Disiplin Kerja | Pengertian, Jenis, dan Indikatornya

Jasa Pembuatan Aplikasi

 

Manusia selalu memiliki sikap yang dianjurkan untuk dilakukan dan dianjurkan untuk tidak dilakukan. Manusia selalu melewati proses dimana mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, mau itu dia sebagai pekerja atau dia sebagai pemilik sebuah usaha seorang manusia di bebani sebuah tanggung jawab untuk selau memiliki suatu sikap yang dinamakan dengan disiplin kerja.

Disiplin merupakan salah satu sikap yang dapat mengantarkan Anda menjadi seseorang yang sukses di masa mendatang, karena sikap ini membuat Anda hidup dengan baik tanpa harus menjalankan sikap tertentu yang menghalangi Anda untuk bisa sukses di masa mendatang.

Pengertian Disiplin Kerja yang Harus Anda Ketahui

Banyak orang yang selalu bicara mengenai kata disiplin dalam setiap pekerjaan yang mereka geluti. Biasanya banyak sekali orang yang telah sukses menyarankan kepada orang lain untuk memiliki sikap disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Namun, apakah Anda mengerti apa itu disiplin dalam kerja?

Disiplin kerja adalah suatu sikap yang menunjukan bahwa Anda adalah seseorang yang memiliki etika untuk berlaku patuh, taat, setia, teratur dalam menjalankan sebuah peraturan yang telah ada sebelumnya pada sebuah organisasi, lembaga, atau perusahaan.

Menjadi seorang yang disiplin adalah suatu bentuk bahwa Anda merupakan calon orang yang sukses di masa yang akan datang atau telah sukses. Disiplin dalam kerja akan membuat Anda mampu diterima di manapun Anda berada karena Anda dinilai dari kualitas yang Anda miliki sebagai seseorang yang memiliki tingkat disiplin yang tinggi.

Disiplin merupakan sikap yang harus ada pada setiap orang, yang mana seharusnya pembelajaran dan penerapan mengenai sikap disiplin harus selalu menjadi sebuah pembelajaran pertama yang wajib dilakukan. Pembelajaran pertama tentunya dari keluarga dan orang tua khususnya. Pembiasaan-pembiasaan perlu dilakukan sejak dini agar seseorang anak sejak kecil bisa menerapkan sikap disiplin hingga dirinya dewasa sekalipun nantinya.

Disiplin dalam bekerja adalah sebuah indikator dalam meraih kesuksesan hidup. Semua orang pasti ingin menjadi seseorang yang sukses di masa mendatang. Maka dari itu, sikap ini perlu dibiasakan dalam kehidupan seseorang sampai dia bisa benar-benar sukses. Menjadi sukses dengan menerapkan indikator sikap disiplin adalah sebuah bentuk sikap dimana Anda berarti sedang berproses untuk menjadi seseorang yang memiliki kualitas kerja yang bagus.

Sponsor Link

Jenis-Jenis Disiplin Kerja

Self Imposed Dicipline

Sebuah sikap disiplin merupakan sikap yang tidak bisa langsung ada pada diri manusia. Setiap manusia harus mengusahakan sikap ini ada pada diri masing-masing kalian. Karena akan ada sebuah masa dimana kita memang harus berjuang untuk mampu memiliki sikap yang tidak semua orang mungkin bisa memilikinya.

Nah, untuk self imposed dicipline sendiri disini dijelaskan bahwa disiplin dalam bekerja yang ada harus dipaksakan oleh diri manusia itu sendiri agar dia bisa memiliki sikap ini. Sikap disiplin dalam bekerja yang bagus adalah membuat diri kita sendiri bisa mengerjakan sesuatu tanpa disuruh dan menjadi beban dalam diri manusia itu sendiri.

Sebuah dorongan pada diri manusia yang berjalan dengan baik akan membuat manusia mampu menjalankan sebuah amanat tertentu tanpa adanya sebuah beban yang mengikat. Sesuatu keinginan yang berjalan sendiri tanpa adanya sebuah kekuatan lain atau dorongan pihak lain akan terkesan bahwa diri kita mampu untuk mempengaruhi diri sendiri untuk melakukan suatu sikap tertentu. Disiplin dalam bekerja tentunya harus dijalankan oleh setiap orang tanpa terkecuali.

Command Dicipline

Jenis disiplin kerja yang kedua adalah command dicipline. Jika poin pertama kita membahas mengenai sikap disiplin yang memaksa atau diperintah oleh diri kita sendiri, maka poin kedua adalah sebaliknya.

Poin kedua adalah sebuah bentuk komando atau sikap yang diberikan untuk dipaksakan oleh orang lain ke diri kita sendiri. Kita dipaksa oleh orang yang memiliki kekuasaan atas tubuh dan diri kita. Contohnya bos, kepala sekolah, dan lain-lain. Mereka adalah seseorang yang memiliki sebuah kekuasaan atau otoritas terhadap diri orang lain karena mereka adalah orang yang memiliki strata kekuasaan di atas kita.

Mereka ini akan memaksa dengan cara-cara tertentu. Mulai dari cara yang baik sampai kepada cara yang membuat diri seseorang tersebut mampu bersikap disiplin karena dibayangi sebuah sanksi yang sifatnya menakutkan.

Terkadang, memang manusia harus selalu dipaksa karena kerap kali manusia bisa bersikap seenaknya sendiri karena merasa memiliki otoritas penuh atas dirinya. Namun, alangkah lebih baik kalau sikap disiplin dalam bekerja bisa ditanamkan dalam diri setiap manusia.

Disiplin Preventif

Disiplin adalah sebuah sikap yang harus ada pada diri manusia. Namun terkadang tidak semua manusia memiliki sikap ini. Justru beberapa orang memilih untuk dipaksa terlebih dahulu dengan aturan-aturan yang sifatnya mengikat, lalu dia menyadari dan menjalankan sebuah sikap disiplin tersebut dalam menjalankan kehidupannya.

Disiplin preventif adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan basis aturan tertentu yang sifatnya mengikat guna mencegah terjadinya sebuah pelanggaran akibat sikap lalai dan kurang disiplin.

Dengan adanya suatu kegiatan pencegahan semacam ini, maka lembaga, institusi, organisasi, maupun perusahaan terkait menginginkan adanya sebuah tindakan disiplin dari setiap anggota. Jadi kegiatan lalai dalam hal ini dapat terminimalisir dengan baik.

Disiplin Korektif

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai disiplin korektif. Bahwasanya disini sikap disiplin tentu harus dimiliki pada diri setiap orang. Namun, ketika menjalankan sebuah aturan yang sifatnya mengikat, belum tentu semua orang dapat bersikap wajar dan baik untuk menjalankannya.

Nah, untuk itu maka disiplin korektif ini dilakukan. Bahwasanya tindakan yang dilakukan pada disiplin korektif lebih menekankan pada sebuah sikap yang membuat sebuah pelanggaran terhadap segala sesuatu hal tidak lagi terjadi.

Disini ditekankan sebuah bentuk penanganan atas sebuah tindakan yang sudah terlanjur terjadi. Bentuk penanganan disini mengharuskan pada diri setiap orang untuk tidak bertindak lagi sama seperti tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada diri setiap orang yang telah melanggar tertanam sikap disiplin dan tidak ada pelanggaran yang kembali terjadi di kemudian hari.

Aturan Kompor Panas

Seorang manusia selalu memiliki sebuah sikap untuk memberontak pada setiap aturan yang sifatnya mengikat untuk dilakukan. Padahal sebuah aturan sebenarnya dibuat agar seseorang tidak melanggar dan berjalan pada sisi yang sesuai dengan aturan yang telah mengikat sebelumnya.

Aturan kompor panas sendiri adalah sebuah sikap atau timbal balik yang harus dirasakan oleh seseorang yang melanggar tersebut. Baik atau tidaknya sebuah tindakan pasti memiliki pengaruh tersendiri pada diri setiap orang yang melakukan.

Aturan ini adalah sebuah strategi yang harus dilakukan untuk membuat seseorang menjadi disiplin. Disiplin karena aturan yang mengikat biasanya bisa dilanggar. Namun, apabila ada sanksi yang ikut dibelakangnya. Kebanyakan orang akan takut melanggar karena sanksi tersebut. Apalagi bila sanksi yang diberikan sepanas orang yang tersentuh kompor panas.

Maka dari itu, perilaku disiplin kerja pasti akan berjalan sesuai dengan apa yang menjadi angan-angan pembuat aturan tersebut.

Disiplin Progresif

Suatu tindakan yang terjadi secara berulang, pasti memancing diri kita sebagai pembuat aturan khususnya untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut.

Suatu kegiatan yang berulang akan menjadi kebiasaan apabila tidak ada sebuah tindakan yang mencegah kembali terjadinya kegiatan tersebut. Kegiatan yang sudah baik mungkin memang perlu untuk dilestarikan. Namun sebaliknya, kegiatan yang tidak baik harus diberikan langkah sanksi yang berat agar kebiasaan buruk tersebut tidak kembali terjadi. Bisa dikatakan bahwa orang tersebut harus merasa jera dengan sanksi yang diberikan.

Kegiatan semacam ini harus dilakukan karena sebuah tindakan buruk yang berulang tidak akan berakibat baik apabila terus-menerus dilakukan. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk pencegahan. Namun apabila bentuk pencegahan ini tidak dilakukan dengan baik dan dalam bentuk pengawasan yang kuat maka bisa jadi seseorang yang melanggar tidak akan jera dan terus-menerus melakukan kesalahan.

Alhasil, kegiatan ini akan mempengaruhi keseimbangan yang seharusnya terjadi dengan baik pada wilayah lembaga, instansi, maupun perusahaan terkait. Adanya disiplin kerja harusnya meningkatkan bentuk keseimbangan tersebut dalam jangka waktu yang panjang dan berpengaruh dengan baik pada kegiatan lainnya.

Sponsor Link

Indikator Disiplin Kerja dan Faktor yang Mempengaruhinya

Beberapa indikator dalam disiplin kerja adalah sebagai berikut.

Disiplin Peraturan

Setiap lembaga, instansi, dan perusahaan tertentu pasti memiliki sebuah aturan yang wajib untuk dijalankan oleh seluruh anggotanya. Sikap disiplin dalam bekerja harus tertanam pada diri setiap anggota. Loyalitas dan kesetiaan wajib diberikan oleh para anggota atas aturan yang di berlakukan.

Biasanya aturan-aturan tersebut memiliki sikap yang mengikat. Sehingga apabila anggota tersebut sudah memiliki sikap loyal dan setia, aturan apapun yang diberikan selama itu sesuai perjanjian kerja dan itu baik untuk diri sendiri maupun lembaga, instansi, dan perusahaan maka setiap anggota wajib menjalankannya. Nilai atau kualitas Anda akan dilihat disini.

Apabila Anda merupakan seseorang yang memiliki karakter yang baik, maka disiplin dalam bekerja yang akan Anda tonjolkan disini adalah sebuah bentuk tindakan yang mencerminkan suatu sikap disiplin yang baik dan kualitas yang tinggi.

Disiplin Waktu

Untuk menjadi seseorang yang disiplin, maka Anda diwajibkan untuk memiliki sikap taat dan menjalankan segala hal sesuai dengan aturan yang sudah ada. Waktu adalah hal utama yang memaksa Anda untuk bekerja secara disiplin. Sikap disiplin yang harus Anda tonjolkan pertama kali adalah disiplin waktu.

Apabila Anda merupakan seseorang yang mudah menggampangkan waktu maka Anda belum bisa dikatakan menjadi orang yang sukses. Setiap orang yang sukses akan menghargai waktu mereka dan menggunakan waktu mereka dengan sebaik mungkin. Disiplin waktu adalah langkah awal bagi Anda untuk menunjukan kualitas diri Anda.

Bahwa Anda adalah orang yang bisa dipercaya karena memiliki sikap disiplin terhadap waktu yang tinggi. Anda bisa dibayar mahal karena memang Anda pantas untuk itu. Anda memiliki sebuah loyalitas tinggi dan sikap penghargaan atas waktu yang tinggi. Orang lain yang melihat tentunya dapat menilai seberapa bagus kualitas Anda. Anda merupakan seseorang yang bisa digaji atau diberikan sebuah imbalan atau prestise yang mahal atas dedikasi atau sikap disiplin yang Anda miliki.

Disiplin Tanggung Jawab

Kehidupan manusia tidak lepas dari bayang-bayang tanggung jawab yang membebaninya. Mungkin tanggung jawab tersebut bisa jadi beban bagi sebagian orang dan bisa menjadi sebuah anugrah bagi sebagian yang lain.

Segala sesuatu bergantung pada diri setiap masing-masing orang. Tanggung jawab atas segala bentuk kepercayaan yang telah diberikan dan diamanatkan pada diri kita adalah sesuatu hal yang bisa membuat diri kita memiliki sebuah kualitas yang tinggi.

Sebuah tanggung jawab yang terus menerus dilakukan secara berulang akan membuat diri Anda menjadi seorang manusia yang memiliki sebuah disiplin kerja yang tinggi. Hal ini akan membuat diri Anda dinilai memiliki prestise lebih.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja

Faktor yang mempengaruhi disiplin kerja adalah sebagai berikut.

Sebuah Kepemimpinan

Dalam menjalankan sebuah disiplin dalam bekerja yang baik, maka sikap yang ditunjukkan oleh para pemimpin dalam sebuah struktur organisasi, instansi, maupun perusahaan harus memiliki sebuah disiplin kerja pula.

Hal ini karena anggota akan menauladani apa yang dilakukan oleh pemimpinnya. Sikap kepemimpinan yang baik perlu dilakukan dan dijalankan dalam hal ini. Karena membentuk sebuah anggota yang keseluruhan memiliki sikap demikian adalah hal yang bisa dikatakan cukup sulit untuk dilakukan.

Setiap orang tentunya memiliki sikap masing-masing yang tidak bisa sama rata. Maka dari itu pemimpin harus memberikan contoh dan tidak berhenti untuk melakukan sebuah pembaharuan tertentu untuk mewujudkan disiplin dalam bekerja yang baik antar anggotanya.

Gaji atau Imbalan yang Diberikan

Pemberian imbalan atau gaji merupakan sebuah prestise akan setiap kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing anggota. Disiplin kerja yang diberikan biasanya bergantung pula pada hal ini. Gaji atau imbalan adalah sebuah bentuk pemenuhan diri atas apa yang telah dikerjakan.

Manusia berupaya mencukupi kebutuhan hidup dengan cara bekerja atau menambah suatu ilmu dengan cara mengikuti kegiatan tertentu. Atas apa yang telah dilakukan oleh manusia tersebut.

Tentunya, mereka membutuhkan sebuah prestise atau penghargaan tertentu atas kinerja yang telah mereka berikan untuk Anda. Anda akan mendapatkan bentuk sebuah loyalitas yang tinggi ketika Anda menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.

Sponsor Link

Ketegasan

Aturan yang mengikat secara tegas biasanya mampu membentuk karakter manusia menjadi lebih kokoh. Mereka bekerja dengan sangat baik karena di bayangi oleh sanksi yang mengikat diri mereka. Maka dari itu, sebuah aturan tidak bisa dijalankan hanya sebatas aturan saja.

Aturan harus disertai sebuah sanksi tertentu yang nantinya dapat membuat para pelakunya berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran. Sanksi yang diberikan secara tegas lambat laun akan membentuk diri manusia untuk berlaku disiplin karena mereka memang ditekan untuk bersikap disiplin. Lebih dari itu hal ini merupakan sebuah hal yang baik karena memaksa orang untuk bertindak disiplin.

Sistem Pengawasan

Pengawasan adalah bentuk disiplin dalam bekerja selanjutnya yang harus dilakukan. Terkadang banyak orang yang tidak segan lagi pada sebuah aturan karena mereka merasa bahwa kegiatan yang mereka lakukan tidak dalam bentuk pengawasan. Aturan hanya dijalankan dalam bentuk sebagai sebuah pemenuhan akan pemenuhan standarisasi saja.

Maka dari itu, banyak pihak yang enggan melakukan sikap disiplin. Nah, jadi sistem pengawasan adalah bentuk yang harus dijalankan karena pengawasan akan membuat orang lain enggan untuk melakukan sebuah penyelewangan karena merasa bahwa diri mereka sedang dan terus diawasi. Mereka juga dibayangi sanksi tertentu apabila melanggar.

Demikianlah pemaparan tentang disiplin dalam bekerja. Hal ini sangat penting untuk tidak hanya diterapkan dalam lingkungan kerja saja, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi sukses tidak selalu berpatokan pada keharusan untuk memiliki sikap disiplin dalam bekerja. Namun, dengan bertindak disiplin, setidaknya Anda dapat menjadi seseorang yang satu langkah lebih baik dan dekat dengan kesuksesan tersebut.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol