Cara Buat Aplikasi Android Anti Mainstream Bagi Pemula

 

Saat ini pengembang sistem aplikasi android semakin banyak. Para pengembang ini hadir dengan aplikasi yang memiliki fungsi berbeda-beda. Hal ini tak mengherankan mengingat cara buat aplikasi Android yang cukup mudah bagi para programmer, di samping itu pengguna sistem operasi Android juga semakin banyak dari hari ke hari.

Tentunya tak heran jika kemudian jumlah aplikasi Android semakin membludak di pasaran. Tapi, bagaimana jika pihak yang tidak memahami programming ingin turut serta berkontribusi dalam perkembangan aplikasi Android saat ini? Jangan khawatir ada banyak cara membuat aplikasi Android tanpa programming untuk yang ingin mengembangkan aplikasi Android tanpa harus belajar programming. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Kenapa Aplikasi Android Banyak Dipilih Untuk Dikembangkan?

Sebelum membahas mengenai cara membuat aplikasi Android tanpa perlu ribet belajar programming akan dibahas lebih dahulu mengenai alasan kenapa aplikasi Android banyak dipilih. Ada beberapa alasan yang mendasari kenapa aplikasi berbasis Android lebih banyak hadir di pasaran dan jumlahnya semakin bertambah dari hari ke hari. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Sponsor Link

Banyak Pengguna Android

Alasan pertama kenapa banyak yang memilih untuk mengembangkan aplikasi berbasis android adalah karena ponsel dengan sistem operasi android memiliki banyak pengguna. Bahkan diklaim bahwa 73% perangkat mobile yang ada di dunia menggunakan sistem operasi Android.

Ini tentu menjadi pangsa pasar yang menjanjikan untuk para pengembang berbasis Android. Tak heran jika kemudian banyak pengembang yang memutuskan menghadirkan berbagai produk aplikasinya ke pasaran.

Hal ini diperkuat dengan semakin meningkatnya pengguna dari tahun ke tahun. Tak heran mengingat harga smartphone Android yang cukup terjangkau di pasaran. Selain harganya yang terjangkau, smartphone Android juga dimiliki banyak vendor. Ini turut serta menghadirkan lebih banyak pilihan pada penggunanya.

Lebih lanjut alasan-alasan tersebut semakin membuka peluang pasar pada produk aplikasi android. Tak heran jika kemudian produk-produk aplikasi Android banyak dikembangkan ketika mengingat potensi pasar yang dimilikinya juga tidak main-main dan justru semakin berkembang dari hari ke hari.

Mudah Dikembangkan

Harus diakui jika aplikasi yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah aplikasi yang memiliki basis Android. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya aplikasi Android menjadi salah satu aplikasi yang mudah untuk dikembangkan.

Ada banyak tools yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan menguji aplikasi yang berbasis Android. Tak heran jika kemudian banyak yang ingin mencoba aplikasi dengan basis Android. Apalagi referensi mengenai aplikasi ini juga dapat ditemukan dengan mudah di internet.

Bahkan ada banyak tutorial cara bikin aplikasi Android yang dapat ditemukan di internet. Hal ini tentu semakin memudahkan banyak pihak yang ingin belajar mengembangkan aplikasi Android maupun yang ingin dengan serius mengembangkan sebuah aplikasi dengan basis Android.

Sistem Operasi yang Open Source

Harus diketahui jika sistem operasi Android adalah sistem operasi open source. Maksudnya di sini sistem operasi open source memperbolehkan penggunanya untuk melihat source code yang ada pada program tersebut. Lebih lanjut sistem operasi open source mempermudah penggunanya yang ingin mengutak-atik sistem operasi tersebut.

Hal tersebut dapat ditemukan dalam sistem operasi Android. Sebagai sistem operasi open source tentu pengguna dapat ‘mengutak-atik’ Android dengan bebas. Ini lebih lanjut akan berpengaruh terhadap pengembangan software yang berbasis android. Pasalnya tidak menutup kemungkinan bagi pengembang untuk menghadirkan software yang nantinya mengubah beberapa hal bawaan dari Android tersebut.

Misalkan saja aplikasi yang merubah tampilan dari Android menjadi mirip tampilan iOS atau masih banyak lagi. Tentunya ini akan semakin membuat cakupan dari aplikasi berbasis Android pun menjadi semakin luas. Tidak hanya pada aplikasi yang tidak berkaitan langsung dengan sistem tersebut, namun juga memungkinkan aplikasi untuk ‘masuk’ ke dalam sistem operasi itu sendiri.

Perizinan Lebih Mudah

Jika dibanding dengan iOS memang Android memiliki pola perizinan yang lebih mudah. Pertama dalam hal vendor, yang mana sistem operasi android hadir di banyak vendor-vendor ponsel. Kedua adalah masalah perizinan aplikasi untuk masuk ke dalam play store atau toko software miliki google.

Pertama pengembang harus lebih dahulu harus mendaftar di bagian Google Play Developer Console. Kunjungi situs dari Google Play Developer Console untuk melakukan registrasi. Nantinya registrasi diminta menggunakan akun gmail. Selanjutnya mulai mengisi kotak persetujuan dan persyaratan dan membayar biaya untuk memasukkan aplikasi.

Pembayaran yang diminta di sini merupakan pembayaran sekali untuk seumur hidup. Jadi dengan sekali bayar, maka pengembang dapat memasukkan aplikasi sebanyak apapun ke dalam Play Store. Selanjutnya mulai mengisi detail informasi dan terakhir klik complete registration.

Kalau proses tersebut sudah dilewati maka upload aplikasi pun dapat mulai dilakukan. Ini tentu mudah jika dibanding proses izin upload aplikasi pada pihak lainnya. Tak heran jika akhirnya ada banyak pengembang yang memutuskan membuat aplikasi berbasis android kemudian menguploadnya pada Play Store.

Support Google

Di sisi lain salah satu alasan banyaknya aplikasi android adalah karena Google sebagai pemilik Android memberi support pada para pengembang. Support pertama hadir dari perizinan mudah seperti yang telah disebutkan di point sebelumnya. Kedua hadir dari biaya upload aplikasi pada play store yang relatif murah apalagi ini juga berlaku seumur hidup.

Bahkan dulu di waktu pertama kali aplikasi android hadir, google memberikan support dengan menghadirkan lomba untuk para pengembang aplikasi Android. Bagi yang dapat menampilkan aplikasi terbaik dan layak akan mendapatkan sejumlah hadiah dari Google.

Support yang diberikan google pada para pengembang ini turut berperan serta terhadap semakin banyaknya aplikasi Android yang hadir. Para pengembang yang disupport dan diberi kemudahan pastinya akan lebih terpacu untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android.

Sponsor Link

Cara Buat Aplikasi Android Anti Mainstream Tanpa Coding

Nah penjelasan seputar kenapa aplikasi Android banyak dipilih untuk dikembangkan di atas mungkin membuat banyak orang menjadi tertarik untuk mengembangkan aplikasi Android. Lalu bagaimana jika ingin bikin aplikasi Android namun tidak memiliki skill programming?

Tenang, tak perlu khawatir bagi yang memiliki ide seputar aplikasi Android dan ingin mengembangkannya namun tidak memiliki skill programming mumpuni ada beberapa cara membuat aplikasi Android tanpa programming yang dapat ditempuh. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ide yang ada menjadi sebuah aplikasi Android tanpa harus memahami skill programming.

Kerjasama dengan Ahli Programming

Cara membuat aplikasi Android tanpa skill programming yang pertama adalah dengan melakukan kerjasama. Jadi kerjasama yang ada ini dilakukan dengan kawan yang dirasa memahami programming. Baiknya ajak kawan yang memahami cara buat aplikasi Android. Di sini selanjutnya dapat dilakukan pembagian tugas sesuai dengan skill yang dimiliki.

Tak hanya dengan satu orang kerjasama juga dapat dilakukan dengan beberapa orang yang dirasa memiliki kemampuan untuk mengembangkan aplikasi bersama-sama. Apalagi jika aplikasi ini nantinya akan dikembangkan lebih lanjut. Misalkan aplikasi recruitment pegawai yang berbasis Android tentu tidak hanya perlu kawan yang paham cara buat aplikasi Android saja, namun kawan dengan skill lain juga dibutuhkan.

Buatlah rincian kebutuhan dalam pengembangan aplikasi tersebut. Ini untuk memahami SDM apa saja yang dibutuhkan selain masalah programming.

Menggunakan Penyedia Jasa Freelance

Saat ini ada banyak penyedia jasa freelance yang hadir baik di dalam maupun di luar negeri. Penyedia jasa freelance ini hadir untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasa pekerja paruh waktu untuk berbagai pihak. Ini dapat menjadi cara bikin aplikasi Android tanpa skill programming yang selanjutnya.

Pasalnya di sana hadir berbagai macam jasa yang dapat digunakan oleh klien. Mulai dari jasa menulis, menginput data sampai dengan jasa programming. Cara merekrut para freelancer pun cukup mudah selain itu dapat juga disesuaikan dengan kebutuhan budget hingga kebutuhan aplikasi.

Calon pengguna jasa nantinya diminta untuk mengisi deskripsi pekerjaan, serta peraturan pekerjaan. Lalu untuk kemudian diminta mengisi biaya jasa yang ditawarkan kepada para freelancer yang akan melamar. Dari sana para freelancer dapat mulai memasukkan lamaran, berikut dengan portofolio (jika dibutuhkan).

Calon pengguna jasa pun dapat menyeleksi freelancer untuk dipilih yang dirasa paling sesuai dengan kebutuhan. Ini akan lebih memudahkan bagi yang ingin bikin aplikasi Android tanpa repot-repot belajar coding. Pasalnya masalah coding aplikasi dapat diserahkan langsung ke pihak freelancer. Jadi pengguna jasa freelancer pun ‘terima jadi’ dalam bentuk aplikasi.

Bagi yang tertarik menggunakan cara ini, ada banyak platform rekrutmen freelancer yang hadir di internet. Pilih platform yang dirasa paling menarik dan juga sesuai dengan kebutuhan.

Merekrut Karyawan Programmer

Cara buat aplikasi Android bagi yang tidak memiliki skill programming selanjutnya adalah dengan merekrut karyawan yang memiliki skill programming. Hal ini berlaku untuk yang ingin mengembangkan aplikasi yang dimilikinya menjadi sebuah project besar.

Misalkan untuk yang ingin mengembangkannya menjadi startup. Ini menjadi salah satu langkah mudah yang dapat dipilih untuk mulai membuat start up. Hanya saja tentu pihak yang merekrut karyawan harus memahami benar kebutuhan dari aplikasi yang akan dibuatnya nantinya.

Selain itu harus dipastikan kriteria karyawan yang akan dicari nanti. Ini akan membantu untuk lebih mudah menemukan karyawan yang dirasa sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya itu adanya kriteria aplikasi yang telah dijabarkan di awal akan membantu pihak yang merekrut untuk menyesuaikan karyawan yang dipilih dengan kemampuan yang dibutuhkan.

Ingat jika ada banyak bahasa pemrograman yang ada. Jadi harus dipastikan dahulu aplikasi yang akan digunakan tersebut membutuhkan keahlian bahasa pemrograman yang mana. Selain itu juga harus dipahami jika kemampuan programming seseorang berbeda-beda. Kedua hal tersebut harus disesuaikan untuk menemukan kandidat karyawan yang paling tepat.

Sponsor Link

Menggunakan Jasa Penjualan Source Code

Selain ketiga cara di atas masih ada cara buat aplikasi Android tanpa ribet lain yang dapat dilakukan. Cara ini adalah dengan menggunakan jasa penjualan source code. Saat ini ada banyak pihak yang menawarkan penjualan software jadi. Pihak-pihak yang menawarkan penjualan software jadi ini umumnya merupakan perusahaan penyedia jasa software maupun individu yang membuka jasa pembuatan software.

Salah satu jasa pembuatan aplikasi yang sangat direkomendasikan dan punya jam terbang adalah appkey.co.id. Appkey tidak hanya memiliki banyak tenaga ahli, tapi juga sudah memiliki pengalaman yang sangat lama di bidang ini.

Tentunya ini berbeda dengan perekrutan menggunakan penyedia jasa freelance yang telah disebutkan pada poin sebelumnya. Di sini pihak pemesan akan memperoleh software sesuai dengan yang diinginkan, namun biasanya dengan standar yang dimiliki oleh penyedia software tersebut.

Selain itu setiap penyedia software memiliki pelayanan yang berbeda-beda tergantung dari kebijakan yang mereka miliki. Misalnya saja ada penyedia software yang juga menangani maintenance selama software digunakan, namun ada juga yang menjual dengan beli putus. Maksudnya adalah selepas dibeli maka pihak penyedia software tidak menerima permintaan perawatan yang harus dilakukan.

Kedua hal tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dari pihak yang akan membeli source code software. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Untuk pembelian software yang menggunakan maintenance misalkan, berarti pihak pembeli software akan tergantung dengan pihak yang menyediakan jasa software tersebut. Pasalnya ‘kendali’ maintenance ada di pihak penyedia software tersebut.

Apalagi tidak semua penyedia jasa software memasukkan maintenance ke dalam biaya pembelian software. Tapi, adanya kerusakan yang ada pada software tentu akan mudah diatasi. Ini karena ada pihak pembuat software yang siap memberi maintenance apabila terjadi kerusakan.

Lalu bagaimana dengan opsi kedua yang tidak menggunakan maintenance? Kelebihan dari opsi ini adalah pihak pengguna tidak perlu bergantung pada pihak penyedia software untuk menangani berbagai masalah yang muncul. Namun, di sisi lain pihak pembeli source code harus memahami dan menangani sendiri apabila ada kerusakan atau kebutuhan maintenance pada source code tersebut.

Di sisi lain pihak pembeli umumnya tidak mengetahui masalah ‘logika program’ yang ada di software tersebut. Apalagi jika pembeli tidak paham masalah software dan menyerahkan semua cara buat aplikasi android kepada pihak penyedia software tersebut. Hal ini akan menimbulkan satu masalah baru.

Memanfaatkan Platform Pembuatan Aplikasi

Jika keempat cara di atas masih dirasa kurang pas ada satu lagi cara buat aplikasi android bagi yang tidak memiliki skill programming. Kali ini akan dibahas cara membuat aplikasi android tanpa coding yang tentu akan memudahkan para calon pembuat aplikasi tanpa skill programming.

Memang sekarang banyak bermunculan platform untuk memudahkan pembuatan aplikasi. Berbagai platform ini mengajarkan penggunanya cara membuat aplikasi android tanpa coding. Tentunya ini memudahkan penggunanya yang tidak memiliki skill programming.

Cara bikin aplikasi di berbagai platform ini pun cukup mudah. Biasanya diminta untuk mendaftar kemudian tinggal melakukan drag and drop berbagai fitur yang dirasa dibutuhkan pada tampilan aplikasi yang ada.

Setiap platform penyedia aplikasi ini memiliki peraturannya masing-masing. Misalkan peraturan jumlah aplikasi yang dapat dibuat atau juga peraturan bahasa pemrograman yang dipakai. Selain itu aturan pembayaran tiap platform juga harus diperhatikan. Pasalnya tidak semua platform menyediakan pembuatan aplikasi yang gratis.

Cara buat aplikasi android yang satu ini menjadi alternatif cara terbaik untuk yang ingin merancang aplikasinya sendiri tanpa harus bingung masalah programming. Pasalnya di sini pengguna dapat menyesuaikan program yang ingin dibuat sesuai dengan kebutuhan. Untuk fitur-fitur yang ingin dihadirkan pun tinggal di drag and drop pada tampilan aplikasi tersebut.

Selain kelima cara buat aplikasi android di atas sebenarnya masih ada banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi android tanpa skill programming. Ini merupakan jalan keluar bagi yang ingin mengembangkan aplikasi berbasis android namun terhalang skill programming. Jika tidak ingin mempelajari programming lebih lanjut, cara-cara di atas dapat dijadikan alternatif.

Tak hanya kelima cara di atas, mungkin dapat dilakukan cara lain yang juga dirasa memungkinkan untuk mengakomodir kebutuhan pembuatan aplikasi tanpa harus sibuk belajar programming. Nah, jadi sekarang akan menggunakan cara buat aplikasi Android yang mana?

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry