P2P Adalah? Simak Penjelasan Lengkapnya

Dalam kegiatan berbisnis, Anda pasti akrab sekali dengan modal demi melancarkan kegiatan usaha Anda, mulai dari saat merintis hingga menjalankan operasional dalam bisnis Anda. Namun, di era yang serba canggih seperti sekarang ini, dikenal istilah peer to peer lending atau secara singkat dikenal dengan nama P2P. Peer to Peer Lending atau P2P adalah suatu layanan jasa keuangan atau media dimana terdapat sebuah perusahaan atau institusi formal yang mempertemukan seorang peminjam dengan pemberi dana secara langsung tetapi melalui aktivitas online. Sama sekali tidak memiliki kegiatan perantara seperti yang berlaku pada suatu institusi bank.

Atau secara sederhana, P2P adalah cara untuk memberikan pinjaman sejumlah uang kepada sebuah bisnis atau individu dan juga terdapat orang-orang tertentu yang dapat mengajukan sejumlah pinjaman untuk keperluan bisnis mereka. Jika dulu bank atau lembaga keuangan legal lainnya yang menjalankan kepentingan tersebut, maka sekarang seiring dengan perkembangan jaman, muncul lah inovasi di bidang keuangan baru di Indonesia yang dikenal dengan nama Fintech, singkatan dari Financial Technology.

Dikarenakan adanya inovasi di bidang keuangan yaitu Fintech, masyarakat pun mulai memanfaatkannya untuk berinvestasi di bidang keuangan dan memperoleh return dengan nilai yang cukup menarik, yaitu 18% hingga 20% per tahun.

Lalu, bagaimana cara kerja dari Peer to Peer Lending?

Cara Kerja Peer To Peer Lending

p2p Landing

Dikarenakan sistem P2P adalah marketplace yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan pinjam meminjam sejumlah dana demi kepentingan yang beragam, bisa untuk berbisnis atau hal lainnya. Mengapa peer to peer menjadi pilihan utama masyarakat di Indonesia dan di luar negeri dalam hal permodalan bisnis?

Tentunya dikarenakan P2P adalah proses pinjam meminjam sejumlah dana tetapi prosesnya jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan lembaga-lembaga resmi seperti koperasi, bank, jasa perkreditan dan pemerintah. Anda dapat mengajukan pinjaman dana dengan dukungan orang-orang profesional sesama pengguna sistem P2P ini.

Di dalam sistem P2P terdapat dua unsur utama, yaitu peminjam dana investor, dan masing-masing pihak memiliki prosedur-prosedur yang harus dijalankan sendiri.

Sebagai Peminjam

Yang dimaksud dengan peminjam dalam sistem P2P adalah orang-orang yang akan mengajukan dana kepada perusahaan Fintech secara online. Yang perlu calon peminjam ini lakukan adalah mengunggah dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online, dan tentunya proses ini relatif lebih cepat karena dilakukan secara online.

Tetapi layaknya seperti dalam prosedur peminjaman dana, terkadang permohonan pinjaman Anda dapat ditolak dikarenakan beragam faktor. Jika pinjaman Anda diterima maka sudah pasti Anda akan menerima suku bunga pinjaman untuk sejumlah dana pinjaman Anda. Hal menarik dari sistem P2P adalah pengajuan pinjaman Anda dimasukkan ke dalam marketplace agar semua pendana dalam sistem P2P ini dapat melihat pengajuan pinjaman Anda.

Sebagai Investor

Sebagai Investor

Sistem P2P adalah sistem peminjaman dana secara online yang dapat membuat seorang investor dapat memiliki akses untuk mengamati data-data pengajuan pinjaman melalui dashboard yang telah disediakan. Data-data apa saja yang dapat amati? Tentunya data-data seperti tingkat pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman beserta alasannya. Saat Anda setuju untuk menginvestasikan sejumlah uang pada pinjaman tersebut, Anda dapat langsung menginvestasikan sejumlah uang, tentunya setelah membayar sejumlah deposit sesuai dengan tujuan dari investasi Anda.

Keuntungan untuk Anda adalah, peminjam dana akan melakukan pencicilan setiap bulan sebagai penggantian atas dana yang Anda keluarkan dan Anda pun akan mendapatkan bunga juga. Jumlah bunga tentunya akan tergantung pada jumlah dana yang diinvestasikan oleh investor. Jika Anda tertarik untuk menjadi investor atau pendana tetapi tidak ingin mengikuti prosedur yang terlalu rumit, maka sistem P2P adalah sistem yang paling cocok untuk Anda. Anda dapat mendapatkan sejumlah keuntungan yaitu sebagai berikut.

Menggunakan Modal yang Kecil

Dengan bergabung di sistem P2P, maka Anda dapat meminjamkan dana dimulai dengan modal yang sangat kecil, yaitu dimulai dengan dana yang paling minimal yaitu Rp. 100.000,-

Proses secara Online

Untuk menjadi investor atau pendana, maka Anda perlu memenuhi sejumlah syarat-syarat dan tentunya syarat-syarat tersebut jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan syarat-syarat menjadi peminjam. Kemudahan lainnya adalah prosesnya dilakukan secara online, dan Anda pun dapat mengawasi dana yang Anda pinjamkan secara online, sebagai bentuk fasilitas dari perusahaan Fintech dimana Anda menginvestasikan dana tersebut. Oleh karena sistem P2P adalah sistem pinjam meminjam dana berbasis online, maka sudah pasti Anda sebagai pemberi dana pun akan dimudahkan untuk mengawasi dana yang Anda investasikan.

Hasil yang Menguntungkan

Sama seperti proses pinjam meminjam dana dalam institusi keuangan lain, Anda pun akan mendapatkan keuntungan berupa rate bunga berkisar 6% – 7% dan akan dikirimkan melalui virtual account.

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, Anda dapat memahami apa saja keuntungan saat memutuskan untuk menginvestasikan dana Anda di perusahaan Fintech. Tetapi tentunya Anda memiliki sejumlah resiko yang harus Anda pikirkan juga jika ingin menginvestasikan uang Anda ke perusahaan Fintech.

Resiko – Resiko Penanaman Dana di Perusahaan Fintech

Resiko Penanaman Dana

Jika Anda tertarik untuk dapat menjadi pemberi dana atau investor di perusahaan Fintech berbasis P2P Lending, maka Anda pun harus memahami sejumlah resiko jika memilih menginvestasikan dana di perusahaan tersebut.

Resiko Validitas Data

Perusahaan Fintech tentunya memiliki website P2P Lending, dan website ini tentunya menyediakan sejumlah data seperti tingkat pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman beserta alasannya, tetapi data-data tersebut dipergunakan oleh pengelola perusahaan Fintech untuk mengevaluasi calon kreditur atau calon peminjam. Hal ini erat sekali kaitannya dengan tingkat keamanan dan kinerja investasi dari pengelola perusahaan Fintech tersebut.

Tetapi Anda sebagai investor atau pemberi dana, tidak dapat mengakses informasi tersebut apalagi memvaliditas kebenaran informasi tersebut. Dikarenakan pihak pengelola tidak akan memberikan akses kepada Anda sebagai calon investor untuk melakukan validitas secara langsung, maka Anda akan sepenuhnya percaya pada judgement sekaligus keahlian dari pengelola perusahaan Fintech dimana Anda ingin menginvestasikan uang Anda.

Resiko Kredit

Kemudian resiko lainnya adalah Anda sebagai seorang investor harus memahami sejak awal bahwa Anda akan menanggung resiko gagal bayar kredit, dan pengelola P2P Lending tidak akan menyerap kerugian Anda jika kreditor menunggak. Maksudnya adalah jika kreditur atau peminjam dana menunggak, maka Anda sebagai investor harus siap kehilangan dana yang sudah Anda investasikan, dan hal ini sering disebut sebagai resiko kredit.

Resiko Operasional

Ada juga sejumlah resiko lainnya yang berkaitan dengan resiko operasional seperti dana yang Anda setorkan ke pengelola P2P hilang atau disalahkan gunakan, atau bisa jadi perusahaan Fintech tempat Anda menanamkan investasi Anda mengalami kebangkrutan. Resiko operasional lainnya adalah Anda tidak dapat menarik dana Anda di tengah jalan atau sebelum jatuh tempo. Karena itu, saat Anda memutuskan untuk terjun ke dalam dunia P2P maka Anda harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan likuiditas secara matang.

Dalam hal ini, perusahaan Fintech yang bergerak dalam bidang P2P Lending berbeda dengan bank dan investasi saham. Jika Anda menanamkan uang Anda kepada bank, maka Anda bisa menarik uang Anda kapan saja. Termasuk dalam hal investasi saham, Anda dapat menjualnya kapan saja Anda inginkan.

Demikian hal-hal penting dan menarik mengenai sistem P2P Lending yang dijalankan oleh perusahaan Fintech, sebagai bagian dari inovasi di bidang keuangan. Dimulai dari apa itu sistem Peer to Peer Lending, cara kerja Peer to Peer Lending, keuntungan sekaligus resiko-resiko Peer to Peer Lending. Dan informasi ini tentunya akan semakin membuat Anda memahami apa saja hal yang berkaitan dengan Peer to Peer Lending dan tentunya akan semakin memantapkan niat Anda untuk dapat berkecimpung di dunia P2P Lending.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan Website? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website, kami juga memiliki kemampuan dalam mengelola website dan meningkatkan strategi SEO serta konten pemasaran sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan setiap permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol