Cara Cepat dan Mudah Belajar Algoritma Pemrograman

 

Menguasai algoritma pemrograman dasar adalah hal wajib bagi setiap programmer, baik programmer pemula maupun profesional. Hal itu karena algoritma adalah tumpuan dasar dalam menyelesaikan bermacam permasalahan yang ada.

Jika ditilik lebih jauh, algoritma pemrograman didefinisikan sebagai urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu persoalan. Algoritma bahasa pemrograman  secara garis besar menekankan pada urutan langkah logis yang diatur secara sistematis sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak boleh ada langkah yang diloncat.

Secara bahasa, istilah algoritma dicetuskan pertama oleh Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa Al – Khowarizmi, seorang ilmuwan terkenal asal Persia yang juga berkontribusi besar pada kemajuan ilmu pengetahuan di berbagai bidang seperti Matematika, Astronomi, Astrologi, dan Geografi.

Saat itu, istilah algoritma muncul pada buku bertajuk Al Jabr W’Al-Muqabala yang diterbitkan pada tahun 825 M. Dalam buku tersebut dijelaskan pengertian algoritma bahasa pemrograman, adalah alur pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, dimana alur tersebut dapat berupa gambar, tulisan, hingga tabel.

Algoritma bahasa pemrograman  Untuk Pemula

Kebanyakan pemula berpendapat bahwa mempelajari algoritma tidaklah mudah, bahkan lebih sulit dari matematika. Hal tersebut karena dalam mempelajari algoritma, seseorang perlu memiliki kemampuan penalaran yang baik.

Pentingnya Algoritma Pemrograman  Untuk Pemula

Sponsor Link

Seberapa penting mempelajari algoritma bagi seorang pemula?

Algoritma adalah hal dasar yang perlu anda kuasai sebelum berkecimpung di dunia bahasa pemrograman. Lalu, darimana anda harus mulai belajar algoritma?

Pertama – tama anda perlu memahami pengertian dari algoritma secara logika, kemudian memahami seperti apa ciri – ciri algoritma, dan terakhir mengetahui apa saja jenis – jenis algoritma.

Seperti matematika, algoritma dibangun oleh tiga bagian spesifik berikut ini :

Diketahui : berisi berbagai informasi yang dibutuhkan oleh seorang programmer dalam memecahkan suatu problem.

Ditanyakan : berisi tentang problem yang harus diselesaikan oleh programmer.

Jawaban : berisi solusi dan pemecahan masalah yang ditulis dalam instruksi yang dimengerti dan dapat dikerjakan oleh komputer.

Agar bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan, maka algoritma pemrograman  harus memiliki ciri – ciri berikut ini :

Pertama, algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah tertentu.

Kedua, setiap langkah di dalam algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan jelas, tidak ambigu.

Keempat, algoritma memiliki masukan (input) berjumlah nol atau lebih.

Kelima, algoritma memiliki keluaran (output) berjumlah nol atau lebih.

Keenam, algoritma harus memiliki sifat efektif dan efisien, dimana setiap langkah yang tertulis harus sederhana, ringkas dan logis, sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat.

Dalam ilmu komputer, algoritma pemrograman  digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan komputasi numerik. Algoritma ini  juga berfungi sebagai jembatan komunikasi antara manusia dan mesin canggih bernama komputer untuk bisa menyelesaikan suatu permasalahan.

Berdasarkan tingkat kesulitannya, Algoritma pemrograman  terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu algoritma  tingkat tinggi (high level language), tingkat menengah (medium level language), dan tingkat rendah (low level language). Setiap Jenis algoritma tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda – beda, namun memiliki tujuan yang sama.

Jenis algoritma dalam pemrograman

Berikut ini ialah 3 Jenis algoritma pemrograman  :

Algoritma Narasi (bahasa natural)

Contohnya : Algoritma Kelulusan_mhs

Pokok permasalahan : Mengklasifikasikan status kelulusan mahasiswa berdasarkan  data yang diberikan.

Data tersebut berupa nama dan nilai mahasiswa, dimana nilai tersebut memiliki besaran yang bervariasi mulai dari 0 hingga 100. Jika nilai yang dimiliki seorang mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sementara, jika nilai dibawah 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Tugas anda adalah mengkonversi perintah tersebut ke dalam bentuk bahasa yang dimengerti oleh komputer.

Sehingga algoritmanya akan menjadi seperti ini :

Baca nama dan nilai mahasiswa.

Jika nilai >= 60 maka

Keterangan = lulus

Tetapi jika

Keterangan = tidak lulus

Tulis nama dan keterangan

Algoritma Pseudo Code

Contohnya : Algoritma Kelulusan_mhs

Pokok permasalahan : Mengklasifikasikan status kelulusan mahasiswa berdasarkan  data yang diberikan.

Data tersebut berupa nama dan nilai mahasiswa, dimana nilai tersebut memiliki besaran yang bervariasi mulai dari 0 hingga 100. Jika nilai yang dimiliki seorang mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sementara, jika nilai dibawah 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Maka untuk menyelesaikan persoalan tersebut, langkah – langkahnya ialah sebagai berikut :

Read (nama,nilai)

If nilai >= 60 then

Keterangan = ‘lulus’

Else

Keterangan = ‘tidak lulus’

Write(nama,keterangan)

Algoritma Flowchart

Jenis algoritma pemrograman  berikutnya ialah Algoritma Flowchart yang biasanya digunakan untuk merancang sebuah program komputer. Urutan langkah – langkah dalam algoritma flowchart bersifat sekuensial atau berkesinambungan dan ditulis dalam bentuk bagan (chart), dimana jalannya proses dimulai dari atas (start) ke bawah (end) dan ditandai dengan tanda panah.

Dalam pembuatan flowchart tidak ada kaidah yang baku. Flowchart juga dapat bervariasi antara satu pemrograman dengan pemrograman yang lain, namun secara garis besar flowchart terdiri dari 3 bagian yakni, input, proses, dan output.

Sponsor Link

Cara kerja algoritma pemrograman

Setelah mengetahui jenis – jenis algoritma , kini anda perlu mengetahui bagaimana algoritma ini bekerja. Berikut ini ialah penjabaran tentang Cara kerja algoritma pemrograman .

Dalam menyusun algoritma pemrograman , anda perlu mengetahui 3 hal berikut ini :

Judul

Judul adalah bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasannya. Sebaiknya judul disusun dengan kalimat yang singkat dan definitif.

Deklarasi

Deklarasi adalah bagian untuk mendeskripsikan semua nama di dalam program. Nama itu bisa berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedur, dan fungsi.

Deskripsi

Deskripsi adalah bagian yang berisi urutan langkah – langkah penyelesaian masalah yang ditulis secara sistematis menggunakan notasi tertentu.

Ada juga beberapa istilah algoritma yang perlu anda ketahui terlebih dahulu, yakni variable dan tipe data. Untuk memahami apa itu variable dan tipe data, mari anda simak kasus berikut.

Kasus : Terdapat 2 gelas bernama A dan B. Gelas A berisi sirup, gelas B berisi susu.

Perintah : Menukarkan isi gelas masing – masing, sehinga gelas A berisi susu dan gelas B berisi sirup.

Solusi : Sediakan gelas kosong, beri nama gelas C. Kemudian, tuangkan sirup dari gelas A ke gelas C, lalu tuangkan susu dari gelas B ke gelas A. terakhir, tuang sirup dari gelas C ke gelas B. Selesai.

Kini, gelas A berisi susu, sementara gelas B berisi sirup.

Pada kasus di atas, gelas berperan sebagai variable dan isinya (sirup dan susu) disebut sebagai tipe data. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa variable adalah wadah yang menampung tipe data.

Jika diterjemahkan dalam algoritma, maka akan menjadi seperti berikut ini :

Judul : program tukar_gelas

Deklarasi :

var

a : cairan {gelas A}

b : cairan {gelas B}

c : cairan {gelas C}

algoritma

a <- Sirup

b <- Susu

c <- a {tuangkan isi gelas A pada gelas C}

a <- b {tuangkan isi gelas B pada gelas A}

b <- c {tuangkan isi gelas C pada gelas B)

Dengan memahami konsep tersebut, anda akan lebih mudah mempelajari hal – hal berikutnya.

Apa Fungsi Algoritma?

Pemahaman terhadap algoritma pemrograman  adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap programmer. Pemahaman tersebut tidak hanya mencakup definisi serta sistem kerjanya saja, melainkan juga fungsi penting dari algoritma itu sendiri.

Suatu algoritma membawa fungsi penting dalam aktivitas penyusunan program. Berikut ini adalah beberapa fungsi algoritma dalam dunia pemrograman.

Menyelesaikan masalah

Algoritma digunakan untuk mengatasi permasalahan rumit dalam suatu program yang kemungkinan juga melibatkan perhitungan tingkat tinggi. Namun, seringkali program yang dibuat tidak berjalan seperti yang diinginkan karena adanya beberapa kesalahan dalam menyusun algoritma.

Menyederhanakan program besar

Algoritma juga memiliki peran cukup dominan dalam menyederhanakan proses pembuatan program yang cukup rumit. Selain itu, penggunaan kode juga akan lebih sistematis dan terarah jika menggunakan algoritma yang tepat.

Tidak hanya itu, menggunakan algoritma akan membuat suatu program mudah untuk dikembangkan. Itu karena script yang dibuat secara urut dan sistematis akan mempermudah anda untuk menambahkan fungsi baru ke dalam program tersebut.

Penggunaan algoritma juga dapat meminimalisir pembuatan program secara berulang – ulang. Sehingga untuk membuat program baru, anda tidak perlu lagi memulai dari awal, tetapi cukup menerapkan algoritma yang sama pada program yang akan anda garap. Dengan demikian, berbagai aktivitas pemrograman dapat berjalan efektif dan efisien.

Mempermudah proses perbaikan

Dalam aktivitas pemrograman, anda akan menemukan berbagai kesalahan yang menganggu kinerja suatu program. Jika anda kesulitan dalam mencari dimana letak kesalahan tersebut , maka penerapan algoritma akan sangat memudahkan proses pencarian kesalahan. Tidak hanya itu, proses perbaikan juga dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Bahkan ketika anda ingin memodifikasi suatu program, anda dapat melakukannya hanya pada satu modul saja tanpa mengganggu modul lainnya. Hal tersebut karena program anda tersusun dari script yang tersusun rapi dan sistematis, sehingga proses modifikasi dapat dilakukan dengan mudah.

Algoritma Pemrograman  dan String

Apa kaitan antara Algoritma pemrograman  dan String ?

Jadi begini, dalam algoritma yang kita mengenal beberapa jenis operasi, diantaranya ialah operasi aritmatika dan operasi string.

Dalam algoritma, operasi string adalah proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengolahan teks atau tulisan.

Ada beberapa cara untuk mengolah string, yakni penggabungan, pemecahan, konversi data (casting), dan operasi string lainnya. Biasanya, nilai dari variable dengan tipe data string diapit oleh tanda kutip tunggal (contoh : ‘kamu’), namun pada implementasinya pada beberapa bahasa pemrograman, nilai dari variable ber-tipe data string juga ditulis dalam tanda kutip ganda (contoh : “kamu”).

String dapat dioleh dalam tiga cara berikut :

Sponsor Link

Penggabungan

Dalam algoritma pemrograman , variable ber-tipe data string dapat diolah dengan operasi penggabungan.

Contoh :

Algoritma_operasi_penggabungan

Deklarasi

Kata 1 : string

Kata 2 : string

Hasil : string

Algoritma :

Kata 1 <-  ‘kamu suka kopi’

Kata 2 <-  ‘karena rasanya lezat’

Hasil <- kata 1 + kata 2

Write (hasil)

Hasil dari algoritma tersebut adalah : kamu suka kopi karena rasanya lezat.

Deskripsi :

Deklarasikan variabel ber-tipe data string yaitu kata1, kata2 dan hasil. Sesudah itu, variable kata1 diisi dengan tulisan ‘kamu suka kopi’, sementara pada variable kata2 diisi dengan ‘karena rasanya lezat’.

Penggabungan isi dari variable kata1 dan kata2 menggunakan operator + diletakkan ke variable hasil. Setelah itu, isi pada variabel hasil akan dicetak di layar dengan perintah write.

Pemecahan

Operasi pemecahan string bertujuan untuk mendapatkan sebagian kata yang diinginkan dari suatu string (tulisan). Misalnya, pengambilan beberapa karakter dari sebelah kiri, kanan atau urutan tertentu.

Dalam algoritma, operasi pemecahan umumnya digunakan dalam bahasa pemrograman Pascal. Berikut ini ialah contoh pemecahan string menggunakan algoritma dengan pendekatan bahasa pemrograman Pascal.

Substring (variable_string, index_awal, jumlah_karakter)

fungsinya untuk mengambil beberapa karakter dari sebuah tulisan yang dimulai dari index awal sebanyak n karakter.

Misalnya variable string c diisi dengan nilai ‘bahagia itu sederhana’

Maka, substring (x,1,5) -> untuk mengambil 5 karakter dari isi variabel x yang dimulai dari urutan karakter ke 1.

Dengan demikian, hasil yang akan ditampilkan ialah teks  bahag.

left (variable_string, jumlah_karakter)

fungsinya untuk mengambil beberapa karakter dari sebelah kiri sebanyak n karakter.

Misalnya Variable string o diisi dengan nilai ‘bahagia itu sederhana’

Maka, left (o,7) -> untuk mengambil sejumlah 7 karakter dari sebelah kiri, sehingga hasilnya akan menampilkan kata bahagia.

right (variable_string , jumlah_karakter)

fungsinya untuk mengambil beberapa karakter dari kanan sejumlah n karakter.

Misalnya Variable string b diisi dengan nilai ‘bahagia itu sederhana’

Maka, right (b,9)  -> untuk mengambil 9 karakter dari sebelah kanan sehingga hasil yang akan ditampilkan ialah tulisan sederhana.

Jika salah satu metode pemecahan string diatas diterapkan secara langsung maka akan seperti ini :

program pemecahan_string

Deklarasi

C : string

B : string

O : string

Hasil : string

Algoritma :

C : ‘bahagia itu sederhana’

B : ‘jika kamu’

O : ‘bersyukur’

Hasil <- substring (C,1,5)

Writeln (‘hasil operasi substring : ‘,hasil’)

Hasilnya akan menjadi : bahag

Konversi data

Konversi data bertujuan untuk mengkonversi nilai dari satu tipe data ke jenis tipe data lain, misalnya mengubah suatu angka dari tipe data string menjadi bilangan.

Sebagai contoh :

Algoritma contoh_casting

Deklarasi

Y : integer

X : string

Jumlah : integer

Algoritma

Y : ‘100’

X : 2000

Jumlah <- Integer.parseInt(x)+y

Writeln(jumlah)

Ada juga Algoritma Pencarian String atau dikenal juga dengan algoritma string matching, yaitu algoritma yang digunakan untuk melakukan pencarian semua kemunculan string pendek (patterns) dan string panjang (teks)

String pendek = pattern[0…n-1]

String panjang = teks[0…m-1]

Menurut arah pencariannya, algoritma string matching ini diklasifikasikan ke dalam 3 kategori, yakni :

Dari arah kiri ke kanan

Alur ini paling alami karena searah dengan arah membaca. Algoritma ini terdiri dari algoritma Brute Force dan algoritma Morris dan Prat.

Dari arah kanan ke kiri

Kategori ini memiliki arah seperti bacaan dalam bahasa Arab. Biasanya algoritma ini menghasilkan output terbaik secara praktikal, misalnya algoritma Boyer dan Moore yang kemudian dikembangkan menjadi algoritma Turbo Boyer – Moore, algoritma tuned Boyer – Moore, dan algoritma Zhu Takaoka.

Dari arah yang ditentukan secara spesifik oleh algoritma tersebut

Kategori ini biasanya menghasilkan hasil terbaik dilihat dari segi teori. Beberapa contoh algoritma yang termasuk ke dalam kategori ini ialah, algoritma Colussi dan algoritma Crochemore-Perrin.

Itulah hal – hal yang perlu anda ketahui dalam Algoritma pemrograman  basic. Sebagai pendatang baru, mempelajari Algoritma pemrograman  dasar adalah hal pertama yang harus anda lakukan sebelum mulai mempelajari dunia pemrograman lebih jauh. Selamat mencoba!

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry