Self Hosted WordPress | Cara Membuatnya dengan Mudah

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol

Self hosted WordPress merupakan platform yang banyak digunakan dalam membuat website maupun blog. WordPress menjadi website profesional dengan tampilan yang menarik dan sangat mudah digunakan oleh semua kalangan.

Selain user friendly, WordPress didukung developers dari seluruh dunia yang mengembangkan berbagai fitur tambahan. Berikut ini cara membuat Self Hosted WordPress dengan mudah dan sederhana.

Langkah Pertama Membuat Self Hosted WordPress : Menyiapkan Nama Domain

Cara membuat Self Hosted WordPress yang pertama adalah menyiapkan nama domain yang didapatkan secara gratis maupun berbayar. Beberapa penyedia domain gratis di internet, seperti domain gratis berekstensi co.cc, cz.cc, dan lainnya.

Namun, ingin membuat website atau blog yang tampak profesional dapat membeli domain Top Level Domain dimana Anda akan memiliki akses penuh terhadap domain tersebut. Harga untuk satu domain berkisar antara 90 ribu rupiah hingga 120 ribu rupiah per tahun.

Domain dan hosting harus terhubung agar website atau blog dapat dibuka. Namun, jika membeli domain dan hosting dari layanan berbeda, maka harus menambah Domain Name System hosting ke domain Anda. Hal ini, sangat disarankan membeli nama domain dan hosting dari satu provider untuk menghindari setting Domain Name System.

Sponsor Link

Menyewa Hosting Wajib untuk Self Hosted WordPress

Dalam membuat Self Hosted WordPress, Anda akan membutuhkan script atau file pendukung guna menampilkan website maupun blog terlihat baik di browser yang meliputi file gambar, file video, file teks, dan file lainnya.

Fungsi dari hosting sebagai tempat penyimpanan data base file website yang akan Anda bangun, sehingga Anda harus teliti dalam memilih hosting yang akan digunakan agar website dapat dibuka dengan baik dan proses loadingnya cepat.

Saat membeli paket hosting, penyedia layanan hosting akan mengirimkan beberapa data yang terkait, diantaranya data user name dan password cPanel hosting, domain name system, dan lainnya.

Terdapat dua jenis hosting yang dapat digunakan, yaitu Shared hosting dan Dedicated hosting. Shared hosting merupakan server yang didalamnya terdapat beberapa akun hosting website yang menggunakan layanan server tersebut secara bersama-sama.

Biaya yang diperlukan shared hosting cukup murah, namun privasi dan performa website didalam shared hosting kurang baik jika trafik cukup besar.

Sedangkan, Dedicated hosting merupakan server yang digunakan oleh satu klien. Keuntungannya, privasi klien akan terjaga, sebab tidak digunakan pihak lain dan performa website lebih baik dibandingkan dengan shared hosting.

Menginstal WordPress di Hosting

Setelah memiliki nama domain dan hosting, langkah berikutnya dalam Self Hosted WordPress adalah install WordPress di hosting. Hal pertama yang harus dilakukan adalah login ke akun cPanel.

  • Jika berhasil login, selanjutnya klik ikon menu Softaculous Apps Installer yang terletak di bagian
  • Anda akan melihat beberapa logo pada Top Script, maka pilih logo WordPress. Anda akan ditampilkan overview dan penjelasan dari WordPress, maka klik Install Now.
  • Pada halaman berikutnya, isi rincian instalasi WordPress. Pilih domain yang ingin diinstall WordPress pada Choose Domain.
  • Di bagian In Directory, Anda dapat menentukan folder root untuk instalasi WordPress. Secara default, opsi tersebut kosong sehingga memungkinkan penginstalan WordPress dilakukan di yourdomain.com. Sementara, jika ingin menginstal di subfolder, seperti yourdomain.com atau blog maka ketik blog di opsi tersebut.
  • Pada bagian Database Name, dapat diabaikan secara default atau diubah sesuai dengan keinginan Anda. Pada opsi Table Prefix pun dapat diabaikan secara default wp_. Namun, untuk keamanan lebih baik diubah. Bagian Site Setting diisi sesuai dengan kebutuhan blog yang dapat diubah kapanpun jika diperlukan pada pengaturan dasar WordPress.
  • Selanjutnya, buat username dan password pada Admin Account yang digunakan untuk keperluan login ke blog WordPress.
  • Setelah serangkaian proses tersebut selesai, maka klik opsi Install dan tunggu hingga muncul notifikasi yang berisi alamat situs serta alamat untuk login ke admin blog Anda.
  • Selain itu, Anda dapat mengakses URL blog dan melihat WordPress dan mengakses bagian admin blog WordPress dengan cara menambahkan wp-admin setelah URL pada browser yang Anda gunakan.

Pengaturan Dasar Self Hosted WordPress

Dalam Self Hosted WordPress, Anda perlu mengetahui beberapa pengaturan standar yang harus dikonfigurasi agar sesuai dengan kebutuhan blog Anda, diantaranya General Settings, Writing, Reading, Discussion, Media, dan Permalinks.

Pada General Setting, Anda masuk ke menu Settings dan pilih opsi General. Pada halaman ini ubah Site Title dan Tagline sesuai dengan blog Anda. Pada bagian Site Language ubah menjadi pilihan bahasa yang sesuai dan pengaturan Time Zone sesuaikan dengan wilayah Anda atau target pengunjung, sebab akan mempengaruhi waktu saat Anda mempublikasikan postingan.

Bagian Date Format dan Time Format, maka sesuaikan dengan target pengaturan waktu wilayah pengunjung atau abaikan secara default, sebab hal ini mengacu pada waktu internasional.

Bagian Writing, Anda dapat masuk ke menu Settings dan pilih opsi Writing. Pada halaman pengaturan ini biarkan secara default, kecuali bagian kolom Update Services. Jika ingin memasukkan beberapa alamat ping service, maka disediakan kolom daftar.

Ping Service nantinya akan digunakan untuk memberikan pemberitahuan kepada Anda jika blog menerbitkan artikel baru maupun melakukan update artikel ke beberapa URL yang Anda masukkan seperti mesin pencarian Google.

Bagian pengaturan Reading, Anda dapat masuk ke menu Settings dan pilih opsi Reading. Pada halaman ini, Anda perlu memilih apa yang ingin ditampilkan pada halaman depan blog.

Jika WordPress berupa blog, maka pilih Your Latest Post yang akan menampilkan postingan terbaru. Sedangkan pilihan Static Page untuk menampilkan halaman depan situs dari halaman yang bersifat statis yang biasa digunakan untuk website toko online, company profile maupun portfolio.

Di bagian bawah, Anda dapat memasukkan angka berapa untuk jumlah postingan yang ingin ditampilkan pada halaman depan blog WordPress dan terdapat pilihan tulisan ingin ditampilkan secara penuh atau potongan.

Pada pengaturan Discussion, Anda masuk ke menu Settings dan pilih opsi Discussion. Halaman pengaturan ini memiliki beberapa pilihan yang berfungsi untuk mengelola komentar pada blog WordPress, seperti mengaktifkan pingback dan trackback, memberikan izin kepada pengguna untuk berkomentar, dan Avatar.

Bagian menu Media, Anda dapat masuk ke menu Setting dan pilih opsi Media. Pada pengaturan ini, Anda dapat mengatur beberapa ukuran gambar yang diunggah di WordPress yang terbagi menjadi tiga, yaitu gambar thumbnail, medium, dan large.

Sementara pengaturan permalinks, Anda dapat masuk melalui menu Settings dan pilih opsi Permalinks. Pada halaman Permalinks, Anda perlu memilih struktur URL yang bagus sebab secara default URL WordPress tidak ramah terhadap mesin pencarian sehingga sulit untuk diingat.

Perubahan tersebut sangat penting guna meningkatkan SEO blog Anda, sehingga pastikan mengganti dengan struktur URL yang tepat. Sangat disarankan memilih Post Name, alasannya struktur URL ini pendek dan mudah dibaca serta mudah diingat. Namun, jika situs WordPress dengan konten berita maka pilih Day and Name.

Sponsor Link

Memilih Tema Self Hosted WordPress

Cara membuat Self Hosted WordPress selanjutnya adalah memilih tema WordPress yang membuat tampilan WordPress lebih beragam dengan fitur tema yang Anda pilih dan membuat tampilan WordPress sesuai keinginan Anda.

Dalam membuat tema, tentu membutuhkan pengetahuan coding yang tidak mudah. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan tema WordPress yang sudah disediakan secara gratis pada direktori WordPress.org atau membeli tema premium yang dapat Anda beli melalui developer, seperti Codecanyon, Elegantthemes, maupun di MyThemeshop.

Beberapa hal penting harus diperhatikan dalam pemilihan tema, seperti memastikan tema WordPress responsif. Anda juga harus mencari tema yang memiliki layout sesuai kebutuhan blog Anda, seperti dua kolom atau tiga kolom dengan desain yang bersih dan minimalis.

Dalam pemilihan tema WordPress harus mendukung pada keseluruhan browser dan berjalan baik di semua plugin WordPress. Selain itu, pastikan tema WordPress mendapatkan update dan memiliki rating bagus serta banyak diunduh oleh pengguna lain.

Jika Anda sudah mendapatkan tema WordPress yang diinginkan, maka masuk ke dashboard dan masuk ke menu Appearance. Pilih opsi Themes dan klik Add New pada bagian atas. Ketik nama tema WordPress pada kolom pencarian dan klik opsi Install. Jika tema sudah diinstall, maka klik opsi Activated.

Memilih Plugin WordPress

Untuk meningkatkan kemampuan Self Hosted WordPress maupun menambah fitur serta blog WordPress memiliki performa secara maksimal, maka diperlukan beberapa plugin untuk dipasang di blog WordPress. Sama halnya dengan tema WordPress, Plugin pun tersedia secara gratis pada direktori WordPress.org.

Beberapa Plugin yang perlu Anda install, seperti Jetpack yang merupakan plugin WordPress paket lengkap dengan fitur kontak form, share media sosial, dan lainnya. Plugin SEO by Yoast sebagai plugin untuk pengaturan SEO yang akan membantu meningkatkan SEO WordPress.

Plugin WP Super Cache sebagai penyimpanan cache WordPress yang berdampak pada peningkatan kecepatan WordPress saat dimuat. Plugin iThemes Security untuk meningkatkan keamanan WordPress dengan fitur lengkap yang mampu mengamankan WordPress dari berbagai kemungkinan ancaman hacker. Selain itu, terdapat fitur backup dan mengganti URL login.

Untuk menginstall plugin, caranya cukup mudah. Anda masuk ke menu Plugin dan pilih opsi Add New. Ketik nama plugin pada kolom pencarian dan klik opsi Install Now. Jika proses instalasi plugin berhasil, maka klik opsi Activated.

Membuat Postingan di WordPress

Langkah selanjutnya dalam Self Hosted WordPress adalah membuat postingan pertama pada WordPress. Bagian ini perlu Anda pahami, sebab akan sering digunakan sebagai blogger.

Caranya cukup mudah, masuk ke menu Post dan pilih opsi Add New. Pada bagian ini, Anda akan ditampilkan halaman dengan editor WordPress yang berisi Title, Editor, Add Media, Publish, Categories, Tags, Featured Image, dan SEO Yoast.

Title merupakan kolom atau tempat dimana Anda untuk menulis judul artikel. Pastikan dalam membuat judul artikel harus menarik dan sesuai dengan isi pembahasan. Selain itu, pastikan membuat judul yang berisi kata kunci.

Editor adalah kolom atau tempat untuk Anda menulis artikel. Pastikan membuat artikel yang menarik, seperti menyisipkan gambar dan membuat kerangka tulisan yang mudah dan nyaman dibaca oleh pengunjung blog WordPress.

Usahakan artikel yang dibuat memuat 600 atau 800 kata agar mudah dicari pada mesin pencarian. Pada bagian ikon editor yang terletak diatas, dapat Anda gunakan untuk mengatur tulisan maupun untuk menyisipkan link.

Add Media dalam Self Hosted WordPress merupakan tombol untuk memasukkan gambar pada postingan. Pastikan selalu menyisipkan gambar pada postingan untuk menunjang tulisan sehingga pengunjung tidak hanya melihat teks.

Publish merupakan bagian yang berhubungan dengan publikasi postingan. Pada bagian ini, Anda dapat mengatur penjadwalan post, menyimpan postingan sebagai draft, untuk melihat preview tulisan sebelum dipublikasi, dan membuat postingan menjadi publish atau mode privat.

Pada bagian Categories, Anda dapat membuat kategori postingan. Hal ini berfungsi untuk mengelompokkan artikel sesuai dengan kategori masing-masing.

Pada bagian tags, Anda dapat mengetik beberapa tags yang sesuai dengan postingan. Sementara, Featured Images merupakan link mengambil gambar yang ingin dijadikan sebagai gambar utama sebelum artikel dibuka secara keseluruhan.

Seo Yoast merupakan pengaturan SEO yang berada di bagian bawah editor WordPress. Seo Yoast akan muncul saat Anda menggunakan plugin SEO Yoast. Dalam bagian ini, Anda dapat memasukkan judul dan deskripsi.

Hal tersebut akan ditampilkan pada mesin pencarian dan pastikan untuk membuat title serta deskripsi yang menarik dan berisi kata kunci. Jika artikel Anda sudah dipastikan benar, maka dapat dipublikasikan dengan cara klik opsi Publish.

Sponsor Link

Kustomisasi Blog WordPress

Apabila sudah berhasil instalasi dan mengaktifkan tema Self Hosted WordPress, namun tampilan blog WordPress masih belum sesuai dengan tema versi demo dan masih terlihat biasa, maka Anda dapat masuk ke bagian Appearance dan pilih opsi Customize.

Pada bagian ini, Anda dapat melakukan penyesuaian berupa menambahkan widget untuk sidebar blog, menambahkan background, menambahkan logo, menambahkan menu dan lainnya.

Untuk mencoba bagian ini, Anda dapat melihat setiap perubahan yang dapat dilakukan pada kolom yang terletak di sebelah kanan. Pada bagian ini Anda akan melihat tampilan blog secara live preview.

Dalam setiap tema memiliki fitur kustomisasi yang berbeda, mulai dari yang sederhana hingga sangat kompleks. Hal tersebut sesuai dengan fitur tema yang ditawarkan. Jika kustomisasi sudah sesuai, maka langkah selanjutnya pilih opsi Save agar konfigurasi yang sudah Anda lakukan tersimpan.

Beberapa Manfaat Memiliki Blog

Itulah beberapa cara Self Hosted WordPress dengan sederhana dan mudah. Perlu diketahui, memiliki blog tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menulis cerita pribadi, membagikan pengalaman maupun membagikan cerita dari hobi yang Anda gemari.

Namun, Blog dapat meningkatkan kemampuan dalam hal menulis, menguasai teknik SEO, menguasai teknik CMS WordPress, hingga menguasai teknik marketing yang dapat menjadi wadah untuk memulai bisnis yang menjanjikan dan menghasilkan pendapatan yang cukup besar.

Beberapa manfaat memiliki blog diantaranya Anda dapat menyediakan slot iklan yang disewakan atau mengikuti program iklan CPC, seperti Google AdSense.

Anda juga dapat menjual berbagai produk digital berupa ebook, tema, plugin,software, dan lainnya maupun menjual produk fisik seperti aksesoris pakaian hingga sepatu dengan memanfaatkan blog WordPress sebagai toko online.

Selain melakukan hal tersebut, Anda juga bisa menjadi affiliate marketing dengan cara mempromosikan produk atau layanan jasa orang lain melalui blog WordPress, sehingga Anda akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut, seperti Amazon, afiliasi hosting, afiliasi tema maupun plugin.

Anda juga dapat menawarkan berbagai macam jasa Anda melalui blog, seperti jasa konsultasi, jasa pembuatan blog, jasa penulisan, jasa SEO, atau review dari produk-produk tertentu. Semoga informasi pada artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda. Terima kasih atas kunjungannya.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan Website? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website, kami juga memiliki kemampuan dalam mengelola website dan meningkatkan strategi SEO serta konten pemasaran sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan setiap permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol