Github Adalah ? Cara Menggunakan Setiap Fiturnya

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Github adalah media sosial yang digunakan oleh programmer untuk merevisi kode dan mengatur versi program yang dibuat. Github adalah layanan website yang sering digunakan oleh programmer. Lalu apa itu Github yang sebenarnya? Media sosial bagi programmer yang seperti apa? Mungkin itu yang ada dibenak kalian yang belum mengetahui tentang Github. Oleh karena itu, mari kita pelajari apa itu github dan beberapa fitur yang ada di Github.

Apa Itu Github?

Github memiliki maskot yaitu seekor kucing yang berwajah menyerupai manusia dan memiliki lima tentakel. Lalu apa pengertian Github yang sesungguhnya? Mari kita simak, bahwa Github adalah layanan perangkat lunak atau aplikasi website yang digunakan untuk proyek pengembangan pengontrol versi Git dan layanan hosting. Github adalah aplikasi website atau perangkat lunak dengan layanan penyimpanan repository gratis. Nah, sekarang apa yang dimaksud repository?

Repository adalah tempat untuk menyimpan file-file source code. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa github hampir sama dengan google drive lalu didalamnya terdapat beberapa file-file pekerjaan yang anda simpan disitu. Nah, demikian dengan github bahwa github merupakan perangkat lunak untuk menyimpan file-file secara gratis. Github menyediakan kontrol akses dan beberapa fitur-fitur kolaborasi diantaranya adalah: bug, manajemen tugas, dan permintaan fitur untuk setiap pekerjaan / proyek.

Github adalah aplikasi website Version Control System (VCS) yang sangat populer dikalangan programmer. Lalu apa itu VCS? Ya, mungkin banyak yang belum paham. Version Control System (VCS) adalah prinsip penting dalam konfigurasi software yang digunakan untuk memanajemen perubahan project. Agar kita tidak kesulitan untuk menganalisis perubahan dan bekerja dengan kode maka dibutuhkan VCS. Jadi, VCS adalah developer untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menganalisa perubahan-perubahan yang terdapat pada kode software.

Banyak sekali programmer atau perusahaan-perusahaan yang menggunakan Github, lebih dari 30 juta pengguna dan 67 repositori yang menggunakan Github sehingga membuat Github menjadi layanan terbesar di dunia.

Bahkan banyak perusahaan besar yang menggunakan Github untuk berkolaborasi dengan para programmer untuk mengembangkan aplikasi mereka, perusahaan itu diantaranya adalah: Facebook, Twitter, dan Google. Oleh karena itu, jika kita sedang mencari di Google kita sering terhubung di Github karena keduanya saling berkolaborasi. Lalu apa saja fungsi dari Github? Mari kita pelajari fungsi Github yang akan saya paparkan dibawah ini.

Sponsor Link

Fungsi Github

Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa fungsi Github secara sederhana adalah untuk menyimpan file-file seperti fungsi dari Google Drive. Github memiliki fungsi untuk menyimpan repository, sebagai alat kolaborasi, dan merubah kode dalam aplikasi. Serta untuk mempermudah membaca adanya perubahan-perubahan dalam pengembangan aplikasi.

Misalnya, Anda mendapatkan proyek untuk membuat website, nah dalam pembuatan website tersebut Anda tidak bekerja sendiri melainkan berkolaborasi dengan teman Anda dan membagi tugas bersamanya. Melalui Github ini Anda tetap bisa bekerja di tempat yang berbeda dan dengan mudah bekerjasama atau berkolaborasi.

Selain hal diatas, Github mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah:

  1.   Anda bisa menambah wawasan dari programmer lain, karena dengan menggunakan Github Anda bisa mengikuti programmer lain dan dapat mengetahui kegiatan programmer yang Anda ikuti.
  2.   Anda dapat membuat bookmark atau Star.
  3.   Anda dapat mengawasi repository tertentu yang Anda kehendaki untuk mempermudah dalam memantau adanya perubahan atau tidak.
  4.   Anda dapat melakukan fork, yaitu mengcopy paste hal-hal yang Anda temui PADA Github, misalnya saat Anda menemukan source code pada programmer lain Anda langsung bisa melakukan fork sehingga Anda tidak kehilangan source code yang Anda temukan.

Nah, banyak sekali fungsi dari Github. Melalui Github Anda juga bisa mendapatkan pekerjaan. Karena Anda bisa berkolaborasi dengan programmer lain sehingga memunculkan peluang pekerjaan yang besar sesama programmer. Lalu apa saja fitur-fitur yang ada pada Github? Mari kita simak penjelasan berikut ini. 

Fitur-Fitur pada Github

Github memiliki beberapa fitur yang sangat menguntungkan. Namun sebelum Anda menggunakan fitur-fitur yang ada di Github maka Anda harus menginstalnya terlebih dahulu yaitu dengan cara mendownload software ini pada halaman resminya yaitu https://desktop.github.com/.

Selanjutnya langkah yang harus Anda lakukan adalah melakukan setting untuk pertama kalinya, yaitu dengan ditanya user dan email Git atau langsung log in ke akun Github. Dan untuk mempelajari lebih lengkapnya Anda perlu mengenal fitur-fitur yang terdapat pada Github. Berikut ini adalah fitur-fitur yang bisa Anda nikmati pada Github:

  1.   Fitur pencarian
  2.   Clone
  3.   Membuat/mengatur/mengembangkan repository pada Github
  4.   Branches
  5.   ADD dan COMMIT
  6.   Mengirim perubahan melalui Github
  7.   Push
  8.   Pull
  9.   Update & merging
  10.  Tagging
  11.  Log

Fitur-fitur pada Github sangat efektif karena fiturnya yang mudah dan sederhana sehingga mempermudah dalam mempelajarinya sehingga menjadi lebih nyaman untuk menggunakan Github.

Cara Menggunakan Fitur-Fitur pada Github

Berikut cara-cara menggunakan fitur-fitur pada Github.

1. Fitur pencarian

Pada fitur pencarian ini Anda dapat melakukan pencarian hal yang ingin Anda cari. Karena Github sendiri mempunyai 10 juta lebih software, maka Anda dapat mencarinya pada fitur pencarian dengan menuliskan kode nya.

Nah, pada Github ini hasil pencarian akan difilter sesuai dengan repo, kode, issue, dll. Selain itu pencarian yang dilakukan pada Github juga bisa diurutkan sesuai dengan jumlah bintang atau sesuai dengan jumlah “fork”. Jadi Anda langsung bisa menggunakan fitur pencarian ini dengan cara mengetik kode yang ingin Anda cari pada kolom pencarian.

2. Clone

Didalam Github terdapat dua kode yaitu repository lokal dan repository server. pada clone ini Anda dapat melakukan duplikasi terhadap kode pada repository server dan dipindah pada repository lokal. Nah, pada repository server Anda bisa membuka http/https dan ssh. Perintah yang terdapat pada Github adalah menggunakan: git clone <URL Repository> <opsional: nama folder>.

3. Membuat/mengambil/mengatur/mengembangkan repository

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa repository merupakan hal yang sangat penting dalam Github. Untuk itu Anda harus mengubah repository kedalam Github yaitu dengan cara mengoperasikan perintah git init <directory>. Nah, setelah Anda mengetik dan mengoperasikan hal tersebut, maka akan muncul folder yang bernama .gt pada direktori yang kalian buat. Namun, jika sebelumnya Anda sudah memiliki direktori dan berkeinginan untuk mengambilnya maka kalian tinggal klik pada perintah git clone.

Terdapat perbedaan pengoperasian antara direktori lokal dan direktori yang sudah tersimpan sebelumnya. Untuk pengoperasian direktori lokal Anda bisa menggunakan git clone/path/to/local/repository.

Namun jika Anda ingin mengambil repositori yang sudah tersimpan sebelumnya maka Anda bisa menggunakan git clone user. name@host: /path/to/remote/repository.

lebih mudah lagi jika Anda memiliki akun Hostinger, maka Anda dengan mudah langsung dapat menyalin, mengatur, dan mengembangkan repository melalui Member Area -> GIT. Misalnya jika Anda menyalin repository pada Github maka Anda tinggal memasukkan alamatnya, lalu memilih branch dan lokasi install kemudian klik tombolnya.

4. Branches

Melalui fitur branch ini Anda bisa membuat branch independen yang berbeda dalam satu project yang Anda buat. Apa sih branch itu? Ya, branch adalah fitur yang ada pada Github untuk membuat fitur-fitur yang keren namun tidak terlihat oleh yang lain. Jika Anda ingin membuat fitur pada branch maka Anda bisa menggunakan git checkout –b nama branch n *.

Dan jika Anda ingin ingin kembali ke master utama maka Anda bisa mengoperasikan hal ini git checkout master. Selain itu jika Anda ingin menghapus sebuah branch maka Anda bisa menggunakan git checkout –b nama branch n. Selanjutnya apakah Anda ingin membuat branch yang bisa digunakan oleh pengguna lainnya, maka Anda harus mengirimnya ke remote repository dengan menggunakan git push origin nama branch n.

5. Add & Commit

Pada fitur ini Anda bisa mengajukan perubahan, mengajukan tambahan yang akan ditambahkan pada index dengan menjalankan perintah add. Lalu bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan git add <file_name>. Namun, jika Anda sudah yakin dengan perubahan yang akan Anda lakukan maka langsung saja mengadakan perubahan pada HEAD dan langsung mengikuti perintah dari commit yaitu dengan menggunakan git commit –m “Masukkan catatan untuk commit kalian”.

Perlu Anda ketahui bahwa saat perintah commit dijalankan, file belum terkirim ke remote repository namun file akan langsung di commit ke HEAD.

6. Mengirim perubahan melalui Github

Nah, selanjutnya jika Anda sudah yakin akan melakukan perubahan dan sudah di commit ke HEAD maka langsung saja file tersebut Anda kirim ke repository dengan menggunakan git push origin master yang dioperasikan melalui direktori kerja dan perubahan akan langsung dikirim pada remote repository.

Keunggulannya adalah bahwa master dapat Anda ganti dengan nama branch sesuai dengan perubahan yang Anda inginkan pada commit. Namun jika repository belum Anda clone, tetapi Anda ingin menyambungkannya dengan repository dan remote server, maka Anda bisa menggunakan git remote add origin <server>. Nah, setelah itu perubahan yang sudah dibuat dan sesuai dengan keinginan Anda akan langsung dikirim ke server.

Sponsor Link

7. Push

Pada fitur ini Anda bisa merubah kode yang didapatkan dari commit pada repository lokal dapat di push up pada server umum. Agar terjadi antara pengembang lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan antar pengguna yaitu dengan menggunakan: git push <nama remote repository> <nama branch>.

8. Pull

Pada fitur ini Anda bisa mendownload kode yang terdapat pada repository server menuju repository lokal atau milik pribadi. Anda bisa melakukan pull jika semua kode sudah di commit terlebih dahulu atau bisa juga digunakan jika memang tidak ada perubahan kode. Anda bisa melakukan pull dengan menggunakan: git pull <nama remote repository> <nama branch>.

9. Update & Merging

Melalui fitur ini Anda bisa memperbarui / mengupdate direktori kerja lokal Anda menjadi bentuk yang paling baru. Untuk melakukan hal tersebut Anda bisa menggunakan git pull. Selain itu Anda dapat menggabungkan branch lain kedalam branch yang sudah aktif yaitu dengan menggunakan git merge nama branch n. Keunggulan fitur update & merging ini adalah bahwa Anda tidak perlu susah-susah menangani masalah yang timbul karena dengan adanya fitur ini, Github akan selalu menangani masalahnya sendiri, namun terkadang juga mengalami kegagalan.

Nah, lalu bagaimana jika mengalami kegagalan? Anda tidak perlu khawatir karena penanganannya sangat mudah yaitu Anda langsung saja bisa melakukan resolve conflict atau menyelesaikan masalah secara manual. Setelah itu Anda bisa mengedit file untuk menghapus permasalahan yang timbul dan langsung Anda tandai merge dengan menggunakan git add <nama_file>. Apakah Anda penasaran dengan perubahan yang terjadi? Jika iya, maka Anda bisa melihatnya kembali dengan menggunakan git diff <nama_sumber_branch> <nama_target_branch>.

10. Tagging

Fitur tagging ini dapat Anda lakukan sebelum Anda membuat perubahan, mengatur, menyalin, bahkan mengupdate apapun. Karena tagging sangat diperlukan sebelum melakukan berbagai hal tersebut. Anda bisa melakukan tagging dengan menggunakan git tag 1. 1 .0 sepuluh karakter pertama dari commit-id, contohnya adalah git tag 1. 1 .0 1a2bd3d67fb. Lalu dimana Anda bisa mendapatkan sepuluh karakter commit-id tersebut? Nah, Anda bisa mendapatkan sepuluh karakter tersebut pada log.

11. Log

Apa itu log? Ya, dalam fitur ini Anda bisa melihat catatan history yang pernah Anda buat pada repository. Semua catatan history pada repository dapat dilihat dari log. Nah, untuk melihat commit yang pernah dibuat oleh pengguna lain, kalian bisa menggunakan: git log –author =nama pengguna, contohnya adalah: git log –author =Rina.

Lalu untuk melihat 1 commit menjadi per baris atau log yang sudah terkompresi maka Anda bisa menggunakan: git log –rina=online.

Sedangkan log yang digunakan untuk melihat yang berubah adalah dengan menggunakan: git log –name-status.

Kemudian untuk membuat perubahan di lokal karena mungkin Anda tidak sengaja melakukan kesalahan dan ingin kembali pada perubahan sebelumnya, maka Anda bisa menggunakan fitur log yaitu dengan menggunakan: git checkout — <filename>.

Nah, jika Anda ingin melihat history pada perubahan di drop dan master branch lokal maka Anda membutuhkan history terakhir dari server tersebut, maka Anda bisa menggunakan: git fetch origin.

Nah, itulah beberapa fitur dan penggunaannya pada Github yang sangat canggih dan mudah. Selain fitur-fitur tersebut, keunggulan Github dibanding dengan project hosting yang lain akan dibahas dibawah ini.

Sponsor Link

Yang Membedakan Github dengan Project Hosting Lainnya

Banyak sekali keunggulan yang dimiliki Github dibanding dengan project hosting lainnya, diantaranya adalah:

  1.   Sebagai tool utama dalam melakukan perubahan pada kode, Github menggunakan Git.
  2.   Github menyediakan hosting yang gratis dan berbayar untuk project project perusahaan maupun project pribadi.
  3.   Dengan adanya Github sebuah tim yang bekerjasama namun tidak satu tempat sangat terbantu dengan adanya Github.
  4.   Github juga memiliki fitur sosial yaitu seperti Twitter, Star, Follow, dll.
  5.   Terdapat banyak bahasa pemrograman pada Github, sehingga Anda bisa memilih dengan bebas bahasa yang ingin Anda gunakan.
  6.   Selain itu, Github juga gratis, sederhana, mudah dipahami, dan ringan.

Selain memiliki banyak keunggulan dibanding dengan project hosting lainnya, Github juga memiliki kekurangan diantaranya adalah:

  1.   Karena Github menggunakan basis elektron, mengakibatkan Github tidak terlalu native.
  2.   Hanya bisa digunakan untuk platform Github saja.
  3.   Tidak bisa membuat group project.
  4.   Dll

Nah, itulah beberapa penjelasan yang perlu untuk Anda ketahui tentang apa itu Github, fungsinya, dan apa saja fitur-fitur pada Github serta cara menggunakan fitur-fitur tersebut. Apakah kalian masih ragu dengan Github? Tentunya tidak, karena Github memiliki keunggulan dan fitur-fitur yang canggih dan mudah dipelajari.

Apakah Anda memiliki masalah dalam menjalankan bisnis online? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol