Tarik Tunai Kartu Kredit Melalui ATM | Tips dan Aturan

Jasa Pembuatan Aplikasi

 

Tarik tunai kartu kredit seperti di ATM seakan menjadi candu tersendiri bagi para pemegang credit card. Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh orang yang kerap pergi keluar negeri. Hal ini disebabkan di luar negeri, hanya sedikit yang memiliki kantor perbankan sesuai dengan bank penerbit kartu kredit Anda.

Solusinya adalah dengan menarik uang secara tunai di ATM yang bersangkutan atau yang sudah ditentukan oleh penerbit kartu kredit. Walaupun terkesan sederhana, namun, penarikan uang lewat ATM menggunakan kartu kredit memiliki nilai minus tersendiri yang bisa merugikan Anda, misalnya kondisi kesehatan keuangan menjadi kacau yang membuat Anda bangkrut.

Apa Itu Tarik Tunai Kartu Kredit ?

Tarik tunai kartu kredit merupakan transaksi yang dilakukan untuk memperoleh uang tunai dengan mempergunakan kartu kredit. Penarikan uang tersebut dapat dilakukan di mesin ATM dengan jumlah uang penarikan sesuai dengan ketentuan dari penerbit kartu kredit.

Pada dasarnya, penggunaan kartu kredit sama seperti halnya dengan ‘menyewa atau meminjam uang’ untuk memenuhi kebutuhan tertentu di saat tertentu. Sedangkan namanya meminjam, berarti harus dikembalikan. Sehingga jika Anda menggunakan kartu kredit walaupun itu untuk penarikan uang cash, Anda juga akan terhitung meminjam uang dan uang tersebut harus dikembalikan di waktu yang ditentukan.

Cara penarikannya tidak berbeda dengan kartu debit. Anda hanya perlu untuk memasukkan kartu kredit ke mesin ATM kemudian memasukkan PIN kartu kredit. Setelah itu, Anda hanya perlu memasukkan nominal angka yang ingin ditarik.

Karena kemudahannya tersebut, tidak jarang jika nasabah sering menggunakan kartu kredit jika sedang butuh uang tunai walaupun ada kartu debit.

Sponsor Link

Tarik Tunai Kartu Kredit : Risiko & Kekurangannya

Setiap kegiatan memiliki risiko tersendiri termasuk tarik tunai dengan menggunakan kartu kredit. Beberapa risiko tersebut yaitu:

  • Uang dalam tabungan bisa habis tanpa terasa.
  • Hutang yang semakin menumpuk terlebih jika tagihan tidak segera dilunasi.
  • Menyebabkan kredit macet. Hal tersebut dapat membuat Anda kesulitan kala menggunakan fasilitas dari perbankan misalnya ingin mengajukan KPR.
  • Melakukan gali lubang tutup lubang dengan mencari pinjaman yang lain untuk menutupi atau membayar hutang yang sebelumnya dimiliki.
  • Bangkrut dan bisa bermasalah dengan hukum sebab tidak bisa melunasi hutang karena penggunaan kartu kredit.

Tarik Tunai Kartu Kredit : Tips dan Aturannya

Resiko-resiko yang sudah disebutkan di atas dapat diminimalisir dengan melakukan tata cara penarikan uang secara cash lewat ATM menggunakan kartu kredit yang baik.

Adapun beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum Anda melakukan tarik tunai kartu kredit adalah sebagai berikut.

Biaya yang dikenakan

Hal yang perlu diingat adalah setiap penggunaan kartu kredit, Anda harus “membayar” sesuai dengan ketentuan bank yang mengeluarkan kartu kredit. Tidak ada yang gratis jika menyangkut kartu kredit. Ada total biaya yang harus dibayarkan yang akan Anda ketahui saat tagihan tiba. Besar tagihannya tidak jarang membuat pemilik kartu kredit menjadi kaget.

Hal itu dikarenakan, semakin besar jumlah penarikan uang di ATM yang Anda lakukan menggunakan kartu kredit, maka biaya yang dikenakan juga semakin besar. Biaya penarikan tarik tunai dengan kartu kredit menggunakan ATM di Indonesia saat ini memiliki tarif sekitar 4% hingga 6% dari jumlah biaya yang Anda tarik.

Selain ada biaya penarikan, Anda juga akan dikenai biaya bunga. Besar bunga yang dibebankan ke Anda maksimal adalah sebesar 2,29% per bulannya. Karena itu, jika Anda tidak segera melunasi bunga dan biaya penarikan yang dibebankan ke Anda, tunggakan hutang juga akan semakin besar.

Contohnya, Anda melakukan tarik tunai kartu kredit dengan menggunakan ATM sejumlah Rp 1 juta. Sehingga tagihan yang akan dikenakan ke Anda adalah 1,06 juta rupiah. Jumlah tersebut akan bertambah jika ketika jatuh tempo dan Anda belum membayar tagihan 100% maka Anda bisa dikenai besar bunga sebesar 2,25-2,29% per bulannya.

Memiliki Batas

Masing-masing kartu kredit memiliki ketentuan yang berbeda mengenai seberapa banyak yang bisa diambil lewat ATM. Jika pengambilan lebih dari yang sudah ditetapkan tersebut, jangan heran jika nantinya Anda akan menerima tagihan yang lebih besar dari yang seharusnya.

Nilai tarik tunai dari pengambilan uang lewat ATM dengan menggunakan kartu kredit biasanya sekitar 70% dari limit kartu kredit yang sudah tertulis. Sehingga jika Anda mempunyai kartu kredit yang memiliki limit belanja 40 juta rupiah dan limit tarik tunai dengan nilai 30 juta rupiah, maka nilai tarik tunai yang dapat Anda tarik dari ATM adalah sekitar 21 juta rupiah.

Karena hal tersebut, agar kondisi keuangan Anda tetap sehat, maka pastikan lebih dahulu limit maksimal untuk tarik tunai menggunakan kartu kredit. Kemudian, patok berapa jumlah paling banyak yang akan Anda ambil karena semakin banyak uang yang diambil, tagihan juga akan semakin besar.

Jikapun Anda masih bingung mengenai berapa besar batas yang Anda miliki di kartu kredit tersebut, Anda dapat menghubungi CS dari penerbit kartu kredit tersebut. Mintalah simulasi atau contoh agar Anda mendapatkan penjelasan yang lebih jelas.

Waktu Mendesak

Sebelum Anda menarik uang dari ATM dengan menggunakan kartu kredit, pikirkan terlebih dahulu, apa kondisinya mendesak yang mengharuskan Anda untuk mengambil uang atau tidak. Jika tidak mendesak, maka hindari untuk melakukan penarikan tunai. Utamakan kebutuhan daripada keinginan untuk menggesek tunai kartu kredit.

Cara ini bermanfaat untuk menahan diri Anda sendiri agar tidak terbuai dan candu untuk menarik uang lagi dan lagi dengan kartu kredit seakan kartu tersebut adalah kartu sakti yang akan membuat segalanya terasa mudah. Jangan terlalu mengikuti keinginan untuk mengambil uang tunai karena adanya kartu kredit.

Apabila di waktu mendesak Anda harus melakukan tarik tunai kartu kredit, maka kalkulasikan atau hitung terlebih dahulu apakah dengan jumlah penarikan tersebut sesuai dengan kemampuan bayar Anda atau tidak. Selain itu, minimalisir untuk mengambil uang tunai terlalu banyak.

Kemampuan Diri

Bisa dikatakan jika kartu kredit itu seperti kartu sakti atau kartu serba bisa. Itu disebabkan karena dengan kartu tersebut, Anda bisa membayar atau membeli apa saja dan bahkan melakukan tarik tunai di mana saja selama ada ATM yang mendukung hal tersebut. Sayangnya, jika tidak dipergunakan dengan baik, kartu tersebut akan menjadi boomerang.

Karena itu, walaupun bermanfaat untuk Anda di saat yang genting untuk menarik tunai uang sesuai yang Anda butuhkan, pertimbangkan pula mengenai kemampuan Anda untuk membayar tagihannya. Ada baiknya sebelum Anda membuat kartu kredit, Anda melakukan perhitungan terlebih dahulu, misalnya terkait dengan tarik tunai kartu kredit.

Tanyakan seberapa besar tarif atau biaya yang dibebankan ke Anda jika melakukan tarik tunai. Ini karena ada penerbit kartu kredit yang mengenakan bunga transaksi dan biaya administrasi. Padahal dalam aturan BI (Bank Indonesia) tertera jika transaksi tarik tunai tidak boleh dikenai biaya ganda. Dalam hal ini adalah biaya bunga dan juga biaya administrasi.

Misalnya, Anda harus menarik uang sebesar Rp 5 juta dengan menggunakan kartu kredit dan ada biaya penarikan sebesar 4%, ditambah dengan biaya bunga transaksinya yaitu 2,25% per bulan. Sehingga tagihan yang mungkin harus dibayarkan sekitar Rp 5,2 juta dengan bunga sebesar 2,25% per bulannya.

Jika dari perhitungan yang Anda lakukan tersebut, ternyata kemampuan finansial Anda kurang atau karena ada faktor tertentu yang membuat Anda tidak dapat membayar sejumlah uang tersebut jika Anda mengambil uang tunai dengan kartu kredit, maka jangan lakukan. Lebih baik Anda menggunakan kartu debit.

Bila Anda menarik uang secara tunai dengan kartu debit di ATM, uang yang Anda ambil tersebut akan langsung terpotong dari tabungan Anda. Sehingga Anda tidak perlu bingung jika ada tagihan yang datang ke rumah Anda. Selain itu, cara ini dapat membantu Anda terhindar dari biaya penarikan dan bunga kartu kredit.

Sponsor Link

Lunasi Tepat Waktu

Ketika Anda memiliki kartu kredit, maka Anda harus memenuhi tanggung jawab Anda sebagai pemegang kartu kredit. Tanggung jawab tersebut adalah membayar tagihan atas penggunaan kartu ‘sakti’ tersebut. Ketika tagihan datang, sesegera mungkin bayar atau melunasi hutang secara penuh dan tepat waktu atau Anda harus menanggung risikonya.

Hindari untuk membayar tagihan dengan cara minimum payment atau pembayaran minimal. Dengan begitu, Anda dapat menghindari jebakan utang dan bunga yang semakin lama semakin bertambah di setiap bulannya. Jika tidak segera dibayar, maka mau tidak mau Anda harus berhadapan dengan debt collector.

Misalnya, jika total tagihan dari tarik tunai kartu kredit yang Anda lakukan adalah sebesar 5,2 juta rupiah dan Anda membayarkan hutang secara penuh, maka Anda hanya membayarkan sebesar Rp 5,2 juta. Sedangkan, untuk pembayaran minimal adalah sekitar 10% atau sekitar Rp 520.000. sehingga sisa hutang yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 4,68 juta.

Jika pun Anda tidak melakukan transaksi baru, total tagihan yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 4,57 juta. Jumlah tersebut berasal dari sisa hutang ditambah dengan besar bunga transaksi yaitu 2,25% per bulan atau sekitar Rp 105.330. Jika Anda juga belum membayar lunas hutang tersebut hingga jatuh tempo, maka jumlah hutang yang akan dibayar akan terus bertambah dan jatuhnya lebih besar.

Contoh jika seseorang mengalami penunggakan pembayaran tagihan kartu kredit untuk penarikan tunai. A memiliki limit kartu kredit hingga Rp. 10 juta dengan limit penarikan adalah 60%-nya. Kartu kredit tersebut memiliki besar biaya penarikan tunai di ATM adalah sebesar 4%. Seharusnya A membayar tagihan yang dikirimkan padanya, namun, A mengalami penunggakan pembayaran.

Jika dihitung dari contoh di atas, A memiliki limit maksimal untuk tarik tunai menggunakan kartu kredit adalah sebesar 6 juta rupiah (60% x 10 juta). Jika A melakukan penarikan sebesar 2 juta, maka biaya tarik tunainya adalah sebesar 4% x 2 juta = Rp 80.000, maka yang ditagihkan ke A adalah 2,08 juta rupiah.

Jika A mengalami penunggakan selama 1 bulan dan besar bunga adalah 2,95% dari jumlah tagihan, maka A harus membayar Rp 2.139.000. Jumlah tersebut diperoleh dari 2.000.000+80.000+ (2,95% x 2.000.000) = Rp 2.139.000. Besar tagihan tersebut akan semakin besar jika hutang tidak segera dilunasi.

Pencegahan Tarik Tunai Kartu Kredit yang Berlebihan

Penggunaan kartu kredit untuk tarik tunai sebenarnya dapat diantisipasi agar tidak terlalu berlebihan atau terlalu sering yang dapat merugikan diri sendiri.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tarik tunai kartu kredit secara berlebihan agar kondisi keuangan Anda tetap dalam kondisi yang sehat.

Menggunakan kartu kredit secara bijak dan cerdas

Penerbit kartu kredit seperti perbankan memiliki dan menawarkan kartu kredit dengan keunggulan yang bervariasi. Ada jenis kartu kredit yang cocok untuk ibu rumah tangga namun ada pula jenis kartu kredit yang cocok digunakan oleh para pelancong atau traveler.

Sayangnya, keunggulan kartu kredit tersebut sering disalahartikan sehingga penggunaannya melebihi batas dan tagihan membengkak menjadi momok tersendiri untuk para pemilik kartu kredit. Karena hal tersebut, maka sebaiknya gunakan kartu kredit secara bijak.

Anda dapat memilih mana yang seharusnya menggunakan kartu kredit dan mana yang sebaiknya tidak menggunakan kartu tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran Anda. Dengan cara tersebut, Anda seperti memiliki ‘rem’ untuk menahan diri Anda agar tidak menggunakan kartu kredit.

Menghindari gaya hidup konsumtif

Tidak jarang seseorang sangat ingin memiliki suatu barang sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kartu kredit. Sayangnya, jika hal tersebut terjadi terus menerus dan barang tersebut memiliki harga yang mahal, maka akan membuat tagihan kredit Anda membengkak.

Untuk itu, mau tidak mau Anda harus menghindari perilaku hidup konsumtif terutama untuk membeli barang atau makanan yang menggunakan kartu kredit. Jika perlu, buat catatan sendiri untuk kebutuhan bulanan Anda agar Anda tidak membeli barang yang kurang perlu dipergunakan.

Dahulukan kebutuhan dari keinginan

Baik sebelum menggunakan kartu kredit ataupun menggunakan uang cash, ada baiknya jika memikirkan apakah produk tersebut akan dipakai atau tidak. Jikapun dipakai atau butuh, apakah hanya akan dipergunakan sekali atau berkali-kali.

Dengan pemikiran tersebut, tidak hanya akan membantu untuk menghemat pengeluaran Anda, namun Anda juga bisa mengalokasikan uang tersebut untuk keperluan yang lainnya. Sehingga bisa lebih hemat dalam jangka panjang.

Sponsor Link

Memiliki uang cash atau tunai

Walaupun Anda memiliki kartu debit maupun kartu kredit, penyediaan uang tunai adalah mutlak atau harus ada di dompet. Tidak hanya disebabkan karena tidak semua tempat menyediakan alat untuk menggunakan kartu kredit namun juga untuk mengerem penggunaan kartu kredit.

Biasanya orang tidak akan masalah jika menggesek kartu baik debit atau kredit untuk membeli kebutuhan tertentu. Walaupun akhirnya tidak terasa jika uang yang ada di kartu tersebut sudah mendekati limit karena Anda tidak tahu atau memegang berapa jumlah uang tersebut.

Berbeda dengan jika Anda membawa uang sendiri secara cash. Sebelum Anda membeli sesuatu, pasti Anda akan mengecek berapa jumlah uang yang ada di dompet. Jika uang tersebut kurang, maka Anda tidak akan jadi membeli barang tersebut. Namun jika pas atau lebih, maka barang tersebut akan Anda beli.

Dari cara tersebut, tidak hanya membantu mengurangi intensitas menggesek kartu kredit untuk menarik uang tunai maupun untuk penggunaan lainnya, namun juga dapat menahan keinginan Anda untuk membeli sesuatu.

Itulah cara tarik tunai dengan menggunakan kartu kredit lewat ATM. Ada baiknya jika Anda bijak dalam menggunakannya agar tidak merugikan diri Anda sendiri dan orang lain. Semoga bermanfaat!

Apakah Anda memiliki masalah dalam menjalankan bisnis online? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol