Sistem Informasi Manajemen: Manfaat, Tujuan, Konsep & Contoh

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Sebagai pelaku bisnis ataupun orang yang bekerja di suatu perusahaan, maka Anda perlu mengetahui mengenai sistem informasi manajemen. Sebab, semakin banyak informasi yang diketahui, maka akan semakin memudahkan Anda untuk menerapkannya dalam karir dan pencapian bisnis.

Yang mana, definisi dari system information management adalah, sebuah perencanaan di dalam sebuah perusahaan yang menggunakan pengendalian faktor internal, diantaranya meliputi: pemanfaatan SDM dan SDA, pembuatan dokumen, teknologi hingga kebutuhan manajemen akutansi, karena beberapa faktor itulah yang dijadikan sebagai bagian terpenting dalam urusan stategi berbisnis.

Setiap perusahaan pasti memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang diterapkan. Pasalnya, tujuannya adalah untuk mengelola, mengumpulkan, melakukan proses, penyimpanan dan melakukan analisa informasi. Lalu semua itu akan dibagikan dengan alasan tertentu dan juga spesifik. Bukan hanya itu saja, SIM perusahaan juga biasa digunakan sebagai sumber landasan ketika hendak mengambil keputusan yang bersifat penting.

Dari sini, apakah Anda sudah paham mengenai pengertian umum dari sistem informasi manajemen?
Pengertian atau definisinya bukan hanya dijelaskan secara umum saja, karena ada beberapa pendapat dari para ahli yang turut mendefinisikannya.

Pendapat Para Ahli Tentang Pengertian Sistem Informasi Manajemen

• Robert and Nash

Kedua orang ini mengungkapkan bahwa pengertian atau definisi dari system information management merupakan perpaduan yang terdiri dari pelaku bisnis, media, prosedur dan proses pengendalian yang mempunyai tujuan spesifik tertentu. Yang mana, disebutkan juga, bahwa tujuannya adalah untuk memproses setiap transaksi yang ada, memperlancar proses komunikasi dari beberapa pihak hingga memberikan tanda kepada pihak manajemen dalam setiap kejadian internal yang terjadi.

• Raymond McLeod Jr

Salah satu tokoh yang ahli dalam bidang bisnis ini mengatakan bahwa definisi dari system information management sebenarnya ialah, sebuah sistem yang memanfaatkan media komputer/teknologi sebagai penyedia informasi kepada setiap orang (user) yang memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama.
Informasi tersebut berisikan tentang sistem utama yang diterapkan oleh perusahaan atau organisasi, kejadian di masa lalu, apa yang dialami saat ini hingga kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.

• Hopwood and Bodnar

Kedua orang ini mengatakan bahwa pengertian dari sistem informasi manajemen merupakan sekumpulan dari hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang diinformasikan sebagai sarana transformasi data yang bersifat sangat penting bagi perusahaan.

• James AF Stoner

Beliau mengatakan bahwa system information management merupakan penerapan metode formal yang mampu memberikan pihak manajemen sebuah kepercayaan, informasi yang akurat dan tepat waktu, dapat melakukan proses pengawaan, dapat mengambil keputusan dngan tepat, dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik serta dapat mendukung sistem operasi yang lebih efektif dari sebelumnya.

• James O’Brien

Pendapat James O’Brien mengatakan bahwa pengertian dari system information management ada dalam kombinasi setiap unit yang dikelola, mulai dari jaringan komunikasi, hardware, software hingga database yang digunakan. Kemudian yang menjadi tujuannya adalah untuk mengumpulkan, mengubah, menghasilkan dan menyebarkan segala informasi penting.

• Danu Wira Pangestu

Danu mengungkapkan bahwa system information management merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan sekumpulan interaksi segala sistem informasi yang bertanggung jawab dalam mengolah, mengumpulkan dan menyediakan informasi penting untuk setiap tingkatan manajemen, sehingga mereka dapat melakukan kegiatan pengendalian serta kegiatan perencanaan dengan baik.

• Azhar Susanto

Azhar Susanto mendefinisikan bahwa system information management adalah hasil dari kumpulan sub sistem, baik itu berupa komponen pengolahan fisik maupun non-fisik, karena keduanya memang saling berhubungan satu sama lannya, sehingga mampu menghasilkan fungsi pengendalian, evaluasi hingga proses perbaikan yang terus berkelanjutan.

• Gordon B. Davis

Pendapat berikutnya datang dari Gordon B. Davis. Beliau mengatakan bahwa yang menjadi pengertian dari system information management itu ialah, sistem yang sudah terintegrasi antara manusia dan teknologi mesin yang dapat memberikan informasi apapun yang tengah diperlukan, mulai dari informasi untuk menunjang sistem operasional, sistem manajemen hingga pada saat hendak mengambil keputusan dalam urusan perusahaan.

• Joel D. Aron

Yang terakhir adalah pendapat dari Joel D. Aron. Aron mengungkapkan bahwasanya system information management merupakan salah satu media informasi yang berguna untuk memberikan informasi maupun data yang diperlukan bagi para ahli manajer untuk mengambil berbagai macam bentuk keputusan.

Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat diketahui bahwa dalam sistem informasi manajemen strateginya diterapkan dalam tujuan dan fungsi yang mendasar.

Sponsor Link

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

  • Dijadikan sebagai proses pelaksanaan pengumpulan data, yang nantinya akan digunakan untuk menyediakan setiap informasi yang dapat dijadikan sebagai sarana pendukung dalam mengambil setiap keputusan.
  • Sebagai pembentuk informasi yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan perencanaan, pengevaluasian, pengendalian hingga pada saat melakukan kegiatan perbaikan lanjutan.
  • Digunakan sebagai dasar dan landasan dalam memperhitungkan segalanya, mulai dari produk/jasa yang ditawarkan hingga untuk tujuan lain sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pihak manajemen.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Mempunyai fungsi utama yang harus memberikan banyak manfaat dalam setiap operasional. Yang mana meliputi hal-hal berikut.

  • Berfungsi untuk membantu proses pengawasan, merencanakan, mengarahkan hingga mendelegasikan setiap tugas dan pekerjaan kepada setiap anggota tim lewat perantara sistem koordinasi serta komando.
  • Berfungsi untuk menyajikan informasi data yang lebih akurat, lebih tepat waktu, lebih efektif dan lebih efisien.
  • Berfungsi untuk meningkatkan produktivitas, tetapi tetap mampu menurunkan biaya anggaran yang digunakan.
  • Berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik, terkoordinasi dan sistematis.

Mulai dari pengertian, tujuan dan fungsinya sudah Anda ketahui. Nah, apakah dari ini Anda sudah bisa menyimpulkan seperti apa contoh dari informasi sistem manajemen?

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Biasanya, setiap perusahaan besar yang sudah dibangun cukup lama pasti telah memiliki sistem informasi dan manajemen yang sudah sangat baik, terstruktur dan sudah terprogram. Hal ini disebabkan karena sistem informasi manajemen selalu digunakan untuk mengatur segalanya, termasuk untuk mengatur seperti apa interaksi antar perusahaan dan bagaimana hubungan perusahaan antar lingkungan. Dimana sistem tersebut dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku, mulai dari proses produksi, informasi pemasaran dan untuk kegiatan penting lainnya.

Supaya menjadi lebih paham, berikut ini juga akan disertakan mengenai contoh-contohnya.

1. Pelaksanaan Sistem ERP (Enterprice Resource Planning)

Sistem ERP ini diterapkan oleh perusahaan untuk melakukan proses pengawasan sekaligus mengolah beberapa bagian lain, seperti bagian akutansi, bagian keuangan, bagian operasional sumber daya manusia, bagian pemasaran hingga pada bagian pengelola persediaan atau stok. Tujuannya sangat jelas, yakni agar semuanya dapat terkoordinasi dengan baik.

2. Pelaksanaan Sistem SCM (Supply Chain Management)

Jenis sistem pelaksanaan sistem manajemen yang satu ini dipergunakan untuk menyajikan informasi berupa data-data secara intergrasi, yakni informasi yang berhubungan dengan suplai bahan pembuatan produksi, mulai dari mana mulai dipasok dan seperti apa jalannya sistem manajemen dari pihak produsen ke pengecer hingga sampai ke tangan konsumen terakhir.

3. Pelaksanaan TPS (Transaction Processing System)

Transaction Processing System sangatlah berguna untuk memproses setiap jumlah dengan nominal besar dan kecil secara rutin. Biasanya, sistem semacam ini selalu diterapkan ketika menjalankan sistem manajemen inventaris dan pembayaran gaji.

4. Pelaksanaan OAS (Office Automation System)

Diantara sistem informasi manajemen yang lain, OAS paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Pasalnya, OAS ini merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk membantu proses kelancaran sistem informasi melalui tahan integrasi server-server hardware, komputer dan setiap jaringan komputer internal yang terdapat di dalam perusahaan tersebut.

5. Pelaksanaan IMS (Informastic Management System)

Tujuan dilaksanakan IMS (Informastic Management System) adalah untuk melakukan proses dukungan spectrum setiap tugas yang dimiliki oleh perusahaan, karena penerapannya memang dilakukan ketika hendak mengambil keputusan. Dalam pengaplikasian sistem ini, ada beberapa fungsi yang disatukan lewat penerapan program komputerisasi, contoh seperti e-procurement.

6. Pelaksanaan KWS (Knowledge Work System)

Sebagaimana dengan namanya, sistem ini akan diterapkan untuk mengintegrasikan pengetahuan baru di dalam perusahaan. Dengan adanya pengetahuan baru tersebut, diharapkan agar para tenaga ahli dapat menerapkan dan mengaplikasikannya ke dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan.

7. Pelaksanaan IMS (Informatics Management System)

Manajemen informasi yang satu ini ditujukan sebagai dukungan spectrum pada berbagai pekerjaan di dalam setiap organisasi maupun perusahaan. Selain itu IMS juga turut digunakan dalam proses pelaksanaan analisa, membantu proses pengambilan keputusan hingga mempersatukan beberapa fungsi informais yang telah terprogram di dalam komputerisasi.

8. Pelaksanaan DSS (Decision Suport System)

Bagi para manajer, pelaksanaan dari sistem ini sangatlah membantu. Sebab, DSS merupakan sistem yang dapat mempermudah para manajer dalam mengambil keputusan. Dengan penerapan sistem Decision Support System, para manajer dapat membuat keputusan yang tepat dengan cara mengamati lingkungan atau organisasinya, diantaranya penerapan pada link elektonik sekolah yang mengamati pendaftaran jumlah siswa baru setiap tahunnya.

9. Pelaksanaan Sistem Artificial Intelligent (AI) dan Expert System (ES)

Berikutnya adalah sistem informasi manajemen AI dan ES, yakni kedua sistem informasi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan proses analisa dan proses pemecahan masalah. Caranya, yakni dengan menggunakan tenaga ahli yang telah terprogram di dalam komputerisasi, contohnya seperti proses pembuatan sistem jadwal mekanik.

10. Pelaksanaan Executive Support System (ESS)

Contoh yang terakhir adalah sistem ESS, yang kegunaanya dapat membantu pihak manajer dalam berinteraksi terhadap lingkungan organisasi/perusahaan dengan berlandaskan pada grafik dan penunjang saranan komunikasi lainnya.

Sponsor Link

Kesimpulan

Dari informasi mengenai pengertian, fungsi, tujuan hingga contohnya dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk saling melakukan proses koordinasi dengan perantara sistem komputer yang telah dirangkai secara sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai alat pengumpulan informasi dan setiap data yang lebih efisien, lebih akurat serta lebih baik.
Bagi Anda yang merupakan salah satu pelaku maupun pengamat bisnis, penting sekali untuk mengetahui informasi ini. Dengan demikian, nantinya Anda bisa merintis perusahaan dengan sistematis dan dengan tata aturan yang lebih terprogram dengan baik.
Sebab, urusan dalam mendirikan perusahaan bukanlah hal yang asal-asalan, karena semua itu memerlukan proses koordinasi dengan tepat dan akurat. Terlebih lagi, ketika Anda dipercaya untuk menjadi atau memilih pihak yang dijadikan sebagai manajer.
Sebagai manajer yang berloyalitas penuh terhadap perusahaan, penting untuk mengetahui seperti apa dan bagaimana proses penerapan dari setiap informasi dari segala sistem manajemen yang ada.

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Pelaksanaan Informasi Manajemen Yang Kurang Tepat

Secanggih apapun teknik komputeriasi yang digunakan, namun jika sistem yang digunakan salah, maka hasil informasi yang didapatkan pun menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, perhatikan agar Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan sebagai berikut ini.

• Pilih Tenaga Kerja Manusia Yang Berkualitas

Jangan jadikan ijasah terakhir seseorang sebagai patokan utama bahwa dia mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang tepat. Oleh karena itu, Anda harus memilih tenaga kerja yang berkualitas, berpengalaman dan profesional untuk mengoperasikan setiap sistem informasi manajemen yang diberlakukan di perusahaan.

• Periksa Kondisi Perangkat Hardware dan Software

Bagaimana pun juga, perangkat hardware dan software yang biasa digunakan pasti memiliki kapasitas penyimpanan dan kapasitas penggunaan. Terlebih lagi, keduanya merupakan perangkat ciptaan manusia yang sewaktu-waktu dapat mengalami kerusakan, sehingga Anda juga harus menyediakan tim ahli khusus untuk memeriksa kondisi setiap perangkat hardware dan software yang selalu digunakan untuk melangsungkan berjalannya sistem informasi manajemen yang diberlakukan.

• Kapasitas Listrik Harus Selalu Memadai

Agar setiap informasi sistem manajemen bisa didapatkan setiap saat, maka Anda perlu untuk mengoperasikannya setiap waktu. Biasanya, jika hanya mengandalkan kapasitas daya listrik PLN dari pemerintah, Anda tidak bisa menjalankannya dengan lancar, karena pasti ada saja problem yang akan dirasakan, seperti listrik yang tiba-tiba padam. Untuk itu, Anda membutuhkan tenaga listrik cadangan dalam jumlah kapasitas yang besar, contohnya sumber listrik dari genset.

Sistem informasi manajemen ini harus diterapkan dan diaplikasikan untuk perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Baik untuk perusahaan yang sudah sangat berpengalaman maupun perusahaan yang baru merintis.
Sebab, melalui penerapannya segalanya lebih bisa terkendali dan terkoordinasi dengan sangat baik. Yang mana, tentu saja hal ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi pihak perusahaan.

Intinya, pemberlakukan manajemen sistem informasi ini memang harus memenuhi syarat. Adapun, syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut ini.

  • Harus ditunjang dengan tenaga ahli yang sudah sangat perpengalaman dan profesional.
  • Harus didukung dengan media, sarana dan prasaranan yang benar-benar memadai.
  • Harus digunakan dengan tujuan dan sesuai dengan fungsi yang semestinya
  • Harus selalu diawasi dan dipantau secara rutin, agar tujuan serta fungsinya selalu berjalan secara sistematis
  • Harus memilih perangkat yang memang dapat menyajikan setiap informasi yang dibutuhkan dengan lebih optimal

Segala informasi yang Anda butuhkan mengenai sistem manajemen informasi sudah Anda ketahui dari sini. Sekarang hanya tinggal seperti apa cara penerapannya untuk ke depannya. Pasalnya, sebagus apapun kualitas informasi yang Anda dapatkan dari kami, namun apabila Anda tidak dapat mengaplikasikannya dengan baik, maka hasilnya akan percuma dan akan menjadi sia-sia.

Sebaiknya, tambahan informasi berkualitas tentang sistem informasi manajemen ini jangan hanya Anda simpan saja untuk diri sendiri. Kini saatnya untuk menerapkan dan mengaplikasikannya, agar perusahaan atau organiasi yang Anda bangun selama ini bisa berkembang hingga maju pesat sesuai dengan harapan.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol