Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran SEO Tips Mudah Mengoptimalkan Konten Pemasaran B2B dengan Teknik Kata...

Tips Mudah Mengoptimalkan Konten Pemasaran B2B dengan Teknik Kata Kunci

-

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, salah satu strategi penting dalam tips SEO adalah menggunakan kata kunci penelusuran dalam konten marketing. SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, yang dengan kata lain berarti Strategi Optimalisasi Mesin Pencari (Google).

Tujuan utama dari pemakaian tips SEO tentu saja untuk mempermudah masyarakat menemukan artikel dari website bisnis Anda menggunakan kata kunci tertentu.

Pemakaian kata kunci penelusuran atau keyword adalah langkah termudah untuk mendatangkan pengunjung ke website Anda. Jika sampai saat ini website bisnis Anda masih sepi pengunjung, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena artikel Anda belum memuat kata-kata kunci yang sering ditelusuri oleh masyarakat di Google.

Kabar baiknya, pemakaian kata kunci penelusuran dalam artikel dapat diaplikasikan pada semua jenis website, termasuk website B2B (Business To Business). Menyelipkan keyword adalah cara terbaik sekaligus termudah untuk meningkatkan kepopularitasan website B2B Anda. Namun dalam artikel kali ini, kami akan membocorkan rahasia yang jarang diketahui dalam dunia B2B marketing strategy.

Ketika website bisnis lain seringkali menggunakan kata kunci penelusuran bervolume besar dan populer digunakan, maka dalam B2B marketing strategy, sebaiknya Anda menggunakan kata-kata kunci yang justru jarang ditelusuri masyarakat.

Mengapa demikian? Lalu, bagaimana cara menemukan dan menggunakan kata-kata kunci yang jarang ditelusuri tersebut?

Semua jawabannya sudah tersedia lengkap dalam artikel edisi kali ini. Tanpa berbasa-basi lagi, mari kita langsung simak pembahasannya bersama-sama!

Apa Itu Kata Kunci Penelusuran (Keyword Google)?

keywords-2

Pernahkah Anda menelusuri sesuatu di Google dengan mengetikkan sebuah topik, nama, judul, atau hal-hal yang berkaitan dengan informasi yang dicari? Jika iya, maka Anda sudah pernah menggunakan penelusuran berbasis kata kunci atau keyword.

Sesuai namanya, keyword adalah kumpulan kata atau kalimat untuk “memunculkan” aneka artikel, berita, dan gambar yang sesuai di Google. Semisal Anda mengetikkan keyword “Harga dokter gigi”, maka jenis artikel yang muncul di Google adalah rincian perkiraan harga berobat ke dokter gigi atau pamflet promosi layanan dokter gigi.

Kemampuan sebuah kata kunci untuk menemukan artikel sesuai keinginan masyarakat inilah yang menjadikannya amat penting dalam berbagai tips SEO. Hampir semua tips SEO pasti dimulai dengan penggunaan kata kunci. Jadi mau tak mau, Anda harus mulai menggunakan keyword-keyword penting dalam konten atau artikel bisnis Anda.

Mengapa B2B Marketing Strategy Menyarankan Memakai Keyword yang Jarang Ditelusuri?

Secara umum, orang-orang mengenal dua tipe kata kunci: kata kunci populer dan sering ditelusuri (high-volume) dan kata kunci yang tidak populer dan jarang ditelusuri (low-volume). Dari keduanya, kata kunci populer sering menjadi pilihan untuk digunakan dalam artikel. Alasannya sederhana: popular keyword adalah kata kunci yang sering ditelusuri, otomatis, artikel Anda bisa berkesempatan untuk ikut “terjaring dan dimunculkan” ke hadapan pengguna Google.

Sayangnya, trik di atas sering kali tidak berlaku dalam dunia B2B marketing strategy. Hal ini karena dalam dunia B2B, target pasar yang disasar kebanyakan adalah kelompok-kelompok kecil dan spesifik. Faktanya, target pasar yang kecil seperti ini jarang menelusuri sesuatu secara umum menggunakan kata kunci populer. Mereka lebih suka mencari produk atau jasa yang dibutuhkan secara spesifik dan mendetil.

Selain itu, ada banyak produk kompetitor yang beredar di sekitar Anda. Tentunya para kompetitor Anda akan lebih banyak menggunakan kata kunci populer untuk menaikkan traffic website mereka. Apalagi jika website sang kompetitor sudah lebih dulu “memiliki nama” dan populer di masyarakat. Otomatis ia akan lebih mudah mendominasi persaingan dan “menyingkirkan” web B2B Anda.

Jadi apa yang harus Anda lakukan untuk menyiasati persaingan seperti ini? Tentunya menggunakan kata kunci penelusuran yang jarang ditelusuri.

Istilah “kata kunci tidak populer (low-search keyword)” sesungguhnya bukan hal yang negatif. Ada beberapa alasan mengapa sebuah kata kunci bisa menjadi kurang populer ditelusuri. Semisal karena kata kunci tersebut agak lebih panjang dan memuat informasi spesifik. Meski demikian, kata kunci yang tidak populer bisa tetap relevan dengan penelusuran pengguna.

Artikel terkait  Raih Posisi SEO No. 1 dengan Google Search Berbasis AI

Manfaat Menggunakan Kata Kunci yang Tidak Populer untuk Web B2B Anda

Jangan salah kira, menggunakan kata kunci yang tidak populer untuk artikel web B2B memiliki banyak keuntungan yang tak terduga. Beberapa di antaranya adalah:

Mempermudah Meningkatkan Jumlah Pengunjung Web

Kata kunci yang spesifik dan agak panjang bisa mempermudah website Anda untuk mendapatkan lalu-lintas website organik, sekaligus memperbanyak jumlah pengunjung web dan keuntungan penjualan.

Tidak perlu cemas meskipun website B2B Anda baru didirikan atau masih berskala kecil dan tak terlalu terkenal! Anda tetap bisa menjaring banyak pengunjung karena artikel-artikel promosi Anda memuat banyak kata kunci spesifik yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Mendominasi Google dengan Jalan yang Berbeda

Jangan berkecil hati dulu ketika website lain menduduki ranking 1 Google untuk kategori kata kunci populer. Sebab, Anda masih bisa mendominasi Google untuk kategori kata kunci yang spesifik.

Semisal kata kunci populer yang ramai digunakan kompetitor adalah “toko sembako”. Namun website Anda menggunakan kata kunci yang lebih spesifik seperti “toko sembako grosir murah”. Otomatis, website Anda akan melejit menduduki posisi teratas Google kapanpun ada masyarakat yang mencari rekomendasi toko sembako grosir dan murah. Ini karena Google mendeteksi artikel website Anda memuat keyword yang lebih tepat dan spesifik dengan keinginan masyarakat.

Sulit Disaingi Kompetitor Lain

Keuntungan selanjutnya adalah website Anda sulit untuk disaingi oleh kompetitor karena Anda selalu menggunakan kata-kata kunci unik dan spesifik. Pesaing bisnis yang terbiasa menggunakan kata kunci populer dan mainstream akan lebih susah mengikuti isi konten Anda yang unik.

Lebih Digemari Konsumen

Terakhir, memakai kata kunci spesifik memperbesar peluang bagi web B2B Anda untuk lebih cepat memuaskan kebutuhan konsumen. Di tahun ini, kebanyakan orang tidak ingin repot membaca sebuah artikel hingga tuntas. Alhasil, orang-orang cenderung mengandalkan kata kunci yang agak panjang dan spesifik supaya mereka bisa lebih mudah menemukan informasi yang dibutuhkan.

Jika seorang pengunjung bisa menemukan informasi yang dicari web Anda dan merasa puas, maka bukan tak mungkin ia akan segera beralih menjadi pelanggan tetap.

4 Cara Mengoptimalkan Konten B2B Marketing dengan Kata Kunci yang Tidak Populer

b2b-adalah

Selanjutnya, bagaimana cara mengoptimalkan konten B2B marketing Anda menggunakan aneka kata kunci yang spesifik dan “tidak populer” ini? Kami telah merangkum pedoman lengkapnya ke dalam 4 langkah runut berikut ini. Ayo disimak!

1. Lakukan Riset Kata Kunci

Tahap pertama yang wajib untuk Anda lakukan adalah meriset kata kunci yang hendak digunakan dalam artikel. Anda tidak boleh mengarang atau membayang-bayangkan sendiri kata kunci yang terbaik untuk mengisi artikel. Selain karena akan mempersulit diri Anda sendiri, mengarang kata kunci sering kali tidak cocok dengan kenyataan penelusuran di lapangan.

Faktanya, pola penelusuran artikel di Google selalu berubah dari waktu ke waktu. Apa yang saat ini ramai dicari oleh masyarakat dan menjadi trend, bisa jadi sudah ditinggalkan pada keesokan harinya. Nah, supaya konten bisa selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat, maka Anda wajib untuk menggunakan kata kunci yang spesifik dan up-to-date.

Kalau Anda belum tahu bagaimana cara meriset sebuah kata kunci, maka Anda bisa mengikuti langkah-langkah simpel ini:

Mengenali Siapa Target Pembaca (Audiens) Website Anda

Siapa target pembaca atau target penjualan dari produk Anda? Kelompok masyarakat yang seperti apa yang Anda harapkan akan mengunjungi website dan membaca artikel Anda? Apa saja hal-hal yang mereka ingin maupun tidak ingin ketahui dari website Anda?

Gunakan Alat Riset Keyword

Setelah mengetahui siapa calon pembaca artikel dan apa saja informasi yang bisa Anda sajikan kepada mereka, kini waktunya menggunakan alat-alat bantu untuk meriset keyword. Saat ini sudah ada banyak alat riset yang bisa digunakan secara online dan gratis, seperti Google Trend, UberSuggest dan Moz.

Cara menggunakan alat-alat tersebut pun cukup mudah! Anda cukup mengetikkan topik, tema atau ide artikel yang hendak dibuat dalam kolom penelusuran yang disediakan setiap alat bantu. Klik “search” dan tunggu beberapa saat. Nantinya Anda akan menemukan berbagai rekomendasi keyword secara otomatis.

Sekarang Anda cukup memilih keyword yang memiliki keterangan volume rendah atau kurang dari 100. Keyword dengan jumlah penelusuran kurang dari 100 biasanya tergolong sebagai keyword spesifik dan jarang digunakan secara mainstream. Pilihlah beberapa keyword yang cocok untuk mengisi artikel Anda.

Artikel terkait  SEO Specialist | Cara Menjadi Seorang Pakar SEO

2. Rancang Konten Anda Menggunakan Keyword Pilihan

keywords

Setelah memiliki daftar keyword pilihan, sekarang lanjutkan dengan merancang struktur dari konten Anda. Tahap ini juga dikenal dengan istilah “drafting”. Melakukan drafting struktur artikel juga akan mempermudah Anda dalam menyusun artikel.

Saat merancang struktur artikel, Anda bisa menulis ide pokok dari setiap paragraf dan mengurutkannya dari awal (pembukaan) sampai akhir (penutup). Perkirakan juga pada bagian mana saja Anda bisa menyelipkan keyword-keyword tadi. Sebaiknya, masukkan keyword secara merata di bagian awal, tengah dan kesimpulan artikel.

Jangan lupa juga untuk menyelipkan keyword ke dalam judul maupun sub judul artikel karena cara ini akan mempermudah sistem Google mendeteksi dan menampilkan artikel Anda ke masyarakat. Namun pastikan untuk tidak melakukan spam keyword alias meletakkan terlalu banyak kata kunci dalam 1 artikel, semisal lebih dari 50 kata kunci sekaligus. Spam keyword adalah salah  satu bentuk kecurangan SEO yang sanksinya adalah black-list atau pemblokiran website dari Google.

Artikel terkait  Keyword Tool yang Bagus untuk Riset Kata Kunci SEO

3. Susun Konten Semenarik Mungkin

Tunggu apa lagi, kini Anda sudah bisa mulai menyusun konten semenarik mungkin. Lengkapi ide-ide pokok yang telah dirancang sebelumnya sehingga menjadi sebuah kalimat dan paragraf yang utuh.

Agar konten menjadi semakin menarik, Anda bisa melakukan hal-hal seperti:

  • Menyelipkan beberapa CTA (call to action) seperti ajakan mendownload e-book gratis, penawaran voucher diskon belanja, atau mendaftar newsletter.
  • Menggunakan ragam bahasa yang menarik, ejaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi serta situasi pembaca supaya mereka merasa nyaman saat menyimak artikel Anda hingga tuntas.
  • Berkreasi secara unik seperti menyelipkan kuis interaktif, menambahkan infografis atau gambar-gambar pendukung artikel, kolom kesimpulan dan lain sebagainya dalam artikel. Anda juga bisa mencoba trik copywriting yang menggugah supaya pembaca lebih terpikat dengan isi artikel.
  • Memakai teknik “skyscraper” yaitu menghadirkan konten panjang dengan isi mendetail sehingga para pembaca bisa mendapatkan informasi yang lengkap dari web Anda. Namun tak hanya semata-mata menghadirkan konten yang ‘padat’ saja, Anda juga wajib memastikan isi konten berkualitas dan original supaya bisa mendapat lebih banyak backlink.

4. Mulai Libatkan Keyword Populer

Setelah website Anda mulai ramai dan populer, kini Anda bisa memadukan keyword-keyword populer dengan volume pencarian tinggi di Google untuk dilibatkan dalam artikel baru. Namun ingat, tahap ini baru hanya bisa dilakukan ketika website Anda sudah mendapatkan cukup banyak lalu-lintas organik dan jumlah pengunjung.

Memadukan keyword populer dan keyword spesifik akan menguatkan kualitas serta performa dari artikel website Anda. Jadi, konten Anda bisa ditemukan oleh orang-orang yang menelusuri keyword spesifik maupun keyword yang biasa. Hasilnya, konten website Anda bisa menjangkau lebih banyak orang dan pasar besar.

Demikianlah pembahasan artikel edisi kali ini seputar tips SEO untuk memaksimalkan konten website B2B dengan keyword yang khusus dan tidak terlalu populer di pencarian Google.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan baru bagi Anda, ya! Jangan lupa juga untuk mengikuti website Markey supaya Anda bisa memperoleh lebih banyak ilmu digital marketing terbaru. Sampai jumpa lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Cara Mengedit Aplikasi Android Dengan Apk Editor

Pernahkah Anda berpikir untuk mengedit aplikasi Android? Jika pernah, ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk mengedit aplikasi Android yang...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Pemasaran Internasional Adalah ? | Fungsi, Tujuan & Contoh

Salah satu topik bahasan wajib dalam dunia bisnis dan ekonomi adalah pemasaran. Kita memang tidak akan pernah terlepas dari...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

Website

WordPress

Maintenance

Server / Hosting

Domain

Front end

Backend

Laravel

Web programming

Teknologi web

Biaya pembuatan website

Aplikasi

Aplikasi Game

Aplikasi Android

Aplikasi iOS

Mobile Programming

Cross-platform

Biaya pembuatan aplikasi

Desain

Design Web

Design App

Design UI

Designer tools

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya