Media Bisnis Online | by APPKEY

Teknologi Blockchain Perbedaan Strategi Trading Crypto Active VS Passive | Belajar...

Perbedaan Strategi Trading Crypto Active VS Passive | Belajar Crypto Pemula

-

Strategi trading Crypto bisa dibedakan menjadi dua yakni active trading dan passive trading. Tidak banyak yang tahu bahwa active trading dan passive trading Crypto sejatinya dua hal yang berbeda.

Lantas teknik trading Crypto manakah yang paling cocok untuk Anda? Pertanyaan tersebut sering hinggap di benak orang-orang yang baru belajar Crypto pemula. Mungkin Anda juga tengah mengalami masalah yang sama.

Tidak perlu khawatir!  Artikel belajar Crypto pemula kali ini kami persembahkan khusus untuk Anda yang masih galau memilih teknik trading terbaik. Yuk disimak bersama pembahasannya sampai tuntas!

Strategi Trading Crypto : Active Trading

trading

Terdapat dua jenis teknik trading Crypto yang populer dilakukan masyarakat, yakni active trading. Dalam bahasa Indonesia, taktik ini dikenal dengan nama “Trading Aktif”.

Trading aktif adalah aktivitas jual-beli Crypto yang sering dan dalam waktu singkat. Maksudnya, Anda sering melakukan jual-beli Crypto ketika kondisi grafik mendukung. Tidak perlu menunggu bertahun-tahun agar aset Crypto mendatangkan profit.

Trading aktif membutuhkan dedikasi dan upaya yang cukup besar. Pasalnya, Anda harus secara aktif mengelola investasi Anda. Seorang trader aktif selalu memantau pergerakan harga aset, mengatur portofolio dengan cermat, dan merencanakan strategi investasi terbaik agar untung.

Namun pastinya seluruh jerih payah tersebut membuahkan hasil sepadan berupa keuntungan besar yang bisa dipetik instan. Ada cukup banyak investor Crypto yang sukses jadi jutawan dalam semalam karena mampu mengelola asetnya dengan baik.

4 Jenis Active Trading Crypto

Active trading Crypto bisa dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa metode trading aktif yang sering digunakan orang-orang misalnya:

1. Trading Trend

Sesuai namanya, strategi trend trading dilakukan berdasarkan tren Crypto saat ini. Seperti yang Anda mungkin sudah ketahui, Crypto terdiri dari berbagai jenis. Pun setiap jenisnya mengalami kenaikan dan penurunan trend di masyarakat.

Jadi, trading trend dilakukan mengikuti arus perkembangan tren sebuah aset Crypto di kalangan para investor. Semakin ngetrend sebuah Crypto, maka harganya akan semakin mahal. Begitupun sebaliknya.

Untuk melakukan strategi ini, Anda perlu memanfaatkan trik analisis fundamental. Analisis dilakukan untuk memprediksi peristiwa atau trend di masa yang akan datang (bersifat jangka panjang).

2. Trading Harian

Trading harian adalah transaksi Crypto yang dilakukan dalam kurun waktu 24 jam (1 hari) bahkan bisa juga lebih cepat lagi. Semisal Anda membeli Crypto pagi ini, dan harganya naik pada malam hari. Saat itu juga Anda menjual kembali Crypto untuk mendapat keuntungan.

Teknik trading harian sangat diminati karena terbukti menguntungkan, tapi resikonya juga sangat tinggi. Ketika mencoba trading harian, Anda harus sanggup menganalisa kondisi pasar dan menemukan titik inefisiensinya agar mendapat untung.

3. Scalping

Berbeda dengan dua trik sebelumnya, Scalping trading berfokus pada “pencarian celah” harga Crypto. Trader Scalping mengandalkan untung kecil-kecilan yang bisa mereka raih lewat perubahan likuiditas aset di pasar, inefisiensi, gap bid ask, dan seterusnya.

Menurut teori Scalping, setiap hari pasti akan ada saja celah-celah kecil perubahan harga Crypto yang bisa dikumpulkan menjadi keuntungan. Teknik investasi ini memperoleh keuntungan yang bersifat kolektif (sedikit-sedikit menjadi jumlah besar, bukan sekali jual lalu mendapat profit besar).

Namun Scalping lebih pas dipakai untuk aset bervolume besar karena pergerakan harganya jadi lebih mudah diamati. Selain itu, Scalping umumnya hanya dilakukan oleh trader berpengalaman/profesional dengan pengetahuan pasar yang luas.

4. Trading Swing

Terakhir ada teknik trading Swing. Jika konsep-konsep trading sebelumnya memainkan periode waktu harian, maka trading Swing bergerak dalam kisar waktu mingguan.

Teknik Swing memanfaatkan gelombang naik-turun harga aset per minggu. Mengapa per minggu? Sebab, tujuan teknik ini adalah mencari tahu pola serta potensi pasti dari harga Crypto. Trader Swing juga sering melibatkan taktik analisa teknikal dan fundamental sebelum memutuskan hendak jual atau beli aset.

Anda bisa mengenali ciri-ciri trader Swing. Umumnya mereka akan menahan posisi long dan short term, tapi tidak melebihi jangka waktu beberapa minggu atau bulan.

Untung Rugi Mencoba Active Trading

Tertarik untuk mencoba strategi trading Crypto aktif? Kabar gembiranya, active trading menjanjikan cukup banyak keuntungan yakni:

  • Ada profit dua arah, baik ketika Anda melakukan Sell maupun Buy. Anda terbukti akan selalu untung dalam waktu cepat!
  • Fleksibel, bebas dilakukan di mana saja dan kapan saja. Ketika kondisi grafik mendukung untuk melakukan Sell atau Buy, Anda bisa langsung bertindak pada kesempatan pertama. 100% keuntungan adalah milik Anda!
  • Bisa dijalankan dengan modal terjangkau alias hemat biaya, bahkan kurang dari 100 ribu rupiah. Beberapa aset Crypto memang terkenal bisa dibeli dengan harga harian murah. Tapi jangan salah, untungnya bisa bertambah sampai berkali-kali lipat mengikuti kondisi pasar.

Satu-satunya kelemahan trading Crypto aktif adalah bisa berdampak secara psikologis. Kewajiban memantau pergerakan grafik setiap hari sering membuat banyak trader stres dan uring-uringan. Anda harus menyiapkan mental baja dan pikiran jernih agar tidak salah mengambil keputusan selama berinvestasi. Apalagi kondisi pasar Crypto yang terkenal cenderung tidak stabil naik-turun.

Strategi Trading Crypto: Passive Trading

cryptocurrency

Tipe teknik trading kedua adalah passive trading. Passive trading juga dikenal dengan investasi pasif jangka panjang. Berbanding terbalik dengan trading aktif yang menggebu-gebu dan cepat, investasi pasif jauh lebih santai.

Passive trading adalah aktivitas transaksi aset untuk jangka waktu lama. Tidak seperti aset aktif yang bisa dipetik hasilnya dalam 24 jam atau mingguan, passive trader menyimpan aset-aset mereka lama sekali – bisa 1 tahun, 5 tahun atau lebih.

Investasi pasif dilakukan untuk tujuan-tujuan yang sifatnya jauh. Misalnya menyiapkan dana pensiun, dana pendidikan anak, biaya pernikahan dan membeli rumah, serta masih banyak lagi. Karena sifatnya yang santai, investor pasif jarang mengecek portofolio asetnya, tidak mengikuti perkembangan trend maupun harga Crypto saat ini.

2 Jenis Passive Trading

Jenis passive trading memang jauh lebih sedikit dibandingkan active trading. Jika tertarik dengan investasi pasif, Anda bisa mencoba kedua jenis strategi trading berikut:

1. Nabung Berkala/Rutin

Pertama ada strategi nabung berkala. Sistem ini juga dikenal dengan nama Dollar-cost Averaging. Anda bisa menetapkan satu tanggal terbaik untuk membeli aset Crypto. Misalnya pada tanggal 1 setiap bulan.

Trik ini sudah cukup banyak digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang mereka. Semisal menyiapkan dana darurat, dana pensiun, dan lain-lain. Trik ini juga sukses menghindarkan Anda dari stres akibat perubahan harga pasar Crypto, masalah voilabilitas dan sebagainya.

Tidak ada aturan pasti kapan Anda sebaiknya menabung rutin ini. Ada yang menabung seminggu sekali ataupun sebulan sekali. Semuanya bebas Anda atur sesuka hati.

2. Buy and Hold

Jika tidak bisa melakukan nabung rutin, tidak perlu khawatir. Masih ada strategi lainnya yakni Buy and Hold. Strategi ini juga mendukung trader membeli aset Crypto untuk jangka waktu panjang. Sebagian besar momen HODL dalam komunitas Crypto dilakukan dengan teknik trading passive ini.

Bedanya, di sistem Buy and Hold Anda akan memerlukan trik analisis fundamental. Analisis dilakukan untuk mengetahui aset Crypto mana yang mendatangkan hasil besar jika disimpan dalam jangka waktu lama. Sedangkan dalam sistem nabung rutin, Anda bisa benar-benar bebas memilih hendak menginvestasikan koin atau token Crypto yang mana.

Setelah memiliki pilihan, Anda bisa langsung beli aset yang diinginkan. Tidak membeli aset secara rutin pun bukan masalah. Semisal Anda seorang freelancer dengan frekuensi pekerjaan tidak menentu. Jadi Anda bisa membeli aset kapan saja setelah mendapatkan pekerjaan dan gaji.

Untung Rugi Strategi Trading Crypto Passive

Tidak hanya active trading saja yang mempunyai keuntungan dan kerugian, cara trading pasif juga demikian. Sisi positif dari teknik trading Crypto passive adalah:

  • Modal yang murah, efektif, bisa disesuaikan dengan budget saat ini. Semisal Anda ingin menabung rutin dengan nominal 10 ribu, 100 ribu atau 500 ribu. Banyak aplikasi investasi Crypto yang dilengkapi mode pengaturan nabung rutin yang lengkap.
  • Lebih santai dan rileks untuk dijalani. Anda tidak akan gampang “kebakaran jenggot” ketika harga pasar aset berubah karena tujuan Anda adalah investasi jangka panjang.
  • Investasi dengan tujuan pasti. Anda tidak akan mudah tergiur menjual aset karena tren atau melihat orang lain menjual aset Crypto mereka. Investasi pun jadi lebih semangat karena Anda punya tujuan pasti untuk dicapai kelak lewat trading.
  • Kalau Anda menjadi seorang Market Maker, Anda bisa mendapat update kondisi dan likuiditas pasar lebih cepat dari trader biasa.

Sedangkan sisi negatif dari mencoba passive trading adalah adanya kemungkinan dicurangi oleh LQ provider. Selain itu, jika Anda asal memilih aset Crypto untuk diinvestasikan (tanpa melakukan riset jangka panjang), bisa saja Anda salah pilih aset.

Alih-alih memilih aset dengan masa depan cerah dan diminati, Anda justru menginvestasikan uang untuk Crypto yang tak begitu populer. Alhasil Anda akan merugi karena Crypto tersebut justru sepi peminat.

Kesimpulan Belajar Crypto Pemula: Strategi Trading

Jadi manakah teknik trading Crypto yang sebaiknya Anda coba? Jawabannya kembali pada kebutuhan masing-masing.

Jika Anda berinvestasi untuk tujuan jangka panjang, maka pilihlah investasi pasif yang lebih ringan. Anggap saja investasi Crypto Anda sama dengan tabungan biasa. Anda bisa membeli sejumlah aset, lalu membiarkannya terkumpul. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit!

Namun kalau Anda berani berinvestasi untuk mendapat untung cepat, pilihlah investasi aktif yang pergerakannya lebih dinamis. Siapkan modal lalu putar modal tersebut agar bisa mendatangkan profit secara aktif. Keuntungan investasi aktif bisa Anda nikmati dalam waktu singkat, misalnya untuk menambah pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Mau mencoba menjalankan dua-duanya sekaligus? Tidak masalah! Nyatanya ada banyak sekali trader Crypto yang melakukan investasi lebih dari 1 aset. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi harta. Andaikata aset A mengalami kejatuhan, maka ia masih selamat berkat adanya aset B, C, D dan seterusnya. Resikonya Anda harus siap dengan modal awal yang tak sedikit.

Apapun trik trading yang Anda pilih nantinya, kami sarankan untuk tetap bersikap bijak dan memikirkan matang-matang seluruh resiko yang mengintai. Sebab seluruh resiko investasi akan ditanggung sepenuhnya oleh sang investor itu sendiri. Selamat mencoba!

Demikianlah pembahasan artikel belajar Crypto pemula kali ini seputar strategi trading active dan passive. Ingin mendapatkan lebih banyak materi belajar Crypto pemula gratis? Ikuti website MARKEY sekarang di https://markey.id/, atau download aplikasinya di Google Play dan Apple Store. Ratusan artikel informatif seputar bisnis dan investasi online sudah menanti Anda!

Sampai bertemu lagi, sayonara!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya