fbpx

Apa itu Konsep Pemasaran?

 

Konsep pemasaran akan selalu berubah.

Konsep pemasaran merupakan pola pikir yang mendasar dalam pemasaran.

Perusahaan melakukan aktivitas bisnis berdasarkan ‘pola pikir dan ideologi dalam pasar’ yang disesuaikan dengan waktu dan lingkungan dalam bisnis tersebut.

Bisnis selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman. Hubungan antara market dan pesaing akan berubah dengan signifikan berdasarkan kemajuan teknologi dan persaingan yang intensif.

Sebagaimana dalam bisnis, pemasaran juga akan berubah seiring dengan perkembangan zaman.
 


Sponsor Link

Berorientasi pada produksi.

Orientasi pada produksi adalah salah satu konsep pada era ketika permintaan lebih banyak dibandingkan dengan persediaan, dan merupakan konsep tertua dalam sejarah pemasaran.

Sebagaimana kata ‘orientasi pada produksi’, perusahaan berfokus pada sumber produksi, berfokus pada produk, SDM berupa sistem manajemen dalam perusahaan, dan juga upaya manajemen terhadap produk tersebut.

Hal ini berdasarkan pada pola pikir bahwa pelanggan menyukai produk yang murah, dan hal yang penting dalam pola pikir ‘orientasi pada produksi’ adalah menekan biaya produksi serendah mungkin dan memproduksi produk dalam jumlah yang banyak untuk meningkatkan produktivitas.

Bahkan hingga saat ini, beberapa perusahaan besar masih menggunakan strategi melakukan penjualan dengan harga murah dan dengan biaya produksi yang rendah, serta dengan memproduksi masal produk tersebut menggunakan tenaga kerja negara berkembang dengan jumlah banyak dan dibayar murah.

Orientasi pada produk.

Konsep pemasaran ‘orientasi pada produk’ didasarkan pada pola pikir bahwa pelanggan lebih memilih produk yang memiliki kualitas dan performa yang tinggi. Manajemen menempatkan usaha yang besar dalam melakukan improvisasi terhadap kualitas produk dan improvisasi pada performa produk lebih dari apa yang telah diproduksi.

Namun, sebagaimana produksi berorientasi pada kualitas produk, perusahaan hanya berfokus pada kualitas dari produk, sehingga terdapat batasan ketika produksi dari perusahaan tidak mencapai jumlah produk yang diinginkan oleh pelanggan.

Hal ini merupakan tipe pemasaran jangka pendek (marketing myopia), yang salah mengartikan kebutuhan pelanggan menjadi ‘hanya menjual jika produk yang dibuat adalah produk yang baik’.

Orientasi pada penjualan

Orientasi pada penjualan adalah konsep pemasaran ketika suatu produk yang terstandarisasi diproduksi dalam jumlah banyak.

Pertama, ini berdasarkan konsep ketika suatu produk keluar, yang mana adalah produk dalam jumlah yang banyak, dijual di pasaran dan meminta pelanggan untuk mengevaluasi produk tersebut.

Secara singkat, konsepnya adalah menjual lebih banyak produk ke lebih banyak orang dengan penjualan yang tinggi.

Manajemen menekankan untuk berkonsentrasi pada aktivitas promosi penjualan seperti memperluas pasar dan melakukan promosi yang efektif untuk dapat menjual produk yang diproduksi secara masal.

Dari sisi perusahaan yang berpendapat bahwa pelanggan tidak akan membeli produk jika mereka tidak bekerja untuk perusahaan tersebut, melakukan promosi secara terus menerus, dan menganggap konsep ini tidak akan gagal.

Memang benar bahwa melakukan promosi penjualan dengan aktif akan berpengaruh pada produk (produk yang tidak bisa dicari) yang sebelumnya pelanggan tidak tertarik untuk membelinya.

Namun, karena ini adalah konsep dari sebuah produk, perusahaan terkadang mengabaikan kebutuhan pasar, dan hal tersebut adalah masalah terbesar jika perusahaan hanya berfokus pada kapasitas produk.

Ide bahwa perusahaan menjual produk yang ingin dijual tidak berbeda dengan penjualan pelanggan, hal ini sangat bertentangan dengan ide dari pemasaran itu sendiri.
 


Sponsor Link

Orientasi pada pemasaran.

Konsep pemasaran ini adalah sebuah konsep yang berorientasi pada pelanggan, produksi lebih besar dari kebutuhan pelanggan, dan kompetisi di antara para pesaing menjadi sangat intens.

Bertentangan dengan konsep ‘menjual apa yang telah dibuat’, hal ini merupakan konsep ‘market-in’ yaitu perusahaan menjual barang yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di pasar.

Pada konsep ini, kita keluar dari pola pikir ‘orientasi pada perusahaan’.

Pada konsep-konsep pemasaran sebelumnya, pola pikir yang terjadi adalah bagaimana perusahaan bisa mengubah produk untuk menghasilkan uang, namun pada konsep orientasi pada pemasaran, perusahaan berfokus untuk menjamin kepuasan pelanggan pada keseluruhan produk, dari desain hingga penggunaan produk tersebut.

Pelanggan memiliki kebutuhan yang pasti dan kebutuhan yang tersembunyi.

Kebutuhan yang pasti adalah ‘tipe pasif’, hal ini ketika pelanggan mengutarakan produk yang mereka cari, dan pemroduksian didasarkan pada keinginan pelanggan tersebut. Hal ini menyebabkan pengembangan inovasi yang rendah dan dapat ditentukan dengan melakukan riset.

Isu yang penting dalam orientasi pada pemasaran adalah kebutuhan yang tersembunyi. Pelanggan memiliki kebutuhan yang tersembunyi dan mengetahui kebutuhan mereka yang sebenarnya.

Ini merupakan pengembangan inovasi yang tinggi dan membutuhkan eksplorasi akan kebutuhan yang belum terselesaikan (ketidakpuasan) dengan produk yang ada saat ini.

Konsep Pemasaran di Abad 21.

Orientasi pada pemasaran lahir di tahun 1950, dan pada pada abad ke-21 konsep pemasaran yang baru akan dibutuhkan sebagai perubahan dari lingkungan yang selalu berkembang.

Konsep pemasaran sangat beragam, dan CSR (Coorporate Social Responsibility) menjadi sangat penting dalam beberapa tahun terakhir, dalam tahun-tahun berikutnya, bukan hanya memaksimalkan keuntungan perusahaan untuk orientasi pada bidang sosial, namun juga diterapkan konsep yang mempertimbangkan pengaruh perusahaan terhadap masyarakat.

Mendonasikan sebagian keuntungan pada organisasi kemanusiaan dan ‘cause related marketing’ merupakan salah satu metode promosi yang berorientasi pada sosial.

Cara yang digunakan bukan meminta donasi, namun menarik pelanggan untuk membeli dengan iming-iming bahwa dengan pembelian, pelanggan dapat berdonasi.

Di sisi lain, terdapat kritik bahwa menghasilkan keuntungan untuk perusahaan dengan kontribusi sosial, sehingga hal tersebut merupakan tantangan untuk mengalokasikan dengan baik kontribusi sosial dan menaikkan keuntungan perusahaan.

Belakangan ini, dalam orientasi sosial, pemasaran perlu mangambil pendekatan yang mencakup keseluruhan bisnis.

Holistic Marketing (Pemasaran Holistik) berdasarkan pada kesadaran bahwa pemasaran bukanlah aktivitas tunggal, namun setiap aktivitas bergantung satu sama lain dan konsep dalam pemasaran itu sendiri adalah ‘semua aspek adalah penting’.

Kesimpulannya, diperlukan kesadaran bahwa setiap bagian dari sebuah usaha masuk ke dalam aktivitas tersebut.

Misalnya, perusahaan dikategorikan berdasarkan bisnis.

Baik itu karyawan yang tidak berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, memberikan invoice (penawaran) yang tepat waktu akan membuat pelanggan senang, dan jika tempat perusahaan tersebut bersih, bisa disebutkan bahwa manajemen sangat baik dalam hal kebersihan (seperti dalam tur pabrik atau informasi pada situs website).

Aktivitas-aktivitas semacam ini merupakan bentuk hormat terhadap pemasaran (marketing). Pemasaran internal merupakan salah satu elemen dari holistic marketing yang sudah disebutkan di atas, yaitu membuat seluruh departemen dalam organisasi mengerti akan pemasaran.

Sebagai tambahan dalam aktivitas pemasaran, holistic marketing juga menciptakan hubungan antara pelanggan dan pendistribusian, serta mengisi CSR (Corporate Social Responsibility/tanggung jawab social perusahaan).

Berdasarkan kata holistic, pemasaran dibutuhkan dengan menyatukan seluruh sudut pandang.

Apakah Anda memiliki masalah dalam pekerjaan Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada penyediaan konten-konten tentang SEO, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.
Tentang Kami Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan Kontak Kami
Sponsor Link
Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry