Dampak Penerapan Jaringan 5G di Indonesia

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Kecepatan komunikasi 100 kali!  Awal munculnya komunikasi super cepat

Dibandingkan dengan “4G (LTE)” yang saat ini sedang digunakan, jaringan 5G dikatakan sekitar 100 kali lebih cepat. Ini dipercaya menjadi awal munculnya komunikasi super cepat.

Sejak tahun 2018, perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia juga saling berkompetisi dalam pengujian layanan internet pada jaringan 5G. Dan kemungkinan ineternet 5G akan diperkenalkan di Indonesia pada Tahun 2020.

Belakangan ini kata 5G sering terdengar, tetapi tentunya masih banyak dari kita yang tidak tahu apa yang bisa dilakukan dengan jaringan ini, dan apa yang akan terjadi di masa depan dengan adanya kecepatan internet siperti itu.

Kali ini saya akan memperkenalkan apa yang bisa dilakukan dengan jaringan 5G  dan dunia seperti apa yang direalisasikan oleh hal itu.
 


Sponsor Link

3 hal yang bisa dilakukan dengan infrastruktur 5G dan hal yang terealisasikan di masa depan

Dibandingkan dengan 4G (LTE) yang saat ini sedang digunakan, 3 hal berikut ini adalah apa yang dapat kita lakukan dengan jaringn 5G.

Pengiriman kapasitas besar: Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi

Hal pertama yang akan dapat Anda lakukan pada kecepatan internet jaringan 5G adalah bahwa Anda dapat mengirimkan sejumlah besar data sekaligus dengan teknologi yang disebut enhanced Mobile Broadband (eMBB). Dibandingan dengan jaringan 4G hanya mampu mengirimkan 1Gb/detik,  kecepatan internet pada jaringan 5G akan dapat mengirimkan hingga 20 Gb data per detik.

Jadi, apa bagusnya jika kita bisa mengirimkan data dalam jumlah besar dengan jaringan 5G? Bahkan, sekarangpun kita sudah bisa streaming Youtube di smartphone tanpa buffering, bukankah jaringan secepat itu tidak perlu? Lalu dengan kelebihan pengiriman data dalam jumlah besar itu, masa depan seperti apa yang dapat diwujudkan dengan kecepatan internet seperti itu?

Terwujudnya Real-time VR

Diperkirakan bahwa pengalaman real-time VR akan bisa diwujudkan dengan jaringan komunikasi berkapasitaas besar 5G ini.

Contohnya,

Anda dapat menonton pertandingan sepak bola di ruang VR secara real time seolah-olah Anda benar-benar berada di stadion sepak bola.
Berkomunikasi secara real time di ruang VR dengan teman, anggota keluarga, dan kolega perusahaan yang jaraknya jauh.
Pekerjaan di lokasi berbahaya dapat dilakukan dari rumah sambil memantau perkembangannya menggunakan robot.

 

Begitulah gambaran masa depan yang akan terwujud.

Salah satu poin yang disebut sebagai masalah ketika mencoba mewujudkan pengalaman VR seperti itu pada jaringan 4G disebut “VR sickness”.  Ini adalah keadaan di mana kita akan merasa tidak nyaman dan mual ketika berada di ruangan VR dengan menggunakan head mount.

Alasan mengapa “VR Sicknes” terjadi terutama karena perbedaan antara pergerakan sudut pandang dan gambar VR.

Ketika kita menggeser sudut pandang, gambar VR di depan akan muncul terlambat dan itu akan membuat kita merasa tidak nyaman.

Dengan jaringan seluler biasa (4G), ada batasan jumlah data yang dapat dikirim, maka itu ada batasan juga untuk pengiriman gambar secara real time.

Akibatnya, gambar VR tidak dapat segera ditransmisikan sesuai dengan sudut pandang pengguna, inilah yang menyebabkan “VR sickness”. Namun, dengan komunikasi berkapasitas besar dari 5G dengan 20Gb/ detik ini, video VR dapat dikirim secara instan dan pengguna akan dapat mewujudkan pengalaman VR yang bebas dari gangguan.

Pada saat yang sama, jaringan 5G akan dapat mengirim video  resolusi tinggi 4K / 8K, dan Anda akan dapat mewujudkan pengalaman VR yang lebih mendalam. Dunia virtual menjadi amat nyata yang menjadikan kita tidak ingin  kembali ke dunia nyata.

Latensi rendah : Komunikasi kecepatan tinggi dengan latensi rendah menjadi mungkin

Selanjutnya, poin kedua yang dapat dilakukan dengan jaringan 5G adalah mengurangi latensi dan memungkinkan untuk melakukan komunikasi dengan kecepatan tinggi. Komunikasi dari device ke antena yang memerlukan waktu 10 milidetik,  pada jaringan 5G dapat dilakukan dapat dilakukan dalam waktu 1 milidetik.

Dengan ini, masa depan seperti apa yang akan dapat direalisasikan, berikut ulasannya.

Mewujudkan sistem operasi otomatis yang aman.

Diperkirakan bahwa sistem mengemudi otomatis untuk masyarakat yang aman akan diwujudkan dengan mengurangi keterlambatan yang dapat dilakukan dengan jaringan 5G.

Saat ini, Google dan Toyota serta perusahaan lainnya sedang mengembangkan Litbang untuk mewujudkan sistem mengemudi otomatis. Salah satu tantangan dalam mewujudkan operasi otomatis ini adalah komunikasi dengan mesin AI.

Dalam system kemudi otomatis, ada berbagai metode pemasangan, namun AI yang ada di cloud adalah fungsi utama  yang menggerakkan mobil secara otomatis. Sistem AI ini mengoperasikan mobil berdasarkan informasi video dari kamera yang diletakkan di bagian belakang dan depan.

Namun, seperti yang disebutkan di atas, dengan kecepatan internet pada jaringan 4G yang membutuhkan 10 milidetik untuk pengiriman informasi, menjadikan informasi yang ada memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai cloud tempat AI berfungsi.

Misalnya, untuk mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km per jam, dalam 10 milidetik ia sudah akan melaju beberapa puluh sentimeter, dan jika AI merespon setelah melewati beberapa puluh sentimeter, maka akan ada celah yang berbahaya. Demikianlah ancaman keselamatan yang mungkin terjadi akibat penggunaan mesin AI dan kecepatan internet dalam sistem kemudi otomatis.

Di sini, penggabungan teknologi komunikasi kecepatan tinggi pada jaringan 5G dengan MEC (Mobile Edge Computing), yang dikombinasikan dengan teknologi yang beroperasi pada AI yang ada pada mobil, menjadikan waktu komunikasi dengan mesin AI dapat dipersingkat, dan sistem mengemudi otomatis yang aman dapat diwujudkan di masyarakat.

Koneksi ganda: Sejumlah besar perangkat dapat dihubungkan pada waktu yang bersamaan

Hal ketiga yang dapat Anda lakukan dengan jaringan 5G adalah koneksi ganda yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan sejumlah besar perangkat ke jaringan secara bersamaan.

Dengan teknologi mMTC (komunikasi dengan jenis mesin besar), hingga 1 juta perangkat per kilometer persegi dapat dihubungkan ke jaringan.

Dengan ini, akan memungkinkan terealisasinya sistem kemudi otomatis yang disebutkan pada poin 2 dan terciptanya dunia di mana sejumlah besar sensor seperti IoT dapat terhubung ke jaringan. Mengenai poin ketiga ini, kabarnya akan diimplementasikan setelah tahun 2022 dan belum ada pembahasan yang lebih serius.

Perbedaan jaringan 5G dan jaringan 4G

 

4G 5G
Komunikasi kapasitas besar 1Gbps 20Gbps
Latensi rendah 10ms 1ms
Koneksi ganda 100rb perangkat 1jt perangkat

Reformasi cara kerja cepat & otomatis dengan 5G

Secara khusus, mari kita lihat perubahan apa saja yang akan terjadi dalam hidup kita. Yang paling pertama terasa adalah reformasi pada cara kerja. Dimana meeting online bisa dilakukan dengan lancer, cara kerja jarak jauhpun kabarnya akan mudah dilakukan. Jika sekarang kita harus pindah ke kota besar untuk bisa bekerja di perusahaan besar, di masa depan bukan tidak mungkin bagi kita untuk bekerja di perusahaan besar bahkan jika kita tinggal di pedesaan.

Gambar resolusi tinggi berukuran 4K / 8K akan mudah dibuat. Obrolan langsung/ video call saat ini cenderung terputus-putus akibat koneksi yang tidak stabil, tetapi dengan kecepatan internet di jaringan 5G, kita akan dapat berkomunikasi online secara real time. Jika teknologi maju, Anda dapat memproyeksikan stereoskopis dalam 3D alih-alih percakapan di layar.

Saat tinggal di rumah, kita dapat bekerja seolah-olah seperti berada di kantor. Penjualan dengan mitra bisnis yang jauh tidak harus sering mengunjungi lokasi bisnis. Selain itu, karena akan mungkin untuk mengendalikan peralatan secara jarak jauh, cara bekerja di berbagai pekerjaan seperti profesional teknis dapat diubah dengan system ini.

Saat ini, banyak perusahaan tidak secara positif memperkenalkan pekerjaan jarak jauh dengan memprioritaskan komunikasi yang melibatkan tatap muka, tetapi karena inovasi teknologi mereka pasti akan berubah seketika.

Dengan munculnya jaringan 5G, kehidupan akan lebih mudah bahkan di daerah dengan moda transportasi buruk jika sistem kemudi otomatis menjadi populer. Di daerah yang memiliki penduduk yang jarang dengan populasi yang terus menurun ada daerah yang pasti terisolasi, dengan adanya konversi IoT diharapkan telemedicine dan operasi akan dapat dilakukan bahkan dari jarak jauh. Dokter akan dapat memeriksa pasien menggunakan peralatan medis yang telah terhubung dengan jaringan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, jaringan 5G memungkinkan tiga hal terwujud di antaranya komunikasi berkapasitas besar, mengurangi latensi, dan koneksi ganda, sehingga mewujudkan masa depan teknologi seperti VR, kemudi otomatis, dan IoT.

Pada kesempatan ini kami hanya dapat memperkenalkan sebagian masa depan yang diwujudkan dengan jaringan 5G, namun kami berharap hal tersebut akan memiliki dampak yang luar biasa pada kehidupan perusahaan dan konsumen di bidang TI. Terutama sebagai pendapat pribadi yang melakukan konsultasi di seputaran infrastruktur, saya pikir ini adalah teknologi yang mengubah infrastruktur jaringan perusahaan.

Untuk poin ini, akan saya ceritakan pada artikel berikutnya. Karena saya fikir akan bisa dijadikan referensi, maka dari itu saya membagikannya. Dan bagi Anda yang tertarik dengan jaringan mobile perlu untuk terus membaca.

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol