Bahlil Lahadalia Pakai Strategi Juventus Untuk Dorong Investasi Saat Corona

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya mengenai apa itu investasi yang digunakan untuk bertahan di tengah pandemi? Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menggunakan strategi bertahan dan menyerang seperti Juventus untuk meningkatkan investasi di tengah pandemi.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menggunakan strategi bertahan dan menyerang untuk meningkatkan investasi di tengah pandemi. (Setkab.go.id/Jay). Bahlil Lahadalia yang merupakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui menggunakan strategi Juventus yakni bertahan dan menyerang untuk mendorong investasi di tengah pandemi dalam diskusi virtual yang dilaksanakan pada hari kamis lalu.

Apa Itu Investasi sebagai Strategi Bertahan di Tengah Pandemi?

Strategi bertahan yang ia maksud terkait apa itu investasi adalah menyelesaikan semua urusan investasi dalam negeri, contohnya seperti investasi yang terhenti sementara alias mangkrak. Sekitar Rp708 triliun investasi mangkrak tercatat di Indonesia.

Ada tiga hal menurut Bahlil yang membuat investasi tersebut mangkrak. Pertama karena arogansi antar sektoral serta Kementerian/Lembaga (KL), kedua tumpang tindih aturan antara pemerintah daerah dan pusat, serta persoalan lahan. Ia pun mengatakan bahwa inestasi yang mangkrak tersebut tidak berhubungan dengan pandemi COVID-19.

Kini BKPM berhasil mengeksekusi sekitar Rp410 triliun, atau 58 persen dari total investasi mangkrak. Kemudian strategi kedua andalannya adalah menyerang, yang Bahlil maksud adalah menargetkan investasi dari luar untuk didatangkan ke Indonesia.

Namun, ia menyatakan harus membidik sasaran yang tepat untuk digaet. Dalam strategi menyerang ini, ia memberi gambaran bahwa pemerintah telah berhasil mendatangkan 7 perusahaan asing untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. Lima dari tujuh pabrik tersebut pindah dari China sementara dua lainnya dari Korea dan Jepang.

Dengan strategi menyerang, dia mengaku mantap menargetkan investasi Rp817,2 triliun tahun ini bisa tercapai. Hingga semester I, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp402,6 triliun, atau 49,3 persen dari target.

Realisasi investasi pada enam bulan pertama 2020 itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp207 triliun atau 51,4 persen dari target dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp195,6 triliun atau 48,6 persen dari target. Realisasi PMDN naik 13,2 persen, sedangkan PMA turun 8,1 persen.

Berita ini dilansir dari situs CNN Indonesia.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol