Teknologi VVA | Cara Kerja dan Fungsinya Pada Motor

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Teknologi VVA atau Variable Valve Actuation adalah sebuah teknologi untuk meningkatkan performa motor menjadi lebih baik. Untuk meningkatkan performa sebuah motor, teknologi ini memanfaatkan putaran mesin motor atau rpm.

Untuk lebih jelasnya tentang cara kerja dan fungsi VVA bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Teknologi VVA dan Penggunaanya Pertama Kali

Teknologi VVA adalah teknologi terbaru yang disematkan pada sepeda motor yang mana telah dipatenkan oleh Yamaha. Jika pada mobil, VVA ini juga disebut VVTi yang bisa anda lihat di mesin-mesin mobil pabrikan Toyota.

Yamaha memang rekanan dengan Toyota dalam proyek mengembangkan sekaligus memproduksi engine head termasuk di dalamnya VVTi Toyota.

Yamaha NMAX yang mana diperkenalkan pada tahun 2015 lalu adalah sepeda motor pertama yang telah menggunakan teknologi ini. Sejak saat itulah VVA yang awalnya terbatas hanya untuk mesin mulai digunakan juga pada mesin-mesin sepeda motor keluaran Yamaha.

Hal ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Dia mengatakan bahwa Yamaha NMAX adalah sepeda motor pertama yang memakai teknologi ini. Dia juga mengatakan bahwa teknologi ini adalah teknologi yang sudah dipatenkan oleh pabrikan motor asal Jepang tersebut.

Terus bagaimana sih sistem kerja teknologi ini pada Yamaha NMAX? Pada saat peluncuran motor matic ini Yamaha berbagi cerita tentang cara kerja teknologi ini pada Yamaha NMAX.

Pada dasarnya teknologi ini digunakan agar tenaga dan torsi tetap terjaga kestabilannya pada setiap perputaran mesin atau rpm. Tanpa menggunakan teknologi ini maka sebuah motor akan mengalami penurunan tenaga dan torsi pada putaran tinggi.

Pada dasarnya teknologi VVA yang disematkan pada Yamaha NMAX ini adalah teknologi cam yang mana berfungsi untuk mengubah timing, durasi dan lift valve (klep) pada mesin sepeda motor jenis empat tak.

Pada mesin NMAX sendiri, perputaran tertinggi terjadi pada 6000 rpm, namun karena sudah disematkan teknologi ini di dalamnya saat putaran paling tinggi pun tenaga dan torsi motor tetap stabil. Pada penggunaan teknologi ini, mesin NMAX dilengkapi dengan dua buah profil cam yaitu Low Cam Speed dan High Cam Speed.

Low Speed Cam adalah cam yang memiliki profil yang lebih rendah yang mana menyebabkan bukaan klep tidak terlalu besar. Imbasnya dengan bukaan klep yang tidak terlalu besar maka penggunaan bahan bakar bisa diminimalisir. Sebaliknya jika High Speed Cam maka profil cam akan lebih tinggi sehingga bukaan klep menjadi lebih besar.

Jadi dengan dasar spesifikasi mesin di atas maka cara kerja mesin NMAX menggunakan teknologi seperti ini, pada saat mesin berputar di putaran rendah atau di bawah 6000 rpm maka yang bekerja adalah Low Speed Cam. Low Speed Cam ini akan bekerja dengan menekan klep sehingga tidak terbuka menjadi besar.

Selanjutnya jika mesin telah mencapai perputaran di angka 6000 rpm atau lebih maka High Speed Cam akan terhubung dengan pin yang membuat klep in lebih jauh. Pin ini secara otomatis juga akan terlepas jika mesin berada pada putaran di bawah 6000 rpm. Jadi dengan teknologi ini maka Yamaha NMAX dan motor keluaran Yamaha berikutnya memiliki dua fungsi yaitu mode irit bahan bakar dan mode performa yang bandel dan stabil.

Sponsor Link

Cara Kerja dan Fungsi Teknologi VVA

Teknologi VVA adalah teknologi milik Yamaha yang sudah diterapkan pada beberapa motor keluaran pabrikan asal Jepang tersebut. Fungsi utama dari teknologi paling baru ini adalah untuk mengubah durasi, timing dan lift valve (klep) pada mesin jenis 4 tak. Nah selain jamak digunakan di mesin roda dua atau sepeda motor, teknologi ini juga sering digunakan pada mesin mobil.

Penggunaan teknologi ini adalah untuk menjawab hasrat pengendara motor yang ingin tunggangan dengan performa yang sangat stabil dan fleksibel. Selain itu mereka juga ingin performa motornya lebih efisien sekaligus tetap bertenaga, entah itu pada putaran paling tinggi ataupun putaran rendah.

Namun yang sering terjadi selama ini adalah motor yang memiliki tenaga bagus di putaran tinggi akan memiliki tenaga rendah di putaran bawah. Ini juga berlaku sebaliknya. Hal ini terjadi karena supply dan asupan gas yang masuk ke dalam ruang bakar itu sama, entah pada putaran tinggi ataupun putaran rendah.

Ini juga berlaku pada durasi dan lift valve (klep) yang karena menggunakan profil cam yang sama maka antara putaran tinggi dan rendah tidak ada bedanya.

Tentu saja anda bisa menyadari bahwa kondisi ini sama sekali tidak menguntungkan. Kenapa tidak menguntungkan? Ya karena energi motor tidak dapat terjaga dengan baik pada tiap putaran, rendah atau tinggi. Oleh karena itu, agar hal semacam ini tidak terjadi dan pengendara mendapatkan performa motor sesuai yang diidamkan maka Yamaha menerapkan teknologi ini.

Dengan menerapkan teknologi ini maka bisa dibedakan asupan gas yang harus diberikan pada saat putaran tinggi dan rendah. Caranya adalah melalui sistem penerapan cam dengan 2 profil yaitu profil rendah (Low Speed Cam) dan tinggi (High Speed Cam). Teknologi Yamaha ini sudah diterapkan pada beberapa merk motor semisal Yamaha NMAX, Yamaha Aerox 155, Yamaha R15 Yamaha R6, Yamaha VFR800 dan lain sebagainya.

Saat putaran mesin atau rpm pada tingkat rendah maka supply gas atau bahan bakar yang dibutuhkan hanya sedikit. Jadi untuk mengatasi hal ini maka durasi, timing dan lift valve (klep) juga harus dibuat rendah. Nah agar hal ini bisa terwujud maka dibutuhkan profil cam yang rendah pada tingkat putaran rendah.

Begitu juga sebaliknya, ketika anda memacu sepeda motor dengan putaran yang tinggi maka otomatis asupan gas atau bahan bakar akan banyak juga. Oleh karena dibutuhkan durasi, timing dan lift valve (klep) yang tinggi pula. Maka hal ini bisa diatasi dengan penggunaan profil cam yang tinggi.

Jadi sampai disini bisa kita simpulkan tentang cara kerja dan fungsi dari teknologi ini, yaitu jika ingin asupan gas yang pas pada setiap putaran mesin maka harus ada dua profil cam yang berbeda yaitu pada putaran tinggi dan rendah. Masing-masing spesifik digunakan pada putaran mesin atas dan bawah. Nah sistem inilah yang diterapkan oleh Yamaha pada pengaplikasian teknologi VVA.

Keuntungan Penggunaan Teknologi VVA

Keuntungan yang bisa didapatkan oleh sebuah motor yang menggunakan teknologi VVA adalah semburan tenaga yang lebih besar dan penggunaan bahan bakar yang irit.

Dengan semburan tenaga yang lebih besar anda akan mendapatkan performa motor yang stabil pada saat putaran mesin atau rpm tinggi. Pun pada saat putaran mesin rendah maka penggunaan bahan bakar bisa diminimalisir sehingga anda bisa melakukan penghematan.

Selain itu keuntungan lain yang bisa anda dapatkan jika mengendarai motor yang menggunakan teknologi ini adalah penyebaran torsi dan tenaga yang merata pada tiap putaran mesin. Dengan putaran torsi dan tenaga yang merata di atas ataupun bawah maka anda bisa memacu kendaraan hingga mencapai kecepatan yang maksimal.

Jadi perlu anda ingat, saat teknologi ini pada mesin motor bekerja bukan berdasarkan pada kecepatan motor yang dipacu oleh pengendara. Namun bekerja berdasarkan putaran mesin rpm yang dihasilkan oleh mesin motor tersebut. Pada motor matic, teknologi ini akan bekerja pada angka 6.000 putaran mesin atau rpm. Sedangkan pada motor sport akan bekerja di putaran mesin 7.500.

Penerapan teknologi ini juga mampu mendatangkan output yang maksimal jika dikombinasikan dengan mesin jenis SOHC (Single Over Head Camshaft). Mesin SOHC ini adalah mesin yang hanya memakai satu jenis camshaft atau poros.

Kombinasi teknologi ini dan mesin jenis SOHC akan membuat mesin bisa tetap tampil prima dalam setiap kondisi dan kecepatan. Selain itu kedua hal ini juga bisa menjaga torsi dan tenaga dengan sempurna sehingga motor selalu dalam keadaan yang stabil ditunggangi pengendara.

Teknologi VVA pada Aerox 155

Selain diterapkan pada Yamaha NMAX, Yamaha sebagai pemilik paten juga menerapkan teknologi ini pada motor matic lainnya yaitu Yamaha Aerox 155. Pada dasarnya Yamaha NMAX dan Aerox 155 ini memiliki cc mesin yang sama yaitu 155cc.

Seperti yang telah dibahas panjang lebar di segmen sebelumnya, teknologi ini memang terbukti mampu menghasilkan tenaga maksimal pada saat putaran mesin tinggi. Aerox ini memiliki jenis mesin SOHC atau Single Over Head Camshaft yang mana akan sangat cocok dikombinasikan dengan teknologi VVA.

Mesin SOHC 155cc yang dimiliki oleh Aerox 155 ini memiliki 4 katup dengan 2 katup intake dan 2 katup exhaust. Namun porok atau camshaft yang disematkan pada motor matic ini dilengkapi dengan 3 profil yang sama sekali berbeda yaitu 1 profil untuk katup exhaust dan 2 profil untuk katup intake.

Selain itu ada juga rocker arm tambahan yang mana memiliki as penghubung. Kemudian ada juga solenoid yang mana berfungsi untuk mengatur operasi dari rocker arm tadi. Cara kerja mesin motor matic Aerox 155 ini adalah katup intake dioperasikan oleh porok atau camshaft yang memiliki dua profil yang berbeda secara bergantian.

Nah camshaft dengan dua profil tersebut dan penonjok rocker arm memiliki waktu yang berbeda dalam beroperasi. Yaitu satu profil bekerja di rpm di bawah 6.000 (low lift) dan profil lainnya bekerja di rpm 6.000 ke atas. Pada saat rpm di atas 6.000 maka profil porok atau camshaft akan berbentuk lebih tinggi agar bukaan katup lebih dalam.

Pada saat putaran mesin atau rpm rendah maka rocker arm masih dioperasikan oleh profil low lift. Namun ketika rpm tinggi di atas 6.000 maka motor selenoid akan menekan tuas yang menghubungkan lengan rocker arm sehingga profil high lift akan membuka katup lebih dalam.

Hal ini bertujuan agar bukaan katup intake lebih lama, sehingga imbasnya asupan campuran bahan bakar dan gas akan lebih besar. Maka dengan pembakaran yang lebih besar maka tenaga yang dihasilkannya juga lebih maksimal. Puncaknya motor bisa dipacu dengan kecepatan maksimal plus dalam keadaan stabil yang sempurna.

Sponsor Link

Teknologi VVA pada Yamaha R15

Selain menerapkan teknologi VVA pada NMAX dan Aerox 155, Yamaha juga menerapkan teknologi ini pada R15. Teknologi inilah yang membuat R15 yang mana merupakan motor sport bisa mempertahankan performa dari putaran bawah hingga atas dengan sangat stabil dan bertenaga.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, teknologi ini mampu menjaga torsi dan tenaga dalam keadaan maksimal dalam setiap perputaran mesin bawah ataupun atas. Hal ini karena adanya klep yang mampu menyesuaikan durasi, timing dan lift valve.

Meskipun begitu cara kerja teknologi ini pada R15 sama sekali berbeda dengan cara kerjanya di Yamaha NMAX dan Aerox 155. Jika 2 motor matic teknologi ini akan bekerja di rpm di atas 6.000 maka di motor sport R15 teknologi ini akan aktif di rpm 7.400. Hal ini memang setelan pabrik yang diaplikasikan pada motor matic dan sport ini berbeda.

Teknologi VVA pada Yamaha R15 akan aktif ketika ECU memberikan instruksi kepada solenoid untuk pindah cam. Setelahnya teknologi ini akan mengubah durasi intake low cam menjadi intake high cam yang mana juga akan mengubah durasi, timing, dan lift valve. Dengan begini maka tenaga akan terus mengisi sehingga pengendara dapat memacu motor hingga mencapai kecepatan maksimal.

Yamaha R15 juga setia menggunakan mesin SOHC atau Single Over Head Camshaft yang mana sangat cocok dikombinasikan dengan teknologi ini. Yu Kitamura, Project Leader All New R15 ST. Development Division Yamaha Motor Ltd mengatakan alasannya mempertahankan mesin SOHC dibandingkan DOHC. Dia mengatakan bahwa teknologi VVA dengan SOHC akan membuat performa motor jauh lebih baik dibandingkan dengan DOHC.

Dengan DOHC maka akan lebih fokus bekerja pada putaran mesin tinggi saja. Namun dengan mesin yang menggunakan poros satu saja maka akan bekerja secara maksimal pada putaran mesin tinggi sekaligus rendah. Hal lain yang membuat teknologi ini tidak cocok dengan DOHC adalah karena DOHC merupakan mesin tipe long stroke.

Jadi bukan karena SOHC lebih baik dari DOHC atau sebaliknya, namun lebih kesesuaian saja. SOHC, sejauh ini memiliki karakter mesin dan stroke yang lebih cocok disandingkan dengan teknologi VVA.

Sponsor Link

Teknologi Canggih Yamaha Selain VVA

Selain menerapkan teknologi VVA pada beberapa motor keluaran terbarunya, Yamaha juga memiliki teknologi lain yang tidak kalah canggih. Teknologi-teknologi tersebut di antaranya adalah:

Teknologi Blue Core

Blue Core adalah teknologi milik Yamaha yang membuat penggunaan bahan bakar efisien dan membuat mesin lebih bertenaga. Teknologi Blue Core ini diklaim mampu menghemat bakar bakar hingga 50 persen! Hebat bukan?

Ini merupakan inovasi dan jawaban dari Yamaha untuk konsumen yang mengidamkan motor yang bertenaga namun hemat bahan bakar.

Teknologi Stop and Start System

Teknologi terbaru dari Yamaha ini juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Pasalnya dengan teknologi SSS ini mesin akan mati secara otomatis ketika berhenti lebih dari 5 detik. Selanjutnya mesin bisa menyala kembali saat tuas gas anda putar. Sangat canggih bukan?

Teknologi Advanced Key System

Satu lagi teknologi terbaru Yamaha yang disematkan dalam motornya yaitu Advanced Key System. Dengan teknologi ini anda bisa menemukan motor anda dengan mudah di parkiran. Anda cukup tekan sekali untuk menemukan lokasi motor dan tekan agak lama untuk membuka penutup kunci.

Akhirnya sampai sini dulu pembahasan tentang teknologi VVA sekaligus cara kerja dan fungsinya. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda menjadi lebih luas.

Apakah Anda memiliki masalah dalam menjalankan bisnis online? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol