Pengaruh Aplikasi Gojek Bagi Kaum Milenial

Sponsor Link

 

Seiring berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat gaya hidup masyarakat cenderung menjadi individual. Masyarakat juga semakin gencar mencari dan menciptakan teknologi yang dapat mempermudah setiap kegiatan yang dilakukan. Tujuannya cukup sederhana yaitu, bisa untuk menghemat waktu, bisa juga untuk menghemat biaya. Atau terkadang juga karena tidak ingin terlalu sering bertatap wajah dengan orang banyak.

Sarana transportasi adalah salah satu hal yang turut mempengaruhi perkembangan hidup masyarakat. Dari tahun ke tahun sejak dulunya, sarana transportasi semakin berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa kini saja, banyak sarana transportasi yang sudah tidak digunakan lagi. Banyak juga faktor yang menyebabkan masyarakat tidak lagi menggunakan sarana transportasi yang sudah lama diantaranya karena alasan berikut.

  1. Sudah ketinggalan zaman
  2. Menggunakan banyak waktu
  3. Tampilan yang tidak lagi menarik

Bahkan tukang ojek yang dulunya sangat dibutuhkan, kini menjadi kurang diminati oleh masyarakat luas. Dikatakan sangat dibutuhkan karena terkadang tukang ojek dapat sangat membantu, untuk situasi-situasi tertentu seperti menghindari kemacetan misalnya. Masyarakat yang hidup di daerah perkotaan cenderung banyak menggunakan mobil sebagai alat transportasi nya. Hal itu tentu saja dapat menyebabkan lalu lintas menjadi lebih padat.

Apalagi di kota-kota besar, kemacetan sudah tidak dapat dihindarkan. Maka tukang ojek lah yang terkadang menjadi penyelamat saat harus mengejar jam kerja. Selain itu, tukang ojek juga bisa membantu kita untuk pergi ke lokasi-lokasi dengan medan perjalanan yang tidak biasa. Ke daerah gang yang sempit, atau daerah pedesaan misalnya. Namun saat ini, minat masyarakat terhadap ojek pengkolan sudah mulai berkurang, terlebih lagi di daerah perkotaan.

Hal itu juga menjadi permasalahan tersendiri bagi para pengemudi ojek pengkolan. Banyak diantaranya menjadi malas mencari penumpang. Kemudian waktu menjadi kurang produktif, karena para pengemudi biasanya harus bergantian menunggu penumpang dengan para rekannya sesama tukang ojek. Belum lagi jika cuaca tidak mendukung seperti hujan maka intensitas penumpang akan mengendarai ojek sangat sedikit.

Di tahun 2010 ada seseorang berkebangsaan Indonesia yang merupakan anak negeri, sekaligus merupakan pengguna setia ojek. Menciptakan sebuah aplikasi yang dapat membantu kegiatan masyarakat dalam bertransportasi. Nadiem Makarim, pria asal Pekalongan, Jawa Tengah yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 April 1984 ini, mencuri perhatian dunia lewat aksinya menciptakan sarana transportasi online.

Sarana transportasi online yang dibuat dalam bentuk aplikasi ini, sukses menarik minat masyarakat luas terutama di Indonesia. Aplikasi yang sudah diunduh lebih dari 13 juta kali oleh para pengguna smartphone di Indonesia ini, benar-benar seperti simbiosis mutualisme tersendiri bagi para penggunanya. Terlebih lagi untuk mengakses aplikasi ini hanya dibutuhkan smartphone dan kuota internet. Jadilah aplikasi ini mulai digemari dan sangat diminati.

Maka pada awal tahun 2015, Nadiem Makarim resmi meluncurkan aplikasi Gojek yang berada dibawah naungan PT. Gojek Indonesia. Kilas balik mengenai perjalanan aplikasi ini, mulanya hanyalah sebuah layanan call center yang menghubungkan pengemudi dengan penumpang. Dibantu oleh beberapa karyawan yang terbatas jumlahnya, para karyawan bertugas menghubungkan pengemudi dan penumpang. Yang nantinya akan dibantu dengan panduan navigasi online.

APA ITU APLIKASI GOJEK ?

Aplikasi Gojek adalah aplikasi perangkat lunak yang memiliki beraneka ragam jenis fitur dengan berbagai pelayanan jasa. Mulai dari jasa transportasi, delivery order, dan lain sebagainya yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di dalam aplikasi ini sendiri terdapat banyak fitur yang dapat mempermudah pekerjaan dan kegiatan manusia. Fitur-fitur yang disediakan juga disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Adapun fitur-fitur itu berupa.

1. GO RIDE

Layanan ojek online yang menggunakan alat transportasi berupa sepeda motor. GO -RIDE merupakan transformasi dari ojek konvensional yang kini bisa diakses melalui smartphone.

2. GO CAR

Layanan transportasi online yang menggunakan alat transportasi berupa mobil. Layaknya sebuah taxi online, GO-CAR dirancang agar penggunanya merasa nyaman saat berkendara seperti sedang berada di dalam mobil pribadi.

3. GO BLUEBIRD

Merupakan kerjasama dari pihak Gojek dengan Bluebird, yang menyediakan layanan pemesanan taksi Bluebird, dengan menggunakan aplikasi Gojek. Untuk layanan ini sendiri telah hadir di beberapa kota-kota besar di Indonesia diantaranya Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung dan Semarang.

4. GO FOOD

Salah satu layanan yang sangat diminati oleh masyarakat ini, merupakan fitur jasa food delivery (jasa antar makanan). Layanan ini cukup menjadi primadona terlebih lagi untuk masyarakat dikota-kota besar. Selain sebagai layanan food delivery, GO-Food merupakan salah satu fitur yang dapat membantu para pemilik usaha kecil untuk mengembangkan bisnisnya.

5. GO SEND

Merupakan layanan yang menyediakan jasa pengiriman dan penjemputan barang layaknya kurir. Bagi pemilik bisnis online, GO-SEND sangat membantu proses pengiriman barang antara penjual dan pembeli.

6. GO DEALS

Merupakan layanan promo yang diciptakan untuk memberikan penawaran-penawaran menarik. Fitur ini bergerak dengan memberikan voucher-voucher dalam bentuk seperti misalkan voucher makanan, voucher belanja dan lain sebagainya.

7. GO PULSA

Layanan penyedia pulsa secara online ini juga sangat penting dan bermanfaat kehadirannya. Pasalnya kita tidak lagi harus membeli pulsa pada gerai ponsel atau countercounter di luar sana. Selain menghemat waktu juga menghemat tenaga tentunya.

Adapun layanan lainnya seperti Go-Points, Go-Nearby, Go-Bills, Go-Shop, Go-Mart, Go-Box, Go-Massage, Go-Daily, Go-Clean, Go-Fix, Go-Laundry, Go-Glam, Go-Tix, Go-Auto, Go-Med.

CARA MENGGUNAKAN APLIKASI GOJEK

Sebelum mencari tahu lebih lanjut mengenai aplikasi Gojek ini, hal utama yang kamu butuhkan adalah harus memiliki smartphone dan kuota internet. Karena dua hal itu adalah satu kesatuan yang sangat mendukung dan dibutuhkan.

  1. Download. Download aplikasi “Gojek” pada Play Store atau App Store. Setelah diunduh, tunggu beberapa saat.
  2. Registrasi. Setelah aplikasi ter-install, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan registrasi atau pendaftaran. Klik “Sign Up” dan isi data pribadi dengan benar untuk memudah proses penggunaannya.
  3. Tunggu kode verifikasi yang akan dikirimkan aplikasi Gojek
  4. Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan.
  5. Aplikasi siap untuk digunakan, pilih fitur mana yang akan kamu gunakan.

CARA MENJADI DRIVER GOJEK

Adapun persyaratan untuk menjadi driver Gojek yaitu :

  1. Menyediakan kendaraan dan STNK aktif.
  2. Memiliki SIM C (bagi driver Go-Ride) aktif.
  3. Memiliki SIM A (bagi driver Go-Car/Go-Bluebird) aktif.
  4. Wajib memiliki smartphone.
  5. Pendidikan terakhir minimal SMP.
  6. Berusia minimal 17 tahun (memiliki KTP).

Cara mendaftar :

  1. Kunjungi laman situs https://go-ride.co.id/join .
  2. Registrasi dengan cara mengisi formulir pendaftarannya.
  3. Submit data yang telah diisi dan tinggal tunggu email yang akan dikirim pihak Gojek.

Selanjutnya komunikasi akan berlanjut melalui email. Biasanya calon driver akan diminta untuk membawa beberapa berkas pendukung dan pelengkap seperti : KTP, SIM C/A, STNK, BPKB, Kartu Keluarga, Ijazah terakhir dan juga akte kelahiran/buku nikah.

Sponsor Link

PERAN APLIKASI GOJEK BAGI MASYARAKAT

Seiring dengan berjalannya waktu aplikasi Gojek ini memiliki banyak peran bagi masyarakat luas terutama di Indonesia. Beberapa perannya yang turut mencuri perhatian adalah berikut diantaranya :

1. MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU

Besarnya angka pengangguran di Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa penciptaan lapangan kerja baru sangat dibutuhkan. Hal itu dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh angka pengangguran yang meningkat. Maka dengan adanya lapangan kerja baru yang diciptakan melalui jasa transportasi online ini, setidaknya dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Seperti yang banyak kita ketahui, banyak di luar sana tamatan sarjana. Yang pada akhirnya menganggur dikarenakan ketatnya persaingan dan tingginya persyaratan kerja. Berpikir ingin membuka usaha pun, masih terkendala oleh modal. Oleh karena itu, munculnya aplikasi Gojek ini turut serta membantu perekonomian masyarakat Indonesia.

Selain itu aplikasi Gojek kini turut menjadi salah satu mata pencaharian bagi para Ibu Rumah Tangga. Zaman yang dikatakan era emansipasi ini, nyatanya banyak wanita yang belum hidup sejahtera malah harus bergantian menjadi tulang punggung keluarga. Jika ditilik lebih lanjut banyak driver Gojek di luar sana yang berjenis kelamin wanita. Salah satu alasan kenapa ingin menjadi driver, nyatanya adalah karena tuntutan dan kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

Maka kini mereka yang berprofesi sebagai driver tidak hanya didominasi oleh kaum pria paruh baya saja. Pria dan wanita bahkan remaja yang sudah berumur 17 tahun (memiliki KTP) banyak ditemui berprofesi sebagai driver Gojek.

2. MEMPERMUDAH AKTIVITAS DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Dikatakan demikian karena seyogyanya masyarakat yang hidup di daerah perkotaan memiliki aktivitas yang jauh lebih padat dibanding dengan daerah yang lainnya. Tuntutan aktivitas selama 24 jam sering sekali ditemui di kota-kota besar. Selain itu kemacetan yang disebabkan oleh padatnya kendaraan, turut mempengaruhi terhambatnya setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukan.

Maka dengan adanya aplikasi ini, turut mempermudah aktivitas masyarakat. Misalnya bagi mereka yang akan pergi bekerja pada pagi hari, mengendarai GO-Ride bisa memakan waktu lebih cepat dibandingkan mengendarai mobil pribadi. Bagi yang merupakan pegawai kantoran atau yang bahkan bekerja dari rumah, makan siang hukumnya wajib. Mereka bisa menggunakan fitur GO-Food untuk memesan makan siang.

Selain menghemat waktu dan biaya, hal ini juga lebih praktis. Bagaimana tidak, jika saat bekerja kamu harus pergi keluar lagi untuk mencari lokasi makan siang. Tentunya hal itu akan lebih memakan waktu dan tenaga. Kemudian biasanya juga hasrat makan jauh lebih besar saat kita makan di luar dibanding dengan memesan makanan.

3. MENAIKKAN STATUS SOSIAL

Status sosial sudah menjadi salah satu permasalahan sejak dahulu. Berbicara soal gengsi banyak diantaranya yang ingin selalu tampil baik, terbaik bahkan yang paling baik di mata banyak orang. Mereka biasanya adalah yang paling haus akan pujian.  Memiliki kendaraan yang bagus biasanya salah satu faktor kamu akan diakui oleh masyarakat sebagai orang yang berkecukupan. Namun kenyataannya banyak diantaranya yang berusaha memiliki kendaraan atau menaiki kendaraan bukan karena butuh tetapi karena gengsi.

Di era saat ini, tepatnya sejak ada fitur GO-Car pada aplikasi Gojek, kamu dapat menaiki mobil mewah sesuka hatimu tanpa harus membelinya mahal-mahal. Yang pastinya banyak dari sebagian masyarakat berpikir, bahwa menaiki mobil lebih terlihat baik dibandingkan dengan menaiki kendaraan umum. Walaupun secara logika untuk kenyamanan berkendara, lebih unggul naik mobil. Apalagi jika tarifnya cuma beda tipis dengan naik kendaraan umum.

4. MENCIPTAKAN KENYAMANAN SAAT BERKENDARA

Tidak dipungkiri pada zaman milenial ini, kita masih saja khawatir untuk berkendaraan sendiri dengan menggunakan alat transportasi umum. Rasa takut akan dibawa kabur atau akan terjadinya tindak kekerasan terhadap penumpang menjadi beberapa alasan diantaranya. Lain dari itu pelayanan yang tidak baik juga menjadi pemicu aksi kejahatan lainnya. Namun dengan adanya Gojek masyarakat boleh sedikit merasa lega karena dapat berkendara secara nyaman.

Hal itu dikarenakan semua driver Gojek sudah resmi terdaftar dan tercatat data dirinya di perusahaan. Kemudian adanya layanan seperti media sosial milik PT Gojek Indonesia yang dapat menampung saran serta kritikan para penumpang, yang merasa kurang puas dengan pelayanan para driver.

5. MENGHEMAT WAKTU DAN UANG

Dikatakan menghemat waktu dan uang adalah karena saat ini masyarakat atau kaum milenial tidak lagi perlu repot-repot mencari tukang ojek kepengkolan. Cukup dengan membuka aplikasi Gojek dan tinggal pesan saja. Selain itu tarif yang disediakan oleh aplikasi Gojek cukup variatif harganya dan sangat terjangkau. Belum lagi jika banyak promo-promo menarik yang ditawarkan dari aplikasi. Misalnya saja dengan tawaran pada fitur GO-FOOD “Buy 1 get 1 free”.

Tak jarang promo itu dilewatkan begitu saja. Pola pikir masyarakat yang “tidak mau rugi” pastilah akan mengambil tawaran itu. Masyarakat di daerah perkotaan yang terkadang juga harus beraktivitas di malam hari juga tidak lagi perlu khawatir tidak mendapat kendaraan untuk pulang. Asal saldo dan kuota tetap on, aplikasi Gojek akan tetap stand by. Tidak perlu lagi repot-repot mencari taxi/kendaraan umum lainnya. Sehingga saat ini banyak masyarakat yang sudah menggantungkan hidupnya dengan aplikasi Gojek.

Sponsor Link

6. DAMPAK NEGATIF APLIKASI GOJEK

Namun diantara beberapa peran aplikasi Gojek tersebut, ada juga hal-hal lain yang menjadi dampak negatif diantaranya :

1. MEMBUAT MASYARAKAT MENJADI MALAS

Karena merasa banyak hal bisa dilakukan dan dibantu dengan Gojek, masyarakat terutama kaum millennial jadi banyak menyepelekan banyak hal. Diantaranya jadi malas beraktivitas, mau makan bisa pesan GO-FOOD. Mau ke salon tinggal panggil GO-GLAM, bahkan sampai pengiriman barang sekalipun bisa dilakukan dengan GO-SEND. Selain itu karena waktu beraktivitas yang digunakan juga semakin sedikit dari biasanya masyarakat jadi lebih sering mengulur-ulur waktu.

2. MENJADI LEBIH INDIVIDUAL

Banyak berkurangnya aktivitas dengan masyarakat di luar sana membuat kaum millennial cenderung hidup individual. Terlebih lagi aplikasi Gojek sangat mendukung terjadinya hal itu. Merasa aplikasi online itu dapat banyak membantu masyarakat jadi semakin mengurangi aktivitasnya di luar. Seperti mulai dari berhenti naik kendaraan umum, mulai mengurangi makan di luar, karena banyak hal yang bisa mereka dapatkan melalui aplikasi Gojek.

3. KONFLIK DENGAN OJEK KONVENSIONAL

Meskipun sudah begitu banyak driver Gojek di seluruh penjuru negeri ini, namun belum semuanya merupakan driver Gojek online. Masih banyak juga yang berstatus “tukang ojek pengkolan”. Alasannya banyak diantaranya, tidak memiliki smartphone dan bahkan tidak bisa mengoperasikannya. Surat-surat kendaraan tidak lengkap dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan mereka yang berprofesi sebagai ojek konvensional, tetap mempertahankan profesinya. Dan menganggap bahwa driver ojek online mengambil penumpang mereka. Maka tak jarang terjadi konflik atau bentrok di luar sana antara tukan ojek pengkolan dengan driver Gojek.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jasa Pembuatan Website

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol