11 Metode Membuat Aplikasi Penghasil Uang

 

Penggunaan smartphone dan tablet dalam beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan sangat pesat. Total pengeluaran konsumen terhadap aplikasi di dunia telah melampaui 100 miliar dolar dan aplikasi baru dirilis satu per satu setiap harinya.

Akses internet yang sebelumnya berpusat pada penggunaan PC,  beberapa tahun belakangan ini benar-benar telah beralih pada penggunaan smartphone.

Mengikuti perkembangan zaman, terdapat banyak individu dan perusahaan yang berkeinginan untuk meningkatkan penjualan dengan membuat aplikasi penghasil uang.

Secara khusus, pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana cara individu dan perusahaan mengembangkan aplikasi penghasil uang tersebut. Dalam persaingan yang sengit tersebut, sangat sulit untuk membangun sebuah bisnis tanpa strategi pemasaran. Oleh karena itu, perlu untuk membuat pandangan yang sedikit berbeda dengan mengubah sudut pandang itu sendiri.

Langkah monetisasi perlu dilakukan pada layanan yang tidak menguntungkan agar bisa menghasilkan uang, dan ada beberapa metode yang dapat kita lakukan untuk monetasi tersebut. Berikut adalah beberapa metode untuk monetisasi aplikasi alias membuat aplikasi penghasil uang.

1. Distribusi Berbayar

Ini merupakan metode paling dasar untuk sebuah aplikasi yang dibuat untuk menghasilkan uang. Bidang usaha yang mungkin memberlakukan metode ini biasanya adalah perusahaan atau game developer. Karena di bidang lainnya, agak sulit untuk menghasilkan uang dengan distribusi berbayar.

Untuk perusahaan, dengan membeli aplikasi berbayar akan membuat pembelian lebih mudah jika mengarah pada peningkatan produktivitas atau peningkatan laba di luar biaya pembelian.

Harga juga harus diperhatikan. Harus diperhatikan bahwa perbandingan harga pada kisaran Rp10.000,00 dan Rp11.500,00 tidak begitu jauh berbeda.

Bisa dikatakan bahwa sebagian besar orang beranggapan bahwa harga Rp30.000,00 itu mahal namun, tetap tidak membeli walaupun harganya Rp10.000,00. Dengan asumsi Rp30.000,00 dengan 100 pembeli, maka ketika kita menetapkannya dengan harga Rp 10.000,00, hal tersebut tidak akan berarti kecuali kita dapat meningkatkan jumlah pembeli lebih dari tiga kali lipat.

Jadi, jika kita tidak bisa meningkatkan penjualan setidaknya 2 sampai 3 kali lipat, maka tidak ada artinya kita menurunkan harga.

2. In App Purchase

Metode In App Purchase (penjualan di dalam aplikasi) kini menjadi jalur utama dalam membuat aplikasi penghasil uang. Yang paling efektif menggunakan metode ini adalah aplikasi game.

Selain itu juga, banyak aplikasi yang didistribusikan secara gratis, namun menggunakan penagihan dalam aplikasi untuk menyediakan fungsi-fungsi khusus atau untuk meniadakan iklan.

Hanya saja, jika dibandingkan dengan aplikasi jual-beli online, karena metode mengarah pada pembayaran dalam jumlah yang besar, maka itu ke depannya mungkin saja akan ditetapkan peraturan untuk hal yang bisa mendorong adanya perjudian atau misalnya suatu game yang hanya bisa dimainkan jika kita membayar terlebih dahulu.

3. Penagihan Tarif Tetap (Subscribe)

Metode ini mirip dengan metode In App Purchase, namun metode ini membuat kita dapat dengan leluasa menggunakan fungsi-fungsi dalam aplikasi untuk waktu yang terbatas dengan membayar biaya yang telah ditentukan.

Metode ini juga digunakan untuk layanan yang sering diperbarui, dan biasanya sistem aplikasinya akan menetapkan biaya bulanan kepada penggunanya.

Metode ini sangat kompatibel jika digunakan dengan aplikasi berlangganan dengan konten seperti buku komik atau majalah sehingga dapat membaca layanan tidak terbatas. Levelnya sedikit lebih tinggi dari metode In App Purchase, karena dalam sistem subscribe ini, sekali berlangganan pembayaran bulanannya bisa dilakukan secara otomatis, biaya bulanan akan tetap dibebankan sampai kita berhenti berlangganan. Oleh karena itu, jika kita bisa membuat aplikasi seperti ini dan banyak yang menggunakannya, maka ini akan menjadi aplikasi penghasil uang dengan pemasukan yang stabil.

4. Iklan

Metode penempatan iklan di dalam aplikasi merupakan metode dasar untuk menghasilkan uang melalui aplikasi. Untuk iklan itu sendiri, ada yang suka menggunakan iklan display atau branding termasuk Admob.

Jika kita membandingkan aplikasi berbayar dengan aplikasi gratis yang berisi iklan, terdapat laporan yang menyatakan bahwa pendapatan aplikasi gratis dengan iklan cenderung lebih meningkat dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Jika dibandingkan dengan aplikasi yang dibeli, aplikasi dengan iklan bisa dibilang lebih memungkinkan untuk menjadi penghasil uang jika kita bisa membuat pengguna terus menggunakan aplikasi yang kita buat. Selain game, aplikasi seperti kalkulator dan notes juga cocok menggunakan metode ini.

Sponsor Link

5. Tertaut ke Penjualan Perusahaan Inti

Ini adalah cara membuat aplikasi yang berkontribusi pada penjualan perusahaan dengan menampilkan fitur pencarian toko menggunakan GPS atau menawarkan kupon berhadiah untuk mendorong pengguna berkunjung ke toko konvensional/fisik.

Yang cocok menggunakan ini adalah bidang usaha seperti tempat makan dan minum, agen perjalanan, bisnis broker real estate yang sedang mengembangkan cabang dan lain sebagainya. Perusahaan yang sudah membuat aplikasi seperti ini adalah PT. APPKEY melalui layanannya yang disebut APPSHOP.

6. Platform

Ini adalah metode yang cukup layak untuk dicoba jika kita ingin menjadikan aplikasi sebagai media penghasil uang. Caranya adalah dengan menyediakan platform aplikasi kemudian mengenakan biaya bulanan pada user yang menggunakannya.

Contoh platform yang dimaksud seperti platform kamus elektrik. Contoh platform aplikasi lainnya adalah Tokopedia, Amazon, dll.

Karena sulit untuk mengoperasikan aplikasi dalam suatu aplikasi maka kita bisa mendistribusikan konten untuk menghasilkan uang. Dalam model ini, tidak banyak proses yang bisa diselesaikan hanya oleh aplikasi, karena banyak proses yang harus dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa jenis layanan web (platform type service).

Pada Android, dengan menyediakan App Market untuk aplikasi sendiri kita bisa menjadi platformer, namun jika memerlukan pengaturan security, hal ini akan menjadi masalah yang besar.

7. Penjualan Mock Up dan Library

Dalam hal ini, kita tidak membuat atau menjual aplikasi sebagai penghasil uang, target pemasaran di sini juga bukan end user melain developer yang mengembangkan aplikasi mobile.

Pengembang aplikasi mobile baik perusahaan maupun perorangan akan membeli library ini untuk mempersingkat waktu pengembangan yang mereka perlukan jika mengembangkan aplikasi dari awal.

Agar lebih paham, kita bisa membayangkan library untuk teknologi AR (Augmented Reality) atau libary yang berhubungan dengan layanan sosial.

Untuk menjalankan model ini, kita bisa membuat tiruan dari aplikasi yang saat ini sedang populer, atau bisa juga mengembangkan library yang dapat digunakan untuk merealisasikan aplikasi serupa.

8. Terhubung dengan Web Service

Jika sulit untuk aplikasi menjadi penghasil uang hanya dengan adanya aplikasi seluler saja, ada juga metode lain yaitu menggabungkannya dengan Web service.

Ini adalah teknik yang terlihat dalam video Nikoniko dan Evernote.

Dalam hal ini, waktu pengembangan aplikasi biasanya akan ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya hubungan dengan layanan web dan payment. Meskipun kita dapat menghasilkan uang dengan menggunakan website, ada kelemahan yang harus kita ketahui bahwa sebuah website sebelumnya harus memiliki popularitas baru bisa menghasilkan uang. Jika kita membuat keduanya pada saat yang sama, kita harus memberikan perhatian yang ekstra karena ada bagian yang mungkin tidak sesuai. Selain itu, jika kita menawarkan layanan penagihan tanpa penjualan, kita harus membayar biaya untuk Apple dan Google. Karena itu, dalam hal biaya dari aplikasi, ada kalanya kita perlu menambahkan biaya sekitar 30% dari biaya yang sebenarnya.

9. Menyediakan Layanan Peripheral

Berbicara tentang aplikasi penghasil uang, bisa dibilang metode ini bukan merupakan pengembangan aplikasi nyata tetapi merupakan model yang menyediakan layanan yang berguna bagi pengembang aplikasi.

Meskipun sekilas metode terlihat tidak begitu berhubungan dengan pengembangan aplikasi, namun ada layanan yang dapat ditawarkan, karena seperti yang kita tahu, tingkat kesulitan pengembangan aplikasi itu sangat beragam.

Ada banyak layanan Peripheral yang dapat kita tawarkan seperti layanan repositori kode, server penagihan aplikasi, analisis aplikasi, dan sebagainya.

Kita juga bisa membuat model layanan seperti Monaca yang secara bersamaan dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi iOS dan Android. Bahkan, kita juga bisa menyediakan layanan penerjemahan dan pembuatan desain aplikasi.

10. Melakukan Project Pengembangan Aplikasi

Yang terakhir ini adalah cara membuat aplikasi penghasil uang yang paling sederhana. Keuntungan dari pengembangan ini adalah bahwa kita dapat menerima upah dari proses pengembangan ide-ide aplikasi yang tidak kita miliki. Selain itu, jika aplikasi umum kita hanya bisa mengandalkan jumlah download yang banyak, jadi jika download sedikit, maka ada kemungkinan kita tidak bisa menghasilkan uang. Tapi, jika kita mengembangkan aplikasi untuk orang lain, kelebihannya, kita bisa menghindari resiko tersebut, karena kita hanya bertugas sebagai pengembang dan tidak berkaitan dengan monetisasi.

Belakangan, ada juga sistem kerja kerja sama bagi hasil yang dilakukan dalam metode ini. Namun resikonya lumayan besar karena berkaitan dengan uang, sehingga kami tidak menyarankan agar Anda melakukan hal ini.

Karena pengembangan aplikasi seluler kini saling bersaing dengan perusahaan pengembangan luar negeri seperti Cina dan India, harga pengembangan aplikasi sendiri menjadi lebih murah, kecuali jika kita memiliki teknologi tertentu yang membuat aplikasi yang kita buat dihargai tinggi.

Sponsor Link

11. Menjual Usaha

Metode ini adalah metode menjual sistem yang sudah memiliki pengguna atau anggota yang sudah banyak (ratusan ribu/jutaan pengguna) kepada pihak yang menginginkannya.

Dalam hal ini, sistem yang akan dijual tersebut harus memiliki pengguna yang aktif.

Demikianlah cara monetisasi yang dapat kita lakukan untuk membentuk suatu aplikasi menjadi aplikasi penghasil uang. Untuk menjadikannya sebagai bisnis, kita perlu mempersempit target pengguna pada tahap perencanaan dan memilih metode monetisasi yang cocok dengan konten aplikasi yang kita buat.

Bukan hanya sekedar membuat aplikasi, namun kita harus benar-benar memikirkan dan mengatur tempat untuk mengkonversi uang itu sendiri.

Kesimpulan

Dalam pembuatan aplikasi mobile, adalah sulit bagi kita memastikan di awal apakah aplikasi tersebut akan menguntungkan atau tidak. Namun, alih-alih hanya memikirkan satu cara, penting bagi kita untuk menggabungkan beberapa metode atau menyiapkan “plan B”. Pengembangan aplikasi ponsel untuk smartphone masih sangat baru dalam sejarah, dan menemukan solusi yang optimal untuk membuatnya menguntungkan pun masih sulit. Bisa dibilang akan ada monetisasi baru yang akan membedakannya dengan metode yang digunakan di dalam bisnis website selama ini.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link
Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry