing Machine Company. Meskipun bisnisnya gagal, tetapi Issac Singer berhasil membuat format bisnis franchise pada masa itu. Dan konsep bisnis franchise miliknya banyak digunakan oleh pebisnis lain dan membuahkan hasil yang lebih baik, seperti pendiri Coca Cola yaitu John. S. Pemberton.

Namun jejak Isaac Singer pertama kali diikuti oleh industri otomotif asal USA yaitu General Motor Industry pada tahun 1898,  perusahaan tersebut menggunakan distributor franchise untuk menjual kendaraan bermotor produk perusahaan tersebut.

Perkembangan Bisnis Franchise di Indonesia

Perkembangan franchise di Indonesia sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu franchise milik asing dan franchise milik Indonesia. Franchise milik asing berarti pemilik franchise atau franchisor berasal dari luar negeri, dan jenis franchise ini lebih diminati dikarenakan faktor-faktor tertentu seperti sistem operasinya yang lebih terstruktur, brand yang sudah mendunia¸ dan saat menggunakan produk atau layanan dari brand tersebut akan memberikan perasaan bangga atau prestis tersendiri bagi konsumen. Contoh franchise milik asing seperti Starbucks, Mc Donalds, Pizza Hut, KFC, dan lain sebagainya.

Sementara franchise dari Indonesia menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin cepat memulai bisnis tetapi tidak memiliki pengetahuan signifikan sebagai modal awal sehingga mengikuti sistem operasional yang telah ditetapkan oleh franchisor. Contoh franchise milik Indonesia adalah Ayam Bakar Wong Solo, Es Teler 77, Alfamart, Geprek Bensu, Campina, dan sebagainya. Franchise di USA menyerap lebih dari 8 juta tenaga kerja dan juga merupakan jenis sistem bisnis yang paling banyak dipilih di segala jenis bidang usaha.

Persentase-nya mencapai 41% dari seluruh jumlah bisnis ritel di USA dan berdasarkan The International Franchise Association¸ saat ini jenis bisnis di USA, satu dari dua belas jenis bisnis adalah bisnis di bidang franchise. Dan persentase penjualan yang dihasilkan dari bisnis franchise adalah lebih dari 40% dari keseluruhan penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di USA.

Di Indonesia sendiri, franchise adalah jenis bisnis yang sudah banyak dikenal sejak tahun 70-an. Pertama kali diprakarsai dikarenakan franchise adalah jenis bisnis yang paling banyak diminati sekaligus memberi dampak signifikan terhadap perekonomian USA, sehingga Departemen Perdagangan Indonesia saat itu tertarik untuk menggiatkan perekonomian Indonesia sekaligus menambah angka lapangan kerja di Indonesia.

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mendata seluruh bisnis franchise yang ada di Indonesia bekerjasama dengan International Labour Organization (ILO). Proses pengumpulan data di lapangan dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pendidikan Manajemen (LPPM) sedangkan dari pihak ILO sendiri memilih Mr. Martin Mendelsohn, pakar franchise Amerika, untuk menganalisa situasi dan kondisi di Indonesia sebelum merekomendasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis franchise di Indonesia.

Bisnis franchise yang pertama kali muncul di Indonesia adalah Shakey Pisa, KFC, Swensen, dan KFC. Kemudian dimulai sejak tahun 1995, bisnis franchise semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Berdasarkan pemaparan di atas, apa sebenarnya franchise itu?

Pengertian Franchise

franchise 2

Franchise adalah istilah yang berasal dari 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris, franchising dan bahasa Prancis yaitu franchise, yang berarti hak atau kebebasan. Sementara definisi dari franchise sendiri adalah hak yang diberikan oleh pemilik franchise kepada penerima franchise untuk menjual produk, jasa ataupun layanan dengan berdasarkan aturan dan sistem yang telah ditetapkan antara kedua belah pihak.

Sementara, definisi menurut Asosiasi Franchise Indonesia, franchise adalah sistem pendistribusian produk atau jasa kepada pelanggan di berbagai wilayah dengan cara pemberi franchise melimpahkan hak-hak franchise kepada seseorang atau perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan brand, sistem, prosedur dan aturan-aturan yang telah disepakati bersama antara pemberi dan penerima franchise dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa franchise adalah sebuah sistem bisnis yang membuat seorang francshisor memberikan hak-hak eksklusif untuk mendistribusikan produk atau layanan di bawah bendera brand milik francishor, dalam artian menggunakan aturan, sistem operasi, juga prosedur yang ditetapkan oleh franchisor dan disetujui oleh franchise.

Konsep ini serupa dengan konsep saat pembuat bir asal Jerman memberikan hak-hak eksklusif kepada kedai-kedai tertentu yang ingin menjual home-made beer buatan mereka pada tahun 1840. Sejarah dari bisnis mesin jahit milik Isaac Singer pun turut memberikan kontribusi pada perkembangan franchise saat ini, yaitu dari segi bahasa, format dan kontrak perjanjian yang digunakan sebagai model dokumen franchise hingga saat ini.

Bentuk & Jenis Franchise 

franchise 3

Dikarenakan franchise adalah sebuah sistem bisnis, maka bentuk franchise dapat dibedakan menjadi dua yaitu product and trade franchise dan business format franchisee. Product and trade franchise adalah suatu sistem bisnis franchise dimana seorang franchise mendapatkan lisensi dari franchisor untuk menjual produk-produk milik franchisor. Sistem bisnis franchise ini biasanya digunakan oleh dealer-dealer mobil dan stasiun pengisian bahan bakar.

Sementara kategori kedua, business format franchisee adalah dimana seorang franchisee memperoleh semua konsep bisnis dari franchisor, dimulai dari pedoman dan standar operasi, strategi promosi dan pemasaran, hingga pedoman untuk menjalankan sistem operasi sebuah brand franchise. Pada umumnya, franchise jenis ini banyak digunakan oleh fastfood restaurant seperti KFC, Mc Donalds, Es Teler 77, dan sebagainya.

Kategori Franchise di Indonesia

Di Indonesia, franchise pun dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu berdasarkan produk atau kriteria, berdasarkan asal franchise tersebut, dan yang terakhir franchise menurut IFA atau International Franchise Association.

Kategori Berdasarkan Produk

Berdasarkan produknya, franchise terbagi menjadi tiga bagian, yaitu franchise menurut produk, jasa, dan gabungan ke duanya. Berdasarkan pembagian kategori tersebut dapat memberikan gambaran bahwa franchise dapat memperdagangkan sebuah produk, jasa atau layanan, bahkan gabungan dari keduanya.

Kategori Berdasarkan Asalnya

Kemudian berdasarkan asalnya, franchise terbagi menjadi dua, yaitu franchise dari luar negeri dan franchise dalam negeri. Pada umumnya masyarakat Indonesia lebih menyukai franchise dari luar negeri seperti Starbucks, Victoria Secret, KFC dan lain sebagainya.

Bukan hanya karena alasan-alasan yang telah dipaparkan sebelumnya, tetapi juga karena karakter dari masyarakat Indonesia sendiri pula yang begitu menggemari dan mempercayai brand-brand dari luar negeri. Sementara untuk franchise dalam negeri adalah jenis franchise yang didirikan dan dikembangkan oleh pengusaha dalam negeri, seperti Martha Tilaar, Campina, Alfamart, dan sebagainya.

Kategori Berdasarkan IFA

Kategori terakhir, yaitu jenis franchise berdasarkan International Franchise Association (IFA) dan franchise jenis ini digunakan di USA. Terdapat empat kategori, yaitu Product Franchise, Manufacturing Franchise, Business Opportunity Ventures dan Business Format Franchising.

Product Franchise

Product Franchise adalah jenis franchise dimana seorang produsen memiliki hak penuh untuk mengontrol seluruh aspek untuk mendistribusikan produknya yaitu dengan mengizinkan seorang pemilik toko untuk menggunakan brand dan hak cipta milik produsen.

Untuk tujuan tersebut, pemilik toko diharuskan membayar sejumlah uang yang ditetapkan untuk memperoleh hak tersebut sebagai bentuk kerja sama atau membeli sejumlah produk milik produsen. Contoh jenis franchise ini adalah toko peralatan komputer atau handphone dimana toko tersebut menjual produk milik produsen.

Manufacturing Franchise

Manufacturing Franchise adalah franchise dari produsen yang memproduksi produk kemudian memberikan hak produksi kepada seseorang yang kemudian dapat digunakan untuk menjual produk, dengan syarat yaitu menggunakan merk dagang dan merk franchise milik produsen tersebut. Biasanya jenis franchise ini adalah produk-produk dari industri makanan dan minuman.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin membuka usaha dengan mendirikan suatu pabrik tetapi menggunakan brand yang sudah terkenal dan memiliki penggemar, calon franchise tersebut hanya perlu membeli hak izin untuk memproduksi sekaligus mengikuti prosedur yang ditetapkan, termasuk menggunakan bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi produk dari produsen.

Business Opportunity Ventures

Business Opportunity Ventures adalah jenis franchise dimana seorang pebisnis harus membeli dan mendistribusikan produk atau layanan dari suatu brand tertentu dan brand tersebut harus menyediakan pelanggan sekaligus rekening khusus untuk pebisnis tersebut. Sebagai gantinya, brand tersebut akan membayar biaya atau kompensasi atas usaha yang dilakukan seorang pebisnis demi keberlangsungan bisnis brand tersebut.

Business Format Franchising

Kategori franchise yang terakhir adalah Business Format Franchising, kategori ini merupakan jenis franchise yang paling terkenal dalam dunia bisnis. Jadi sebuah brand memiliki beberapa metode yang berbeda dalam hal sistem bisnis dan menawarkannya kepada pemilik bisnis, tetapi masih menggunakan nama dan brand dari pemilik brand.

Ciri-ciri utama dari franchise ini adalah brand akan menyediakan bantuan kepada pemilik bisnis yaitu dalam bentuk pendanaan atau bisa juga mengharuskan pemilik bisnis membeli persediaan produk perusahaan. Seperti yang telah diketahui, franchise adalah sistem pendistribusian produk atau layanan yang dilakukan oleh franchisee namun masih berada di bawah brand milik franchisor, termasuk dalam hal format, prosedur dan aturan yang diberlakukan oleh pihak franchisor.

Hal ini jugalah yang menjadi konsep dari franchise tipe Business Format Franchising. Berdasarkan pemaparan diatas, franchise adalah jenis bisnis yang terstruktur, rapi dan sistematis, yang bertujuan untuk menguntungkan semua pihak, yaitu franchisor, franchisee, customer, supplier dan tentunya konsumen.

Keuntungan Memiliki Franchise

Hal menarik dari memiliki bisnis franchise adalah pebisnis dapat memiliki pengetahuan sekaligus pengalaman di bidang bisnis tanpa harus melakukan banyak kesalahan seperti yang dilakukan oleh pebisnis pemula, sebab semua aturan, prosedur, juga sistem operasi sudah distandarisasi oleh pihak franchisor. Selain itu juga akan memberikan keuntungan bagi pihak franchisor karena bisnisnya semakin meluas yang berarti meningkatkan penghasilan.

Keuntungan lain dari memiliki bisnis franchise adalah seorang franchisee hanya perlu mengeluarkan sejumlah modal untuk membeli hak izin, persediaan produk sebuah brand atau ketentuan lainnya yang menjadi format bisnis sebuah brand. Hal ini akan membuat seorang franchise tidak perlu membangun sebuah bisnis dari awal, cukup hanya mengikuti sistem dan prosedur yang sudah tersistematis, mulai dari strategi bisnis hingga manajemen perusahaan.

Bahkan tidak jarang seorang franchisor akan memberikan pelatihan khusus kepada mitranya yaitu franchise, hampir di seluruh aspek bisnis, seperti marketing, keuangan, dan operasional bisnis. Inilah bentuk dukungan kuat dari seorang franchisor, tidak hanya dalam hal kerja sama dengan partner lain seperti supply bahan baku maupun strategi marketing.

Itu adalah bentuk keuntungan dari franchise yang dapat membangun mental, pengetahuan sekaligus pengalaman seorang franchise, selain keuntungan-keuntungan lainnya seperti jarang sekali mengalami kerugian. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Bisnis franchise ini pada umumnya digunakan oleh brand-brand tertentu yang sudah dikenal bahkan mendunia, sehingga tidak perlu mencari pelanggan tetapi fokus pada upaya untuk mempertahankan brand tersebut, ekspansi bisnis, dan juga menciptakan produk dan layanan baru namun masih dibawah brand yang sama.

Sehingga penghasilan dapat dikatakan stabil untuk setiap periodenya dan biaya pemasaran yang rendah, sebab tidak perlu membuat brosur atau iklan. Karena faktor-faktor tersebut, bisnis franchise memberikan keuntungan yang lebih besar.

Selain itu, terdapat prinsip keterbukaan dalam hal keuangan antara pihak franchisor dan franchise. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan keuangan yang dibuat oleh pihak franchise kepada pihak franchisor sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam hal manajemen keuangan.

Demikianlah hal-hal menarik seputar franchise dan tentunya aspek-aspek yang berada dalam ruang lingkup bisnis franchise. Meskipun sebuah bisnis franchise memberikan kemudahan terhadap franchisee untuk menjalankan bisnis sekaligus mendapatkan keuntungan dibawah manajemen yang tersistematis dengan baik, tetap saja upaya-upaya untuk mempertahankan suatu bisnis layaknya seperti menjalankan bisnis milik sendiri, perlu untuk dilakukan.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol