Domain Adalah ? Layanan, Cara Beli & Contohnya

 

Kehidupan di dunia digital yang telah serba mudah kerap membuat kita lupa akan segala inovasi yang kita anggap keharusan untuk saat ini. Kali ini, coba bayangkan internet tanpa nama domain. Ketika Anda perlu untuk memeriksa email Anda, berencana ingin memperbarui status media sosial Anda, atau melakukan aktivitas rutin apa pun di internet, alih-alih mengetik alamat web situs di browser Anda, Anda harus mengetikkan banyak angka, seperti 74.125.224.181 untuk dapat mengakses Gmail atau 69.171.234.21 untuk dapat membuka laman Facebook.

Bayangkan keharusan untuk melakukan hal ini setiap kali Anda online. Hal ini dikiaskan seperti keharusan untuk menekan nomor telepon untuk setiap situs web yang Anda kunjungi!

Untungnya, Anda tidak perlu lagi menghafal daftar nomor tersebut karena kehadiran Domain Name System (DNS) telah membuat proses berselancar di Internet menjadi jauh lebih mudah.

Domain Adalah ?

Nama domain pada dasarnya setara dengan alamat fisik situs web Anda. Dengan cara yang sama seperti navigasi satelit membutuhkan alamat jalan atau kode pos untuk memberikan arahan, browser web membutuhkan nama domain untuk mengarahkan Anda ke situs web yang Anda tuju. Nama domain berbentuk dua elemen utama. Misalnya, nama domain Google.com terdiri dari nama situs web (Google) dan ekstensi nama domain (.com). Saat seseorang membeli nama domain, mereka dapat menentukan server mana yang akan ditunjuk oleh nama domain tersebut.

Setiap situs web yang Anda kunjungi secara efektif terdiri dari dua elemen utama: nama domain dan server web. Server web adalah mesin dalam bentuk fisik yang menyimpan file dan basis data dari situs web Anda dan mengirimkannya kepada orang-orang di internet ketika mereka mengunjungi situs Anda dari gadget atau laptop mereka. Singkatnya, nama domain adalah apa yang diketik orang untuk mengakses situs Anda, dan ia akan menunjuk browser web ke server yang menyimpan sumber daya tersebut.

Cara Kerja Domain Adalah ?

Nama domain berfungsi dengan bertindak sebagai jalan pintas ke server yang meng-host situs web Anda. Tanpa nama domain, siapa pun yang ingin mengunjungi situs web Anda harus memasukkan alamat IP yang lengkap. Tetapi masalahnya adalah bahwa alamat IP ini akan sulit untuk dihafal dan pastinya akan sulit untuk dipromosikan.

Dalam kasus yang paling mudah misalnya, google.com adalah nama domain dan akan mengarahkan kita ke alamat IP 74.125.224.72. Alamat IP ini akan menunjuk ke server, tetapi arahan ini tidak akan membuka situs web jika ada pengunjung yang mencoba untuk menggunakannya. Itu karena server harus menggunakan port 80 dengan halaman default yang disimpan dalam direktori aplikasi webnya agar alamat IP ini dapat membuka situs web tersebut.

Domain juga dapat menggunakan arahan ulang atau redirect, yang pada dasarnya memungkinkan Anda untuk menentukan bahwa jika orang mengunjungi domain Anda, mereka akan diteruskan secara otomatis ke situs web yang lain. Fungsi ini sangat berguna untuk kemudahan marketing dan microsites atau untuk meneruskan pengunjung ke halaman pendaratan khusus di situs utama Anda. Fungsi arahan ulang ini juga bisa berguna untuk menghindari masalah seputar ejaan. Misalnya, jika Anda mengunjungi www.google.com, Anda akan diteruskan ke www.google.com.

Sponsor Link

Sejarah Domain

Cikal bakal dari internet, the Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET), didirikan pada tahun 1966. Kantor agensi jaringan ini dibangun untuk menghubungkan pusat-pusat penelitian di seluruh Amerika Serikat untuk berbagi informasi dengan lebih cepat. Namun jaringan ini memerlukan skema identifikasi dalam mengakses berbagai sistem dengan baik. Pada awalnya jaringan ini hanya terdiri dari beberapa sistem komputer yang terkait dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan beberapa institusi yang dianggap penting untuk riset ini.

Dengan bertambahnya jumlah koneksi, diperlukan sistem yang lebih efektif untuk mengatur dan memelihara jalur domain di seluruh jaringan. Pada akhir tahun 1960-an, komputer di Stanford dan UCLA telah terhubung untuk pertama kalinya berkat ARPANET. Sebagai catatan, ARPANET ini dijalankan dengan sistem packet switching dan dianggap sebagai jaringan pertama yang berhasil melakukannya. Setelah dua universitas ini berhasil terhubung, universitas lain ikut bergabung dalam jaringan ini.

Pada tahun 1972, Badan Sistem Informasi Pertahanan AS menciptakan Internet Assigned Numbers Authority (IANA). IANA bertanggung jawab untuk menetapkan ‘alamat’ unik untuk setiap komputer yang terhubung ke Internet. Pada tahun 1973, Protokol internet atau sistem pengalamatan IP menjadi standar dimana semua komputer berbasis jaringan dapat ditemukan.

Seiring dengan berlalunya waktu, jumlah pusat riset yang terhubung melewati ambang batas kemampuan identifikasi dari ARPANET. Pada akhir era 1980-an, ada 320 komputer yang terhubung bersama dalam jaringan ini. Perkembangan ARPANET tampak menjanjikan kecuali satu hambatan besar: kurangnya skalabilitas.

ARPANET menggunakan direktori besar situs web dan alamat IP yang identikal. Tetapi karena semakin banyak komputer mengakses ARPANET, maka semakin sulit bagi pekerja yang bertanggung jawab untuk memeliharanya, sementara alamat IP numerik akan semakin kompleks untuk dapat diingat oleh para pengguna. Struktur yang dapat menyederhanakan proses untuk kedua belah pihak perlu dikembangkan. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengembangkannya?

Kelahiran DNS

Jumlah pengguna yang jauh lebih besar yang berjejaring satu sama lain menciptakan kebutuhan untuk sistem yang lebih sederhana dan mudah diingat ketimbang sistem IP yang rumit dan sering membingungkan dari deretan angka yang panjang. Kebutuhan ini dijawab oleh para peneliti dan teknisi di University of Wisconsin yang mengembangkan server name pertama pada tahun 1984.
Namun solusi sebenarnya datang dari Paul Mockapetris. Sebelum bekerja di ARPANET, Mockapetris mengatakan bahwa ia sudah mengembangkan ide tentang sistem filing yang efisien untuk komputer. Dengan bantuan Jon Postel dan Zaw-Sing Su, ia mengusulkan nomenklatur baru untuk situs web pada tahun 1983. Mockapetris menyarankan agar nama host harus mencakup 2 hal berikut.

  • Nama – misalnya, “Google”
  • Kategori/Tujuan – misalnya, “.com – untuk tujuan commercial

Selang beberapa tahun kemudian kategori untuk Domain Top Level dibuat. Diantaranya ekstensi yang dikenal hingga saat ini seperti .com, .edu, .net, .org, .int, .gov, dan .mil.

DNS ini sebenarnya lebih dari sekadar skema penamaan. Singkatnya, DNS juga akan menerjemahkan nama situs web menjadi alamat komputer (alamat IP) dan mencari halaman web yang cocok di Internet untuk Anda. Dengan cara ini, Anda hanya perlu mengingat teks ketimbang kombinasi angka. Jadi misalnya, untuk membuka Google, Anda cukup mengetik google.com di bilah alamat browser Anda alih-alih alamat IP yang ditetapkan ke domain Google.com, 74.125.224.72. Dan jika Google memang nantinya mengubah alamat IP mereka, Anda tidak perlu khawatir. Server DNS akan mencatat alamat baru dan masih akan mengarahkan Anda kembali ke beranda Google.

Pemegang Otoritas Domain Internasional

Hak untuk menggunakan domain didelegasikan oleh pendaftar nama domain, yang diakreditasi oleh Internet Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), organisasi ini bertugas mengawasi sistem penamaan dan nomor di Internet. Selain ICANN, setiap domain tingkat atas (TLD) dikelola dan dilayani secara teknis oleh organisasi administratif yang mengoperasikan Registry. Registry ini bertanggung jawab untuk memelihara database nama yang terdaftar dalam TLD yang dikelolanya. Registry menerima informasi pendaftaran dari setiap pendaftar domain yang diotorisasi untuk menetapkan nama dalam TLD yang sesuai dan menerbitkan informasi menggunakan layanan khusus yang disebut protokol WHOIS.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia

PANDI adalah organisasi nirlaba yang dibentuk pada tanggal 29 Desember 2006 oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama dengan komunitas internet Indonesia. PANDI dibentuk untuk mengelola nama domain .ID secara profesional, akuntabel, dan transparan sesuai dengan peraturan berbasis perundang-undangan Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Juni 2007, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia secara resmi memberikan administrasi domain .id kepada PANDI. Pendelegasian tugas ini ditulis dalam Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Domain .id No. BA-343 / DJAT / MKOMINFO / 6/2007 dari Direktorat Jenderal Aptel.

Kemudian pada tahun 2014, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia yang mewakili pemerintah Indonesia menetapkan PANDI sebagai Registry Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia yang juga akan mengelola domain-domain tingkat kedua diantaranya.

  • co.id
  • ac.id
  • or.id
  • go.id
  • my.id
  • web.id
  • biz.id
  • net.id
  • mil.id
  • sch.id
  • desa.id
  • ponpes.id
Sponsor Link

Pengelolaan dan Dasar Hukum Kepemilikan Domain

Pendaftar biasanya akan dibebankan biaya tahunan untuk layanan pendelegasian domain kepada pengguna dan menyediakan beberapa pilihan nama domain standar. Seringkali, transaksi ini disebut penjualan atau penyewaan nama domain, dan pendaftar kadang-kadang dapat disebut “pemilik”, tetapi tidak ada hubungan hukum yang sebenarnya terkait dengan transaksi ini. Antara penyewa dan badan Registry hanya ada hak eksklusif untuk menggunakan nama domain. Lebih tepatnya, pengguna yang berwenang dikenal sebagai “pendaftar” atau “pemegang domain”.

ICANN akan menerbitkan daftar lengkap pendaftar TLD dan pendaftar nama domain. Informasi pendaftar yang terkait dengan nama domain disimpan dalam database online yang dapat diakses dengan protokol WHOIS.

Persyaratan untuk Mendaftarkan Domain Adalah ?

Dalam proses mendaftarkan nama domain dan mempertahankan otoritas atas ruang nama baru yang dibuat, pendaftar diharuskan untuk memberikan beberapa informasi yang terhubung dengan domain diantaranya berikut ini.

Informasi Kontak

Pendaftar biasanya menunjuk kontak informasi administratif untuk mengelola nama domain. Kontak administratif ini biasanya memiliki tingkat kontrol tertinggi terhadap suatu domain.

Fungsi manajemen yang didelegasikan kepada kontak administratif dapat mencakup manajemen semua informasi bisnis, seperti nama, alamat, kode pos, dan informasi kontak dari pendaftar resmi domain dan kewajiban untuk menyesuaikan dengan persyaratan Registry Domain untuk mempertahankan hak untuk menggunakan nama domain tersebut.

Selain yang bersifat administratif, informasi kontak dalam ranah teknikal juga diperlukan untuk mengelola server nama dari nama domain. Fungsi kontak informasi teknis ini termasuk untuk memastikan kesesuaian konfigurasi nama domain dengan persyaratan Registry Domain, memelihara catatan zona domain, dan menyediakan fungsionalitas berkelanjutan dari nama server yang mengarah pada aksesibilitas nama domain. Dan informasi kontak terakhir pastinya adalah kontak informasi penagihan dimana pihak yang bertanggung jawab untuk menerima faktur tagihan dari pendaftar nama domain harus membayar biaya yang dibebankan.

Alamat Server

Kebanyakan pendaftar dapat menyediakan dua atau lebih alamat server sebagai bagian dari layanan pendaftaran. Namun, pendaftar dapat menentukan alamat server otoritatif mereka sendiri untuk meng-host catatan sumber daya domain. Kebijakan Registrar ini akan mengatur jumlah server dan jenis informasi server yang diperlukan. Beberapa penyedia bahkan memerlukan alamat host dan alamat IP yang sesuai atau hanya alamat host yang akan diarahkan ke domain baru.

Di Indonesia, PANDI sebagai Pengelola Nama Domain Internet Indonesia mengharuskan penggunanya untuk memberikan informasi yang akan tergantung pada domain yang dipilih. Namun persyaratan umumnya adalah sebagai berikut.

  1. Kesesuaian antara nama domain dengan kriteria penamaan.
  2. Semua nama domain yang didaftarkan harus menghormati HaKI, IPR, Hak Paten/Merk.
  3. Masa berlaku domain adalah antara satu hingga sepuluh tahun sejak tanggal domain didaftarkan.

Masih banyak aturan lainnya yang akan membutuhkan perlakuan yang berbeda dari kebutuhan akta notaris, klarifikasi surat pernyataan usaha hingga SK pendirian lembaga. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat membaca syarat pendaftaran PANDI di laman resminya.

Persyaratan Teknis untuk Mendaptarkan Domain Adalah ?

Domain ini sendiri terdiri dari satu atau lebih label, yang masing-masing dibentuk dari himpunan huruf ASCII, digit, dan tanda hubung (a-z, A-Z, 0-9, -), tetapi domain tidak boleh dimulai atau diakhiri dengan tanda hubung. Domain juga tidak akan peka terhadap huruf besar dan huruf kecil. Dalam representasi tekstual dari nama domain, label dipisahkan dengan titik.

Sponsor Link

Pemegang Kontrol Domain Adalah ?

Dalam ranah kontrol DNS, VeriSign, Inc. adalah pemain utama yang memegang registri otoritatif untuk .com dan .net, di antara banyak TLD lainnya. Internet saat ini memiliki 13 server root yang pada dasarnya mendukung semua komunikasi Internet. Ada 12 perusahaan yang mengoperasikan server ini dan VeriSign adalah satu-satunya yang menjalankan dua dari server ini. Akuisisi Network Solutions oleh VeriSign pada tahun 2000 membuka babak baru karena Network Solutions memiliki sejarah panjang dalam mengoperasikan Registry nama domain sejak konsepsi awal sistem ini.

Untuk menempatkan jangkauan VeriSign ke dalam perspektif modern, perusahaan ini memiliki lebih dari 34 juta pengguna .com yang terdaftar, tidak termasuk TLD lainnya hanya pada tahun 2003 lalu saat perusahaan-perusahaan lainnya hanya memiliki 30% dari total domain yang dipegang oleh Verisign.

Dengan rata-rata 152 miliar pencarian DNS yang dilakukan setiap harinya, maka akan sangat penting bagi layanan Internet Verisign untuk beroperasi sepanjang waktu. Untuk mewujudkan hal ini, Verisign telah merancang layanan canggih dari bawah ke atas untuk mengatasi berbagai permintaan kompleks, volume tinggi dalam penanganan real time. Hal ini termasuk beragam perangkat keras, sistem operasi, middleware dan aplikasi khusus, penyedia daya dan keragaman penyedia jaringan, serta sejumlah perlindungan lainnya.

Cara Mendaftarkan Nama Domain Adalah ?

Penyedia nama domain yang berbeda akan menggunakan sistem yang berbeda dan sementara penjelasan ini akan mencakup seperti apa prosesnya, mungkin dalam realitanya akan ada sedikit perbedaan tergantung pada regulasi penyedia nama domain tersebut.

Anda biasanya akan memulai dengan menjalankan pencarian nama domain. Sebagian besar penyedia nama domain akan memungkinkan Anda untuk mengetikkan nama domain yang Anda inginkan dan melihat apakah mereka tersedia. Kerap kali penyedia jasa pendaftaran nama domain ini juga menyediakan banyak pilihan untuk nama domain potensial lainnya, yang dapat berguna ketika domain yang Anda cari telah diambil. Setelah memilih nama domain yang Anda inginkan, Anda hanya perlu menyelesaikan proses checkout dan membayar biaya untuk nama domain baru Anda.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan Website? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website, kami juga memiliki kemampuan dalam mengelola website dan meningkatkan strategi SEO serta konten pemasaran sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan setiap permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link
Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry