Media Bisnis Online | by APPKEY

BlogPembuatanApa itu Rendering? Bagaimana Teknik Rendering Video yang Tepat?

Apa itu Rendering? Bagaimana Teknik Rendering Video yang Tepat?

-

Last Updated on July 14, 2023 by appkey

 

Membuat dan mengedit video atau film memerlukan sebuah proses yang lumayan panjang. Namun rasa lelah dan jerih payah mengedit video umumnya akan terbayar ketika proses render video yang dilakukan berjalan dengan lancar serta video yang dihasilkan memiliki kualitas baik.

Untuk Anda yang sering mengedit sebuah video atau berkecimpung di profesi seputar audio visual, tentunya istilah “render” bukanlah hal yang asing lagi di telinga Anda. Namun tentunya masih ada orang-orang yang tidak mengetahui apa itu rendering, khususnya masyarakat awam.

Apa itu rendering, dan mengapa rendering penting dalam aktivitas editing video maupun film?

Secara sederhananya, rendering merupakan sebuah kegiatan editing, proses penggabungan dan membangun gambar dari sebuah objek secara kolektif hingga menjadi sebuah video yang utuh. Untuk bisa melakukan rendering video ini, anda akan membutuhkan aplikasi atau software editing video khusus di perangkat komputer PC atau laptop.

Sampai saat ini, masih jarang ada orang yang melakukan rendering video di gadget yang lebih kecil seperti smartphone atau tablet. Hal ini dikarenakan pengoperasian sistem komputer memiliki daya tahan yang lebih kuat, mampu menghasilkan kualitas terbaik dan memberikan hasil video yang profesional serta jenih.

Selain itu, proses rendering yang tidak dilakukan di komputer umumnya tidak akan berjalan lancar karena daya tahan kerja gadget, seperti smartphone, jauh lebih lemah dibandingkan komputer atau laptop.

Lantas, tools atau aplikasi apa saja yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan hasil rendering video terbaik? Ada banyak sekali software atau aplikasi yang bisa digunakan untuk proses rendering video. Namun salah satu aplikasi yang dapat memberikan hasil render terbaik adalah Adobe Premier Pro.

Adobe Premiere Pro adalah salah satu software editing video berbasis timeline turunan dari software Adobe System. Adobe Premiere ini dikembangkan dengan tujuan agar setiap penggunanya bisa melakukan editing profesional dan mendapatkan video serta film berkualitas tinggi.

Ingin tahu lebih banyak seputar rendering video serta tata cara menggunakan Adobe Premiere untuk rendering? Anda beruntung sebab saat ini sudah berada di artikel yang tepat! Berikut ini kami akan mengupas tuntas seluk beluk rendering video dan cara menggunakan Adobe Premiere. Yuk langsung kita mulai ke pembahasan pertama!

Apa Itu Rendering? Pengertian dan Jenis Rendering

rendering-1

Jika kita berkecimpung di dunia video visual alias film, mungkin kita akan sering mendengar orang-orang menyebutkan istilah “render” atau “rendering”. Untuk Anda yang masih pemula dalam dunia editing video, bisa jadi Anda akan kebingungan mengartikan apa itu rendering.

Terdapat beberapa definisi sederhana terkait rendering video. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rendering adalah sebuah proses membangun gambar menggunakan software editing video khusus di komputer.

Sehingga, gambar-gambar tersebut akan menjadi satu video yang utuh. Rendering adalah proses akhir dalam editing sebuah video, di mana dalam proses ini terjadi pembangunan gambar digital dari sebuah model atau objek menggunakan komputer.

Adapun objek-objek berkas yang akan disusun oleh komputer melalui proses rendering ini biasanya memuat banyak jenis data di dalamnya. Semisal sudut pandang pencahayaan, tekstur, bahasa atau data struktur, hingga geometri.

Kumpulan semua data tersebut akan membangun suatu deskripsi utuh dari sebuah adegan virtual. Dengan proses render, seluruh data dalam model tadi akan digabungkan menjadi satu file berupa movie (film) atau images (gambar).

Ada juga yang menjelaskan proses rendering sebagai proses menghasilkan sebuah citra fotorealistik dan non-fotorealistik secara otomatis dari model gambar 2 dimensi menjadi 3 dimensi memakai program-program khusus komputer.

Selain itu pula, proses render video dipakai untuk menggambarkan proses perhitungan efek dalam pelaksanaan editing video. Tujuannya tentu saja untuk menghasilkan output video akhir yang bagus, jernih dan berkualitas.

Terdapat 4 metode rendering yang cukup sering dipraktekkan oleh para editor video professional. Keempat metode rendering tersebut adalah sebagai berikut:

Wireframe Rendering

Pertama adalah metode Wireframe Rendering objek 3D tanpa permukaan atau transparan. Pada mekanisme ini, objek dibentuk sehingga hanya terlihat garis-garis yang menggambaran sudut-sudut dan sisi-sisi sebuah objek tersebut. Pun karena tidak ada permukaan objek ini, proses render dapat berlangsung sangat cepat menggunakan komputer.

Ray Tracing Rendering

Selanjutnya adalah Ray Tracing Rendering yang menjadi metode render pertama untuk membuat gambar objek 3D. Dengan metode ini, Anda bisa menghasilkan video dan gamar paling fotorealistik. Namun system ini lumayan sulit, di mana Anda harus merunut ulang proses alami dari sebuah cahaya dari sumbernya hingga tiba di layar.

Selain itu Anda harus memperkirakan warna-warna yang ditangkap oleh pixel yang menjadi tempat jatuhnya cahaya. Proses ini terus diulang hingga Anda mendapat warna pixel yang dibutuhkan.

Shaded Rendering

Berikutnya adalah metode Shaded Rendering. Metode ini dipakai untuk melakukan beragam proses perhitungan dalam proses render, baik dari segi pencahayaan, shadow casting, karakteristik permukaan, dan lain-lain. Sebagai hasilnya, dengan Shaded Rendering, Anda bisa mendapatkan citra film yang sangat realistik.

Hidden Line Rendering

Jenis render terakhir adalah Hidden Line Rendering. Dalam metode ini, sebuah objek masih bisa direpresentasikan ke layar hanya dengan garis-garis atau sisi-sisi yang mewakili objek tersebut. Sedangkan beberapa garis sisanya tidak dapat Anda lihat karena ada objek atau permukaan lain yang menghalangi tampilan tersebut.

Namun dengan metode ini, Anda tidak bisa melihat karakteristik permukaan objek, seperti tekstur, warna, kilauan, dan pencahayaannya.

Bagaimana Rendering Video yang Tepat dengan Adobe Premiere?

Anda sudah mengetahui apa itu render video dan film, jadi, sekarang Anda tidak boleh melewatkan proses render jika ingin menghasilkan video dan film berkualitas baik untuk dipertontonkan ke banyak orang. Namun, bagaimana cara melakukan rendering video yang baik dan tepat?

Sekarang ini ada banyak sekali software atau aplikasi komputer yang ditujukan khusus untuk melakukan rendering video. Beberapa contoh software komputer untuk rendering video yang terkenal di masyarakat seperti Windows Movie Maker, Sony Vegas, Final Cut, Adobe Premiere Pro Apple iMovie, Inshot dan masih banyak lagi.

Di antara semua jenis software render video tersebut, software Adobe Premiere Pro adalah tool rendering video dan film yang sangat baik kualitasnya dan banyak digunakan oleh para editor video professional.

Jika laptop atau komputer PC Anda sudah mempunyai aplikasi Adobe Premiere Pro, maka Anda bisa langsung mengikuti tahap berikutnya dalam melakukan rendering video. Tetapi jika Anda belum punya software ini, Anda bisa mendownload aplikasi Adobe Premiere Pro terlebih dahulu secara gratis di link berikut ini: https://adobe-premiere.id.softonic.com/download

Proses download dan instalasi Adobe Premiere Pro tidak memakan waktu lama, asalkan Anda mempunyai koneksi internet yang bagus dan stabil, serta ruang di komputer yang cukup.

Dengan begini maka Anda akan mudah untuk memasang dan menjalankan aplikasi. Setelah selesai mendownload dan menginstal aplikasi, selanjutnya Anda bisa mulai mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan proses rendering film.

Render Adobe Premiere Menggunakan Fitur Export Media

rendering-2

Anda bisa melakukan proses rendering video dan film melalui export media di Adobe Premiere Pro. Aplikasi Adobe Premiere Pro ini sudah dilengkapi dengan fitur Mercury Playback Engine. Fitur ini digunakan untuk melakukan accelerated render dan real time video editing. Oleh sebab itu, video yang Anda buat pun dapat memiliki kualitas yang baik.

Fitur Mercury Playback Engine ini pun turut mengadopsi optimasi teknologi GPU, sehingga performanya saat melakukan rendering jadi lebih baik dibandingkan aplikasi-aplikasi untuk rendering video lainnya. Untuk melihat mekanisme render engine yang tersedia dalam Adobe Premiere Pro, Anda bisa mengikuti langkah-langkah mudah berikut ini:

  1. Klik File > New > Project untuk membuat new project video render. Alternatif lainnya, Anda bisa menekan kombinasi tombol Ctrl + Alt + N pada keyboard laptop atau PC.
  2. Pada kolom Name yang muncul, ketik nama project yang hendak dibuat sesuai keinginan atau kebutuhan.
  3. Lanjutkan dengan memilih lokasi penyimpanan project secara default. Anda bisa menyimpan hasil render di Local disk C dengan alur klik: Users > Windows User > Documents > Adobe  > Premiere Pro.
  4. Untuk mengubah direktori penyimpanan, cukup tekan Browse dan klik area penyimpanan yang diinginkan.
  5. Buka bagian tab General, kemudian Renderer dengan menggunakan mengklik Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL).
  6. Alternatif lainnya, Anda bisa mengklik fitur Mercury Playback Engine Software Only. Dari sini pun, Anda sekalian mengatur beberapa hal lainnya seperti display video format, display audio format, capture format dan seterusnya.
  7. Klik Ok jika proses render video sudah selesai. Maka file akan tersimpan otomatis di direktori penyimpanan yang dipilih (pada tahap nomor 3-4) begitu proses render selesai.

Sebagai catatan tambahan, metode render dengan fitur Mercury Playback Engine Software Only ini sesungguhnya dapat dilaksanakan tanpa proses optimisasi ataupun akselerasi dari GPU.

Hal ini berarti bahwa penggunaan GPU tidak sepenuhnya diprioritaskan dalam proses rendering, karena sistem ini memang dapat menjadikan proses render berjalan lebih lama. Meskipun hasil yang diberikan tentu menjadi lebih baik.

Jadi, Anda bisa menentukan kembali apakah Anda ingin menggunakan GPU dalam proses render video Anda atau tidak. Semuanya tergantung kembali kepada kebutuhan Anda saat melakukan render video.

Selain itu terdapat pula langkah-langkah mudah untuk Anda yang ingin melakukan render tanpa perlu repot memakai fitur Adobe Premiere Pro. Tata caranya adalah sebagai berikut:

  1. Klik menu File > Export > Media. Alternatif lain, Anda bisa menggunakan kombinasi tombol Ctrl + M pada keyboard.
  2. Saat muncul jendela Export Settings, mulai lakukan beberapa pengaturan.
  3. Pilih format video yang ingin dibuat pada menu Format.
  4. Buka bagian Preset untuk melakukan pengaturan secara lebih rinci pada beberapa aspek lanjutan terkait di video yang sedang di edit, seperti pengaturan warna, efek, kecerahan, kontras, dan seterusnya.
  5. Anda bisa memberikan komentar singkat dan disematkan otomatis pada file video di bagian Comment
  6. Buka opsi Export Video dan Audio untuk merender dan mengexport bagian audio saja atau video saja (bisu, tanpa suara audio). Sebagai catatan, kedua opsi ini dapat dipakai bersamaan dalam melakukan proses render.
  7. Catatan lainnya: setelah memilih menu Format dan Preset, itu artinya Anda telah mengabaikan pengaturan pada bagian lain yakni: tab Effects, Video, Audio, Multiplexer, Captions, dan tab Publish.
  8. Untuk mengecek kualitas video yang dirender gunakan tombol Use Maximum Rendering Quality
  9. Lihat opsi Use Previews. Jika opsi ini di “checklist”, maka file preview dari video yang tengah diedit atau pernah di-generate oleh Adobe Premiere, akan dipakai untuk mempercepat proses render yang baru dilakukan.
  10. Lihat opsi Use Frame Blending. Jika opsi di “checklist”, maka Anda akan mendapat video dengan gerakan yang lebih halus atau mulus. Hal ini umumnya terjadi pada frame dengan status frame rate input yang tidak cocok dengan frame rate output saat proses blending (pencampuran).
  11. Lihat opsi Import Into Project. Jika opsi di “checklist”, maka hasil render video yang sudah selesai akan di-import ke project lain sesuai keinginan Anda, semisal menggabungkan hasil render terbaru ke adegan film lain.
  12. Terakhir, cek opsi Set Start Timecode. Jika opsi di “checklist”, Anda dapat mengatur timecode selama proses render video berlangsung.

Render Adobe Premiere Menggunakan Adobe Media Encoder

rendering-5

Selain Adobe Premiere Pro, terdapat pula software milik Adobe System lain yang dapat Anda pakai untuk melakukan proses rendering. Adapun nama software tersebut adalah Adobe Media Encoder.

Adobe Media Encoder merupakan salah satu software atau perangkat lunak yang menjadi bagian dari Adobe Creative Suite (CS). Adobe Media Encoder inipun juga terdapat dalam Adobe Creative Cloud (CC) di bagian Master Collection, Adobe Media Encoder.

Apa kegunaan dari Adobe Media Encoder? Fungsi utama dari Adobe media encoder adalah untuk menambahkan preset dan menghasilkan output file dalam format apa saja sesuai yang dikehendaki atau dibutuhkan oleh para penggunanya. Jadi dengan software Adobe Media Encoder, Anda bisa bebas membuat file dalam format seperti MP4, AVI, 3GP, MPG, dan seterusnya.

Dalam sistem operasionalnya pun, Adobe Media Encoder sudah terintegrasi dengan banyak jenis software lain seperti Adobe Premiere Pro, After Effect, dan software-software pengedit video dan rendering lainnya. Anda bisa mendownload dan menginstalasi aplikasi Adobe Media Encoder jika tidak punya aplikasi ini sebelumnya di: https://www.adobe.com/products/media-encoder.html

Apakah Anda tertarik untuk mencoba menggunakan Adobe Media Encoder sebagai tools untuk melakukan rendering? jika iya, maka Anda bisa mencoba langkah-langkah mudah berikut ini untuk melakukan proses render video memakai Adobe Media Encoder:

  1. Klik menu File > Export > Media, atau bisa juga dilakukan dengan menekan alternative kombinasi tombol Ctrl + M pada keyboard.
  2. Selanjutnya, akan muncul jendela baru Export Settings di layar komputer Anda.
  3. Perhatikan pada bagian bawah jendela. Anda akan menemukan tombol Queue di samping sebelah kiri tombol Export.
  4. Klik tombol Queue. Pilih jendela Adobe Media Encoder untuk membuka dan menjalankan aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya di perangkat.
  5. Sebagai catatan penting, Anda harus ingat bahwa Adobe Media Encoder bukan renderer engine sendiri. Alhasil, video yang tengah diedit oleh Anda tetap akan di render dengan menggunakan fitur Mercury Playback Engine yang disematkan di dalam Adobe Premiere. Penggunaan Adobe Media Encoder ini lebih dimaksudkan untuk memilih preset video yang lebih variatif dibandingkan yang tersedia di Adobe Premiere Pro.
  6. Begitu selesai memilih dan mengatur preset video yang diinginkan, Anda bisa melanjutkan ke tahap render sebagaimana di poin penjelasan pada Adobe Premiere Pro.
  7. Buka bagian tab General, lalu lakukan Renderer dengan menggunakan mengklik Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL).
  8. Alternatif lainnya, Anda bisa mengklik fitur Mercury Playback Engine Software Only. Dari sini pun, Anda sekalian mengatur beberapa hal lainnya seperti display video format, display audio format, capture format dan seterusnya.
  9. Klik Ok jika proses render video sudah selesai. Maka file akan tersimpan otomatis di direktori penyimpanan yang dipilih.

Itulah dia penjelasan lengkap dari kami terkait apa itu rendering dan juga bagaimana tata cara menggunakan Adobe Premiere Pro serta Adobe Media Encoder untuk melakukan proses rendering kumpulan gambar objek menjadi sebuah video atau filmnya utuh.

Sebagai seorang pemula, tentunya Anda akan berpikir atau membayangkan bahwa proses rendering video merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Namun, dengan rutin berlatih dan mengaplikasikan teori-teori yang sudah dijelaskan di atas, maka tentunya Anda akan semakin mahir melakukan proses rendering video dengan sendirinya. Ingatlah bahwa proses rendering video harus dilakukan secara hati-hati dan cermat agar hasil output film Anda menjadi bagus, berkualitas dan sesuai dengan harapan.

Terima kasih sudah membaca dan mengikuti artikel ini sampai di sini! Semoga pembahasan kali ini dapat menambah wawasan Anda terkait bagaimana cara melakukan rendering video dan film yang baik. Selamat mencoba proses rendering untuk membuat aneka video, animasi dan film, ya!

Temukan juga lebih banyak artikel menarik dan bermanfaat lainnya terkait dunia teknologi digital hanya dari website dan media sosial kami. Sampai jumpa di artikel kami yang lain.

Ingin mendapatkan lebih banyak tips penting tentang pengelolaan bisnis online? Follow MARKEY adalah solusinya! Klik https://markey.id/ atau download MARKEY APP di Play Store maupun AppStore agar tidak ketinggalan info artikel bisnis terbaru setiap hari. Sampai jumpa lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Paket Aplikasi Android dan iOS

Pasang iklan

- Advertisement -

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

11 Aplikasi Desain Jersey Android Terbaik yang bisa Anda coba!

Anda sedang mencari inspirasi bisnis? Mengapa tidak mencoba merintis bisnis jersey tim sepak bola kenamaan saja? Mari mencobanya dengan...

Startup Repair Adalah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Startup repair adalah salah satu jenis problem yang sering ditemukan pada PC, hal ini menyebabkan PC sering gagal booting. Saat...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Seperti apa contoh-contoh iklan penawaran yang menarik konsumen? Buat Anda yang sering bingung menyusun kata-kata iklan penawaran, jangan lewatkan...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

HOST ID dan NETWORK ID | Pengertian dan Contohnya

Perangkat komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata memiliki jaringan yang rumit dan juga kompleks. Sebab, hingga saat ini...

Cara Cepat Belajar IT Secara Otodidak untuk Pemula

Belajar IT atau coding bisa dibilang hal yang tidak mudah apalagi bagi pemula. Karenanya memang butuh beberapa tahun untuk...

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi Android dan IOS

Hal yang membedakan standar biaya pembuatan aplikasi Appkey adalah perangkat yang dibutuhkan dan support aplikasi untuk keperluan development. Seperti...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya