Petunjuk & Langkah Menulis Rencana Bisnis dengan Tepat

Sponsor Link

 

Baik untuk yang baru memulai bisnis atau memperluas bisnis yang sudah dijalankan selama beberapa waktu, Anda pastinya akan memerlukan rencana bisnis.

Dalam banyak hal, rencana bisnis adalah peta jalan dalam berbisnis. Ini bukan saja sebagai pemandu, namun juga pemangku kepentingan utama lainnya saat Anda mengembangkan bisnis, dan juga menunjukkan kepada investor, pemberi pinjaman, atau mitra potensial ke mana arah bisnis Anda.

Bisnis yang sukses tidak datang tanpa rencana bisnis yang dipikirkan dengan matang. Berita baiknya adalah menulis rencana bisnis tidak perlu diintimidasi. Selama Anda memasukkan informasi penting tertentu dalam rencana bisnis Anda, Anda dapat memulai bisnis dengan baik.

Jadi, jika Anda siap menyingsingkan lengan baju dan mengeluarkan rencana bisnis yang fantastis, Anda berada di tempat yang tepat.

Inilah panduan utama Anda untuk menulis rencana bisnis, yang dipetakan untuk Anda langkah demi langkah.

Menulis Rencana Bisnis : Gambaran Umum

Sebagai otak dari bisnis kecil Anda, Anda mungkin memiliki semua ide-ide di kepala Anda tentang bagaimana membuat bisnis Anda menjadi perusahaan yang sukses berkembang.

Namun, seringkali ada banyak rintangan sepanjang jalan menuju kesuksesan. Cara terbaik untuk menghadapi masalah-masalah itu secara langsung adalah dengan rencana bisnis yang dipikirkan dengan matang. Jika Anda berencana untuk mengumpulkan uang dari investor atau pemberi pinjaman, rencana bisnis merupakan syarat yang harus ada.

 

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Apa itu Rencana Bisnis ?

Rencana bisnis adalah peta strategis dari suatu bisnis. Ia menjabarkan di mana Anda dan bisnis Anda saat ini berdiri, sumber daya, kemampuan, dan tujuan Anda dan memetakan di mana Anda akan berada di masa depan dan bagaimana Anda akan sampai di sana.

Berfikirlah seperti ini: Rencana bisnis menunjukkan bagaimana Anda akan mendapatkan dari titik A ke titik B dalam tiga hingga lima tahun.

Meskipun inti umum dari rencana bisnis cukup mudah, menulis rencana bisnis tidaklah sesederhana itu. Untuk menjelaskan bagaimana Anda akan mendapatkan dari titik A ke titik B secara efektif, ringkas, dan meyakinkan, Anda harus melihat secara terperinci strategi pemasaran, organisasi, dan keuangan untuk bisnis Anda.

Petunjuk untuk Menulis Rencana Bisnis

Menulis rencana bisnis bisa terasa sangat menakutkan. Anda mungkin tidak pernah begitu memperhatikan potensi bisnis Anda atau pertumbuhannya di masa depan. Berita baiknya adalah perusahaan Anda akan jauh lebih kuat setelah prosesnya selesai.

Dengan mengingat petunjuk ini dapat membuat kita lebih mudah untuk menulis rencana bisnis :

  • Buatlah dalam 30 hingga 50 halaman – Karena jika lebih panjang daripada ini, calon investor akan bosan membacanya, sedangkan jika lebih pendek kemungkinan tidak cukup komprehensif. Kisaran 30 hingga 50 halaman adalah volume yang pas untuk sebuah rencana bisnis yang membidik.
  • Cobalah menggunakan software untuk membuat rencana bisnis– Ada banyak sekali software yang dapat kita gunakan untuk membuat rencana bisnis, seperti LivePlan, yang menawarkan contoh dan panduan. Tetapi, jika Anda lebih suka sesuatu yang lebih sederhana, Anda juga dapat mencoba alat penulisan yang mudah diedit seperti Google Documents.
  • Sesuaikan dengan audiens– Anda hanya perlu menulis satu rencana bisnis, tetapi Anda mungkin perlu menyesuaikan versi masternya berdasarkan pada siapa yang membacanya. Misalnya, pemberi pinjaman usaha kecil akan sangat tertarik dengan proyeksi keuangan. Sedangkan investor mungkin lebih menekankan pada produk, layanan, dan rencana pemasaran Anda.

Dengan memperhatikan tips di bawah ini, saya yakin Anda akan bisa mulai membuat rencana bisnis Anda sendiri.

8 Langkah Menulis Rencana Bisnis

Rencana bisnis dapat dipecah menjadi delapan bagian inti. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menulis rencana bisnis, cara termudah untuk menangani proyek adalah dengan menelusuri setiap bagian, satu per satu.

Hasil akhirnya akan menjadi analisis komprehensif perusahaan Anda, seperti sekarang dan seperti yang Anda harapkan akan terjadi di masa depan.

1. Ringkasan rencana bisnis

Ringkasan eksekutif adalah langkah pertama dalam menulis rencana bisnis. Ringkasan eksekutif tidak perlu lebih dari satu atau dua halaman. Tetapi hanya karena ini bagian pendek dari rencana bisnis Anda, bukan berarti tidak penting.

Bahkan, ini mungkin menjadi bagian terpenting dari rencana bisnis Anda. Beberapa investor mungkin hanya meminta ringkasan eksekutif Anda ketika memutuskan apakah akan bekerja sama dengan Anda atau tidak, jadi pastikanlah agar bagian ini dapat berdiri sendiri.

Ringkasan eksekutif Anda harus menjelaskan apa yang bisnis Anda lakukan, di mana bisnis Anda saat ini berdiri, ke mana Anda ingin membawa bisnis Anda dalam tiga hingga lima tahun, dan mengapa Anda akan sukses.

Sekarang, kita tahu Anda bersemangat. Jika Anda baru memulai bisnis, Anda dapat berbicara sangat banyak setiap menitnya tentang mengapa ini penting dan bagaimana Anda akan mencapai tujuan Anda.

Tetapi ringkasan eksekutif dari rencana bisnis Anda harus singkat dan ‘to the point’.

Bahkan, untuk membuat ringkasan eksekutif rencana bisnis Anda sesingkat mungkin, pikirkan saja hanya dengan memasukkan enam informasi ini:

  1. Pernyataan Misi: Dalam tidak lebih dari satu paragraf, jelaskan apa bisnis Anda dan tujuan menyeluruh dari bisnis Anda.
  2. Informasi umum perusahaan: Nyatakan kapan bisnis Anda dibentuk, nama pendiri dan peran mereka, jumlah karyawan, dan lokasi perusahaan.
  3. Sorotan: Selanjutnya, sertakan contoh (termasuk grafik dan diagram) dari setiap pertumbuhan yang Anda lihat sejak memulai bisnis. Ini bisa menjadi sorotan pasar keuangan atau tonggak penting bisnis. Pikirkan bagian ringkasan eksekutif Anda ini sebagai bukti mengapa Anda akan berhasil.

Jika Anda seorang pemula, Anda mungkin tidak memiliki nomor untuk ditampilkan di sini. Jika itu masalahnya, berikan informasi tentang pengalaman Anda dan sorotan dari upaya masa lalu Anda.

  1. Produk dan layanan: Jelaskan secara singkat apa yang sebenarnya Anda jual, dan kepada siapa Anda menjualnya. Jika Anda belum memiliki produk, jelaskan rencana Anda untuk penawaran produk tersebut.
  2. Informasi keuangan: Jika Anda mencari pembiayaan bisnis, sertakan tujuan pendanaan Anda di akhir ringkasan eksekutif Anda. Pastikan untuk memasukkan informasi apa pun tentang bank atau pemberi pinjaman yang telah bekerjasama dengan Anda sejauh ini.
  3. Rencana masa depan: Ringkaslah ke mana Anda ingin membawa bisnis Anda di masa depan.

Ingat, singkat dan manis. Anda dapat menjelaskan secara detail belakangan, dan untuk saat ini Anda hanya perlu menunjukkan kepada pembaca tentang apa yang mereka sedang hadapi.

Disarankan, cobalah menulis ringkasan eksekutif Anda setelah Anda selesai menulis rencana bisnis. Dengan demikian, Anda akan memiliki pemahaman yang kuat tentang detail rencana tersebut dan tentunya akan lebih mudah membuat ringkasannya.

Sponsor Link

2. Sekilas tentang perusahaan

Bagian kedua dari rencana bisnis yang Anda buat harus merupakan gambaran tentang perusahaan Anda.

Walaupun langkah menulis rencana bisnis ini sangat mirip dengan penulisan ringkasan eksekutif di atas, gambaran perusahaan adalah bagian yang menjelaskan struktur bisnis Anda dan apa yang Anda lakukan.

Dan ketika menulis gambaran perusahaan, hal-hal berikut dapat menjadi pemecahnya.

  1. Mulailah menggambarkan tentang perusahaan Anda dengan beberapa kalimat yang menggambarkan apa yang dilakukan bisnis Anda. Pikirkanlah bagian ini sebagai elevator Anda dalam bentuk tulisan. Bagian pertama dari ikhtisar perusahaan Anda bertujuan untuk memberi pembaca dan investor gambaran umum tentang bisnis Anda.
  2. Selanjutnya, jelaskan sifat industri dan pasar dari layanan bisnis Anda. Apa kebutuhan yang secara spesifik dilayani oleh bisnis Anda, dan bagaimana Anda memenuhi kebutuhan itu? Sekali lagi, penjelasan Anda tentang penawaran pasar harus singkat.
  3. Setelah Anda memberikan nada elevator dan menjelaskan proposisi nilai Anda, jelaskan struktur hukum bisnis Anda. Apakah itu PT atau CV? Pastikan untuk menjelaskan hal ini dan berikan gambaran umum tentang struktur kepemilikan Anda juga.

Ingat untuk menjaga gambaran perusahaan Anda agar tetap singkat. Anda tidak harus menjelaskannya terlalu dalam dan mendetail di sini.

Pada intinya, gambaran perusahaan dalam sebuah rencana bisnis harus Anda jelaskan dengan cepat tetapi menarik tentang apa yang Anda lakukan, siapa yang Anda layani, dan mengapa Anda dapat melayani mereka.

Setelah itu, berikan pandangan singkat ke dalam struktur hukum dan kepemilikan bisnis Anda yang sudah ada sehingga calon investor tahu apa yang mereka hadapi.

3. Analisa pasar

Langkah selajutnya adalah melakukan analisis mendalam tentang industri, pasar hingga pesaing Anda. Berbeda dengan kedua hal di atas, pada bagian ini Anda akan masuk ke detail.

Pembaca dan investor tentunya ingin mengetahui analisis pasar ini untuk mendapatkan keyakinan tentang sejauh mana Anda sebagai pemilik bisnis memahami dinamika industri, pasar dan pesaing Anda.

Untuk membuktikan hal tersebut kepada mereka, analisa pasar Anda harus terdiri dari beberapa hal berikut ini.

  1. Deskripsi Industri: Buatlah pembaca melihat industri Anda. Jelaskan seberapa besar itu, bagaimana ia tumbuh di masa lalu, bagaimana para pemimpin industri memperkirakan itu akan tumbuh di masa depan, dan tren serta karakteristik penting lainnya. Kemudian daftarkan pemain-pemain penting di industri Anda.
  2. Gambaran target pasar: Anda telah melihat industri Anda secara keseluruhan, sekarang perbesarlah target pasar Anda.
  3. Karakteristik target pasar: Siapa pelanggan di pasar sasaran Anda, dan apa kebutuhan mereka? Siapa yang saat ini berusaha melayani kebutuhan itu? Di mana target pasar Anda berada? Apa demografis utama yang Anda layani? Ini adalah pertanyaan yang harus Anda jawab ketika Anda memberikan informasi mendalam tentang target pasar Anda.
  4. Ukuran target pasar dan pertumbuhannya: Anda juga harus melihat seberapa besar target pasar Anda. Cobalah untuk memberikan data sebanyak mungkin tentang bagaimana target pasar Anda melakukan pembelian di industri secara keseluruhan —berapa banyak, seberapa sering, dan berapa kali dalam satu tahun.

Setelah Anda melihat keadaan saat ini dari target pasar, berikan gambaran tentang pertumbuhan proyek pasar Anda. Lihatlah panduan SBA untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana melakukan riset pasar untuk mendapatkan angka-angka ini.

  1. Potensi pangsa pasar: Sekarang setelah Anda tahu seperti apa pasar target Anda, kemudian berapa banyak pangsa pasar yang Anda harapkan untuk mendapatkan di wilayah geografis yang ditargetkan?
  2. Harga pasar: Dengan melakukan riset pasar ini, Anda dapat memberikan perkiraan terbaik di mana Anda harus menentukan harga produk Anda, bagaimana Anda harus mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana Anda bisa maju dengan strategi promosi.
  3. Hambatan: Pastikan untuk memasukkan segala hambatan untuk memasuki pasar yang mungkin Anda temui. Ini mungkin regulasi, perubahan teknologi, pengeluaran investasi tinggi, atau kurangnya personel di daerah tersebut.
  4. Penelitian pesaing: Sekarang Anda telah melihat ke dalam pasar target Anda secara keseluruhan serta mempersempit pesaing utama Anda. Lihatlah pangsa pasar mereka, kekuatan dan kelemahan, hambatan apa pun yang mereka hadirkan, kemitraan, dan sebagainya.

Saat Anda menulis rencana bisnis, bagian ini mungkin adalah bagian yang paling lama untuk dikerjakan karena ini adalah bagian yang paling mendalam dari rencana bisnis Anda dan membutuhkan penelitian terbanyak.

4. Organisasi bisnis

Lalu, apa langkah selanjutnya dalam menulis rencana bisnis?

Menerangkan organisasi dan struktur manajemen bisnis Anda.

Bagian ini menjelaskan siapa melakukan apa, apa latar belakang semua orang, dan apa yang dibawa oleh pengalaman masa lalu mereka ke dalam tim pada bisnis Anda.

Hal-hal berikut inilah yang perlu Anda uraikan:

  1. Struktur organisasional: Sebelum Anda menyelami detail masing-masing pemangku kepentingan, jelaskanlah di mana mereka cocok berada berdasarkan keseluruhan gambaran bisnis. Awal bagian ini harus memiliki struktur organisasi tentang bagaimana bisnis Anda disusun. Ini akan menunjukkan bahwa Anda tahu siapa yang mengelola aspek bisnis Anda.
  2. Struktur kepemilikan: Hal ini memang telah disebutkan dalam gambaran perusahaan, tetapi di sini Anda harus masuk lebih dalam menjelaskan tentang bagaimana perusahaan Anda disusun secara hukum. Jelaskan siapa yang memiliki apa, dan berapa banyak milik mereka.
  3. Latar belakang pemilik dan dewan direksi: Selanjutnya, jelaskan latar belakang tim, manajer, mitra, dan dewan direksi Anda. Latar belakang ini akan membuktikan kepada calon investor bahwa Anda telah dikelilingi oleh orang-orang yang dapat dan akan membuat bisnis Anda sukses. Ada banyak yang harus dimasukkan di sini, jadi periksa daftar lengkap SBA ketika Anda menulis bagian ini dalam rencana bisnis Anda.
  4. Kebutuhan merekrut karyawan: Jika tim Anda tidak begitu besar sekarang, Anda mungkin perlu mengembangkan suatu hari nanti. Sebutkan semua karyawan inti yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Anda.

5. Produk dan layanan

Setelah Anda menyusun struktur organisasi bisnis Anda, saatnya untuk menyelami produk atau layanan yang disediakan bisnis Anda.

Di bagian ini, itu semua tentang meletakkan rencana untuk memposisikan produk Anda.

Mulailah bagian ini dari menulis rencana bisnis dengan menjelaskan layanan atau produk Anda dan untuk siapa itu ditujukan. Apa kebutuhan yang secara khusus dipenuhi?

Untuk menguraikan ini dengan jelas, inilah bagian yang seharusnya berisi bagian ini:

  1. Deskripsi umum tentang produk dan layanan: Sertakan detail produk Anda di sini, dan sorot apa yang membuat produk atau layanan Anda menonjol. Pastikan untuk berbicara tentang bagaimana produk Anda melayani kebutuhan pelanggan dan bagaimana itu berbeda dari pesaing Anda. Ini semua adalah tentang membingkai masalah dan solusi bisnis Anda setelahnya.
  2. Status produk saat ini: Jelaskan di mana posisi penawaran Anda saat ini. Apakah hanya dalam tahap ide? Atau apakah Anda memiliki produk akhir yang siap untuk dipasarkan? Berikan gambaran yang realistis dan jujur tentang bagaimana pengembangan produk atau layanan inti Anda.
  3. Penelitian dan tujuan pengembangan produk: Jika produk Anda masih dalam tahap pembuatan ide, jelaskan bagaimana Anda akan membawanya ke produk akhir. Kegiatan riset dan pengembangan apa yang perlu dilakukan sebelum Anda pergi ke pasar? Juga, jika Anda memiliki rencana untuk produk masa depan yang ingin Anda teliti dan kembangkan, catat di sini.
  4. Kekayaan intelektual: Ini sebagian besar berlaku untuk perusahaan teknologi atau ilmiah, tetapi jika Anda memiliki kekayaan intelektual yang merupakan hak milik bisnis Anda dan sangat penting untuk keberhasilan, Anda harus menjelaskannya di bagian pengembangan produk ini. Catat juga jika Anda memiliki paten atau sedang dalam proses pendaftaran hak paten.
  5. Sumber dan pemenuhan: Apakah Anda mengandalkan vendor lain untuk menyediakan produk atau layanan Anda? Jika demikian, pastikan untuk mengetahui sepenuhnya ketika Anda sedang menulis rencana bisnis. Masukkan informasi tentang dari mana datangnya inventaris atau bahan, bagaimana Anda menerimanya, dan seberapa sering Anda perlu dipenuhi.

Ini adalah bagian dari rencana bisnis Anda untuk membiarkan inti bisnis Anda —produk atau layanan Anda— bersinar.

6. Pemasaran dan rencana penjualan

Sekarang setelah Anda memberikan semua detail penting dari penawaran produk inti Anda, langkah selanjutnya dalam menulis rencana bisnis adalah menjelaskan bagaimana Anda akan memasarkan dan menjual produk atau layanan Anda.

Mari kita mulai dengan sisi pemasaran. Bagaimana Anda akan menciptakan pelanggan dan membuat mereka tertarik pada bisnis Anda?

Secara umum, seperti inilah bagian pemasaran bagian ini:

  1. Penentuan posisi: Bagian pertama dari rencana pemasaran ini mencakup bagaimana Anda menentukan posisi bisnis dan produk Anda. Cara Anda memposisikan merek Anda menentukan bagaimana pelanggan menemukan dan berinteraksi dengan Anda. Apakah itu layanan gratis? Atau layanan dengan kualitas terjamin? Inilah yang membuat Anda menonjol dibandingkan pesaing Anda dalam arti branding.
  2. Promosi: Setelah Anda menjelaskan bagaimana Anda akan memposisikan diri sendiri secara unik, sekarang jelaskan di mana Anda akan mendapatkan berita dan bagaimana Anda akan menjangkau pelanggan Anda.

Ini melibatkan semua rencana yang Anda miliki untuk mengemas produk Anda, mengiklankan produk (online atau dalam sumber media tradisional), berurusan dengan hubungan masyarakat, atau terlibat dalam praktik pemasaran konten.

Setelah Anda menjelaskan kerangka kerja pemasaran, sekarang selami rencana penjualan Anda.

  • Tenaga penjualan: Jelaskan siapa yang akan menjual produk Anda. Apakah Anda membutuhkan tenaga penjualan? Jika demikian, seberapa besar tim penjualan yang diperlukan? Siapa yang akan melatih tenaga penjualan Anda? Sekarang saatnya bagi Anda untuk mengenakan topi kepala penjualan.
  • Strategi penjualan: Berikan gambaran umum tentang bagaimana Anda akan menjual produk atau layanan. Apakah tim Anda akan menjadi penelepon yang dingin untuk pelanggan potensial Anda? Atau menghadiri pertemuan penjualan secara langsung? Ini adalah bagaimana Anda akan memulai dan menutup transaksi. Pastikan untuk menggambarkan seperti apa corong penjualan dalam bisnis Anda.

Anda mungkin tidak tahu persis bagaimana ini akan dimainkan, atau saluran pemasaran dan penjualan mana yang paling sukses untuk Anda. Tetapi berikan gambaran yang jelas dan ringkas tentang bagaimana Anda berencana menjual produk Anda.

7. Rencana dan proyeksi keuangan

Meskipun bagian ini ada di akhir rencana bisnis Anda, ini bisa menjadi bagian terpenting dari keseluruhan dokumen.

Bagian rencana keuangan dan proyeksi dari rencana bisnis Anda memberikan gambaran tentang kondisi keuangan Anda saat ini dan memetakan di mana Anda ingin mendapatkan bantuan finansial di masa depan.

Jika Anda sudah menjalankan bisnis sekarang ini, bagian ini akan menggunakan data keuangan dari kinerja perusahaan Anda hingga kini. Jika Anda memiliki data sebelumnya untuk ditampilkan, sertakanlah juga yang berikut ini:

  • Laporan laba rugi
  • Laporan arus kas
  • Neraca
  • Laporan piutang dagang (jika ada)
  • Laporan hutang dagang (jika ada)
  • Dokumentasi kewajiban utang (jika ada)

Bahkan jika Anda tidak memiliki data keuangan sebelumnya dari perusahaan Anda, Anda harus memasukkan proyeksi keuangan di bagian ini.

Proyeksi keuangan didukung oleh data masa lalu Anda, atau proyeksi ditentukan oleh penelitian dan analisis pada industri dan pesaing utama Anda.

Dan ketika Anda meramalkan keuangan bisnis Anda, berikut adalah dokumen-dokumen penting yang harus Anda sertakan:

  • Prakiraan arus kas
  • Laporan saldo
  • Anggaran belanja modal

Rencana bisnis yang menyeluruh memiliki proyeksi keuangan untuk 12 bulan pertama bisnis, tetapi juga membutuhkan prospek dan rencana yang lebih lama untuk 3 hingga 5 tahun ke depan.

Bagian terakhir dari rencana keuangan Anda harus mencakup segala kebutuhan dana yang dimiliki atau akan dimiliki bisnis Anda di masa depan.

Apakah ini melalui pembiayaan ekuitas dengan angel investor atau firma modal ventura, atau pembiayaan utang dengan pinjaman usaha kecil, inilah yang perlu Anda sertakan dalam permintaan pendanaan:

  • Jumlah dana yang dibutuhkan saat ini.
  • Sejumlah dana yang akan dibutuhkan di masa depan
  • Tujuan dan dampak dana (modal kerja, pembelian peralatan, biaya waralaba, memperoleh bisnis, dll).

Dengan cara ini, jika rencana bisnis Anda ada di tangan calon investor, mereka akan tahu persis bagaimana kontribusi finansial yang mereka buat akan berdampak pada bisnis.

Sponsor Link

8. Lampiran

Apendiks terlampir pada bagian akhir dari rencana bisnis Anda, dan itu akan menyimpan semua informasi pendukung yang tidak Anda sertakan dalam isi dokumen Anda.

Khususnya, jika Anda memiliki poin data, bagan, catatan kaki, atau penjelasan lebih lanjut yang penting untuk membuat rencana bisnis yang lengkap, masukkan semua itu dalam lampiran. Ini juga merupakan tempat yang baik untuk memasukkan resume sendiri dan anggota kunci tim manajemen Anda.

Dengan cara itu pembaca dapat merujuk pada lampiran jika mereka membutuhkan lebih banyak —tetapi tidak terganggu oleh penjelasan teks yang panjang atau angka yang membingungkan saat menguraikan rencana bisnis.

Secara logis, lampiran harus dimulai dengan daftar isi yang menguraikan bagian-bagian dari rencana bisnis, diikuti oleh informasi tambahan yang sesuai dengan setiap bagian.

Terkadang, cara terbaik untuk mendapatkan inspirasi membuat rencana bisnis sendiri adalah dengan melihat contoh dari bisnis lain. Manfaat menggunakan perangkat lunak rencana bisnis adalah bahwa sebagian besar mereka memiliki library sampel rencana bisnis yang mewakili berbagai industri.

Saran terakhir, pahamilah bahwa sebuah dokumen bisnis yang krusial tidak tertulis dengan sendirinya. Jadi mulailah sekarang dan semoga berhasil!

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol