Panduan Belajar Programer dari Dasar Secara Otodidak

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Mayoritas individu yang ingin belajar programer memilih menempuh pendidikan formal seperti sekolah kejuruan komputer atau kuliah IT.

Sebagian ada pula yang menjalani kursus yang bersifat non formal, bahkan mempelajari secara otodidak atau belajar sendiri. Mana metode belajar pemrograman yang paling cepat dan tepat? Dan, bagaimana cara studi programer secara manual?

Menempuh Pendidikan Formal Programer

Cara pertama untuk menjadi seorang programer tentunya adalah dengan menempuh pendidikan formal, baik jenjang menengah kejuruan maupun sekolah tinggi dengan jurusan IT. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh programer yang melalui pendidikan formal tersebut, yaitu:

  • Mendapatkan ijazah di mana kemudian mempermudah dalam bersaing di dunia kerja.
  • Pembelajaran tersistem dan menyeluruh sehingga materi yang diterima atau bekal ilmu yang dimiliki alumni lebih lengkap.
  • Tidak sekadar mempelajari teori, namun sekaligus praktik baik di lingkungan lembaga pendidikan maupun trial di dunia kerja.
  • Alumni bisa mendapatkan keuntungan melalui koneksi lembaga pendidikan setelah lulus, baik soal penerimaan dan penempatan kerja maupun melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Namun, kendala yang tidak dapat ditampik dari pendidikan programer secara formal adalah biaya yang dikeluarkan relatif tinggi. Terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi di mana profesi programer semakin dibutuhkan, biaya untuk pendidikan formalnya pun menjadi semakin besar dan sulit terjangkau.

Sponsor Link

Pendidikan Non Formal Programer

Cara kedua dalam belajar programer selain edukasi formal yaitu melalui pendidikan non formal. Dari segi biaya yang dikeluarkan, tentunya lebih terjangkau. Jalur non formal untuk programer biasanya berupa kursus, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Lama kursus minimal tiga bulan dengan jangka waktu maksimal satu tahun.

Keuntungan dari belajar pemrograman lewat jalur non formal adalah sebagai berikut.

  • Biaya cukup terjangkau bila dibandingkan dengan jalur edukasi formal.
  • Materi kursus yang diberikan cukup lengkap. Tidak hanya diajarkan, tetapi juga praktik dan beberapa lembaga juga menawarkan pelatihan kerja.
  • Waktu studi relatif lebih singkat dibandingkan pendidikan formal, jadi dapat disambi dengan aktivitas lain seperti bekerja.
  • Khusus untuk lembaga kursus IT luar negeri, biasanya peluang kerja lebih luas karena berskala global.

Sedangkan untuk kekurangannya, menempuh jalur non formal biasanya tidak mendapat ijazah, hanya sertifikat. Nilai dari sertifikat tersebut kadang tidak terlalu membantu bila mengincar lapangan pekerjaan pada sebuah instansi pemerintah dan korporasi yang mengutamakan kepemilikan ijazah pelamar kerja.

Belajar Programer Secara Otodidak

Solusi terakhir bagi Anda yang ingin mempelajari programming adalah secara otodidak. Dengan kata lain, Anda belajar dasar pemrograman dari awal seorang diri, tanpa menempuh pendidikan formal maupun non formal.

Apakah hal tersebut memungkinkan? Jawabannya adalah mungkin, bila tekad Anda sudah bulat, sebab belajar otodidak menjadi programer bukan hal yang mudah.

Langkah-Langkah Otodidak Mempelajari Programming

Apa saja yang perlu dilakukan bila ingin menguasai pemrograman tanpa jalur pendidikan formal dan non formal? Berikut ini adalah persiapan dasar untuk belajar programer otodidak.

Memiliki Gawai dan Sambungan Internet Stabil

Persiapan paling dasar untuk calon programer adalah memiliki perangkat elektronik yang mendukung aktivitas coding, yaitu PC dan ponsel pintar.

Tidak lupa pula sambungan internet di lokasi harus dipastikan stabil karena proses pembelajaran coding maupun pembuatan program membutuhkan kedua aspek tersebut. Jika tidak, meskipun ingin, proses pembelajaran tidak akan bisa dilakukan.

Menguasai Bahasa Inggris

Hal ini sering dianggap sepele oleh mereka yang ingin mempelajari pemrograman. Sekilas, memang tampak tidak terdapat korelasi antara penguasaan Bahasa Inggris dengan keterampilan pemrograman.

Padahal, bila ingin menjadi programer, penguasaan bahasa internasional tersebut merupakan modal dasar yang penting. Mengapa? Karena mayoritas panduan dan kode pemrograman menggunakan Bahasa Inggris.

Panduan pemrograman, yang bisa didapatkan melalui artikel di internet maupun melalui buku, mayoritas menggunakan Bahasa Inggris atau minimal banyak mengandung istilah berbahasa asing tersebut.

Sebab itulah, cukup menguasai bahasa internasional itu akan sangat membantu dalam melancarkan penguasaan pemrograman secara manual. Dalam hal ini, keandalan memahami kalimat pasif yang paling diperlukan.

Belajar Bahasa Pemrograman Dasar Melalui Internet dan Buku

Langkah kedua yang perlu ditempuh bila ingin menguasai pemrograman secara otodidak adalah dengan mempelajari bahasa pemrograman dasar secara manual. Sumber yang bisa diandalkan adalah internet dan buku.

Saat ini, mudah sekali menemukan situs-situs IT dan buku lokal maupun terjemahan yang kredibel tentang pengetahuan bahasa pemrograman untuk pemula.

Pelajari bahasa pemrograman secara bertahap, bukan sekedar hafal tetapi memang benar-benar memahaminya sehingga dapat mengingat di luar kepala.

Tidak perlu terburu-buru ingin menguasainya hingga memaksa mengingat kode-kode pemrograman tingkat lanjut hingga akibatnya pemahaman yang dimiliki tidak bisa maksimal. Hal tersebut justru akan menyulitkan ketika praktik coding.

Memilih Bahasa Pemrograman yang Ingin Dikuasai

Bahasa pemrograman sangat beragam, bahkan untuk pemula. Sebab itu, bila Anda mempelajari secara otodidak dan ingin lebih mudah untuk menjadi programer, pilihlah satu atau dua bahasa pemrograman untuk didalami.

Dengan demikian, konsentrasi Anda tidak terbagi untuk banyak bahasa program sekaligus yang justru menghambat perkembangan Anda sebagai programer.

Contohnya, di antara bahasa pemrograman dasar, Anda memilih untuk mendalami HTML atau Hypertext Markup Language. HTML merupakan kode program yang paling umum digunakan dalam pembuatan website.

Dengan menguasai bahasa tersebut, nantinya Anda dapat fokus pada profesi programer situs. Job deskripsi programer khusus website sendiri meliputi pembuatan, pengelolaan, dan perbaikan situs.

Berlatih Secara Rutin

Penguasaan terhadap teori itu penting, namun praktik secara rutin juga tidak boleh dianggap remeh. Bila Anda ingin belajar programer supaya andal, maka menjadwalkan latihan rutin merupakan sebuah keharusan.

Tidak perlu setiap hari, Anda bisa meluangkan waktu minimal dua kali dalam seminggu untuk mengaplikasikan bahasa pemrograman yang teorinya baru Anda pelajari.

Dengan mempelajari teori yang disusul praktik, keterampilan pemrograman Anda melalui cara pembelajaran otodidak dapat maju dengan pesat. Sebab, untuk profesi programer yang mengandalkan kreativitas, keseimbangan antara materi pembelajaran dengan penerapan langsung akan membuat bidang tersebut lebih cepat untuk dikuasai. Jika kedua aspek tidak seimbang, skill seorang programer tidak akan maksimal.

Bertukar Informasi atau Diskusi Rutin Sesama Programer

Belajar otodidak tidak berarti Anda harus mempelajari pemrograman sejak awal sendirian. Agar mempermudah dalam belajar programer, Anda dapat menggelar diskusi rutin dengan sesama rekan seprofesi atau minimal memiliki ketertarikan di bidang pemrograman.

Baik untuk sekedar hobi maupun menekuninya sebagai profesi. Anda bisa memulai dari orang-orang terdekat atau yang dikenal.

Untuk memperluas jaringan, Anda juga bisa bergabung dengan grup-grup programer atau sejenis di berbagai platform jejaring sosial. Forum semacam itu biasanya menjadi wadah untuk bertukar pikiran tentang kendala pemrograman untuk dicari solusinya bersama.

Dapat pula tentang perkembangan terkini bidang programming. Dengan demikian, wawasan sekaligus koneksi Anda pun dapat bertambah.

Meningkatkan Skill Programming ke Level Selanjutnya

Seorang programer identik dengan karakter yang kreatif. Sebagaimana seorang seniman, profesi pembuat program tidak boleh stagnan di zona nyaman.

Untuk terus meningkatkan keterampilan yang dimiliki, Anda harus terus belajar serta berlatih pemrograman. Salah satu bagian dari pengasahan skill adalah dengan meningkatkan level programming ke tingkat lebih tinggi.

Caranya adalah dengan melakukan coding program yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Contoh sederhananya adalah Anda sudah pernah membuat program berupa aplikasi game, maka selanjutnya Anda dapat beralih untuk pembuatan aplikasi keuangan yang memiliki tingkat kerumitan tinggi. Ditambah lagi memerlukan standarisasi keamanan yang ketat. Bila Anda berhasil, berarti skill telah meningkat.

Menghentikan Kebiasaan ‘Copy-Paste’ Program

Problematika programer otodidak adalah kebiasaan dalam menyalin kemudian menempel sebuah format bahasa pemrograman dalam praktik.

Bila berhasil menghasilkan program sesuai dengan bahan yang dicontek, timbul kepuasan yang justru menghalangi keinginan untuk mempelajari bahasa pemrograman lebih lanjut. Kebiasaan tersebut akhirnya berimbas pada terhentinya kreativitas individu bersangkutan.

Sebab itulah kebiasaan dalam melakukan copy-paste program harus dihentikan.

Memperhatikan dan mempelajari format sebuah program bukan hal yang salah.

Namun, melalui studi sederhana tersebut, tugas Anda sebagai seorang programer adalah menganalisa kelemahan atau kekurangan program kemudian membuat kreasi yang lebih baik. Dengan kata lain, bukan membuat program yang sama persis.

Rajin Menghadiri Seminar dan Pelatihan

Sebagian orang memasukkan seminar atau workshop dan pelatihan atau training pada kategori pendidikan programer non formal.

Padahal, kedua kesempatan tersebut tidak tergolong pada klasifikasi itu karena waktu pelaksanaan tidak mencapai minimal persyaratan pendidikan non formal maupun batas maksimalnya. Di mana seminar dilakukan selama beberapa jam dan pelatihan maksimal satu minggu.

Seminar akan membantu Anda mendapatkan informasi atau ilmu baru di dunia pemrograman, sedangkan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan programming Anda secara signifikan.

Jika keberatan akan biaya, Anda dapat mengikuti workshop dan pelatihan belajar programer yang digelar secara gratis. Informasi lengkap untuk acara-acara demikian, biasa Anda dapatkan dengan mudah di internet.

Sponsor Link

Disiplin yang Harus Dimiliki Programer Otodidak

Belajar sendiri atau otodidak tidak berarti Anda boleh bersantai. Justru, Anda harus sangat disiplin karena tidak ada pihak lain yang mengingatkan akan tujuan yang ingin diraih maupun jadwal rutin. Adapun disiplin yang harus dimiliki oleh para programer ini adalah sebagai berikut.

Disiplin Waktu

Bila ingin mengeksplorasi keterampilan programming Anda secara maksimal, maka disiplin waktu merupakan hal yang utama. Alasan utama adalah tidak adanya schedule belajar teori dan praktik yang terencana.

Jadi, Anda harus pandai mengatur waktu untuk dapat mempelajari pemrograman dengan cukup. Buat target waktu pembelajaran untuk membantu Anda menjadi disiplin.

Disiplin Berlatih

Selain disiplin waktu, maka kedisiplinan lain yang perlu Anda miliki untuk belajar pemrograman adalah disiplin dalam berlatih atau praktik.

Karena programer mengandalkan kombinasi skill dan kreativitas, maka sering berlatih akan membantu Anda yang memilih metode pembelajaran program secara otodidak dalam meningkatkan kualitas karya ataupun pekerjaan.

Disiplin Mencari Solusi

Seorang programer tidak hanya dituntut untuk dapat menciptakan sebuah program, tetapi juga memberikan solusi atas debug program buatannya maupun ciptaan programer lain.

Kedisiplinan yang satu ini juga sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan programer sehingga mereka tidak hanya membuat namun juga dapat menuntaskan kendala atas sebuah program.

Disiplin Istirahat

Hasil riset telah mengonfirmasi bahwa individu kreatif, di mana programer termasuk di dalamnya, memforsir kinerja otak dan menguras energi tubuh lebih banyak dibandingkan karakter pemikir. Sebab itu, programer membutuhkan istirahat yang cukup serta teratur guna menghindari tekanan, stres, terlebih depresi. Istirahat berupa tidur terutama sangat diperlukan minimal delapan jam sehari.

Sosok-Sosok Programer Otodidak Berkarir Cemerlang

Banyak yang masih meragukan bahwa belajar programer secara otodidak akan kalah bersaing dengan alumni pendidikan formal maupun jebolan jalur non formal bonafit. Berikut adalah contoh-contoh programer otodidak yang memiliki karir sangat bagus di bidang IT dunia, antara lain.

Michael Sayman

Remaja 17 tahun yang saat ini berstatus sebagai karyawan intern di Facebook ini merupakan programer otodidak yang cukup memiliki nama. Hampir semua aplikasi yang dibuatnya selalu menduduki peringkat pertama pengunduhan di App Store iOS.

Sebagai pengguna iPhone, Michael memang fokus membuat aplikasi yang kompatibel untuk perangkat telekomunikasi besutan Apple tersebut.

Michael menciptakan aplikasi pertamanya dan mendistribusikannya di App Store pada usia 13 tahun dan saat ini telah memiliki total 13 aplikasi buatan sendiri.

Dia tidak memiliki bekal pendidikan formal dan non formal dalam belajar progamer dan hanya mengandalkan materi yang didapatkannya melalui mesin pencari Google, kemudian mengaplikasikannya hingga menghasilkan karya.

Steven Gonzales

Pada usia 12 tahun, Steven Gonzales yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan IT dan kemudian mempelajarinya secara otodidak, meluncurkan aplikasi The Survivor Games. Aplikasi tersebut meraih kesuksesan dan mendapatkan sambutan hangat terutama mengingat aplikasi dibuat untuk membantu para pejuang kanker akan penyakit yang diidap.

Steven menciptakan dan meluncurkan aplikasi tersebut setelah pulih dari leukimia yang sempat di idap olehnya. Ia ingin membantu para pengidap kanker untuk lebih aware terhadap ancaman penyakit itu dengan melakukan penjaringan melalui aplikasi yang dibuatnya. Sebab, ia menyadari fakta semakin awal kanker terdeteksi, maka persentase untuk sembuh pun lebih tinggi.

Sponsor Link

Keuntungan dan Kerugian Belajar Pemrograman Secara Otodidak

Mempelajari teknik programming yang demikian rumit secara pribadi tanpa mengenyam jalur pendidikan formal maupun non formal menghasilkan kelebihan dan kekurangan metode tersebut.

Dari segi keuntungannya, belajar pemrograman secara otodidak adalah sebagai berikut.

  • Hemat biaya karena pengeluaran untuk keperluan pembelajaran program dapat diminimalisir atau mudah disesuaikan dengan dana yang dimiliki.
  • Fleksibel dari segi waktu sebab Anda dapat menyesuaikan waktu belajar dengan kelonggaran jadwal harian Anda sehingga tidak mengganggu rutinitas.
  • Bebas mengeksplorasi dan mengembangkan dari segi materi maupun praktik, serta tidak dibatasi oleh aturan yang biasa diterapkan oleh lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Sementara itu, kerugian dari mempelajari pemrograman secara otodidak adalah:

  • Cukup sulit bila target yang diinginkan adalah bekerja di instansi pemerintahan atau yayasan maupun korporasi besar yang mengutamakan latar belakang pendidikan formal.
  • Membangun koneksi antar sesama programer otodidak lebih sulit karena tingginya persaingan di lapangan.
  • Dari segi teori dan praktik kadang mengalami banyak kendala karena bahan yang terbatas akibat tidak adanya suplai pihak ketiga.

Jadi, belajar programer secara otodidak tidak lantas membuat Anda lebih inferior dibandingkan para kompetitor. Selama Anda dapat memanajemen diri dengan baik, terutama dari segi kedisiplinan, maka kualitas yang dimiliki tidak akan kalah.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan Website? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website, kami juga memiliki kemampuan dalam mengelola website dan meningkatkan strategi SEO serta konten pemasaran sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan setiap permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol