Kepuasan Kerja : Pengertian, Strategi & Indikatornya

Sponsor Link

 

Kepuasan kerja adalah rasa semangat atau tingkat kesenangan yang dirasakan oleh seorang pekerja atau karyawan atas peranan yang diembannya dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Selain itu, rasa puas atau kesenangan terhadap imbalan/payment yang diberikan oleh suatu perusahaan atau organisasi tersebut juga bisa disebut dengan kepuasan kerja.

Jadi, dalam hal ini kepuasaan dalam kerja adalah keadaan psikologis seseorang tentang lingkungan yang dirasakannya dalam suatu organisasi.

Teori Kepuasaan

Ada banyak teori kepuasaan yang telah dikemukakan oleh para ahli. Nah, agar lebih jauh pemahaman kita tentang definisi ini alangkah lebih baiknya menyimak buah pemikiran para ahli berikut di bawah ini.

 

Jasa Pembuatan Aplikasi

P. Hasibuan

P. Hasibuan berpendapat bahwa pengertian kepuasaan adalah keadaan emosional/psikologis yang dirasakan oleh seorang pegawai dimana berpusat pada kadar atau tingkatan cinta dan senang terhadap pekerjaannya.

Sikap senang dan cinta ini menurut Hasibuan dapat dilihat dari moral kerja pegawai, kedisiplinannya dan prestasi kerja yang diperolehnya yang mana dapat dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan atau bisa juga kedua-duanya.

Stephen P. Robins

Sedangkan Robins berpendapat bahwa kepuasan kerja adalah sikap umum yang diperlihatkan serang pegawai atau karyawan terhadap pekerjaannya dalam suatu perusahaan.

Dalam hal ini juga termasuk aspek pertimbangan yang dirasakan oleh pegawai tersebut terhadap selisih imbalan atau penghasilan yang diterimanya dengan banyaknya imbalan atau penghasilan yang mereka yakini harus mereka terima.

Davis

Kalau Davis mengemukakan pendapat bahwa rasa puas yang dirasakan oleh seorang pegawai antara apa yang diharapkan dari perusahaan/kantornya dan apa yang selama ini telah diterimanya.

Susilo Martoyo

Ada lagi teori dari Susilo Martoyo yang mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan aspek psikologis yang mana akan memperlihatkan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya.

Selain itu, juga tingkat kepuasan yang dirasakannya terhadap kesesuaian antara kemampuan atau skill serta harapannya dengan pekerjaan yang diembannya pada saat itu.

Setiawan dan Ghozali

Dua orang ini berpendapat bahwa kepuasan di dalam pekerjaaan adalah kondisi yang menyenangkan dan kondusif atau kondisi emosional yang positif yang mana berasal dari penilaian seseorang terhadap pekerjaannya atau pengalamannya yang didapat di lingkungan kerja.

Mila Badriyah

Badriyah berpendapat bahwa job satisfaction atau kepuasaan dalam pekerjaan adalah keadaan emosional yang positif maupun negatif yang dirasakan oleh seorang pegawai ketika mereka memAndang pekerjaan yang diembannya.

Robbins dan Judge

Berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Robbins dan Judge yang berteori bahwa kepuasaan dalam pekerjaan adalah kondisi menyenangkan yang dirasakan oleh seorang pegawai tentang pekerjaanya yang mana merupakan hasil dari sebuah penilaian karakteristiknya.

Tiffin

Sedangkan kalau Tiffin berpendapat bahwa kepuasaan dalam pekerjaan terdiri dari beberapa aspek yang meliputi hubungan antara sikap pegawai/karyawan terhadap pekerjaannya, situasi kerja dan kerja sama antara pemimpin dan bawahan/pegawai.

Gibson Ivanicevic Donely

Gibson berpendapat bahwa kepuasaan dalam pekerjaan adalah keadaan dimana seseorang merasa positif ataupun negatif tentang berbagai aspek dalam pekerjaannya termasuk di dalamnya tempat kerja dan teman kerja.

Strategi Kepuasan Kerja

Kepuasaan dalam pekerjaan seorang pegawai atau karyawan menjadi hal mutlak yang sangat diperlukan guna meningkatkan produktivitas sebuah bisnis. Jika ada karyawan atau pegawai yang tidak puas bekerja untuk Anda maka akan berimbas terhadap degradasi profit dan ruang untuk berinovasi tidak peduli apapun motivasinya.

Nah, di bawah ini ada beberapa strategi kepuasan kerja yang bisa dicoba untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja seorang karyawan.

Menjadi pendengar yang baik

Cara yang pertama ini mungkin terdengar sangat sepele, namun jika Anda sebagai pimpinan melakukan hal ini maka mereka para karyawan akan merasa dihargai karena mereka bisa langsung mencurahkan masalah dan kesulitan yang mereka hadapi dalam bekerja.

Disamping Anda bisa memberikan solusi saat itu juga hal ini juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan komunikasi antara pimpinan dan bawahan yang mana akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan profit usaha Anda.

Prioritaskan kesehatan

Kesehatan adalah modal utama yang diperlukan agar produktivitas kerja tetap berlangsung secara kontinyu dan stabil. Oleh karenanya, sebagai pimpinan Anda harus memperhatikan dengan serius kesehatan karyawan yang bekerja pada Anda.

Karyawan yang berada dalam kondisi kurang sehat nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas kerja. Jadi beri mereka jam istirahat yang cukup sesuai standar agar kesehatan mereka tetap terjaga pun begitu juga kinerja perusahaan.

Reward

Reward atau penghargaan tidak melulu berbentuk kenaikan gaji atau pangkat akan tetapi bisa berbentuk hal lain yang sederhana seperti menambah jatah cuti/libur atau bisa juga liburan bersama tim.

Sebuah reward atau penghargaan mutlak diperlukan karena bisa menjadi cara untuk menghargai kinerja mereka selama ini, imbasnya mereka akan semakin termotivasi meningkatkan kinerja mereka lebih baik lagi.

Sebagai pimpinan, Anda jangan sungkan-sungkan memuji kinerja karyawan setelah mereka menyelesaikan tugas yang berat. Jangan lupa juga untuk mengucapkan terima kasih meskipun itu merupakan kewajiban mereka.

Jika Anda melakukan hal ini maka dapat dipastikan mereka akan merasakan kepuasaan dalam pekerjaan pada perusahaan Anda.

Berikan tantangan

Strategi selanjutnya untuk meningkatkan kepuasan kerja adalah dengan rutin memberikan tantangan kepada karyawan Anda dengan catatan Anda memiliki tim yang banyak. Jika ada sebuah proyek Anda bisa membentuk beberapa tim dan ajak mereka untuk berkompetisi menyelesaikan proyek tersebut.

Tantangan semacam ini akan memberikan keuntungan yaitu selain proyek selesai dalam tempo yang relatif lebih cepat juga bisa menjadi motivasi yang tinggi pada karyawan.

Mengukur Kepuasan Kerja

Untuk mengukur kepuasaan dalam pekerjaan pada karyawan Anda, Anda sebagai pemilik perusahaan bisa menggunakan cara-cara berikut ini.

Rating scale

Cara ini adalah cara yang paling banyak digunakan oleh mayoritas perusahaan untuk mengukur kepuasan kerja karyawan mereka. Dalam cara pengukuran kepuasan rating scale ini bisa menggunakan 2 cara yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire dan Job Descriptive Index.

Minnesota Satisfaction Questionare merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasaan dalam pekerjaan yang dirasakan oleh karyawan yang di dalamnya memuat secara detail unsur yang menyebabkan kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja.

Rating scale menggunakan cara ini dapat mengukur elemen pekerjaan yang dinilai bisa menggambarkan tingkat kepuasan karyawan yang mana ada elemen kerja yang mempunyai nilai sangat memuaskan dan elemen kerja yang mempunyai nilai sangat tidak memuaskan. Nah, setiap karyawan bisa memberikan jawaban sesuai dengan job desk-nya saat itu.

Sedangkan, cara pengukuran kepuasaan dalam pekerjaan dengan job descriptive index adalah cara pengukuran kepuasaan dalam pekerjaan yang akan menghasilkan gambaran sikap karyawan terhadap elemen pekerjaan yang diampunya. Variabel-variabel yang bisa menjadi tolak ukur dalam cara ini adalah di antarnya pekerjaan itu sendiri, gaji, rekan kerja, peluang promosi dan supervisi.

Interview (Wawancara)

Interview adalah cara untuk mengukur kepuasaan dalam pekerjaan dengan metode wawancara yang dilakukan kepada setiap karyawan secara personal.

Metode ini terbukti ampuh untuk mengetahui dan mempelajari secara mendalam tentang sikap karyawan tentang berbagai elemen pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Critical incidents

Sedangkan critical incidents adalah cara/instrumen mengukur kepuasaan dalam pekerjaan para karyawan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka tentang faktor-faktor yang bisa membuat mereka merasa puas atau tidak puas.

Sponsor Link

Indikator Kepuasaan dalam Pekerjaan

Di atas telah disebutkan bahwa kepuasan kerja adalah bentuk emosional yang positif dimana seorang karyawan menyenangi dan mencintai pekerjaannya. Hal ini dapat dilihat dari etos kerja, moral kerja, tingkat kedisiplinan dan prestasi kerjanya.

Di bawah ini merupakan indikator kepuasan kerja seorang karyawan atau pegawai terhadap pekerjaannya.

Menyenangi pekerjaannya

Seorang karyawan atau pegawai yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan menyenangi semua hal yang berhubungan dengan pekerjaannya. Pegawai yang senang terhadap pekerjaannya mengerti target yang akan dicapainya, memiliki alasan soal target tersebut serta mengerti dengan baik cara dalam bekerja.

Jadi , dapat dikatakan seseorang yang menyenangi pekerjaannya adalah karena dia bagus dan bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan baik.

Mencintai pekerjaannya

Seorang karyawan yang puas terhadap pekerjaan yang dimilikinya tidak hanya menyukai pekerjaan tersebut namun juga mencintainya. Maksudnya adalah semua aspek yang berhubungan dengan pekerjaannya semisal teman kerja, atasan, lingkungan kerja, peluang promosi dan upah/gaji sudah sesuai dengan yang diimpikannya.

Moral kerja positif

Indikator kepuasaan dalam pekerjaan selanjutnya adalah bisa dilihat pada moral kerja karyawan tersebut. Seorang karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan memiliki moral kerja yang positif yang mana merupakan kesepakatan batinnya untuk mencapai target perusahaan dimana dia bekerja sesuai dengan mutu kerja yang telah ditetapkan.

Disiplin kerja

Seorang karyawan yang telah merasa puas terhadap pekerjaan yang dimilikinya akan menunjukkan kinerja yang penuh disiplin. Kedisiplinan dalam bekerja dapat tercipta dan terbentuk melalui beberapa proses perilaku yang mana akan menunjukkan nilai-nilai ketertiban, ketaatan, kepatuhan, keteraturan dan kesetiaan. Karyawan yang disiplin dalam bekerja mempunyai nilai-nilai ini yang ditunjukkannya sehari-hari dalam lingkungan kerja.

Prestasi kerja

Indikator berikutnya yang bisa menjadi tanda bahwa seorang karyawan merasakan kepuasan terhadap pekerjaannya adalah melalui prestasi kerja yang ditorehkannya secara konsisten.

Prestasi kerja dalam hal ini adalah hasil kerja yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan job desk yang dibebankan kepadanya. Hasil kerja yang cakap juga disertai dengan ketepatan waktu yang sempurna. Jadi, seorang yang puas terhadap pekerjaannya akan menyelesaikan pekerjaanya dengan cakap dalam waktu yang telah ditentukan pula.

Nah, di atas adalah tanda/indikator seorang pegawai atau karyawan puas terhadap pekerjaannya. Namun di bawah ini akan dibahas beberapa indikator yang bisa mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan  yaitu sebagai berikut.

Kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri

Setiap jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan tentu akan menghasilkan sebuah motivasi tersendiri dan prestasi kerja yang mana mutlak menjadi kepuasan kerja karyawan tersebut.

Seorang karyawan akan merasa puas jika pekerjaan yang dimilikinya adalah sesuatu yang penting baginya dan bermanfaat, dia mampu dan mempunyai kapasitas melakukan pekerjaan tersebut dan dia dapat merasakan kepuasan dari hasil yang dia dapatkan dari pekerjaan tersebut.

Sifat-sifat dalam pekerjaan merupakan hal penting yang bisa mendatangkan kepuasan bagi para karyawan. Seorang karyawan akan merasa senang dan cinta jika pekerjaan tersebut bisa membuatnya mampu memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya, memberikan opsi tugas yang dia senangi dan mampu memberikan umpan balik sesuai yang diharapkan oleh karyawan tersebut.

Gaji

Indikator selanjutnya yang dapat mempengaruhi kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya adalah pemberian gaji. Dalam hal ini pemberian gaji tidak hanya mencakup soal nominalnya saja, akan tetapi bisa juga kebijakan administrasi penggajian, adanya beragam tunjangan, serta tingkat kenaikan gaji.

Promosi

Indikator yang mempengaruhi kepuasaan dalam pekerjaan berikutnya adalah peluang promosi yang mana merupakan jenis penghargaan yang bisa diberikan oleh atasan dan sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

Imbalan berupa promosi bisa diberikan ketika seorang karyawan konsisten dalam menorehkan prestasi kerja yang mana akan semakin memotivasinya untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik di masa depan.

Atasan

Indikator selanjutnya yang bisa mempengaruhi kepuasaan pekerjaan adalah kepuasan karyawan terhadap atasannya. Seorang pemimpin atau atasan yang memiliki gaya kepemimpinan yang baik sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan karyawan yang bekerja kepadanya.

Ada banyak tipe kepemimpinan yang bisa mendatangkan kepuasan terhadap karyawan di antaranya adalah atasan yang berorientasi terhadap kinerja karyawan dan atasan yang mengutamakan partisipasi karyawan.

Atasan dengan tipe kepemimpinan yang berorientasi terhadap kinerja karyawan akan sering memberikan perhatian kepada karyawan agar terjalin hubungan kerja yang kondusif.

Bentuk perhatian bisa berupa mengecek secara rutin kinerja para karyawan yang dibarengi dengan nasihat dan arahan jika mereka mengalami masalah dan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sedangkan, gaya kepemimpinan yang mengutamakan partisipasi adalah atasan yang memiliki sikap terbuka sehingga para karyawan dapat berpartisipasi langsung dalam mendiskusikan masalah atau kesulitan yang mereka hadapi dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Dua cara ini dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kepuasaan pekerjaan karyawan Anda sehingga produktivitas dan efisiensi kerja bisa selalu ditingkatkan.

Sponsor Link

Rekan kerja

Indikator lain yang bisa mempengaruhi kepuasan kerja seorang karyawan adalah rekan kerja yang dimilikinya. Seorang karyawan yang bisa menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerjanya akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan tersebut. Lebih-lebih jika rekan kerjanya memiliki sikap kerja yang sama, maka akan terjalin persahabatan dan bisa menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif. Hal ini karena bagi sebagian karyawan kerja, kerja juga bisa memenuhi kebutuhan mereka akan sosialisasi.

Beda apabila seorang karyawan memiliki rekan kerja yang tidak disukainya. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap kepuasan kerjanya yang akan menyebabkan produktivitas kerja sebuah perusahaan akan menurun.

Jadi, seorang atasan harus menciptakan sebuah lingkungan kerja yang kondusif dimana semua karyawan bisa menjalin komunikasi dengan baik yang nantinya akan berdampak terhadap kesuksesan perusahaan di masa depan.

Kondisi kerja

Indikator selanjutnya yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja seorang karyawan adalah kondisi kerja. Seorang karyawan biasanya akan mempertimbangkan lingkungan kerja serta kondisinya yang mana akan dia merasa nyaman di dalamnya serta memudahkannya dalam mengerjakan job desknya.

Jika Anda seorang atasan Anda harus memperhatikan studi-studi terakhir yang menyebutkan bahwa karyawan lebih menyukai kondisi kerja yang tidak berbahaya dan merepotkan. Maksudnya adalah sebuah perusahaan harus bisa mewujudkan kondisi kerja yang ideal dengan temperatur, suhu, cahaya, tingkat kebisingan yang tidak ekstrim.

Demikianlah pembahasan tentang kepuasan kerja, pengertian, indikator dan strategi untuk meningkatkannya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk Anda dan sekian.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Website

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol