Perkembangan Transportasi Ojek Online di Indonesia

 

Ojek Online di Asia Tenggara

Kota-kota besar di Asia Tenggara selalu padat dengan kemacetan. Oleh karena itu, ‘ojek’ yang menggunakan sepeda motor sebagai taksi sudah umum sejak dulu dan sekarang pun masih banyak digunakan. Di Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam, ojek menunggu pelanggan di jalan, menegosiasikan harga, lalu membonceng pelanggan di belakang sepeda motor sampai ke tujuan. Banyak orang menjadi pengemudi ojek sebagai pekerjaan sampingan.

Ojek adalah alat transportasi penting bagi penduduk setempat yang sudah tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Jakarta, ibukota Indonesia, yang mana sebagian besar keretanya tidak terawat, memiliki tingkat kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Tidak hanya pada jam berangkat bekerja, jalan juga selalu macet pada waktu-waktu biasa. Ada juga banyak jalan satu arah yang terkadang diblokir karena kecelakaan dan lain-lain yang semakin meningkatkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Anda dapat tiba lebih awal jika menggunakan sepeda motor bahkan di jalan yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mobil karena kemacetan lalu lintas seperti itu.

Perkembangan Pesat GO-JEK dan Grab

Di Indonesia pun ojek sudah sering digunakan sejak lama, tetapi saat ini ojek online terbaru yang dapat dengan mudah dipanggil melalui smartphone sedang berkembang pesat.

Keadaan ojek di Indonesia telah berubah secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pengendara motor dari perusahaan GO-JEK dan perusahaan Grab yang mengenakan jaket dan helm berwarna hijau menjadi mencolok di kota. Di Indonesia, sebagian besar wilayah dipenuhi oleh dua perusahaan kuat yaitu GO-JEK dan Grab. GO-JEK adalah perusahaan lokal, tetapi tidak hanya di Indonesia, Grab juga berkembang di negara-negara Asia Tenggara.

GO-JEK dan Grab merupakan ojek yang dapat dipanggil dengan mudah melalui smartphone oleh siapa saja dan dapat dikatakan seperti versi sepeda motor dari aplikasi pengiriman Uber. Daripada mencari di jalan atau melakukan reservasi melalui telepon, sekarang taksi lebih mudah untuk dipanggil dengan aplikasi smartphone sehingga pembayaran pun dapat dilakukan dengan mudah.
 


Sponsor Link

Ojek Online yang Dapat Dipanggil dengan Smartphone

Pengguna tidak perlu lagi pergi ke tempat ojek dan melakukan negosiasi seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Dengan aplikasi smartphone, pelanggan dapat menemukan ojek yang dekat, lalu meminta mereka datang ke tempat yang diperlukan, dan meminta mereka untuk mengantar sampai ke tujuan. Perusahaan GO-JEK maupun Grab memiliki biaya yang jelas dan pembayaran juga dapat dilakukan melalui aplikasi tersebut.

Pengemudi sepeda motor selalu memiliki smartphone di tangan mereka dan memeriksa apakah ada panggilan dari pelanggan, metode ini jauh lebih efisien daripada metode ojek sebelumnya. Di Indonesia smartphone cukup populer, di daerah perkotaan seperti Jakarta hampir semua orang memiliki smartphone, dari pelajar hingga orang dewasa. Selain itu, karena ojek itu sendiri adalah layanan yang telah dikenal sejak lama, sehingga jenis bisnis terbaru seperti ini juga menjadi berkembang dengan sangat pesat.

Ojek Online yang Praktis

Indonesia memiliki jalan tikus yang rumit seperti labirin. Meskipun begitu, pengemudi ojek online dari kedua perusahaan tersebut akan datang ke tempat pelanggan yang berada di jalan tikus sekalipun. Banyak orang-orang yang sudah menjadi pengemudi ojek sebelumnya, sekarang telah beralih menjadi pengemudi ojek online GO-JEK atau Grab. Jadi, ada banyak pengemudi yang sudah mengenal jalan dengan baik.

Selain itu, masyarakat di Indonesia sering makan di warung dan restoran, atau memesan secara delivery. GO-JEK mendapat reputasi yang baik karena pengemudi ojek akan membeli makanan setelah mendapatkan pesanan makanan yang diinginkan dari pelanggan dan mereka juga akan mengantarkannya ke rumah atau kantor pelanggan dengan sepeda motor. Mengenai bantuan berbelanja, GO-JEK juga memberikan layanan yang sangat baik kepada pelanggan, pengendara ojek akan pergi membeli produk yang dipesan pelanggan ke supermarket atau pasar dan mengantarkannya ke rumah mereka.

Baru-baru ini, tanda-tanda iklan mulai terlihat dan konflik pelanggan di kedua perusahaan semakin meningkat. Saat ini, ojek online yang lebih dominan di Jakarta adalah GO-JEK. Alasan kepopuleran GO-JEK adalah selain bekerja sebagai pengemudi ojek, mereka juga dapat melakukan pengiriman barang, membantu berbelanja, dan mengantarkan makanan.

Layanan Ojek Online yang Meningkat

Dibandingkan dengan sebelumnya, layanan ojek online saat ini telah meningkat pesat. Pelanggan dapat menggunakannya dengan tenang tanpa dikenakan biaya yang tidak jelas seperti dahulu. Kenyamanan juga meningkat karena saat ini pembayaran dengan kredit juga dapat dilakukan. Selain itu, dulu Anda tidak punya pilihan selain mengenakan helm yang Anda tidak tahu siapa yang telah menggunakannya, tetapi sekarang juga ada ojek yang menawarkan masker bersih dan penutup kepala.

Banyak wanita berpikir bahwa mengendarai sepeda motor itu berbahaya dan tidak bisa memperbaiki sendiri ketika mogok, sehingga banyak wanita yang tidak mau mengendarai sepeda motor sendiri. Ojek online menanggapi dengan baik kebutuhan perempuan yang seperti itu. Saat ini di Indonesia juga ada ‘Ladyjek’ yang khusus untuk wanita, pengemudinya adalah wanita, sehingga jika pelanggan tidak suka dengan pengemudi laki-laki, mereka lebih baik memanggil Ladyjek.

Selain itu, tablet untuk memanggil Grab dipasang di sekitar pintu masuk pusat perbelanjaan dan siapa saja dapat menggunakan tablet tersebut untuk memanggil pengemudi ojek terdekat. Tetapi, karena sebagian besar orang Indonesia yang mengunjungi mal telah memiliki smartphone, tablet ini tidak banyak digunakan karena mereka bisa memanggil ojek dengan smartphone mereka sendiri.
 


Sponsor Link

Bermitra dengan Startup Lokal

Dengan keadaan tersebut, di Indonesia, kenyamanan ojek meningkat dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki oleh semua orang. Pengembangan layanan baru muncul dengan berbagai latar belakang kebutuhan, kemitraan dan akuisisi dengan startup lokal pun bermunculan, dan layanan terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna serta menyelesaikan masalah sosial.

Pada bulan November tahun 2016, GO-JEK memperkenalkan uang elektronik yang disebut Go-Pay. Setelah mendaftar Go-Pay pada aplikasi GO-JEK, pelanggan dapat menggunakannya untuk pembayaran, pembelian layanan, dan lain-lain. Jika Anda mengisinya secara prabayar, Anda dapat membayar dengan saldo Go-Pay dalam aplikasi, jadi pembayaran dapat dilakukan tanpa melakukan transaksi tunai dengan pengemudi. Pada bulan Maret tahun 2017, GO-JEK memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pelanggan mengirimkan Go-Pay kepada satu sama lain secara gratis.

Pada bulan April tahun 2017, Grab membeli perusahaan platform e-commerce lokal bernama Kubo. Kubo adalah perusahaan yang menawarkan layanan yang memungkinkan orang yang tidak memiliki kartu kredit dapat berbelanja online. Dengan mengakuisi Kubo, Grab berharap dapat meningkatkan kenyamanan pembayaran saat pelanggan memakai ojek di Indonesia, terutama untuk masyarakat yang tidak memiliki kartu kredit.

Saat Ini Merupakan Era Berbagi Sepeda Motor

Di Asia Tenggara, banyak orang mulai menggunakan ojek melalui smartphone dan jumlah orang yang memiliki sepeda motor berkurang. Dahulu, kepemilikan sepeda motor seperti semacam simbol status, bahkan jika tidak memiliki uang yang cukup, orang membeli sepeda motor dengan angsuran bulanan. Masih banyak orang yang berpendapat bahwa sepeda motor adalah kebutuhan sehari-hari. Tetapi, baru-baru ini, masyarakat memiliki kecenderungan kuat untuk memilih membeli mobil daripada sepeda motor. Ketika mengendarai sepeda motor sendiri, kita bisa menemui masalah seperti kemacetan lalu lintas, pencurian, tempat parkir dan tidak bisa minum (minuman keras) dalam perjalanan kembali, jadi banyak yang memutuskan untuk menggunakan bus atau ojek untuk bepergian atau pergi ke sekolah.

Produsen sepeda motor pun mengakui bahwa saat ini bukan lagi era masyarakat memiliki sepeda motor, tetapi era dimana pengguna memanggil ojek saat diperlukan. Tidak diragukan lagi bahwa ‘sharing economy’ mulai bermunculan.

Konsep baru yang bernama sharing economy lahir dari Silicon Valley, Amerika. Daripada memiliki dan menggunakan barang atau layanan sendiri, berbagi informasi menggunakan internet merupakan sebuah konsep ekonomi terbaru yang memungkinkan orang untuk menggunakan barang atau jasa yang diperlukan di waktu yang sama saat mereka membutuhkannya. Sharing economy dapat dikatakan sebagai konsep terobosan yang dapat mengurangi biaya kepemilikan, seperti investasi awal (biaya pembelian) dan biaya pemeliharaan.

Contoh lain dari sharing economy yang terkenal adalah Airbnb yang menyediakan rumah dan properti yang dimiliki sebagai fasilitas akomodasi dan aplikasi pengiriman Uber yang telah disebutkan di atas.

Karena ojek online dari GO-JEK dan Grab menggunakan sepeda motor yang dimiliki oleh pengemudi itu sendiri, perusahaan tidak perlu memiliki aset tetap atas sepeda motor.

Industri Manufaktur yang Berubah Karena Sharing Economy

Berkurangnya kepemilikan individu atas sepeda motor karena meningkatnya jumlah pengemudi ojek berarti bahwa produsen sepeda motor tidak dapat hanya mengandalkan pada pembuatan dan penjualan sepeda motor selamanya. Oleh karena itu, berurusan dengan bisnis baru seperti kemitraan dengan Grab menjadi sangat penting.

Sharing economy diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar $335 miliar pada tahun 2025, meskipun ukuran pasarnya sekitar $15 miliar pada tahun 2013. Di dalamnya termasuk berbagai macam kategori bisnis. Saat ini produsen sepeda motor dan mobil mengutamakan untuk ‘membuat dan menjual’ produk mereka. Dasar perkembangan bagi perusahaan yang sebelumnya adalah ‘menghasilkan produk berkualitas tinggi dalam jumlah besar dan menjualnya di seluruh dunia’, namun hal tersebut saat ini mulai berubah dari awal.

Ketika sharing economy menjadi tren, masyarakat menjadi mudah untuk memanggil dan menggunakan sepeda motor kapan saja mereka ingin dan tingkat kenyamanannya pun juga meningkat. Sebaliknya, biaya kepemilikan sepeda motor jauh lebih mahal karena perbaikan, pemeliharaan rutin, biaya bensin, dan lain-lain, selain harus terus mengeluarkan biaya, kerugian pun menjadi terus meningkat.

Oleh karena itu, diperkirakan bahwa orang-orang tidak lagi memiliki manfaat untuk memiliki kendaraan pribadi dan hal ini akan berdampak buruk pada produsen kendaraan. Jika hal tersebut terjadi, sebagai produsen, pengurangan pendapatan yang sejauh ini dianggap ‘biasa’ seperti biaya pemeliharaan dan perbaikan, akan menjadi masalah dan mereka harus menghadapi situasi baru yang tidak dapat dibayangkan.

Dalam sharing economy, sumber pendapatan macam apa yang akan ditemukan dalam industri manufaktur dan apakah hal tersebut akan terus tumbuh sebagai sebuah perusahaan, gerakan tren dari perusahaan Honda menarik perhatian produsen di seluruh dunia.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.
Tentang Aplikasi Tentang Website
Pengenalan Perusahaan Kontak Kami
Sponsor Link
Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry