fbpx

Pengertian Alat Pembayaran Online dan Fiturnya

 

Dengan menyebarnya penggunaan belanja online, penggunaan terhadap pembayaran online juga ikut meningkat, pengguna dapat melakukan pembayaran tanpa merasa kesusahan dengan memanfaatkan pembayaran online. Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai manfaat penggunaan pembayaran online terbaru dan layanan pengganti yang direkomendasikan secara menyeluruh!

Selain itu, disini juga akan dirangkum pembahasan mengenai situasi pembayaran seluler di Indonesia saat ini, hal yang perlu dilakukan untuk penyebaran metode ini, layanan pembayaran melalui kode QR yang menarik perhatian masyarakat, dan tentang tren-tren terbaru lainnya. Pada tahun 2019, jumlah perusahaan yang secara resmi memperoleh izin pembayaran melalui kode QR telah meningkat, dan karena meluasnya pedagang yang menggunakan metode pembayaran seluler, jumlah transaksi dan jumlah uang transaksi diperkirakan akan semakin meningkat

Transaksi pembayaran elektronik meningkat dari tahun ke tahun

Di Indonesia, jumlah transaksi dan jumlah uang transaksi dalam pasar pembayaran elektronik meningkat dari tahun ke tahun, mencapai 75% lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, seiring dengan semakin populernya pembayaran seluler di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, di mana masyarakat memiliki kebiasaan untuk membawa uang tunai, tingkat penyebaran penggunaan kartu kredit dan rekening bank menjadi rendah, dan tingkat penyebaran penggunaan kartu kredit 1% dan rekening bank 20%. Situasi pembayaran online di Indonesia terbilang masih kurang dibandingkan dengan seluruh dunia.

 


Sponsor Link

Pembayaran melalui kode QR yang menarik perhatian masyarakat

Alasan mengapa ‘pembayaran melalui kode QR’ menarik perhatian masyarakat dalam metode pembayaran melalui smartphone. Jika Anda melihat ke seluruh dunia, sekarang ‘pembayaran melalui kode QR’ sudah menjadi tren. Ini akan menjadi lompatan besar untuk situasi FinTech (Financial Technology) di Indonesia di masa depan.

Pembayaran melalui kode QR mudah bagi pembeli, tetapi dapat diharapkan akan lebih efektif bagi penjual. ‘Penjual’ yang disebutkan di sini adalah pemilik warung, pemilik toko di pasar, dan pemilik kedai. Singkatnya adalah pemilik bisnis individu kecil dan menengah.

Jika penggunaan pembayaran elektronik menyebarluas, pertama-tama Anda tidak akan perlu menyiapkan koin. Hanya dengan begitu diharapkan akan mengurangi kesusahan masyarakat dan manajemen akan menjadi lebih efisien. Selain itu, menaruh banyak uang di toko juga berbahaya. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya tindak kejahatan.

Begitu uang tunai hilang, ketakutan terhadap tindak kejahatan tersebut juga akan hilang.

Pembayaran online dengan kartu kredit memiliki hambatan yang tinggi

Ada 3 hambatan utama masing-masing toko dan toko kecil atau menengah untuk menerapkan pembayaran melalui ponsel pintar untuk menyebarluaskan pembayaran online melalui kartu kredit.

Pertama-tama, biaya pemakaiannya tinggi. Perangkat yang digunakan untuk melakukan pembayaran non-kontak memerlukan biaya yang mahal sekitar lebih dari Rp. 10 juta. Kedua adalah biaya pembayaran seperti kartu kredit akan meningkat 5 hingga 8%. Dan ketiga adalah dibutuhkan lebih dari setengah hingga satu bulan sampai hasil penjualan bisa diterima, sehingga modal kerja tidak dapat berjalan dengan cepat. Dengan usaha seperti itu, pengguna ragu untuk menggunakan layanan tersebut karena tidak bisa dengan segera mengetahui seberapa besar keuntungan akan naik.

 


Sponsor Link

Bank yang sekarang menjadi tidak diperlukan

Saat ini hilangnya bank-bank sudah seperti menjadi kenyataan. Di berita dan di internet banyak orang mengatakan bahwa ‘bank tidak lagi diperlukan’. Target yang diambil oleh bank sebelumnya, sekarang mulai pindah ke perusahaan swasta yang memanfaatkan FinTech. Hanya dengan satu ponsel pintar, ‘pembayaran, pengiriman uang, pinjaman’ dan lain-lain dapat dengan mudah dilakukan, sehingga sebagian besar masyarakat tidak perlu pergi ke bank untuk sementara waktu.

Layanan utama yang banyak digunakan di bank adalah deposito, penarikan, dan transfer. Namun, jika Anda pergi ke toko serba ada, Anda dapat menyelesaikan layanan tersebut melalui ATM. Masyarakat dapat menggunakan layanan bank walaupun sedang berada di rumah dengan menggunakan aplikasi ponsel pintar dan perbankan internet.  Selain itu, jika pembayaran tanpa uang tunai menyebarluas, penggunaan uang tunai juga akan berkurang, sehingga kebutuhan ATM juga akan hilang.

Keuntungan pembayaran melalui kode QR

Biaya pemasangan dan pengoperasian toko yang berkurang menyebabkan jumlah toko yang menggunakan metode ini bertambah. Karena tidak perlu menyiapkan perangkat khusus di toko-toko yang akan menggunakannya, kemungkinan akan mengurangi biaya pemasangan, biaya untuk pembayaran, dan biaya infrastruktur, sehingga menurunkan hambatan dalam pemakaian, dan akhirnya jumlah toko yang dapat menggunakan sistem ini bertambah dan kemudian akan menguntungkan pelanggan.

Pembayaran melalui kode QR mudah untuk dimulai, tidak hanya oleh toko tetapi juga oleh pengguna. Karena ini adalah aplikasi, akan dapat digunakan setelah melakukan penginstalan dan dapat digunakan di berbagai jenis perangkat apa pun, seperti iPhone dan ponsel Android. Berbagai macam layanan dapat diselesaikan dengan bekerja sama dengan rekening bank dan dapat digunakan walaupun tidak memiliki kartu kredit.

Menciptakan nilai baru dengan layanan pembayaran berbasis akun. Karena berdasarkan akun, penjual dapat memberikan layanan pembayaran yang sama tidak hanya di toko fisik tetapi juga online. Selain itu, dengan mengakumulasi informasi pembayaran dan data penggunaan yang ditautkan ke ID anggota, hal tersebut dapat menciptakan nilai baru yang tidak terikat oleh kerangka pembayaran seperti menyediakan sistem poin dan komunikasi yang optimal untuk setiap pelanggan.

Dan yang terpenting, karena kode QR memiliki hubungan dengan akses ke situs dan lain-lain, banyak orang dapat melakukan akses dengan menggunakan ponsel pintar. Ada juga kasus sukses sistem pembayaran melalui kode QR seperti ‘Alipay’ dan ‘WeChat Pay’ yang tersebar luas di Cina. Sekarang pembayaran melalui kode QR sangat diminati karena layanan dan minat masyarakat terus meningkat.

 


2 metode pembayaran melalui kode QR

Saat ini pembayaran melalui kode QR memiliki dua metode sebagai berikut.

 Pembayaran melalui kode

Pada saat pembayaran, pengguna menampilkan barcode dalam aplikasi dan membacanya dengan terminal POS. Metode pembayaran ini sebagian besar dilakukan di toko tempat terminal manajemen informasi titik penjualan (POS) dipasang.

Perbaikan perangkat POS diperlukan untuk mendukung pemakaian ‘pembayaran kode’, tetapi aliran otentikasi/pembayaran hampir sama dengan kartu kredit saat ini.

Pembayaran melalui ‘membaca’ kode

Pada saat pemabayaran, pengguna membaca kode QR khusus toko dengan aplikasi dan memasukkan jumlah pembelian untuk melakukan pembayaran. Toko tidak perlu menyiapkan perangkat khusus dan jalur komunikasi, sehingga toko juga tidak memerlukan biaya pemasangan. Sangat mudah untuk digunakan bahkan di toko-toko yang belum kompatibel dengan pembayaran seluler. Pembayaran melalui kode QR populer di Cina.

Garis besar layanan pembayaran melalui kode QR di Cina

Di Cina, penyebaran layanan tanpa uang tunai seperti WeChat Pay dan Alipay sangat tinggi karena didorong oleh pengaruh masalah sosial seperti keamanan uang tunai, transparansi dan biaya uang tunai.

Dalam penyediaan layanan di Cina, WeChat Pay dan Alipay memiliki fitur sebagai berikut:

Biaya toko untuk berpartisipasi rendah

Biaya toko untuk berpartisipasi yang tidak mahal dapat memperluas kategori toko yang dapat menggunakan layanan ini.

Misalnya, di Cina Alipay menetapkan biaya partisipasi berdasarkan tipe industri, industri yang memiliki peran infrastruktur sosial seperti layanan medis, pendidikan, kesejahteraan sosial, perawatan, dan lain-lain dipungut biaya 0% dan biaya tertinggi untuk industri lainnya pun hanya sekitar 0,55%.

Aplikasi yang sangat diperlukan dalam kehidupan

Tidak hanya sebatas aplikasi pembayaran, dengan menyediakan aplikasi yang memiliki layanan-layanan yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti layanan peminjaman uang, alat komunikasi, dan layanan kehidupan, hal ini dapat membangun model bisnis baru dengan cashless sebagai titik awal.

Misalnya, dalam aplikasi Alipay, pengguna dapat secara langsung melakukan berbagai layanan seperti pemesanan taksi dan hotel, pembelian tiket film, berbagai pembayaran seperti biaya utilitas, pemesanan rumah sakit, transfer, pembelian produk investasi aset, pembagian atau pengiriman uang ke teman.

Pemanfaatan bisnis Big Data

Nilai baru akan terbentuk dengan memanfaatkan Big Data yang terdiri dari riwayat penggunaan yang sangat besar seperti informasi transaksi belanja dan catatan pembayaran.

Misalnya, Sesame Credit milik grup Alipay melakukan bisnis dengan mengumpulkan data pribadi seperti informasi transaksi dan informasi pembayaran belanja di perusahaan besar EC Taobao dan menghitung skor kredit individu dengan AI.

Menurut skor kredit individu, mereka tidak perlu lagi melakukan deposit pada pemesanan hotel dan meningkatnya kasus dimana hal ini dijadikan sebagai referensi dalam penerimaan seperti permohonan visa, tinjauan pinjaman dan dampak suku bunga.

 


Memperkenalkan perusahaan yang melakukan layanan pembayaran elektronik di Indonesia

1) Go-Pay

‘Go-Pay’ milik layanan sharing taxi sepeda motor ‘Go-Jek’. Pada bulan Oktober tahun 2017, aplikasi ini memegang 30% dari total jumlah transaksi online di Indonesia dan dikatakan bahwa ada sekitar 10 s/d 12 juta orang pengguna per bulan. Karena hanya pada satu platform, Go-Pay tidak hanya dapat melakukan pembayaran taksi sepeda motor, tetapi aplikasi ini juga dapat digunakan untuk layanan lainnya seperti berbelanja, poin dan pengiriman makanan, kepraktisan ini lah yang menarik pengguna.

 

2) OVO

Manajemen pusatnya dikelola oleh PT Bumi Cakrawala Perkasa, salah satu perusahaan dari Lippo Group. Karena keterlibatan Lippo, OVO menyebar secara luas di gedung-gedung dan tanah yang dikelola oleh Lippo seperti Lippo mall.

Di sini, OVO menyenangkan pengguna dengan diskon besar yang didapatkan saat pembayaran menggunakan ‘Grab’. Baru-baru ini, tidak hanya ‘Grab’ tetapi keuntungan juga bisa didapatkan dari toko-toko di mal yang kemudian memperluas ruang lingkup pelanggan. Saat ini OVO sudah digunakan oleh 7 juta orang pengguna per bulan.

3) TCASH

‘TCASH’ yang dioperasikan oleh perusahaan seluler besar ‘TELKOMSEL’ adalah layanan pembayaran yang dapat menerima layanan sesuai perencanaan. Hingga beberapa waktu lalu, hanya pengguna kartu SIM TELKOMSEL yang dapat menggunakannya, tetapi sekarang telah tersedia untuk operator dari perusahaan lain. Jumlah pengguna aktif ada 4 juta orang per bulan dan TCASH ini dapat digunakan untuk pengiriman uang dari luar negeri, pompa bensin dan transportasi.

Selain itu, T-cCsh juga dapat membayar menggunakan kode QR di toko serta aplikasi pembayaran elektronik lainnya, dan telah dipergunakan di restoran-restoran besar, dan penyebaran T-cash tampaknya akan semakin cepat.

4) Pay Pal

Pay Pal adalah layanan pembayaran yang nyaman dan aman yang digunakan lebih dari 200 juta pengguna dan dapat digunakan di 15 juta lebih toko di seluruh dunia.

Pay Pal berada di antara pembayar dan penerima sebagai agen pembayaran. Aman karena Anda dapat melakukan pembayaran kartu tanpa memberi tahu informasi kartu Anda kepada penjual. Ini berlaku di lebih dari 200 negara dan wilayah dan 100 mata uang di seluruh dunia.

5) Doku

Doku didirikan dengan pembiayaan sendiri pada tahun 2007 dan saat ini berkembang pesat, dan merupakan penyedia pembayaran elektronik dan solusi manajemen risiko terbesar di Indonesia.

Doku bekerja sama dengan banyak perusahaan dan menawarkan berbagai metode pembayaran termasuk kartu kredit ke EC dengan berbagai ukuran.

6) Midtrans Payments

Midtrans Payments juga dapat melakukan pembayaran online menggunakan kartu kredit, transfer bank, dan lain-lain. Mendukung e-commerce di Indonesia dengan kemudahan dalam menerima pembayaran online secara online.

7) iPaymu

Salah satu payment gateway e-commerce terbaik untuk mengotomatiskan bisnis online. iPaymu mendukung toko web dan toko online untuk menerima kartu kredit dan pembayaran alternatif lainnya melalui internet.

8) Xendit

Xendit termasuk baru di industri Fintech dibandingkan dengan dua payment gateway sebelumnya. Xendit adalah penyedia layanan pembayaran online Indonesia dan memfasilitasi semua jenis transaksi. Xendit membuat semua pelanggan dapat mengirim dan menerima dana dengan proses integrasi yang sederhana.

Rangkuman

Pembayaran elektronik berkembang pesat di Indonesia, tetapi keamanan terkait pembayaran melalui kode QR dan lain-lain masih belum pasti dan belum dapat dikatakan bahwa ini telah benar-benar menyebarluas di Indonesia.

Namun, karena arus dunia telah dengan cepat mengadopsi pembayaran melalui kode QR, tidak diragukan lagi bahwa pembayaran melalui kode QR akan digunakan di Indonesia juga.

Setiap perusahaan pembayaran elektronik di Indonesia sedang mengembangkan pemasaran yang memanfaatkan kelebihan mereka sendiri dan disini lah sangat dinantikan masa depan dimana akan terjadi pertarungan pembagian saham pembayaran elektronik.

Jika Anda mengembangkan strategi serupa seperti cashback, persaingan akan meningkat dan ini akan menjadi situasi yang menyenangkan bagi konsumen.

Kemudian, diharapkan akan menjadi sirkulasi yang baik dimana jumlah pengguna meningkat, layanan yang berkualitas mulai menyebarluas, lalu pengguna kembali meningkat.

Mari kita perhatikan tren di masa depan nanti!

 

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.
Tentang Aplikasi Tentang Website
Pengenalan Perusahaan Kontak Kami
Sponsor Link

 

Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry