Belajar Program Arduino Dari Dasar Untuk Pemula (Lengkap)

 

Salah satu hal bermanfaat untuk mengisi waktu senggang adalah belajar, tentu saja banyak tipe belajar yang bisa dilakukan, dari yang serius hingga menyenangkan. Nah jika Anda ingin mahir dan mengetahui seluk beluk pemrograman, tak ada salahnya untuk mulai belajar program Arduino.

Banyak hal-hal dasar yang bisa dipelajari dari program satu ini. Dengan memahami program Arduino, Anda berkesempatan untuk bisa mengolah data-data sensor dengan lebih mudah, juga melakukan kendali pada perangkat yang bergerak seperti servo, motor, atau perangkat lainnya.

Saat ini popularitas Arduino masih saja mendominasi perbincangan di seluruh dunia, meski program-program lain yang lebih mutakhir kian berdatangan. Hal ini ditengarai karena mudahnya Arduino untuk dipelajari dibanding program lain sejenisnya.

Tak heran jika banyak pemula yang ingin belajar mengenai konsep dan materi robotika serta elektronika memulai langkahnya dengan mempelajari program nan simpel ini.

Namun, tak berarti mereka yang telah mahir dan expert dalam bidang ini meninggalkan Arduino, malah sebaliknya, banyak hobbyist ataupun profesional yang senang mengembangkan aplikasi elektronik lewat Arduino.

Berbeda dengan program lain, Arduino memang memakai bahasa serupa bahasa C dalam versi yang lebih sederhana. Ditambah, pengguna dapat menilik bantuan daftar pustaka Arduino yang tersedia ketika bingung mengenai bahasa pemrograman tersebut.

Sebelum belajar program Arduino untuk pemula dan mengenal fungsi-fungsi di dalamnya serta beberapa variabel yang mudah dipahami, mari kita mengenalnya terlebih dahulu dari awal.

Apa itu Arduino ?

Pada dasarnya Arduino adalah sebentuk papan elektronik single board turunan Wiring platform yang mempunyai basis sistem terbuka (open source) baik dengan perangkat keras maupun lunak.

Hardware Arduino ini memiliki prosesor Atmel AVR, sementara softwarenya telah memiliki bahasa pemrograman tersendiri. Papan elektronik ini sengaja dirancang secara khusus untuk melakukan berbagai kegiatan komputasi agar dapat berinteraksi lebih dekat dengan dunia nyata dibandingkan kemampuan komputer biasa.

Ini sangatlah berguna agar memudahkan pekerjaan orang-orang yang tertarik untuk menciptakan objek ataupun mengembangkan perangkat elektronik yang diharapkan dapat berinteraksi dengan berbagai jenis sensor.

Singkatnya, Arduino ini merupakan sebentuk sirkuit elektronik open source dengan skema bebas yang bisa dilihat ataupun di replika oleh siapa saja. Karena hal inilah, banyak nama-nama baru bermunculan dari pengembangan Arduino asli. Contohnya Arduino Uno, Arduino Mega, Arduino Nano, Arduino Mini, Arduino Yun, dan tentu saja masih banyak nama lainnya yang beredar di pasaran.

Dari sekian jenis Arduino yang ada, Arduino Uno-lah yang merupakan versi paling dasar dan cocok digunakan untuk pemula untuk mempelajari program Arduino. Nah, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai program ini, sebaiknya Anda terlebih dahulu menginstalnya. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengakses berbagai fitur dan fungsi yang ada di dalamnya.

Sponsor Link

Fungsi Apa Saja yang Terdapat pada Arduino?

Setelah berhasil menginstall software Arduino ke dalam perangkat Anda, kini Anda pun bebas menjelajahi berbagai fiturnya. Di dalam Arduino sendiri terdapat beberapa fungsi yang tersedia untuk berbagai kebutuhan. Anda perlu mengetahui dan memahami berbagai fungsi ini agar proses belajar program Arduino yang tengah Anda lakoni lebih mudah dimengerti.

Yang dimaksud dengan fungsi di sini adalah sebuah blok statement yang dibuat untuk melaksanakan tugas tertentu. Uniknya, fungsi ini bisa diaplikasikan di lebih dari 1 kali di dalam program yang tengah dikerjakan. Perhatikan list fungsi yang tertera di bawah ini.

Void setup( )

Fungsi ini memungkinkan Anda untuk membaca semua kode program yang ada di dalamnya melalui Arduino. Biasanya fungsi ini berisikan beberapa kode perintah yang akan menentukan fungsi sebuah pin.

Void loop( )

Merupakan fungsi untuk membaca kembali melalui Arduino secara terus menerus dan berulang pada kode program yang tadinya telah diproses oleh void setup. Proses pembacaan ini akan terus berulang hingga Arduino di reset ataupun dimatikan. Void loop ini berisikan kode perintah untuk ditujukan pada pin input dan output yang ada pada Arduino.

pinMode( )

Adalah sebuah jenis fungsi yang memiliki fungsi untuk mengkonfigurasi secara spesifik apa saja fungsi dari sebuah pin, serta kegunaannya. Entah pin tersebut berguna untuk media input atau sebagai media output. Contoh penggunaan fungsi pinMode ini dapat dilihat seperti contoh berikut

pinMode(0, INPUT); // hal ini mengindikasikan konfigurasi pin 0 Arduino sebagai pin input.

pinMode(13, OUTPUT); // berarti pin 13 berfungsi sebagai pin output.

digitalRead( )

Adalah fungsi yang bisa digunakan sebagai media untuk membaca nilai digital yang tampil dalam wujud lebih spesifik dan mengklasifikasikannya ke dalam kategori HIGH dan LOW. Penggunaan fungsi digitalRead ini bisa dilihat dari contoh berikut :

digitalRead(0); // mengindikasikan nilai digital dari pin 0 Arduino.

digitalWrite( )

Fungsi ini sangat berguna dalam proses pembacaan nilai digital, di samping itu fungsi digitalWrite juga bisa dimanfaatkan untuk menulis ataupun memberikan nilai tiap pin digital yang ada secara detail dan spesifik. Dengan fungsi ini, nilai pin dapat dilihat dan dibaca secara lebih spesifik dibanding ketika menggunakan fungsi digitalRead. Contohnya :

digitalWrite(13, HIGH); // hal ini berarti fungsi ini memberikan nilai digital HIGH pada pin 13 Arduino.

digitalWrite(13, LOW); // artinya fungsi memberikan nilai digital berupa LOW pada pin 13 Arduino.

Delay()

Fungsi ini digunakan agar bisa memberikan tambahan waktu penundaan (dalam satuan milisecond) untuk mengerjakan baris program dari yang pertama ke baris program selanjutnya. Contoh penggunaan fungsi ini dapat dilihat sebagai berikut :

Delay(500); // hal ini mengindikasikan bahwa fungsi memberikan waktu penundaan sebanyak 500 milisecond atau sama dengan 0,5 detik untuk mengambil jeda sebelum memproses perintah baris program selanjutnya.

analogRead( )

Merupakan fungsi yang berguna untuk membaca nilai analog melalui pin analog yang ada. Tiap model Arduino pada dasarnya memiliki channel analog yang berbeda-beda.

Tengok saja pada papan Arduino Uno yang memiliki 6 channel analog, sementara Arduino Mini dan Nano masing-masing memiliki 8 channel analog, dan Arduino Mega memiliki 10 channel analog dengan resolusi 10 bit analog to digital converter.

Resolusi ini memungkinkan pemetaan tegangan antara 0 volt hingga mencapai 5 volt dalam nilai integer dari 0 hingga 1023. Contoh analogRead ini adalah sebagai berikut :

analogRead(A0); // artinya membaca nilai analog dari pin A0 Arduino.

Serial.print( )

Merupakan sejenis fungsi yang digunakan untuk menampilkan teks ataupun nilai pada sebuah sensor yang terdapat pada serial monitor. Contohnya :

Serial.print(“Hello Word”); // berfungsi untuk menampilkan frasa Hello World

Serial.print(nama sensor); // berfungsi untuk menampilkan nilai sensor yang telah dikenali.

Selain berbagai jenis fungsi yang telah dijabarkan di atas, masih terdapat beberapa jenis fungsi lain di dalam pemrograman Arduino. Fungsi tersebut meliputi fungsi syntax, variable, operator matematika, operator pembanding, digital, analog, dan fungsi struktur pengaturan (if.. else).

Sponsor Link

Apa Saja Bagian-Bagian Fisik Arduino ?

Belajar program Arduino tak lengkap rasanya jika hanya seputar software dan mengabaikan pengetahuan mengenai papan fisiknya. Karena pada dasarnya, Arduino tak hanya sebatas program yang tertulis, namun juga ada dalam bentuk fisik yang berbentuk papan.

Papan ini memang dirancang dengan tujuan memudahkan penggunanya, baik pemula maupun professional. Untuk dapat membangun prototipe elektronik yang berhubungan dengan sensor LED, LCD, Servo, Motor DC, maupun pengendali dalam bentuk lain yang menggunakan Arduino sebagai main controllernya.

Nah, bagian terpenting dalam proses belajar program Arduino adalah mengetahui tentang papan arduino itu sendiri. GPIO ini merupakan singkatan dari General Purpose Input Output. GPIO ini biasanya ada pada motherboard, Board Arduino, Raspberry Pi dan microcontroller jenis lainnya.

Biasanya GPIO ini tersusun rapi dan berbaris-baris dengan aturan tertentu dan digunakan sebagai bahan pemahaman pin-pin pada Arduino ataupun microcontroller lainnya. Pada kasus Arduino, GPIO ini biasanya disebut sebagai pin header.

Selain GPIO, bagian yang tak kalah penting dari sebuah papan Arduino adalah port. Dalam hal ini, port digunakan hanya untuk memberikan input voltage kepada Arduino dengan kisaran antara 7 hingga 12 volt. Voltase terbaik yang direkomendasikan berada pada angka 9 volt.

Port ini berfungsi sebagai supply utama guna menyalakan Arduino sesaat setelah USB Programming Port. Nantinya, ketika Arduino telah berhasil di program, port inilah yang akan digunakan untuk menyalakannya, artinya Anda tak akan memerlukan USB Programming Port lagi.

Ada pula voltage regulator pada komponen papan Arduino. Fungsinya adalah untuk mempertahankan atau mematikan voltase pada nilai tertentu tanpa adanya pengaruh input, beban, ataupun suhu.

Biasanya voltage regulator ini bekerja di angka 5 volt dan 3,3 volt. Selain itu, ada 16.000 MHz Crystal yang berfungsi untuk menghasilkan clock alias denyutan yang stabil.

Umumnya crystal ini terhubung dengan XTAL1 dan XTAL2 IC microcontroller.

Dalam proses menghubungkan Arduino dengan PC atau laptop melalui kabel USB type A-B, tentu saja dibutuhkan sebuah port untuk menjembataninya. Port inilah yang merupakan USB Programming port.

Kabel yang digunakan pada USB ini sama saja dengan kabel yang biasa digunakan untuk menghubungkan komputer ke printer.

Tak hanya itu, masih terdapat tombol Reset. Seperti namanya, tombol ini berfungsi untuk melakukan reset Arduino yang tengah berjalan. Namun Anda tak perlu risau, proses penekanan tombol ini tidak akan meninggalkan struktur kode program yang telah ditanamkan sebelumnya. Menekannya sama halnya dengan menyalakan ulang Arduino yang sedang berjalan, sebatas itu saja, tak kurang dan tak lebih.

Dalam papan Arduino terdapat sebuah chip sebagai otaknya. Chip yang dimaksud adalah chip microcontroller ATMega 16 dan difungsikan untuk menghandle ketika programming sedang dilakukan. Ada pula ICSP, yang merupakan kependekan dari In Circuit Serial Programming.

Biasanya, ini digunakan untuk memprogram microcontroller layaknya ATMega328P melalui ATMega16. Proses transfer data tersebut dilakukan melalui jalur SPI. Dan yang tak kalah penting adalah ATMega328P yang merupakan chip microcontroller utama pada sebuah Arduino, terutama Arduino Uno. Pada chip inilah semua hal tersimpan dan dieksekusi dengan programming.

Sponsor Link

Lalu, Bagaimana Cara Untuk Menggunakan Arduino ?

Sebelumnya telah dijelaskan pengertian dan fungsi yang terdapat di Arduino. Sebenarnya dalam proses belajar program Arduino ini, Anda haruslah memahami dua hal pokok.

Pertama, wiring alias pengkabelan merupakan proses dalam menyambungkan pin-pin yang ada pada Arduino ke komponen elektronik lainnya.

Kedua, coding merupakan bagian utama ketika melakukan setting kerja Arduino sebagai microcontroller dengan mengetikkan baris kode program.

Untuk itu, sebelum memasuki dunia Arduino lebih jauh, sebaiknya Anda terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar logika algoritma. Dengan demikian, Anda tak akan kebingungan dengan proses yang dipaparkan dalam artikel ini.

Nah, bagi Anda yang belum pernah mempelajari seluk beluk Arduino sama sekali, sebaiknya Anda membeli sebuah Arduino Uno, berikut kabel USBnya agar bisa terkoneksi ke komputer Anda. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa list komponen elektronik layaknya kabel jumper, LED, resistor ataupun komponen lainnya ke dalam daftar beli Anda.

Di sisi lain, pelajarilah Sketch dari yang termudah lebih dahulu. Dalam hal ini, biasanya sketch blink menjadi pilihan utama karena tingkat kesulitannya yang masih rendah.

Selanjutnya, pilihlah board yang sesuai dengan tipe milik Anda yang ada di Select Board or Port. Lalu, klik pada tombol verify.

Gunanya adalah untuk memeriksa apakah ada sketch yang salah atau tidak. Jika ada yang masih error, kembalilah untuk memperbaikinya terlebih dahulu. Lalu, klik tombol upload untuk mengunggah sketch yang tadi Anda ketikkan di papan Arduino. Tunggu beberapa saat dan perhatikan Arduino Anda. Cek dan pastikan semuanya sudah berjalan sesuai sketch yang tadi diketikkan.

Semua pembahasan mengenai belajar program Arduino telah dijelaskan secara lengkap. Anda tentu sudah paham dan merasa cukup mengenal Arduino ini bukan? Jika belum, Anda tak perlu gugup dan cemas. Coba baca lagi dengan seksama dan pahami sedikit demi sedikit panduan belajar program Arduino yang sudah kami rangkum ini.

Mempelajari sesuatu yang benar-benar asing memang membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan yang lain. Berikut ini ada tips yang bisa Anda praktekkan dalam belajar program Arduino untuk pemula. Tips tersebut terdiri dari tiga langkah mudah untuk dilakukan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Pertama, pelajari microcontroller yang ada pada papan Arduino. Mengingat banyaknya tipe microcontroller yang digunakan dalam Arduino, cobalah untuk mempelajari tipe ATMega328 yang umum digunakan. Jangan lupa pahami pula bagaimana cara dan sistem kerja microcontroller tersebut. Ini penting untuk diselesaikan sebelum Anda maju ke langkah selanjutnya.

Kedua, pelajari secara lebih mendalam mengenai papan Arduino. Seperti yang telah dipaparkan di atas, belajar program Arduino memang tidaklah sesulit yang dibayangkan, walau kenyataannya banyak yang gagal faham program ini, hanya saja memang diperlukan usaha ekstra dalam mempelajarinya, terutama bagi orang yang awam sekali soal Arduino dan pengkodingan. Anda juga harus memahami papan board, bagian serta fungsinya secara mendetail. Cobalah sesekali untuk mempelajari memori konfigurasi pin I/O dalam bentuk digital ataupun analog.

Ketiga, yang tak kalah penting, pelajari software Arduino hingga benar-benar paham. Dalam hal ini yang paling penting untuk dipahami adalah cara memprogram Arduino dalam bahasa pemrogramannya yang menyerupai bahasa C.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui cara mengunggah program. Akan sangat berguna jika Anda juga mempelajari bagian-bagian dari Arduino IDE (Integrated Development Environment) atau yang lebih umum disebut Sketch. Pada dasarnya aplikasi itulah yang akan memudahkan jalan Anda dalam belajar program Arduino.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai belajar program Arduino sekaligus pengertian dan fungsi yang ada di dalamnya. Semoga artikel ini bisa memberikan sedikit pencerahan atas keresahan Anda. Selamat mempelajari lebih jauh soal Arduino ini. Jangan takut mencoba. Semoga berhasil.

Apakah Anda memiliki masalah dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi? | PT APPKEY
Tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, kami juga memiliki kemampuan dalam memperbaiki bug maupun eror pada aplikasi yang sedang dikembangkan sehingga dapat membantu menyelesaikan permalasahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Sponsor Link

Tell Us What You Think
0Like0Love0Haha0Wow0Sad0Angry