Media Bisnis Online | by APPKEY

Pemasaran ASO Aplikasi Smartphone : 5 Cara Terbaik Promosi Aplikasi...

Aplikasi Smartphone : 5 Cara Terbaik Promosi Aplikasi Smartphone Kepada Klien

-

Seiring meningkatnya tren mobile seluler atau smartphone di masyarakat, ada semakin banyak agensi aplikasi yang berkesempatan mengembangkan bisnis serta meningkatkan laba dengan menjadi reseller aplikasi mobile. Tetapi, untuk bisa mencapai kesuksesan dalam bisnis yang satu ini, Anda perlu memahami ilmu pitching aplikasi smartphone terlebih dahulu.

Untuk Anda yang belum memahami arti kata pitching, berikut akan kami jelaskan secara singkat. Istilah pitching umum digunakan dalam dunia enterpreneur dan start-up. Pitching mengacu pada proses memperkenalkan atau mempresentasikan produk secara to the point kepada klien. Tujuannya tentu untuk menangkap hati dan minat klien agar mau menggunakan produk yang Anda tawarkan. Jadi, kalau Anda ingin aplikasi yang Anda jual laku di pasaran, Anda harus mampu menjelaskan produk dengan baik kepada klien target.

Kembali ke pembahasan perihal bisnis aplikasi. Sekarang ini, hampir semua perusahaan bisa meraup keuntungan dengan mengembangkan aplikasi milik mereka sendiri. Bukankah ini artinya setiap perusahaan di sekitar Anda menjadi klien yang potensial?

Sebagai agen aplikasi, Anda juga memiliki keuntungan yang signifikan sebab Anda sudah mempunyai hubungan dengan berbagai perusahaan.

Nah, semuanya sudah tersusun dan siap. Sekarang Anda hanya perlu menemukan program reseller white product yang tepat dan melakukan presentasi pitch terkait ide-ide aplikasi ke klien!

Namun, tunggu dulu. Jangan tergesa-gesa. Ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu bagaimana tips dan trik agar presentasi pitch Anda sukses untuk menjual produk ke klien. Sebab tentu saja, ada beragam hal yang sukses dan tidak saat melakukan pitch.

Tulisan ini akan menjadi pedoman bagi Anda berisikan tips-tips serta penjelasan penting terkait pitching bagi para agensi. Dengan membaca serta memahami tips-tips ini, Anda akan memahami cara memenangkan minat klien untuk menggunakan aplikasi yang Anda jual

Kenali Sang Pembuat Keputusan

survei-app-3

Tips sukses pertama untuk promosi aplikasi smartphone adalah memastikan Anda melakukan pitching kepada orang yang tepat di perusahaan target. Kenali terlebih dahulu siapa target utama Anda, posisinya, serta bagaimana cara terbaik untuk menghubunginya. Target utama dari setiap aktivitas pitching haruslah orang yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan di perusahaan tersebut.

Jika Anda sudah memiliki kenalan di perusahaan target, hal ini bisa menjadi kesempatan bagus sebab Anda sudah memiliki perantara dengan perusahaan tersebut.  Tetapi jangan langsung menilai bahwa pitching sudah cukup dilakukan kepada si perantara ini. Belum tentu si perantara merupakan orang yang berwenang menjatuhkan keputusan terkait proyek kerjasama pengembangan aplikasi.

Lebih baik langsung saja melakukan pitching dengan orang yang berwenang dalam menentukan keputusan kerjasama di perusahaan tersebut.

Cobalah bertanya kepada kenalan Anda di perusahaan target kira-kira siapa yang bisa Anda hubungi di perusahaan untuk meeting terkait penawaran pengembangan aplikasi. Tetap berhati-hati dan bersiap-siap sebab meski baru meminta kontak awal, Anda harus tetap melakukan “pitching singkat” kepada si perantara. Gunanya tentu saja untuk memuluskan jalan Anda agar bisa mengobrol dengan sang pembuat keputusan nantinya. Terlebih lagi, tokoh perantara ini bisa membantu Anda meyakinkan atasan mereka untuk mengambil tawaran kerjasama dengan agensi Anda.

Nyatanya, melakukan pitching dengan kenalan Anda memang jauh lebih mudah dilakukan. Agar bisa memiliki kenalan dengan orang-orang perusahaan, Anda memang harus membangun relasi yang baik dan tergantung lagi pada berapa lama agensi Anda telah menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Berdasarkan pengalaman nyata, semakin besar perusahaan target maka akan semakin sulit untuk menerka-nerka siapa yang memegang wewenang untuk membuat keputusan kerjasama. Hal ini dikarenakan ada banyak jabatan di perusahaan besar yang biasanya memiliki pengaruh dalam menentukan keputusan.

Sebagai contoh, seorang CTO mungkin menjadi penentu final apakah perusahaannya akan menjalin kerjasama dengan agensi pengembang aplikasi atau tidak. Akan tetapi sebelum sang CTO menjatuhkan putusan akhir, ia akan mendengarkan pertimbangan dari CFO, CEO, wakil ketua divisi marketingnya terlebih dahulu. Untuk mengatasi permasalahan ini, aksi pitching Anda harus sangat persuasif guna meyakinkan semua orang yang memiliki wewenang membuat keputusan.

Sebisa mungkin lakukan pitching pada semua orang di waktu yang sama. Jika agensi Anda memiliki klien lokal, melakukan pitching secara tatap muka menjadi pilihan terbaik. Namun jika tidak, Anda bisa melakukan alternatif pertemuan via online, panggilan video ataupun telepon.

Sedangkan utuk mayoritas perusahaan kecil, biasanya hanya sang pemilik bisnis yang berwenang membuat keputusan kerjasama. Keputusan mereka tidak dipengaruhi oleh orang-orang dari posisi lain. Jadi ingatlah informasi ini sebaik-baiknya saat Anda mencoba melakukan pitching pada perusahaan target. Jangan sampai Anda melakukan pertemuan dengan orang yang salah!

Artikel terkait  Bagaimana Anda Membuat Pengguna Mendownload Aplikasi Anda? Coba Gunakan Cara Promosi Aplikasi Berikut Ini!

Memahami Tujuan Setiap Perusahaan Target

target-audience (1)

Kesalahan besar sekaligus umum dilakukan oleh para agen aplikasi smartphone adalah menggunakan strategi pitch yang sama untuk setiap kliennya. Menggunakan 1 “template pitching” untuk semua jenis klien memanglah mudah, namun hasilnya sama sekali tidak efektif untuk usaha Anda.

Mari ambil contoh perusahaan kecil. Setidaknya ada 3 alasan berbeda mengapa perusahaan kecil ingin mengembangkan usahanya melalui aplikasi smartphone:

  1. Untuk mendapatkan konsumen baru,
  2. Berkompetisi secara positif di pasar dan mendapatkan hasil yang baik
  3. Meningkatkan jumlah penghasilan.

Seperti yang Anda bisa perhatikan, ketiga alasan di atas sangatlah berbeda meski sama-sama dilontarkan dari perusahaan-perusahaan kecil. Oleh sebab itu, strategi pitch Anda harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan perusahaan target atau klien yang Anda temui.

Jangan salah, klien juga bisa kehilangan rasa tertarik jika Anda menggunakan strategi pitch dan pembahasan yang terlalu general. Mereka bisa merasa bahwa Anda hanya berbasa-basi sekaligus kurang yakin bisa memenuhi tujuan dan target usaha mereka.  Jadi, cobalah untuk melakukan pendekatan yang lebih “personal” dan spesifik. Bahas semua permasalahan dan hal-hal yang diinginkan klien, kemudian tawarkan solusinya.

Jika perusahaan klien sudah pernah bekerja sama dengan Anda, Anda bisa membahas kembali beragam goals serta KPI (Key Performance Indicator) yang telah agensi Anda sukses tangani. Jelaskan dengan perhitungan angka yang jelas bahwa sudah sejauh mana perusahaan tersebut sukses dibantu oleh agensi Anda; kemudian beritahu mereka bahwa sebuah aplikasi akan membantu perusahaan lebih berkembang di tahap selanjutnya.

Jangan gunakan metode pendekatan kaku seperti “Bapak dan Ibu yang terhormat,” atau “Kepada siapapun yang berkepentingan dalam hal ini”.  Dijamin, agensi Anda tidak akan mampu menjual aplikasi apapun dengan cara yang tidak menarik dan kaku seperti itu.

Saat melakukan pitching aplikasi smartphone, penekanan terhadap kualitas jauh lebih penting ketimbang sebatas kuantitas. Lebih baik lakukan pitching yang mendalam dan teliti. Memang akan sangat melelahkan dari segi waktu dan tenaga untuk menyusun strategi pitching yang unik sekaligus mendalam bagi setiap klien. Namun cara ini akan memberikan hasil yang maksimal, efisien serta memberi pengaruh yang lebih kuat di benak konsumen.

Jangan pernah juga Anda membuat asumsi. Tidak semua perusahaan ingin mendengar pitching berisikan cerita kesuksesan suatu aplikasi yang mendulang keuntungan dari channel lain. Beberapa perusahaan lebih suka mendengarkan dan diyakinkan pada hal-hal seperti loyalitas dan retensi konsumen yang bisa mereka maksimalkan dengan aplikasi Anda. Jadi Anda perlu tahu sudut pandang mana yang harus ditekankan saat melakukan pitching dengan klien.

Anda juga harus siap menghadapi klien yang tidak memiliki tujuan perusahaan jelas. Dalam kasus ini, agensi Anda dapat membantu klien menentukan target yang ingin mereka raih sebelum Anda lanjut dengan pengajuan ide aplikasi guna meraih target tersebut.

Memberi Pemaparan Tentang Masalah yang Bisa Diperbaiki

Mengidentifikasi masalah yang dimiliki klien bisa menjadi trik jitu untuk meraih keberhasilan pitch aplikasi. Apakah aplikasi smartphone bisa mengarahkan usaha klien ke kesuksesan? Jawabannya, tentu saja. Tetapi, apa arti sesungguhnya dari jawaban atas pertanyaan tersebut?

Kebanyakan klien memiliki prinsip, “Jika hal tersebut tidak rusak atau bermasalah, maka tidak perlu dibetulkan”.

Oleh sebab itu, Anda perlu menunjukkan kepada mereka area-area dari bisnis mereka yang sebenarnya “rusak” dan memerlukan perbaikan. Identifikasi titik-titik kerusakan serta kelemahan yang ada namun masih belum disadari oleh klien, lalu jelaskan bagaimana aplikasi akan menutup celah-celah kekurangan tersebut. Tunjukkan juga beberapa cerita kesuksesan klien lain berkat menggunakan bantuan aplikasi smartphone yang mendukung bisnis mereka.

Sekali lagi kami tekankan: setiap pitch yang Anda lakukan harus unik dan spesifik. Tanamkan kuat-kuat dalam pikiran Anda bahwa masalah yang dihadapi oleh seorang klien belum tentu dialami juga oleh klien yang lain. Sebagai contoh, katakanlah, satu klien mengalami kesulitan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan mereka yang mana hal ini merupakan masalah umum perusahaan. Solusi untuk memperbaiki hal ini, tak lain adalah dengan mengembangkan aplikasi perusahaan.

Nah, ingatlah juga kalau aktivitas pitch akan selalu, dan terus-menerus, membahas hal-hal seputaran para pelanggan.

Pembahasan saat pitching juga akan mencakup segala informasi yang harus diketahui oleh para klien. Di satu perusahaan, Anda bisa saja akan menjelaskan solusi terbaik untuk mengatasi kesulitan konsumen saat menggunakan situs web seluler perusahaan; atau menjelaskan mengapa aplikasi memiliki nilai konversi lebih tinggi daripada web seluler. Pitching juga bisa membahas beragam hal lain seperti program loyalitas konsumen, rujukan, personalisasi, dan masalah-masalah CX lainnya yang dapat ditingkatkan.

Tetapi, informasi ini bisa jadi tidak relevan untuk dijelaskan ke klien perusahan yang lain yang nyatanya memiliki masalah berbeda.

Beberapa masalah utama klien bisa jadi terletak dalam sistem internal mereka. Contohnya, perusahaan dengan karyawan jarak jauh serta pekerja lapangan. Perusahaan ini hanya membutuhkan suatu aplikasi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi semua elemen di dalamnya.

Pitching promosi untuk aplikasi di smartphone HR jelas akan terlihat sama jauh berbeda dari aplikasi yang terkait dengan peningkatan CX.

Itulah mengapa sangat penting untuk Anda meluangkan waktu, melakukan banyak penelitian, dan melakukan due diligence pada setiap klien sebelum Anda mempertimbangkan pitching ide aplikasi yang cocok untuk menjawab permasalahan mereka.

Artikel terkait  Sukses Mempraktekkan ASO di Google Play | Bikin App Anda Ranking 1 di Toko App

Berfokus pada Nilai, Bukan Fitur

pemasar-3

Saat ini kegiatan pengembangan aplikasi smartphone memiliki peluang meraih keuntungan yang tak terbatas di pasaran. Kesempatan ini sangat menggiurkan bagi para agensi dan reseller aplikasi untuk jadi semakin gencar menawarkan setiap fitur serta potensi yang bisa dimuat oleh suatu app.

Tapi, memfokuskan pembahasan pitch pada sebatas fitur aplikasi bukanlah hal yang tepat. Catat: jangan membuat sesuatu menjadi lebih rumit dari yang dibutuhkan sesungguhnya. Perubahan dan upgrade fitur ada kalanya bisa “mengusir” pengguna. Nyatanya di masyarakat, selalu ada orang-orang yang menolak perubahan sistem, tak terkecuali di sistem kerja perusahaan. Kejadian ini umum ditemukan pada orang-orang yang sudah merasa nyaman bekerja menurut sistem dan susunan tertentu.

Jadi, jika pitching aplikasi Anda justru akan mengubah seluruh atau sebagian besar sistem operasi dan proses kerja perusahaan, besar kemungkinan klien akan menolak tawaran Anda tak peduli mau berapa kali Anda meyakinkan keuntungan yang berlipat sebagai gantinya.

Sebaliknya, lebih baik Anda berfokus hanya pada 1 atau 2 fitur inti yang selaras dengan tujuan perusahaan, sekaligus yang bisa memperbaiki masalah-masalah di perusahaan. Setelah Anda tuntas membahas fitur utama, barulah manfaatkan sisa presentasi pitching Anda untuk berfokus pada nilai-nilai yang bisa diberikan oleh aplikasi kepada pengguna. Pembahasan tentang nilai-nilai ini penting sebab rata-rata perusahaan tidak ingin membangun sebuah aplikasi hanya karena mereka merasa perlu melakukannya. Pihak perusahan juga perlu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang bisa mereka dapat sebelum akhirnya menjatuhkan keputusan akhir.

Misalnya, katakanlah Anda sedang berkonsultasi dengan suatu bisnis ritel. Perusahaan klien ini memiliki beberapa lokasi batu bata dan mortir, serta sebuah situs e-commerce. Kemudian tujuan perusahaan adalah untuk meningkatkan retensi pengguna, sementara masalah terbesar mereka yakni kehilangan konversi web seluler.

Jadi, presentasi pitch Anda harus berfokus pada penggunaan aplikasi seluler guna mendorong konversi dan mempertahankan pelanggan melalui program loyalitas. Di tahap ini, Anda masih belum perlu untuk membahas secara detil terkait akuisisi pelanggan, menerima pembayaran digital di toko, sistem Push Notifications, program referral, dan lainnya. Pembahasan-pembahasan terinci ini terlalu membebani klien di tahap awal, bahkan sebelum kesepakatan pasti dibuat.

Fokuslah hanya pada nilai-nilai seputar pelaksanaan program loyalitas. Pusatkan seluruh presentasi pitch Anda di titik itu.

Perjelas kepada klien bahwa mereka akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menambahkan satu demi satu fitur baru sembari proses pengembangan aplikasi berlangsung. Menambahkan semua fitur dan informasi secara sekaligus hanya akan membebani pemahaman klien di saat itu. Selain itu, memaksa menyertakan semua hal secara bersamaan dapat menimbulkan beberapa masalah pengembangan aplikasi yang akan berefek pada buruknya kinerja app.

Memberikan Gambaran Asli

Presentasi pitch mobile app akan berlangsung dengan lancar jika pesan dan informasi yang diberikan bisa dicerna oleh klien. Tetapi kadangkala, sulit bagi klien untuk membayangkan atau memiliki gambaran yang sesuai dengan informasi yang Anda paparkan. Untuk mendukung presentasi pitching, Anda bisa memperlihatkan gambaran perkiraan tampilan dari aplikasi mereka nantinya. Ketika melakukan presentasi, cobalah untuk membuat sebuah demonstrasi singkat atau memberikan ilustrasi tampilan saat menggunakan aplikasi yang sudah jadi.

Ambil contoh bahwa salah satu klien Anda memiliki sebuah restoran. Perlihatkan pada mereka beberapa template berbeda yang bisa diaplikasikan pada aplikasi. Anda tidak perlu menjelaskan proses integrasi menu atau fungsi pengaturan reservasi secara detil. Hanya gunakan saja nama dan logo perusahaan restoran tersebut di sejumlah template tadi pada tampilan layar beranda utama aplikasi.

Selain itu, Anda pun bisa menggunakan aplikasi serupa milik klien lain yang dulu pernah dibuat oleh jasa platform reseller Anda sebagai contoh saat demonstrasi dengan klien baru. Hal ini akan memperlihatkan ke klien langsung bagaimana wujud nyata dari sebuah aplikasi, bukan hanya penjelasan sekumpulan ide abstrak yang tidak bisa dimengerti apalagi dibayangkan klien.

Memberi Gambaran tentang Pengalaman Pengguna

Siapa yang akan menggunakan aplikasi buatan Anda? Entah itu nantinya para konsumen perusahaan, atau karyawan perusahaan yang bekerja jarak jauh, pengalaman pengguna aplikasu tetap menjadi salah satu poin penting dalam strategi penjualan Anda.

Support Alasan dengan Hasil Riset dan Data-Data Statistik

Anda telah melihat dan memahami pentingnya mengerti tujuan serta kebutuhan spesifik dari setiap perusahaan sebelum menawari mereka ide-ide brilian sebagai solusinya dalam presentasi pitching. Namun kemampuan itu pun masih belum cukup jika tak diimbangi dengan due diligence yang baik.

Saat presentasi, beritahu dan tunjukkan klien alasan-alasan mengapa mereka membutuhkan sebuah aplikasi untuk menunjang bisnis. Perkuat argumentasi Anda dengan dukungan data-data statistik industri dan hasil-hasil penelitian seputar kompetitor bisnis. Hasil penelitian yang kompetitif akan menjadi poin signifikan penjualan selanjutnya yang bisa menaikkan nilai dari penawaran Anda. Saat melakukan penelitian terhadap kelemahan dan ancaman besar yang dihadapi klien, Anda akan menemukan setidaknya salah satu dari 2 hal ini: kompetitor mereka yang telah memiliki mobile app dan yang belum.

Bukan tidak mungkin juga Anda justru menemukan keterangan “Aplikasi resmi akan segera hadir!” tertera di website para kompetitor. Seandainya Anda menemukan yang satu ini, Anda bisa mengategorikannya ke dalam kelompok “pesaing memiliki aplikasi”.

Dengan berpegangan pada data-data ini, Anda bisa menyusun strategi presentasi pitching dengan tepat sasaran. Cara pertama, kalau kompetitor klien memiliki sebuah aplikasi, Anda harus memberi penekanan pada pentingnya untuk bersaing dengan cara serupa alias dengan strategi menggunakan aplikasi. Anda bisa meyakinkan klien bahwa dengan cara ini, perusahaan tidak akan kalah saing atau tertinggal di belakang oleh para kompetitor. Jika. Tekankan juga kalau perusahaan klien tetap memilih bersaing dengan cara “tradisional” alias tanpa aplikasi, mereka bisa mendapatkan resiko kehilangan pelanggan.

Cara kedua, arahkan presentasi pitching agar perusahaan klien bisa inovatif sekaligus “tampil beda” jika para kompetitornya masih belum menggunakan aplikasi untuk berbisnis. Berikan pemahaman bahwa menggunakan aplikasi akan membuat mereka mampu menjaring konsumen potensial lebih banyak ketimbang mengandalkan strategi tradisional di jalur offline.

Artikel terkait  Mempopulerkan Aplikasi dengan E-mail Marketing

Membuat Peta Rute Proses Kerja

Sering kali, para klien bertanya seusai presentasi pitch berlangsung. Malah ada pula yang tak segan bertanya di tengah-tengah presentasi pitch. Hal ini sebenarnya sama sekali bukan masalah. Anda hanya perlu mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menjawab semua pertanyaan dari klien. Klien akan merasa lebih puas jika rasa penasaran atau kebingungan mereka berhasil terjawab tuntas.

Pertanyaan paling umum dan logis yang bisa Anda siapkan jawabannya di jauh-jauh hari sebelum presentasi pitch dengan klien adalah: “Bagaimana proses kerjanya nanti?”. Pertanyaan ini juga bisa menjadi indikasi baik yang menandakan klien tertarik dengan tawaran membuat aplikasi.

Agar bisa menjawab pertanyaan ini, Anda bisa memberikan gambaran peta kasar dan timeline yang memuat informasi-informasi inti saat presentasi berlangsung. Jangan biarkan klien mereka-reka sendirian proses kerja pembuatan aplikasi tersebut nantinya, atau yang lebih buruk lagi, Anda memberitahu mereka bahwa Anda sendiri belum memikirkan bagaimana sistem kerjanya nanti! Hindari sikap tidak profesional tersebut. Jika Anda melakukannya, dijamin 100% presentasi pitch Anda akan gagal total.

Mengingat saat pitch berlangsung Anda belum mendapatkan informasi detail fitur-fitur apa yang klien ingin hadirkan di aplikasi, jadi sebaiknya jangan dulu sertakan tanggal-tanggal deadline pasti di timeline yang Anda presentasikan. Alih-alih, tunjukkan saja presentase perkiraan kerampungan aplikasi di tahap-tahap tertentu atau seiring berjalannya waktu di time table.

Ada beberapa cara kerja yang bisa Anda tawarkan berdasarkan jenis atau sistem kerja bisnis aplikasi Anda serta cara men-set up yang dilakukan oleh platform distributor aplikasi Anda. Anda bisa membuatkan aplikasi untuk klien menggunakan platform distributor Anda sendiri. Atau, Anda menyediakan software white label yang bisa dikustomisasi oleh klien sesuai dengan kebutuhan serta keinginan mereka sendiri.

Diskusikan pilihan-pilihan ini kepada klien saat presentasi pitch berlangsung. Pastikan klien paham bahwa semua keputusan yang akan dijalankan sepenuhnya berada di tangan mereka. Di momen ini juga, Anda bisa menegaskan kembali fitur-fitur utama yang Anda telah sempat sebutkan sebelumnya di presentasi pitch. Jelaskan kalau lebih baik untuk fokus bekerja dan mengembangkan fungsi-fungsi utama terlebih dahulu sebab fitur-fitur sampingan atau tambahan juga hanya akan membuat proses pengembangan aplikasi berlangsung lebih lama.

Meskipun Anda adalah agensi reseller produk white label baru, Anda tetap ingin mengutamakan kenyamanan klien saat mengembangkan aplikasi di tempat Anda, bukan? Nah, jadi jangan ragu untuk menggunakan peta gambaran proses kerja guna mempermudah pemahaman klien sekaligus meningkatkan rasa nyaman mereka bekerja sama dengan agensi Anda.

Menekankan Pada Pelayanan Konsumen

Jika Anda adalah agensi reseller aplikasi, pastikan distributor program yang bekerja sama dengan Anda adalah perusahaan yang baik, legal dan resmi. Pastikan juga program tersebut merupakan white label support. Produk white label support sendiri adalah produk atau servis yang dibuat oleh perusahaan produsen yang bisa di-rebrand oleh pihak lain (reseller; agensi Anda) sehingga aplikasi tersebut nantinya akan terlihat seperti hasil buatan agensi Anda. Memastikan sifat white label support ini menjadi hal yang penting, sebab, pada akhirnya Anda pasti akan melakukan sejumlah perubahan dan modifikasi pada aplikasi, lalu memperlihatkan hasil jadinya di hadapan klien.

Entah modifikasi yang Anda dilakukan hanya berupa pemberian update, penyesuaian, penambahan fitur baru, atau hanya perbaikan troubleshooting dan pertanyaan umum, Anda akan tetap membutuhkan bantuan dari industri provider produk white label tadi untuk mengerjakan setiap modifikasi tersebut. Hanya dengan jalan ini, Anda bisa menyalurkan perubahan dan perbaikan yang dibutuhkan oleh aplikasi pesanan ke klien.

Lain soal jika usaha reseller Anda bisa secara langsung menangani semua beban perbaikan aplikasi dari segi IT. Justru bagus jika tim agensi Anda bisa melakukan modifikasi sendiri! Poin lebih ini mampu mendongkrak nilai servis agensi yang ditawarkan saat pitching di mata klien.

Mau yang manapun cara servis yang agensi Anda tempuh baik melalui provider atau modifikasi sendiri, jangan ragu untuk memberitahukan klien bahwa mereka hanya perlu fokus memerhatikan proses pengembangan aplikasinya saja. Setelah penggarapan aplikasi selesai, klien bisa langsung menerima hasil jadinya untuk dirilis ke toko aplikasi Google Play Store dan App Store.

Menawarkan Paket Pelayanan

Ada keuntungan tersendiri jika agensi aplikasi Anda sudah cukup stabil, berkembang dan diketahui masyarakat. Anda bisa tidak perlu lagi repot-repot melakukan jemput bola untuk klien-klien baru. Justru klien yang bisa datang sendiri menghampiri agensi Anda. Menurut salah satu hasil penelitian terkini, mencari dan mendapatkan klien baru menjadi tantangan terbesar bagi para agensi aplikasi saat ini. Lalu bagaimana caranya agar perusahaan Anda bisa memenangkan kompetisi antar agensi ini?

Salah satu cara terbaik yang bisa Anda coba adalah dengan menawarkan servis pengembangan aplikasi dalam bentuk paket khusus. Agensi Anda bisa dilirik oleh lebih banyak klien sebab menawarkan satu paket lengkap berisi segala servis yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi yang sempurna.

Ambil contoh begini : katakanlah agensi Anda merupakan ahlinya di bidang SEO, PPC, dan periklanan sosial media. Anda tinggal menambahkan paket pengembangan aplikasi resmi untuk menunjang kelancaran bisnis dalam penawaran kepada klien, lalu berikanlah harga yang ideal.

Membangun aplikasi tak melulu harus menjadi penawaran yang dilakukan secara terpisah. Justru saat Anda mempaketkan jasa ini, para klien akan merasa lebih tertarik sebab mereka merasa mendapatkan “bonus paket ekstra”. Klien akan merasa puas karena bisa memenuhi segala kebutuhan hanya dari 1 toko saja. Mereka juga tidak perlu repot-repot membeli jasa IT dari banyak tempat yang belum tentu memiliki kualitas dan menawarkan harga yang sama.

Artikel terkait  Strategi Monetisasi Aplikasi untuk Pemilik Usaha Kecil: Panduan Utama

Belajar dari Kegagalan Pitching Mobile App

Satu kenyataan penting yang harus Anda terima: tidak semua klien yang mendengarkan pitch Anda akan memutuskan untuk menggunakan aplikasi Anda. Tetapi, jangan cepat menyerah. Ada lusinan alasan mengapa klien tetap tidak tertarik pada pitch yang Anda perdengarkan padanya; entah itu mereka memiliki budget yang terbatas, atau sikap keras kepala untuk berpegang teguh pada sistem perusahaan yang telah dijalani. Intinya, tidak semua pitch akan berhasil. Juga, selalu saja ada kemungkinan klien menolak kerjasama sebab presentasi pitch Anda gagal oleh sikap Anda sendiri. Mungkin saja, bukan?

Terlepas dari apapun alasannya, Anda harus selalu belajar dari kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan tersebut. Jadikan pembelajaran agar ke depannya Anda bisa menjadi sukses. Coba identifikasi kembali hal-hal yang mungkin berpotensi mengagalkan pitch. Apakah klien menanyakan sesuatu yang tidak bisa Anda jawab dengan baik? Apakah Anda sudah bicara dengan target klien yang tepat sasaran? Apakah Anda sudah melakukan penelitian yang cukup baik dan mendalam terkait bisnis, industri dan kompetisi perusahaan?

Jujurlah pada diri sendiri. Cari tahu dan nilai kekurangan Anda. Perbaiki kekurangan tersebut. Jangan lupa untuk tetap berlatih pitching. Semakin sering Anda melakukannya, maka Anda semakin menguasai, fasih, dan natural kala berhadapan dengan klien.

Kesimpulan

Sebagai agensi reseller aplikasi, Anda perlu menjual program berkualitas baik guna mendukung kesuksesan pitching ke klien. Tak peduli meskipun Anda seorang marketing atau sales terbaik di dunia, pitching tetaplah sebuah aktivitas promosi. Penilaian pitching tetap akan mengikuti sebagus apa kualitas aplikasi saat perusahaan mencobanya sendiri atau melihat kinerjanya sewaktu demonstrasi program.

Akhir kata, sebelum Anda mulai melakukan pitching aplikasi dengan klien, pastikan Anda sudah menggunakan artikel ini sebagai referensi, ya! Cukup ikuti tips dan trik ini dan jadilah jawaranya! Good luck.


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Pemasaran Internasional Adalah ? | Fungsi, Tujuan & Contoh

Salah satu topik bahasan wajib dalam dunia bisnis dan ekonomi adalah pemasaran. Kita memang tidak akan pernah terlepas dari...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

Tahapan Produksi | Indikator Keberhasilan

Dalam dunia bisnis, produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya produksi, lalu bagaimana produk akan ada? Seorang pengusaha...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya