Media Bisnis Online | by APPKEY

BisnisModel bisnisMVP adalah | Definisi, Jenis, Contoh Inspiratif

MVP adalah | Definisi, Jenis, Contoh Inspiratif

-

Last Updated on October 3, 2023 by appkey

Bila Anda berada di dunia startup atau manajemen produk, Anda pasti sadar bahwa medan yang dilalui tidaklah mudah. Faktanya, lebih dari 90% startup gagal dan investasi besar tidak selalu menjadi solusi—75% startup yang mendapat dukungan dana ventura pun bisa gagal. Ketika Anda menciptakan produk baru, Anda sedang mengambil risiko besar.

Namun, ada strategi yang dapat memperkecil risiko ini—membuat Minimum Viable Product (MVP). Melalui pendekatan ini, Anda bisa menguji coba dan memvalidasi ide produk dengan investasi dan waktu yang jauh lebih sedikit. Tapi, bagaimana bentuk MVP yang efektif dan sukses?

Dilansir dari softkraft.co, mari bersama kita jelajahi jenis-jenis dan contoh inspiratif dari Minimum Viable Product yang sukses mengubah permainan di industri mereka. Di sini, Anda juga akan menemukan bagaimana MVP bisa menjadi alat ampuh untuk menguji ide bisnis Anda.

Jadi, jika Anda sedang mencari inspirasi atau ingin tahu lebih dalam tentang MVP, mari lanjutkan membaca.

Definisi Minimum Viable Product (MVP)

MVP adalah

Diperkenalkan pertama kali oleh Frank Robinson pada tahun 2001, istilah MVP kemudian populer di kalangan masyarakat setelah Eric Ries mencantumkannya dalam bukunya yang terkenal “The Lean Startup” pada tahun 2011. Dalam artian dasar, Minimum Viable Product atau MVP adalah versi produk dengan fitur paling minimal yang cukup untuk menarik pengguna awal.

Biasanya, MVP dibangun berdasarkan hasil prototipe yang telah dikembangkan sebelumnya. Ide dasar MVP adalah membuat versi dasar dari produk, meluncurkannya ke pasar, dan kemudian mendapatkan umpan balik dari pengguna untuk pengembangan versi selanjutnya.

Kenapa Harus Membuat Minimum Viable Product (MVP)?

Jadi, apa sebenarnya tujuan dari membuat MVP? Mengapa Anda harus mengalokasikan bagian dari anggaran Anda untuk ini? Singkatnya, MVP memungkinkan Anda untuk memasuki pasar lebih cepat, mendapatkan umpan balik, dan secara berkelanjutan meningkatkan produk Anda. 

Alternatif dari membuat MVP biasanya berarti Anda harus menginvestasikan lebih banyak waktu dan sumber daya dalam proses pengembangan produk dan meluncurkannya lebih lambat ke pasar. Meski banyak perusahaan masih menggunakan model ini, namun MVP dapat membantu Anda merencanakan timing pasar yang lebih baik, mendapatkan pelanggan awal, dan memberikan arah pengembangan produk berdasarkan feedback pengguna—semua tanpa harus melengkapinya dengan semua fitur yang Anda rencanakan dalam jangka panjang.

Beberapa manfaat utama yang bisa Anda dapatkan dari MVP meliputi:

  • Mendapatkan umpan balik berharga dari target pengguna tentang fitur dasar produk.
  • Menarik pengguna awal yang berpotensi menjadi pendukung setia dalam jangka panjang.
  • Melakukan percobaan dan evaluasi sebelum berkomitmen penuh dalam pengembangan produk.
  • Memusatkan fokus pada pengembangan fitur inti dengan kualitas terbaik.
  • Menerapkan pembelajaran validasi sejak awal pengembangan produk.
  • Menarik investor yang lebih suka melihat produk nyata daripada sekedar ide bisnis.

Penerapan MVP mungkin tidak akan memberikan semua manfaat di atas, namun meskipun hanya sebagian, bisa sangat membantu dalam mengurangi biaya pengembangan dan mempercepat masuk ke pasar. Karena alasan ini, pendekatan MVP kini menjadi bagian integral dalam strategi banyak startup.

Jenis MVP

MVP adalah representasi pertama dari produk impian Anda, yang meski belum sempurna, cukup untuk digunakan dan memberikan nilai kepada pengguna. Ini adalah titik awal Anda dalam merespon panggilan pasar, sambil mempersiapkan pelayaran yang lebih jauh. Berikut adalah beberapa variasi MVP yang populer dalam dunia startup:

MVP Fitur Tunggal

MVP fitur tunggal biasanya menjadi pilihan awal bagi banyak bisnis dalam membangun produk mereka. Mengapa demikian? Sebab model ini memungkinkan produk Anda tetap ‘kompak’ dan fokus pada inti permasalahan yang ditargetkan, tanpa harus memuat semua fitur yang mungkin ada. 

Namun, bagaimana cara menghasilkan konsep MVP yang tegas? Pertama, carilah jawaban dari pertanyaan berikut:

  • Fitur inti apa yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan utama yang saya tuju?
  • Fitur apa yang dapat membantu saya menguji potensi pasar untuk versi produk saya di masa depan?

Setelah menemukan jawabannya, Anda akan mendapatkan gambaran tentang fitur inti apa yang akan menjadi fokus produk MVP Anda. Selanjutnya, berani potong semua fitur lain yang mungkin terlihat menarik, tapi justru mengaburkan fokus Anda. Dengan begitu, Anda bisa memusatkan upaya pada pengembangan produk layak minimum dengan komponen-komponen inti.

Kelebihan model ini antara lain cepat diluncurkan ke pasar, memerlukan investasi keuangan yang lebih rendah, dan mudah dipahami oleh pengguna. Namun, model ini juga memiliki kelemahan, seperti fungsionalitas yang terbatas dan risiko penolakan pasar karena fiturnya yang terlalu sederhana.

Contoh nyata dari MVP fitur tunggal ini bisa kita lihat pada Pinterest dan Instagram. Awalnya, Pinterest diluncurkan dengan nama Tote, sebagai aplikasi sederhana yang memungkinkan pengguna untuk menandai minat mereka secara visual melalui “tombol pin.” Sedangkan Instagram pada awalnya hanya memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto, menambahkan filter, dan membagikannya. Meski tampak sederhana, namun kedua produk ini sukses mendapatkan respon positif dari pengguna dan berkembang menjadi platform yang kita kenal saat ini.

Concierge MVP

Concierge MVP adalah jenis yang mirip seperti pramutamu di restoran, namun dalam konteks produk atau layanan digital. Sebagai perusahaan atau pengembang, Anda akan menyediakan produk atau layanan secara manual kepada pengguna, bukan melalui perangkat lunak yang sudah sepenuhnya matang. Kadang pengguna sadar bahwa mereka berinteraksi dengan manusia, tapi ada juga yang tidak tahu jika di balik layar ada ‘tangan manusia’ yang bekerja.

Tujuan utama concierge MVP adalah menguji fungsi inti dari produk Anda di pasar, dengan cepat, tanpa harus menunggu proses pengembangan perangkat lunak yang lengkap. Namun, perlu diingat bahwa model ini tidak selalu hemat biaya, karena Anda memerlukan tim yang melakukan layanan manual tersebut. Keuntungannya adalah Anda dapat memasuki pasar lebih cepat.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan model MVP ini, pertimbangkanlah beberapa hal berikut:

  • Seberapa penting kecepatan masuk ke pasar bagi Anda?
  • Seberapa mudah (atau sulit) mempekerjakan orang untuk memenuhi permintaan pengguna atau menyediakan layanan yang Anda jual?
  • Apa perbandingan biaya antara mempekerjakan tim pramutamu dan mengembangkan solusi perangkat lunak penuh?

Ada beberapa contoh sukses dari penggunaan model Concierge MVP ini. Misalnya Wealthfront, platform layanan keuangan dan investasi, pada awalnya mempekerjakan tim yang memberikan saran manajemen kekayaan kepada pelanggan secara langsung. Strategi ini membantu mereka untuk membangun kepercayaan merek sebelum akhirnya meluncurkan platform otomatis.

Contoh lain dari concierge MVP adalah Aardvark, yang diciptakan untuk menghubungkan pengguna dengan teman atau kenalan yang bisa menjawab pertanyaan mereka. Pada awalnya, layanan ini dijalankan oleh tim yang secara manual mengelola hasil pencarian dan percakapan, sebelum akhirnya mereka membangun platform yang sepenuhnya otomatis.

Piecemeal MVP

Piecemeal MVP adalah ibarat bangun rumah. Anda tidak membangun semuanya sekaligus, melainkan memulai dari pondasi, lalu membangun dinding, atap, dan seterusnya. Sama halnya dalam dunia digital, MVP jenis ini dibangun dengan menggabungkan fitur-fitur penting dari berbagai aplikasi yang sudah ada.

Anggaplah MVP ini seperti puzzle yang Anda rangkai dari berbagai bagian. Anda menggunakan perangkat lunak dan aplikasi pihak ketiga, lalu merancang solusi baru yang disesuaikan. Hasil akhirnya adalah sebuah ‘monster frankenstein’, produk yang terdiri dari berbagai aplikasi berbeda.

Pendekatan ini membantu Anda mengirimkan MVP lebih cepat dan biasanya dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan MVP tradisional. Seringkali lebih mudah menyatukan berbagai bagian daripada membangun sesuatu dari awal. Namun, perlu dipertimbangkan apakah hasilnya layak. Jika ternyata Anda harus membuang MVP awal dan membangunnya dari awal, metode ini mungkin bukan pilihan yang tepat.

Piecemeal MVP mungkin pilihan yang baik jika:

  • Anda memiliki anggaran yang sangat terbatas dan membutuhkan MVP untuk menarik investor.
  • Anda memiliki sumber daya teknis yang terbatas dan tidak yakin dapat menghasilkan solusi berkualitas dari awal.
  • Anda memasuki pasar yang sangat kompetitif dengan banyak pesaing yang sudah matang.

Untuk mempertimbangkan apakah model ini cocok untuk Anda, bisa juga mempertimbangkan berkonsultasi dengan perusahaan outsourcing perangkat lunak, sehingga Anda bisa membandingkan biaya pengembangan MVP tradisional dan piecemeal MVP.

Contoh sukses penggunaan model piecemeal MVP adalah Groupon. Dengan sumber daya pengembangan yang terbatas, mereka memulai dengan blog WordPress untuk menguji ide mereka, lalu secara perlahan menambahkan fitur dan perangkat lainnya. Mereka berhasil mengumpulkan permintaan yang cukup untuk membangun aplikasi yang lebih kuat dan kompleks.

MVP Pasar Tunggal

MVP Pasar Tunggal adalah sebuah produk yang dirancang untuk satu segmen pasar, demografi, atau grup pengguna tertentu. Keuntungannya, biaya pengembangan lebih rendah dan bisa menghemat biaya dalam layanan pelanggan dan pemeliharaan setelah peluncuran.

Ketika produk baru diluncurkan, biasanya akan ada banjir pertanyaan dan umpan balik dari pengguna, ditambah bug yang tak terduga yang muncul. Untuk startup, hal ini bisa menjadi beban. Namun, dengan merancang MVP untuk grup pengguna yang spesifik dan lebih kecil, semua umpan balik berlebihan bisa dikurangi.

Misalkan Anda memiliki sebuah inovasi mainan baru. Daripada memasarkannya ke semua anak-anak, Anda memutuskan untuk fokus pada anak-anak yang suka dengan robot. Dengan demikian, Anda bisa mengelola umpan balik dan memperbaiki produk sesuai dengan kebutuhan pengguna yang lebih spesifik.

Facebook (atau Meta sekarang) adalah contoh sukses dari MVP Pasar Tunggal. Mulai dari direktori virtual untuk mahasiswa Harvard, Facebook tumbuh dan melebarkan sayapnya ke pasar yang lebih luas. Awalnya hanya mahasiswa Harvard yang menggunakannya, kini hampir semua orang menggunakan Facebook.

Uber juga menggunakan pendekatan yang sama. Di awal peluncurannya pada tahun 2010, Uber hanya fokus pada satu pasar: San Francisco. Pendekatan ini membantu mereka memvalidasi ide produk mereka dan setelah mendapatkan umpan balik positif, Uber kemudian berkembang ke berbagai negara.

MVP Internal-Pertama

Apakah Anda pernah mendengar tentang pesta kecil yang tiba-tiba berubah menjadi pesta besar yang semarak? Orang-orang datang, menikmati, dan kemudian memberi tahu teman-teman mereka. Sebelum Anda tahu apa yang terjadi, pesta itu menjadi topik pembicaraan di seluruh kota.

Nah, MVP untuk Penggunaan Internal kurang lebih seperti itu. Anda membuat produk yang sengaja dirancang untuk digunakan di dalam organisasi atau tim Anda sendiri. Ibarat pesta, Anda hanya mengundang beberapa orang dekat: rekan kerja Anda, mungkin beberapa mitra bisnis yang Anda percaya. Anda mengamati, mengevaluasi, dan beradaptasi berdasarkan tanggapan mereka.

Pada awalnya, Anda tidak berniat untuk mengadakan pesta besar. Anda hanya ingin menciptakan sesuatu yang bisa membantu tim atau organisasi Anda. Tapi ternyata, barang yang Anda ciptakan cukup populer di antara mereka. Dan ternyata, banyak orang di luar sana yang memiliki masalah yang sama dan membutuhkan solusi yang sama. Akhirnya, apa yang awalnya dimaksudkan sebagai solusi internal menjadi solusi untuk pasar yang lebih luas.

Namun, strategi ini tidak selalu muncul secara organik. Kadang-kadang, Anda bisa memulai dengan tujuan ini dari awal. Anda membangun produk Anda, mengujinya secara internal, dan berencana untuk meluncurkannya ke pasar yang lebih luas setelahnya.

Salah satu contohnya adalah Slack. Tim ini mulai menggunakan produk MVP mereka pada tahun 2013 dan dari penggunaan internal ini, mereka dapat melihat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Setelah melakukan penyesuaian, mereka kemudian membawa produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Twitter juga awalnya dirancang untuk penggunaan internal. Pertama kali dikembangkan pada tahun 2006, aplikasi ini dimaksudkan untuk membantu komunikasi di dalam tim Odeo. Tapi setelah menerima tanggapan positif secara internal, tim akhirnya memutuskan untuk meluncurkannya secara publik.

MVP adalah

Membangun MVP yang Sukses

Sebelum kita terjun dalam petualangan membangun MVP, kita harus memastikan bahwa kita telah menentukan proposisi nilai yang tepat. MVP bukanlah tentang membuat produk yang ‘cukup bagus’, melainkan tentang membuat produk yang membawa nilai yang signifikan untuk pelanggan.

Banyak orang langsung terjun dan menyewa perusahaan pengembangan, tetapi sebelum itu, kita perlu melihat kembali ide produk kita. Apakah ide ini benar-benar membawa nilai bagi pasar dan pelanggan? Untuk memastikannya, mulailah dengan menjelaskan manfaat apa yang Anda berikan, untuk siapa, dan bagaimana Anda melakukannya.

Secara ringkas, berikut adalah 5 langkah untuk membangun MVP yang sukses:

  • Identifikasi masalah pelanggan
  • Temukan celah di pasar
  • Evaluasi potensi keuntungan dan kerugian
  • Bangun proposisi nilai Anda
  • Temukan cara paling efisien untuk menyelesaikan masalah

Kesimpulan

Minimum Viable Product atau MVP adalah strategi penting dalam dunia startup dan manajemen produk yang membantu mengurangi risiko pengembangan produk baru. MVP merupakan versi dasar dari produk dengan fitur minimal yang cukup menarik pengguna awal. Ada beberapa jenis MVP yang populer seperti MVP Fitur Tunggal, Concierge MVP, Piecemeal MVP, MVP Pasar Tunggal, dan MVP Internal-Pertama. Semua jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri serta contoh aplikasi di dunia nyata. Menggunakan MVP bisa mempercepat masuk pasar, mendapatkan umpan balik dari pengguna, dan membantu dalam meningkatkan produk berkelanjutan. Semoga informasi ini berguna ya!

Ingin mendapatkan lebih banyak tips penting tentang pengelolaan bisnis online? Follow MARKEY adalah solusinya! Klik https://markey.id/ atau download MARKEY APP di Play Store maupun AppStore agar tidak ketinggalan info artikel bisnis terbaru setiap hari. Sampai jumpa lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Paket Aplikasi Android dan iOS

Pasang iklan

- Advertisement -

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

11 Aplikasi Desain Jersey Android Terbaik yang bisa Anda coba!

Anda sedang mencari inspirasi bisnis? Mengapa tidak mencoba merintis bisnis jersey tim sepak bola kenamaan saja? Mari mencobanya dengan...

Startup Repair Adalah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Startup repair adalah salah satu jenis problem yang sering ditemukan pada PC, hal ini menyebabkan PC sering gagal booting. Saat...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Seperti apa contoh-contoh iklan penawaran yang menarik konsumen? Buat Anda yang sering bingung menyusun kata-kata iklan penawaran, jangan lewatkan...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi Android dan IOS

Hal yang membedakan standar biaya pembuatan aplikasi Appkey adalah perangkat yang dibutuhkan dan support aplikasi untuk keperluan development. Seperti...

HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Perangkat komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata memiliki jaringan yang rumit dan juga kompleks. Sebab, hingga saat ini...

Cara Cepat Belajar IT Secara Otodidak untuk Pemula

Belajar IT atau coding bisa dibilang hal yang tidak mudah apalagi bagi pemula. Karenanya memang butuh beberapa tahun untuk...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya