Startup Itu Apa ? | Pengertian dan Sejarah Perkembangannya

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Startup itu apa ? Kata Startup dalam dunia entrepreneur sangat familiar saat ini. Startup adalah sebuah perusahaan yang baru didirikan/dirintis. Untuk penjelasan lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Startup Itu Apa ?

Startup adalah perusahaan yang baru didirikan dan masih butuh banyak dana untuk mulai berkembang. Saat ini, Startup mulai berkembang di dunia digital seperti Shopee, Bukalapak, Grab, Gojek dan masih banyak lagi Startup lainya.

Di indonesia saja sudah banyak orang-orang berbakat yang mulai membuka bisnis dengan kreatifitas tanpa batas dan terus berkembang mengikuti zaman.Startup berasal dari kata bahasa inggris “Start-Up” yang merujuk pada perusahaan yang baru saja didirikan dan mulai dikembangkan.

Startup itu apa ? singkatnya, bisa dikatakan sebagai perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Perusahaan – perusahaan jenis ini sebagian besar baru saja “dilahirkan” dan masih berada dalam tahap perkembangan serta melakukan penelitian untuk menemukan potensi pasar yang tepat.

Sponsor Link

Karakteristik Startup Itu Apa ?

Perusahaan dapat dikategorikan kedalam bagian Startup, apabila perusahaan tersebut belum lama berdiri atau setidaknya perusahaan berusia kurang dari 3 tahun. Tak heran, perusahaan Startup kerap disebut bayi yang baru lahir.

Berbeda dengan perusahaan korporasi yang mempunyai banyak SDM (Sumber Daya Manusia) yang dibagi dalam beberapa divisi. Perusahaan Startup menjalankan usahanya dengan jumlah SDM yang lebih sedikit yakni kurang dari 20 orang. Bagi perusahaan yang baru berkembang Jumlah SDM yang sedikit akan lebih menghemat dana dan juga efektif.

Di sisi lain Startup, biasanya memiliki SDM dengan usia yang produktif, dituntut dengan kemampuan multitasking dan berjiwa muda. Hal ini terjadi karena perusahaan masih dalam tahap perkembangan. Pendapatan perusahaan Startup masih di bawah USD 100.000 /tahun, jika di konversikan ke Rupiah sekitar Rp 1,3 milyar/tahun.

Produk yang dibuat atau ditawarkan biasanya berupa aplikasi, jasa layanan digital dan beroperasi pada sebuah website. Dari karakteristik tersebut Startup lebih condong ke bisnis yang yang berhubungan dengan teknologi. Inilah yang menjadikan Startup sebagai perusahaan yang berkembang di bidang teknologi.

Perbedaan Perusahaan Lainnya dengan Perusahaan Startup Itu Apa ?

Jika dulu, perusahaan yang baru didirikan disebut Startup. Namun, sekarang Startup tidak didefinisikan dengan maksud tersebut. Saat ini Startup adalah suatu perusahaan baru yang berjalan di bidang IT untuk menjalankan bisnisnya. Jika tidak didukung dengan teknologi saat ini, maka usaha tersebut adalah sebuah usaha biasa atau disebut juga UKM.

Steve Blank, Seorang entrepreneur berpendapat mengenai perbedaan Startup dengan perusahaan lainya. Hal ini terletak pada tujuan utama Startup, yaitu berfokus pada perkembangan perusahaan yang signifikan. Oleh karena itu Startup adalah salah satu perusahaan yang cepat berkembang dan fleksibel.

Sisi lain dari Startup itu apa ? Startup di bangun atas dasar uji coba untuk menggaet pasar baru dan menggebrak pasar yang sudah ada sebelumnya dengan mengambil potensi perkembangan yang jauh lebih baik. Hal ini menjadikan Startup sebagai uji coba bisnis yang beresiko daripada perusahaan lainnya.

Perbedaan lainya adalah pada strategi perkembangan yang dilakukan perusahaan tersebut. Jika perusahaan non – Startup berfokus pada peningkatan visi pada jangka pendek, berbeda dengan perusahaan Startup yang berfokus pada banyak cara peningkatan perkembangan perusahaannya.

Potensi di era digital saat ini menjadi potensi besar bagi pebisnis Startup untuk mulai berkembang. Hingga saat ini, Startup Game, aplikasi dan e – commerce mempunya pasar yang berpotensial tinggi di Indonesia.

Jenis-Jenis Startup itu Apa ?

Di era digital saat ini, banyak jenis-jenis Startup bermunculan. Hal ini terjadi karena banyak hal menarik yang sering menjadi daya tarik seseorang. Startup sendiri menjadi topik yang sering kita temui, hingga tak heran jika topik ini menjadi menarik dimata publik. Jenis-jenis Startup itu apa ? berikut jenis dan penjelasannya:

Startup Properti

Salah satu Startup yang cukup menjanjikan adalah Startup Properti. Memang bisnis dibidang properti tak selalu mudah, juga harus lebih memilih tips dan solusi untuk menemukan yang sesuai dengan kemauan customer. Namun, anda bisa memaksimalkan keadaan seperti ini untuk lebih banyak muncul inovasi yang kita miliki.

Anda bisa memberikan tips-tips untuk mempermudah customer. Disamping itu, anda harus bisa memperluas relasi dengan mencarikan solusi dan mencarikan kredit untuk customer yang akan lebih mempermudah customer membeli rumah atau apartemen.

Startup Perdagangan

Startup Perdagangan atau dikenal dengan E-commerce merupakan salah satu bisnis Startup yang paling banyak kita temui dan bahkan paling dicari oleh calon customer. Pada masa ini, orang-orang lebih banyak memilih belanja online dari pada harus keluar rumah atau mall. Harga bisnis online pun lebih murah daripada mall atau pasar lainnya.

Anda bisa memilih bisnis Startup satu ini. Karena selain biaya yang lebih murah, Startup ini mempunyai calon customer yang banyak. Customer tidak lagi harus keluar rumah atau pergi ke toko secara langsung yang tentunya membuang energi kita. Dengan adanya Startup ini kebutuhan customer akan lebih mudah, hemat dan praktis tentunya.

Startup Game

Di indonesia sendiri banyak kalangan muda yang hobi bermain game online seperti Mobile Legend, PUBG, Free Fire dan banyak lagi game – game lainya. Jika anda juga demikian, maka tak salah jika anda membuka Startup di bidang game online. Bahkan, bisnis ini akan lebih membuat anda semakin untung karena memiliki peminat yang cukup banyak.

Anda bisa memilih Startup Game untuk memenuhi kebutuhan di era generasi milenial ini. Tentunya anda harus membuat game yang lebih menarik dari game – game online sebelumnya yang suda ada. Anda cukup mengemas Startup Game sesuai inovasi yang sudah anda miliki dan mulai mengembangkannya agar bisa semakin menarik perhatian para gamers.

Startup Sekuritas

Startup Sekuritas ini mungkin banyak diminati para investor. Sekuritas ini adalah salah satu jenis Startup yang menyediakan platform berinvestasi saham secara online.

Di Startup ini anda bisa menyediakan platform untuk mereka para investor untuk melakukan jual beli online untuk memberi informasi, layanan data, saham dan masih banyak lainnya.

Startup Insurance

Startup selanjutnya adalah Startup Insurance, yaitu Startup yang bisa anda manfaatkan untuk asuransi. Startup ini cukup menarik dan berbeda dari sistem konvensional. Anda harus mengejar target dan promosi yang banyak dilakukan marketing lainya.

Umumnya asuransi secara konvensional mengharuskan seseorang untuk menyisipkan sejumlah uang setiap bulan yang bersifat wajib dan manfaatnya akan dirasakan pada masa yang akan datang. Startup ini menyediakan layanan untuk para customer dengan menyediakan info dokter terbaik, rumah sakit dan sebagainya.

Sponsor Link

Fungsi dari Memilih Startup Itu Apa ?

Anda bisa mengetahui macam-macam Startup seperti diatas yang sesuai dengan kemampuan yang anda miliki dan anda sukai. Dengan demikian anda sudah memiliki bayangan Startup yang anda pilih. Tentunya, anda bisa mendapatkan beberapa hal yang memberi anda keuntungan.

Anda tidak perlu khawatir. Di era digital saat ini, anda bisa menjalani bisnis ini sebagai penghasilan anda, baik yang sifatnya utama atau bahkan sebagai tambahan. Anda bisa menekuni dan mengembangkan dengan inovasi yang anda miliki secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan dan sesuai target yang ingin anda dapatkan.

Memang ada baiknya anda harus memilih bisnis Startup yang sesuai dengan kemampuan anda. Ini bisa jadi pemicu untuk membuat Startup lebih berkembang. Hal ini dapat membantu memaksimalkan bisnis anda. Jika anda memilih bisnis yang anda sukai, maka totalitas dan penguasaan dalam bidang serupa bisa berkembang dengan maksimal.

Pastikan anda memilih bisnis Startup yang anda sukai dan kemampuan yang dimiliki.

Pastikan juga anda menjalani bisnis Startup tersebut dengan maksimal agar tujuan bisa tercapai. Jika bisnis Startup sudah besar dan sudah mulai berkembang, maka hasilnya pun bisa anda nikmati sebagai hasil kerja keras selama mendirikan bisnis anda.

Tingkatan-Tingkatan Startup

Tingkatan Unicorn

Unicorn merupakan perusahaan rintisan atau Startup yang telah mengantongi valuasi sebesar USD 1 miliar(lebih dari Rp 14 triliun). Unicorn dipergunakan di dunia Startup oleh Aileen Lee pada tahun 2013.

Aileen Lee menggunakan istilah Unicorn untuk perusahaan yang memiliki ide yang luar biasa yang mencapai valuasi hingga USD 1 miliar. Menurut Aileen Lee perusahaan yang mencapai valuasi tersebut jarang ditemukan, maka dari itulah istilah Unicorn digunakan.

Tingkatan Decacorn

Decacorn Merupakan Startup yang terus mendapatkan keuntungan dan suntikan dana dari investor. Disebut Decacorn karena perusahaan tersebut sepuluh (Deca) kali lebih besar dari Unicorn, yang mencapai valuasi sebesar USD 10 miliar.

Istilah Decacorn ini muncul karena banyak perusahaan yang mulai berkembang melampaui Unicorn. Saat ini ada 10 perusahaan Decacorn yang berasal dari luar negeri seperti Amerika dan Tiongkok. Di Asia sendiri ada perusahaan Decacorn yaitu Grab yang mencapai valuasi USD 11 miliar.

Tingkatan Hectocorn

Mencapai tingkatan Decacorn saja susah, apalagi mencapai tingkatan Hectocorn lebih susah lagi. Namun, ada Startup yang mampu mencapai tingkatan Hectocorn, yaitu Ant Financial milik Jack Ma.

Untuk mencapai tingkatan ini, suatu perusahaan harus mencapai valuasi USD 100 miliar. Ant Financial bahkan melampaui valuasi tersebut yang mencapai USD 150 miliar, sama dengan 150 Unicorn dan 10 Decacorn.

Sejarah Perkembangan Startup

Istilah Startup yang berhubungan dengan teknologi, website, internet dan lainnya, terjadi dikarenakan istilah Startup mulai muncul berawal pada tahun 1998 – 2000 yang mulai populer pada masa buble dot.com.

Apa itu buble dot.com? berawal dari perusahaan dot.com yang banyak didirikan dan mulai berkembang pesat. Dimana mulai banyak perusahaan – perusahaan bermunculan membuka website pribadinya. Semakin banyak orang yang menggunakan internet, semakin banyak juga potensi Startup sebagai ladang baru untuk memulai bisnis. Dan pada saat itulah, Startup lahir dan mulai berkembang hingga saat ini.

hal yang paling utama untuk mendirikan Startup adalah memiliki tim yang solid dan tentunya multitasking. Karena dengan hal tersebut bisa memunculkan ide -ide kreatif dan inovatif. Dengan ide dan eksekusi yang tepat, para Founder Startup tentunya tidak akan kesulitan menarik minat para customer dan juga para investor.

Mungkin banyak Founder Startup gagal dalam mendirikan perusahaan mereka, namun kegagalan tersebut tidak perlu dipandang sebagai suatu hal negatif karena masih banyak hal positif didalamnya, kita hanya perlu mengambil sisi positifnya. Jika Founder Startup gagal dalam melakukan eksekusi, maka ia berkesempatan untuk belajar dari kegagalan tersebut untuk mencari hal baru dan melakukan trial and error pada umumnya.

Perkembangan Startup di Indonesia

Perkembangan Startup di Indonesia semakin berkembang dengan adanya teknologi. Ada 4 Startup Unicorn di indonesia yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia. Kehadiran Startup tersebut memberikan pengaruh besar bagi Indonesia agar Startup lainya juga semakin berkembang. Banyak Startup yang lahir dari ide – ide brilian dan disanalah lahir Startup baru.

Biasanya Startup seperti ini dimotori oleh kalangan anak – anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas yang tanpa batas. Namun, mereka belum memiliki banyak pengalaman dari sisi usaha. Oleh sebab itu, mereka butuh peran pendamping untuk mengembangkan Startup mereka.

Setiap tahun banyak Startup baru yang bermunculan. Dalam laporan bertajuk Mapping dan Database Startup Indonesia 2018 jumlah rintisan teknologi di Indonesia mencapai 992 Startup. Salah satu Startup Indonesia yaitu Bukalapak menempati urutan teratas Startup Indonesia sekaligus di posisi 18 dunia. Sekarang Bukalapak memiliki 100 ribu penjual dan 700 ribu barang.

Berkembangnya medsos dan smartphone di masa kini dan juga banyak pengguna internet di Indonesia yang meningkat setiap tahun, membuat potensi besar bagi pengguna teknologi.

Jenis-Jenis Pendanaan Pada Startup

Pendanaan Seed Round

Tahap awal pada pendanaan Startup disebut Seed Round. Di tahap ini guna memiliki kantor untuk menjalankan bisnis mereka dengan merekrut sejumlah karyawan berbakat. Tujuan utama pendanaan ini adalah mencari tahu potensi produk yang telah dibuat.

Pendanaan Seed Round di Indonesia rata – rata mencapai Rp 500 jt hingga 1,5 miliar. Rata -rata pendanaan tersebut tergantung dari kebutuhan Startup itu sendiri. Biasanya pendanaan tahap ini didapat dari teman dekat kita, keluarga, dan juga tabungan kita sendiri.

Pendanaan Angel Round

Tahap kedua pada pendanaan Startup disebut Angel Round. Di tahap ini Perusahaan akan memperbaiki atau mengembangkan lagi produk – produk yang telah dibuat sebelumnya dan juga menerima masukan dari customer.

Setelah itu, Startup mulai melakukan demo dari produk yang telah diperbaiki sebelumnya ke orang terdekatnya atau bisa juga langsung ke publik. Setelah masa perkembangan, biasanya produk tersebut memiliki fitur yang lebih baik dan juga menarik, Sehingga investor mulai menginvestasi Startup tersebut yang telah mendapat perhatian publik.

Sponsor Link

Pendanaan Series A Round

Tahap ketiga pada pendanaan Startup disebut Series A Round. Di tahap ini jika perusahaan mencapai tahap Beta dan mendapat pengguna dengan jumlah tertentu, maka tahapan  Series A Round dimulai. Investor biasanya tidak secepat itu memberikan dana yang besar kepada Startup jika masih belum mendapatkan pasar dan pengguna.

Umumnya Founder Startup atau Pendiri bisnis tersebut akan melakukan pemetaan ke wilayah lainnya yang juga memiliki ciri yang sama. Pendanaan Startup Series A Round ini tergantung potensi dan kemampuan yang dimiliki Startup tersebut. Rata -rata investor memberikan dana sejumlah Rp 10 miliar – Rp 33 miliar.

Pendanaan Series B Round

Tahap terakhir pada pendanaan Startup disebut Series B Round. Di tahap ini perusahaan mendapatkan dana yang berkisar Rp 22 miliar sampai Rp 80 miliar. Namun, jarang Startup lokal indonesia yang mendapatkan dana tersebut.

Hal ini disebabkan Startup lokal indonesia masih belum bisa mencapai basis pengguna yang bisa mendapatkan keuntungan besar yang diinginkan investor. Jika Founder Startup mendapatkan pendanaan Series B Around, biasanya digunakan untuk memaksimalkan pasar dan pengguna.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol