Teknologi VAR | Teknologi Modern Piala Dunia

Jasa Pembuatan Website

 

Teknologi VAR merupakan salah satu jenis teknologi modern yang diterapkan pada ajang Piala DUnia. Teknologi video ini membantu wasit untuk mengambil keputusan yang tepat. Karena hal tersebut, kesalahan dalam gol yang terjadi, misalnya gol tersebut terjadi karena offside, bisa diminimalisir dan tidak merugikan pihak manapun.

Sejarah Sebelum Teknologi VAR

Sponsor Link

Seperti yang diketahui, sebelum adanya teknologi seperti VAR, sepak bola menjadi salah satu permainan olahraga yang tidak hanya menguras emosi namun juga rentan terjadinya perjudian. Perjudian yang terjadi biasanya terkait siapa tim yang menang.

Namun kemenangan tersebut bisa disebabkan karena berbagai faktor dan salah satunya adalah karena keputusan wasit yang berat sebelah. Contohnya gol tangan Tuhan Maradona. Dilihat dari manapun gol tersebut tidak termasuk gol yang sah karena diciptakan dengan menggunakan tangan.

Walaupun begitu, gol tersebut tetap disahkan sehingga membuat Argentina menang di kala itu atas Inggris. Agar tidak terjadi kembali insiden seperti contoh di atas dan pertandingan berat sebelah, maka dikembangkan teknologi untuk melakukan review atas insiden yang terjadi.

Hingga pada akhirnya, FIFA menggunakan VAR sebagai teknologi asisten untuk review insiden yang terjadi di pertandingan kala Piala Dunia 2014 terjadi.

Teknologi VAR dan Fungsinya

Sebelum lebih lanjut, ada baiknya mengenal apa kepanjangan dari VAR. VAR merupakan kependekan dari video assistant referee. Dari kepanjangan tersebut sudah dapat terlihat jika fungsi utama dari VAR adalah menjadi asisten wasit yang sedang memimpin pertandingan sepak bola tersebut.

Karena hal tersebut secara keseluruhan. Teknologi VAR memiliki fungsi untuk menjadi asisten wasit untuk mengawasi pertandingan lewat rekaman video. Video yang tampil lewat teknologi ini akan membantu wasit untuk menganalisa pelanggaran yang terjadi di lapangan ketika pertandingan berlangsung.

Menurut FIFA (Federation Internationale de Football Association) yang merupakan lembaga atau federasi tertinggi di sepak bola, mengemukakan jika setidaknya ada 4 fungsi utama dari VAR. Fungsi tersebut yaitu:

Saat terjadi gol

Kejadian terciptanya gol bisa terjadi dengan sangat cepat dan kadang wasit pun tidak dapat melihat secara jelas, apakah bola yang dilesakkan ke gawang tersebut tidak dalam posisi offside atau tidak. Atau apakah bola yang menjadi gol menggunakan cara yang tepat atau tidak.

Karena hal tersebut, kejadian terjadinya gol seperti gol Tangan Tuhan Maradona dapat diminimalisir dan tidak menimbulkan perdebatan baru terkait dengan hal tersebut. Dengan kata lain jika gol yang tercipta dianggap masuk kemudian setelah melihat VAR ada pelanggaran terkait dengan terciptanya gol, maka wasit dapat menganulir gol tersebut.

Keputusan Penalti

Kotak penalti seakan menjadi momok tersendiri bagi pemain terutama ketika memasuki masa injury time ataupun babak tambahan untuk menentukan tim mana yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Karena hal tersebut, tidak sedikit yang memanfaatkan keuntungan tersebut untuk mencetak gol.

Salah satunya adalah dengan melakukan diving. Pemain akan tiba-tiba terjatuh (berpura-pura) dan menahan sakit misalnya di bagian kaki sehingga akan terlihat untuk mengalami pelanggaran di kotak penalti yang berbuah tendangan penalti yang membuatnya berpeluang besar mencetak gol.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka kemudian terciptalah VAR. Jika tiba-tiba ada pemain yang terjatuh dan kesakitan tanpa adanya pelanggaran atau ada pelanggaran di daerah penalti yang berujung keributan, maka wasit akan menggunakan VAR untuk mengecek apakah benar terjadi pelanggaran yang berbuah penalti atau tidak.

Keputusan kartu

Ketika pertandingan sedang berlangsung, setiap pemain memiliki potensi untuk mendapatkan kartu termasuk kartu merah yang membuat pemain harus segera angkat kaki dari lapangan pertandingan. Terlebih saat bermain tidak ada yang tahu akan terjadi apakah nanti. Misalnya pelanggaran atau keributan yang sangat mengganggu.

Agar tidak ada pemain yang salah mendapatkan kartu, karena dapat berujung pada sanksi tidak boleh bermain bahkan selama 2 pertandingan, maka wasit akan mengecek kejadian yang sebenarnya lewat VAR.

Saat wasit hendak menjatuhkan sanksi ke pemain tertentu

Pelanggaran dapat terjadi kapan saja di lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Ketika pelanggaran terjadi, wasit dapat mengingatkan pemain ataupun memberi kartu baik kuning atau merah. Sanksi yang diterima pemain bisa sangat merugikan terlebih jika sedang dalam pertandingan liga besar, seperti Liga Champion.

Misalnya, pemain tersebut tidak melakukan sliding yang mengenai kaki lawan namun lawan ternyata berpura-pura kesakitan sehingga pemain bertahan diberi kartu kuning. Dari akumulasi kartu kuning tersebut, membuat pemain bertahan tersebut tidak dapat membela tim-nya yang menyebabkan tim-nya kalah di babak perempat final.

Sponsor Link

Untuk menanggulangi hal tersebut, saat wasit merasa ragu apakah keputusannya benar atau tidak, maka wasit dapat mengecek kejadian yang sebenarnya lewat VAR lalu memutuskan keputusan yang tepat. Misalnya memberikan kartu kuning pada pemain lawan yang melakukan diving.

Plus Minus Teknologi VAR

Tidak semuanya tercipta sempurna termasuk teknologi VAR. Ada nilai plus dan minusnya tersendiri yang membuat VAR hingga kini masih dikembangkan kembali oleh FIFA. Keunggulan dan kelemahan dari VAR yaitu:

Keunggulan

  • Membantu meminimalisir kesalahan yang dibuat wasit. Terlebih oleh wasit yang dinilai berat sebelah pada tim tertentu sehingga tercipta pertandingan yang lebih adil untuk kedua belah pihak dari tim yang sedang bertanding.
  • Pertandingan menjadi lebih seru. Adanya teknologi asisten wasit virtual ini membuat pertandingan menjadi lebih adil dan seru. Misalnya terkait dengan anulir gol yang dilakukan oleh wasit. Tidak jarang gol yang sudah disahkan, ditarik atau dianulir karena offside atau hal lain. Sehingga hal tersebut akan membuat pemain akan berusaha kembali dan bahkan lebih keras untuk menambahkan pundi-pundi gol yang tercipta.
  • Memuaskan banyak pihak. Anulir gol akan menjadi kekecewaan tersendiri untuk pendukung tim yang mengalami hal tersebut. Akan tetapi, secara keseluruhan akan memberikan kepuasan bagi yang bertanding karena pertandingan dapat berlaku lebih adil.

Kelemahan

  • Biaya yang mahal. Untuk menggunakan VAR, maka pengurus yang menaungi suatu pertandingan misalnya Liga Inggris harus membayar mahal sehingga tidak semua liga dapat menikmati teknologi tersebut.
  • Belum adanya akses ke kamera yang fungsinya tidak merekam jalannya pertandingan misalnya kamera yang terpasang di helikopter.
  • VAR hanya dapat memeriksa dan menganalisa berdasarkan pada kamera yang terpasang di pinggir lapangan. Sehingga jika salah satu kamera tersebut rusak, maka teknologi asisten wasit ini tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Butuh orang khusus. Setiap pihak yang berhubungan atau menggunakan teknologi asisten virtual untuk wasit secara langsung, butuh orang khusus. Misalnya wasit yang memimpin pertandingan dan tim AVAR.

Sebelum menggunakan, tim akan diberi pelatihan terlebih dahulu mengenai cara menggunakan ataupun memeriksa dan meninjau insiden yang sedang terjadi. 13 orang yang terpilih dan lolos kualifikasi dari FIFA, akan ditempatkan sebagai asisten VAR yang berada di ruang operator.

Tim Teknologi VAR

Keputusan adanya teknologi VAR yang digunakan dalam suatu pertandingan disebabkan karena banyaknya kesalahan yang dibuat wasit selaku pemimpin pertandingan yang dapat menyebabkan kerugian besar untuk tim tertentu. Ketika VAR dipergunakan, asisten wasit ini tidak dijalankan oleh robot atau menggunakan program tertentu melainkan tim khusus.

Dalam 1 pertandingan dengan teknologi VAR, di lapangan memang hanya 3 wasit utama dan 1 wasit untuk timer dan pergantian pemain. Namun, tim VAR sendiri memiliki 3 asisten utama yaitu AVAR1, AVAR2, AVAR3 yang terdiri dari 13 wasit yang masuk kualifikasi FIFA yang bertindak sebagai asisten video.

Tugas dari asisten VAR yaitu:

  • AVAR1 akan berkonsentrasi secara penuh pada Kamera  utama sehingga akan menampilkan informasi terkait dengan permainan ketika insiden sedang ditinjau atau diperiksa oleh wasit utama.
  • AVAR2 merupakan asisten wasit yang letaknya di bagian stasiun offside. Sehingga tim ini akan mengantisipasi dan memeriksa potensi situasi offside yang terjadi di lapangan agar proses dan pemeriksaan dengan VAR semakin cepat.
  • AVAR3 yang memfokuskan pada umpan program sehingga akan membantu dalam evaluasi insiden serta memastikan adanya komunikasi yang baik antara VAR dan AVAR2 yang berada di stasiun offside.

Pada tim ini, juga ada 4 reply operator. Tugasnya adalah untuk menyediakan gambar video terbaik yang dikirimkan atau ditayangkan oleh AVAR agar dapat ditinjau oleh wasit sebelum membuat keputusan.

Kamera dalam Teknologi VAR

Teknologi asisten wasit ini menggunakan 33 kamera yang memiliki kemampuan yang canggih yang dapat menangkap kejadian yang terjadi di lapangan selama pertandingan berlangsung. 8 diantaranya merupakan kamera super slow-motion dan 4 kamera merupakan kamera ultra slow motion.

Penambahan kamera bisa saja dilakukan untuk situasi atau pertandingan tertentu. Misalnya untuk fase knockout, di bagian belakang gawang ditambahkan 2 kamera ultra slow motion.

Kamera slow motion atau pergerakan lambat ini dipergunakan untuk situasi tertentu. Seperti untuk mengidentifikasi titik kontak terjadinya pelanggaran fisik ataupun posisi pelanggaran terjadi.

Sedangkan untuk kamera dengan kecepatan normal yang terpasang di sisi lapangan, dipergunakan untuk membuat penilaian yang subjektif. Misalnya intensitas terjadinya pelanggaran ataupun untuk tahu apakah pelanggaran handball dilakukan secara sengaja atau tidak disengaja.

Ada pula kamera khusus yang terpasang. Misalnya jenis kamera 3D yang dipergunakan dengan tujuan untuk mengawasi garis offside secara virtual. Sehingga terjadinya offside dapat terlihat dengan jelas.

Teknologi VAR Pertama Kali Dipergunakan

Sebelum VAR dikenal seperti saat ini, teknologi yang sudah dikembangkan bertahun-tahun ini pertama kali dipergunakan saat Piala Dunia yang terjadi di Rusia tahun 2018. Awalnya VAR memiliki tugas untuk meminimalisir kesalahan pengambilan keputusan oleh wasit yang tidak terlalu jelas ketika melihat kejadian tertentu, seperti pelanggaran, saat pertandingan berlangsung.

Dari penggunaan VAR di Piala Dunia tersebut, setidaknya tercatat 20 lebih keputusan wasit yang dibuat karena teknologi asisten wasit tersebut. Beberapa diantaranya terkait dengan pemberian penalti, penentuan offside yang dilakukan oleh pemain yang sedang bertanding.

Sejarah juga tercipta dari penggunaan VAR. Selama pergelaran Piala Dunia 2018 berlangsung, tercipta 14 kali penalti dari 29 pertandingan. Rekor ini melebihi rekor tendangan 12 pas atau penalti yang terjadi di Piala Dunia 2014 yang kala itu hanya tercipta sebanyak 13 kali saja.

Ruangan Teknologi VAR

Operator yang membantu teknologi VAR ini berada di ruangan khusus. Saat Piala Dunia yang berlangsung di Rusia, tm asisten wasit berada di Video Operation Room atau VOR yang berada di International Broadcast Center atau IBC yang terletak di Moskow, Rusia.

Kamera-kamera yang terpasang di 12 stadion tempat penyelenggaraan Piala Dunia itu dihubungkan menggunakan jaringan serat optic ke VOR. Sehingga agar wasit utama dapat berkomunikasi dengan asisten wasit di VOR, memerlukan alat komunikasi (sistem radio) yang terpasang di bagian telinga yang terbuat dari serat canggih.

Cara Penggunaan Teknologi VAR

Tidak semua wasit dapat menggunakan teknologi VAR. Butuh pelatihan khusus sebelum akhirnya wasit diperbolehkan memimpin pertandingan yang menggunakan teknologi asisten wasit yang virtual tersebut. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan saat penggunaan teknologi. Tidak hanya wasit, asisten VAR juga terdiri dari orang yang ahli di bidang VAR.

Ada proses dalam penggunaan VAR, yaitu:

Insiden terjadi

Ketika pelanggaran terjadi, tidak menutup kemungkinan jika yang tersulut emosi bukan hanya pemain yang ada di lapangan namun juga pemain di luar lapangan, penonton, pelatih dan jajaran staf yang ada di bangku cadangan.

Sponsor Link

Dari insiden kecil, dapat menyebabkan pertengkaran yang parah dan berujung pada kesalahan pemberian keputusan oleh wasit. Untuk menghindari tersebut dan saat wasit ragu akan keputusannya, maka wasit akan mulai untuk menggunakan VAR.

Pemberitahuan dari wasit utama

Wasit utama akan memberitahu tim asisten wasit VAR atau AVAR yang ada di VOR dengan menggunakan alat komunikasi yang terpasang di bagian telinga.

Analisis

Para asisten VAR yang ada di ruangan operator akan melakukan analisis atas permintaan dari wasit utama. Tidak heran jika butuh waktu hingga beberapa saat untuk AVAR mengirimkan atau menampilkan kejadian sesuai dengan yang diminta oleh wasit utama yang memimpin pertandingan.

Feedback dan penayangan video

Setelah tinjauan tersebut, AVAR akan memberikan informasi ke wasit lewat headset terkait dengan apa yang tampak atau ditayangkan di rekaman video. Video tersebut ditayangkan di alat khusus yang sudah dipersiapkan di pinggir lapangan.

Pengambilan keputusan

Setelah melihat video terkait dengan insiden yang sedang terjadi tersebut, maka wasit akan memutuskan keputusannya. Misalnya memberikan kartu kuning untuk orang atau pemain yang melanggar atau dengan cara menganulir gol jika gol yang tercipta dan sudah disahkan sebelumnya terjadi lewat cara yang salah, misalnya mencetak gol dengan tangan.

Teknologi VAR Kini

Tidak dapat dipungkiri, penggunaan teknologi VAR pada Piala Dunia 2018 menjadi titik balik di dunia sepak bola. Karena dengan adanya teknologi tersebut, kini sepak bola tidak dipenuhi oleh keputusan kontroversial yang merugikan pihak tertentu, terutama ketika yang bertanding adalah 2 tim besar yang memiliki rivalitas tinggi.

Dari manfaat tersebut, saat ini FIFA sedang mengembangkan teknologi asisten wasit virtual yang tidak hanya dapat diakses oleh wasit namun juga oleh komentator, televisi dan infotainment agar keputusan wasit lebih transparan.

Itulah sedikit informasi terkait dengan teknologi VAR yang pertama kali dipergunakan di piala dunia. Saat ini VAR juga digunakan untuk pertandingan kelas dunia bahkan di Indonesia sendiri, sebelumnya Liga 1 juga akan menggunakan VAR namun akhirnya diurungkan karena biaya untuk menggunakan teknologi ini cukup mahal.

Apakah Anda memiliki masalah dalam menjalankan bisnis online? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol