Startup di Bandung yang Mengembangkan Game dan Drone

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Seperti yang telah diketahui, perkembangan bisnis startup atau startup company banyak bermunculan di Indonesia. Sebab, pemerintah pun sangat mendukung adanya perusahaan-perusahaan startup Indonesia, karena tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjelma sebagai perusahaan besar dengan jam terbang tinggi.

Apakah Anda sudah mengetahui pengertian dari startup? Startup merupakan istilah yang digunakan bagi perusahaan rintisan yang baru saja dikembangkan dan belum lama beroperasi. Startup company merupakan perusahaan yang memang baru saja didirikan dan masih dalam fase pengembangan hingga penelitian untuk menemukan target pasar yang tepat.

Di negara Indonesia, perusahaan startup mulai bermunculan, tak terkecuali di kota Bandung. Startup di Bandung kebanyakan adalah perusahaan pengembang game dan juga drone. Hal ini disebabkan karena Bandung merupakan salah satu kota yang paling banyak melahirkan startup yang bergerak di bidang teknologi.

Sebab, kota Bandung memiliki iklim usaha yang sangat kondusif, karena memang didukung oleh pemerintah kota, memiliki sumber daya manusia yang handal dan memiliki kehadiran inkubator bisnis yang tinggi.

Yang mana, semua itu membuat startup atau perusahaan rintisan di kota Bandung terus mengalami perkembangan, karena memang ada banyak investor yang berburu startup asal bandung. Penasaran kan? Perusahaan rintisan mana saja yang mengembangkan bisnis game hingga drone.

Startup di Bandung yang Mengembangkan Game dan Drone

Sebenarnya, ada banyak perusahaan startup Bandung yang bergerak di bidang teknologi. Namun, fokus kali ini hanya akan membahas tentang startup Bandung yang mengembangkan game dan drone. Berikut ini beberapa nama-nama perusahaan startup asal Bandung yang berhasil mengembangkan produk game dan drone dengan baik.

Sponsor Link

Perusahaan Octagon Studio

Octagon merupakan Perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi kreatif, seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR). Perusahaan startup ini didirikan oleh pria asal Irlandia yang bernama Michael Healy bersama dengan co-founder asal Indonesia, yakni Hasbi Asyadiq dan Aurelia Vina di tahun 2013. Namun, sumber daya dari perusahaan Octagon Studio ini berada di kota Bandung, Indonesia.

Untuk keberadaanya, perusahaan ini dioperasikan di Bandung, sehingga menjadi salah satu startup di Bandung yang terkenal. Octagon studio memiliki produk andalannya, diantaranya adalah : headset virtual reality (VR) Luna dengan desain terbuka tanpa mengisolasi kamera smartphone di dalam headset, seri kartu pengingat (flashcard) edukatif berbasis AR dan memproduksi AR T-Shirt bergambar hewan atau makhluk prasejarah yang bisa ‘hidup’ jika dilihat dengan menggunakan smartphone. Sangat menakjubkan sekali!

Perusahaan NoLimit

Nama yang unik sekaligus mudah diingat sebagai salah satu perusahaan startup besar yang ada di Indonesia. NoLimit merupakan perusahaan yang mengembangkan teknologi untuk menganalisa dan mengawasi media online dengan memanfaatkan teknologi Big Data. Dengan demikian, setiap klien dari perusahaan NoLimit bisa memantau respon publik secara langsung terhadap merek, organisasi maupun tokoh yang ada di sosial media.

Perusahaan startup yang satu ini didirikan oleh sekelompok pemuda asal kota Bandung pada tahun 2010, yakni oleh Adiska Fardani, Aqsath Rasyid Naradhipa, Anwari Ilman dan Harimurti Prasetio. Saat ini, Perusahaan NoLimit telah memiliki produk utamanya, diantaranya adalah : NoLimit Care, Online Loyalty dan NoLimit Dashboard.

  • NoLimit Care merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu bisnis mempunyai sistem kanal terpadu, sehingga bisa menampilkan layanan pelanggan melalui media sosial.
  • Online Loyalty merupakan sebuah platform yang berguna untuk membantu meningkatkan keterlibatan warganet (pengguna internet) terhadap kampanye yang dilangsungkan oleh brand-brand di dunia maya.
  • NoLimit Dashboard merupakan produk yang dapat digunakan untuk membantu para pengguna dalam memantau dan menganalisis setiap informasi yang berasal dari media sosial.

Perusahaan Kuassa

Startup di Bandung selanjutnya adalah Perusahaan Kuassa. Kuassa merupakan perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak. Namun, perusahaan ini hanya mengkhususkan diri dalam bidang amplifikasi gitar digital dan juga pemrosesan audio.

Perusahaan startup ini didirikan pada tahun 2019, oleh beberapa musisi asal kota Bandung, yakni Grahadea Kusuf yang merupakan composer dari unit electro-pop Homogenic dan Arie Ardiansyah yang merupakan vokalis sekaligus gitaris dari band punk Disconnected.

Para pendiri perusahaan ini yang berlatar belakang sebagai musisi, mencoba merancang produk yang dibutuhkan oleh pemusik. Oleh karena itu, Perusahaan Kuassa menciptakan software yang memiliki tampilan familiar dengan logika para musisi.

Alur kerja software tersebut cepat dan memiliki kualitas seperti dengan hardware aslinya, sehingga software audioKuassa ini banyak digunakan oleh para musisi profesional dunia, seperti di Eropa dan Amerika. Sebab, produk Kuassa ini telah dipercaya dan digunakan oleh para komposer film Hollywood, seperti : Dieter Hartmann, Tony Vincent hingga oleh para finalis The Voice Amerika.

Perusahaan Digital Happiness

Digital Happines merupakan perusahaan sekaligus studio developer video game yang terdaftar di bawah naungan PT Digital Semantika Indonesia yang berada di Bandung Utara. Pendiri perusahaan ini, yakni Rachmad Imron awalnya hanya memiliki studio animasi.

Namun, karena Rachmad Imron bercita-cita ingin membuat game, maka impiannya tersebut diwujudkan dengan membangun startup Digital Happiness pada tahun 2011, yang kemudian resmi disahkan pada tahun 2013.

Produk Digital Happines yang terkenal adalah ‘video game horror DeadOut’, karena game ini cukup populer hingga melampaui lebih dari 1 juta unduhan di semua platform.

Game ini bukan hanya populer di kalangan para gamers Indonesia, karena kepopulerannya sudah mendunia. Video game horror DeadOut juga memiliki subscriber terbanyak di YouTube, PewDiePie juga ikut memainkannya. Selain game utama ini, saat ini Digital Happiness juga telah mengembangkan game DreadOut versi lain, yakni : game VR, DreadEye dan Keepers of The Dark.

Sponsor Link

Perusahaan AeroTerrascan

AeroTerrascan merupakan perusahaan startup di Bandung yang memproduksi pesawat tanpa awak atau UAV. Startup AeroTerrascan ini didirikan di tahun 2019 oleh Dian Rusdiana Hakim. Di tahun 2010, AeroTerrascan telah berhasil memproduksi beberapa karya UAV nya, yakni produk yang mampu menjawab kebutuhan industri dari berbagai sektor, seperti drone yang memiliki kemampuan untuk memetakan gunung berapi.

Rata-rata klien yang dimiliki oleh Perusahaan AeroTerrascan ini berasal dari instansi pemerintah Indonesia dan juga dari perusahaan swasta. Produk milik AeroTerrascan ini juga telah banyak digunakan oleh TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut. Untuk kedepannya, perusahaan Aero Terrascan ini berencana untuk membuat pesawat tanpa awak yang dapat dioperasikan hingga ke lapisan stratosfer.

Tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya perusahaan-perusahan startup di Bandung ini bisa berkembang menjadi perusahaan besar yang mendunia. Pasalnya, ini semua juga hasil dari dukungan pemerintah kota Bandung yang memberikan dukungan terhadap perkembangan startup di kota kembang ini.

Keberadaan startup kota Bandung memang lebih unggul dibandingkan dengan startup yang ada di kota-kota lainnya. Mungkin itulah yang menjadikan Bandung sebagai Silicon Valley-nya Indonesia.

Dari sini, pasti Anda pun merasa penasaran, sebenarnya apa saja yang menjadi alasannya? Mengapa kota Bandung bisa menjadi Silicon Valley-nya Indonesia? Ketahui jawabannya dari sini!

Startup di Bandung dan Alasan Keberadaannya Sebagai Silicon Valley-nya Indonesia

Di saat para entrepreneur berencana untuk berekspansi di Indonesia, banyak dari mereka yang memutuskan untuk mendirikan kantor atau perusahaan pusat di Jakarta. Hal tersebut sangatlah masuk akal, karena kota Jakarta sering kali menjadi tuan rumah bagi banyak acara startup dalam negeri. Selain itu, Jakarta juga merupakan tempat dimana terjalin banyak kesepakatan bisnis.

Namun, ternyata Jakarta bukanlah satu-satu tempat yang memiliki potensi cemerlang bagi para perusahaan startup, karena Bandung pun juga turut mengambil bagian dalam hal ini.

Pasalnya, Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung berupaya untuk mengubah pola pikir capital first dan menyakinkan banyak orang, bahwa kota Bandung juga memiliki tujuan yang lebih baik dari kota Jakarta karena beberapa alasan, diantaranya meliputi :

Bandung Memiliki SDM yang Cukup Untuk Perusahaan Teknologi

Bandung merupakan kota terbesar  ketiga di Indonesia dengan populasi penduduk sekitar delapan juta jiwa. Penduduk kota Bandung kebanyakan adalah anak muda yang sadar akan pentingnya teknologi, karena mereka beranggapan bahwa teknologi tersebut memberikan dukungan ekosistem untuk kota Bandung.

Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa 60% warga Bandung berusia di bawah 40 tahun adalah orang-orang usia produktif yang selalu bekerja. Selain itu, Bandung juga termasuk kota yang paling banyak menggunakan media sosial Twitter, karena basis penggunanya berada dalam urutan keenam di dunia.

Bukan hanya itu saja, banyak orang yang memutuskan untuk berdomisili di Bandung dengan tujuan belajar, karena kota ini memiliki sekitar 80 lembaga pendidikan tinggi, termasuk perguruan tinggi teknologi terbesar di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Para anak muda yang ada di Bandung memiliki potensi dan bakat besar, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa mereka semua dapat mengembangkan startup di Bandung yang berbasis teknologi menjadi perusahaan besar.

Bukan hanya itu saja, upah minimum kota Bandung juga sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kota Jakarta, sehingga sangatlah tepat jika Bandung dianggap memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup untuk perusahaan teknologi.

Startup Friendly

Selain sebagai walikota Bandung, Ridwan Kamil juga merupakan seorang entrepreneur berbakat. Sebab, beliau merupakan salah satu lulusan master dari University of California, Berkeley yang mendirikan perusahaan arsitektur, proyek dan desain perkotaan. Beliau sangat paham akan kesulitan startup beroperasi di tahun-tahun awal.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil ingin membantu perusahaan-perusahaan startup berbasis di kota Bandung. Hal tersebut diwujudkan dengan menyediakan bangunan kosong sebagai kantor startup yang bisa ditempati secara gratis di tahun-tahun pertama mereka.

Tak hanya itu saja, karena Bapak Walikota Bandung ini juga memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan baru, seperti dengan memberikan pajak dengan tarif yang lebih rendah.

Oleh karena itu, tak heran apabila ada banyak nama-nama startup di Bandung yang menonjol. Sebab, Bandung merupakan kota yang dianggap sebagai Startup Friendly, karena memang di kota ini setiap perusahaan-perusahaan baru merintis akan mendapatkan dukungan dan fasilitas yang layak dari pihak pemerintah kota.

Pemerintah Kota Bandung Sangat Mendukung Adanya Inisiatif Teknologi

Sebagai penanggung jawab sekaligus pimpinan pemerintahan kota Bandung, Ridwan Kamil telah berhasil melakukan banyak perubahan yang signifikan, termasuk untuk urusan sikap pemerintah terhadap penggunaan kota. Ridwan Kamil menyebutkan bahwa, untuk menjadikan Bandung sebagai ‘kota pintar’ ada lima pilar yang harus dipenuhi, yakni : pemerintahan yang berorientasi teknologi, infrastruktur teknologi, : pemerintahan yang terbuka, pemberdayaan, dan “teknopolis”.

Dalam pelaksanaanya, pemerintah kota Bandung telah memasang puluhan ribu hotspot WiFi yang tersebar di seluruh wilayah kota. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak warga Bandung yang bisa online.

Selain itu, pemerintah kota Bandung juga telah menyediakan “layanan publik Google of Bandung”, yakni sebuah layanan yang memungkinkan para pengguna internet dalam mengakses berbagai layanan publik secara online. Layanan ini juga termasuk sistem pengaduan online yang membantu mengurangi korupsi di Bandung, baik kasus korupsi pemerintahan kota hingga di setiap kelurahan.

Pemerintah kota Bandung juga memiliki sikap yang terbuka, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan semua jenis solusi online yang diperlukan oleh masyarakatnya. Dengan banyaknya sikap inisiatif teknologi tersebut, maka akan lebih mudah bagi pemerintah Bandung untuk menerima startup-startup berbasis teknologi.

Sponsor Link

Mengapa Bandung Sebagai Silicon Valley-nya Indonesia?

Ridwan Kamil menuturkan bahwa, Bandung memiliki potensi besar seperti Singapura. Pasalnya, meskipun tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang memadai dan bisa diandalkan, maka Bandung harus mengandalkan kekuatan sumber daya manusia guna untuk memajukan kota dan mensejahterakan masyarakatnya. Dalam hal ini, pemerintah kota Bandung mengadakan proyek “Teknopolis”, yakni sebuah proyek yang diandalkan untuk bisa menjadi menjadi Silicon Valley-nya Indonesia di masa yang akan datang.

Untuk melaksanakan proyek tersebut, Bandung telah mempersiapkan lahan seluas 800 hektar di wilayah Gedebage. Selain itu, total investasi yang diperlukan untuk kelangsungan proyek ini, yakni sebesar USD 800 juta. Namun, pemerintah kota Bandung masih gencar mencari investasi dari sejumlah pihak untuk mendukung kelangsungan proyek ini agar selalu terlaksana dengan baik.

Dari usaha yang dilakukan oleh pemerintah Bandung selama ini, sekarang terbukti bahwa saat ini mereka mampu mengerjakan proyek Teknopolis dengan baik, hingga mampu menjadikan kota Bandung sebagai Silicon Valley-nya Indonesia.

Antusias dan dukungan pemerintah kota Bandung terhadap perusahaan-perusahaan startup patut dijadikan kiblat. Sebab, jika startup di Bandung mampu mengembangkan usahanya sebagai perusahaan besar yang mendunia, maka tentu hal tersebut akan berdampak baik terhadap berkurangnya angka pengangguran, sehingga masyarakat pun bisa mendapatkan hidup yang lebih sejahtera dengan adanya penghasilan tetap dari pekerjaan mereka.

Sebenarnya, selain perusahaan startup yang mengembangkan game dan drone, masih banyak startup berbasis teknologi lainnya yang mulai beroperasi di kota Bandung.

Lantas apakah, pemerintahan kota Bandung hanya memberikan dukungan penuh terhadap startup teknologi saja? Tidak! Sebab, Bandung sangat “Startup Friendly”, sehingga siapa saja yang mendirikan perusahaan baru di sini dalam basis apa saja akan dibantu untuk menjadi perusahaan startup besar hingga mampu mencapai setiap tujuan yang dicita-citakan.

Hanya saja, seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa kota Bandung memang lemah di sektor Sumber Daya Alam (SDA), sehingga pemerintah kota Bandung berupaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada menjadi andalan dalam menjalankan usaha, seperti dengan menciptakan inovasi-inovasi terbaru di bidang teknologi.

Pasalnya, saat ini kehidupan kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya kecanggihan teknologi, sehingga tak heran jika keberadaan startup di Bandung yang mengembangkan game dan drone menjadi perusahaan rintisan yang mampu berkembang pesat hingga saat ini.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol